NovelToon NovelToon
DELIMA

DELIMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Patahhati / CEO / Diam-Diam Cinta / Persahabatan
Popularitas:46.5k
Nilai: 5
Nama Author: KarismaAd

Delima Anastasia : Hidup dengan sederhana, dipertemukan dengan CEO di temat ia bekerja. Semenjak bertemu dengan CEO itu, ia sudah mempunyai perasaan kepada bos muda di kantornya, dengan hobinya menulis maka ia salurkan menjadi sebuah cerita didalam novelnya.

Sampai suatu hari ia merasa bahwa CEOnya itu mengawasinya dari jauh dan mulai bersikap tidak wajar, membuat Delima merasa selalu di awasi.

"Aku tidak tau takdir membawaku kemana, yang jelas jangan buat aku menderita Tuhan."

Derel Sean Miller :
"Setelah kau jadikan aku fantasimu membuat sebuah cerita, apakah aku akan membiarkanmu pergi dengan mudahnya?"

Tidak akan Delima, kau akan tetap di sini, di tempat yang seharusnya yaitu di sisi ku, kau adalah milikku dan siapapun tak akan ku biarkan milikku di ganggu ataupun disentuh orang.

Kau akan menjadi milikku, karna dari awal kau memanglah tercipta untukku. Apapun caranya itu pasti akan aku buktikan tidak akan lama lagi Del.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KarismaAd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14

Keesokan harinya, Delima menyambut hari dengan hati yang gembira. Secerah mentari, yang menyinari hari ini, dengan memulai aktifitas rutinnya di kantor.

Entah apa yang membuat Ia tersenyum tiada henti dengan hati yang gembira. seolah-olah tak bisa membendung perasaannya.

"Sepertinya, terjadi sesuatu nih." Ucap seseorang, yang sudah ada di sebelah Delima, dengan senyum jahilnya.

Siapa lagi, kalau bukan sahabat tercintanya Delima, yaitu Dea si gadis usil.

"Dea, lo bisa gak sih, sekali aja gak kepo." Delima bicara, dengan menatap malas Dea.

"Gimana jiwa kepo gue gak meronta-ronta, melihat sahabat tercinta gue ini, senyum-senyum gak jelas. Untung yang lain gak nengok kesini, malah asik kerja. Kalau tidak, siap-siap aja lo di katakan tak waras. Untung aja mbak julidnya di divisi lain kalau disini, humm kelar deh lo jadi bahan julidnya dia." Dengan panjang lebar Dea bicara, sampai-sampai ia sesak nafas. Langsung saja ia menghirup nafas dengan rakusnya.

Delima hanya tercengang sambil menggelengkan kepalanya tak habis pikir, dengan kelakuan sahabatnya yang satu ini.

Sedang asiknya Delima berbincang dengan sahabatnya, terdengar suara deringan telephone. Mereka saling tatap, seolah-olah bicara dari hati ke hati, tapi tak kunjung diangkat.

"Tringg.. Tringg.." Terdengar lagi suara telephone, untuk yang kedua kalinya.

Sengera Delima mengangkat, tak mau orang yang di telephone menunggu lebih lama. Apa lagi jika itu telephone penting.

"Hallo, ada yang bisa saya bantu." Ucap Delima, masih penasaran dengan orang yang menelephonenya.

"Maaf sebelumnya, apakah saya bicara dengan saudari Delima ?" Tanya orang yang diseberang telephone.

"Benar Ibuk, dengan saya sendiri." Delima menjawab dengan sedikit ragu.

"Saya Ibuk Serli, bisakah anda keruangan saya sekarang. Ada hal penting yang mau saya bicarakan ke anda." Dengan tegas Ibuk Serli bicara.

"Deg.. Ada apa gerangan Ibuk serli menyuruh gue keruangannya? perasaan gue jadi gak enak." monolong Delima dengan pemikirannya yang berkecambuk dan detak jantung yang berdetak dengan kencang, tak seperti biasanya.

"Apakah anda masih berada disana." Tanya Ibuk Serli di seberang sana dengan binggung.

Delima tersadar dari lamunanya, menjawab dengan perasaan gelisah dan agak gugup.

"I-iya buk, saya akan segera ke sana."

"Baik, saya tunggu." Tak mau menunggu jawaban dari seberang sana, Ibuk Serli lantas menutup telephonnya.

"Ada apa Delima, semuannya baik-baik saja kan." Tanya Dea dengan khawatir. Ia melihat sahabatnya bicara dengan keadaan cemas dan gugup.

" Huff.. Nanti gue jelasin, sekarang gue harus ke ruangannya buk Serli." Delima menghempaskan nafasnya, tanda ia sedang tidak baik-baik saja.

"Apa! buk Serli. Yaampun del, gue harap bukan berita yang tidak baik, melainkan sebaliknya." Dea juga kaget, dengan apa yang di katakan Delima.

Secara Ibuk Serli itu, orang yang paling tegas dan tak bertele-tele. Jika ibuk Serli memanggil karyawannya, itu pertanda dua kemungkinan. Pertama berita baik, kedua kebalikannya. Tapi lebih sering karyawan yang di panggil olehnya, mendapat berita yang tidak baik.

"Yaudah, gue harus kesana, dan mempersiapkan mental gue. Apapun kemungkinan yang terjadi." Pasrah Delima, menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Setelah Delima ke luar dari ruangan Ibuk Serli, seketika, hati yang gelisah tadi berubah menjadi kegembiraan tiada tara.

Tidak sia-sia, ia berkutat dengan tumpukan gunung kertas selama ini. Sekarang ia mendapat hasil yang sangat memuaskan.

Delima mendapatkan apa yang selama ini, ia inginkan terkabul. Menjadi karyawan tetap di perusahaan DM Personal Group. Ini seperti mimpi bagi Delima.

Bahkan tak tanggung-tanggung, CEO di perusahaan tersebut, secara khusus ingin bertemu dan berbicara dengannya secara pribadi.

Sungguh kesempatan yang sangat langka, bertemu dengan CEO perusahaan itu. Delima adalah satu-satunya karyawan biasa, yang bisa bertemu dengan pewaris perusahaan tersebut.

Hal yang diimpi-impikannya akan terwujud. Berita itu sangatlah cepat menyebar ke telinga karyawan-karyawan kantor.

Banyak yang mengucakan selamat dengan hati yang tulus, tapi banyak juga yang menghina dan menyebarkan gosip yang tidak-tidak tentangnya, mereka merasa iri terhadap Delima.

Sekarang Delima sudah berada di ruangannya, ia hanya menanggapinya seperti angin lalu. Masih dengan wajah yang berseri-serinya, yang tak luntur dari wajahnya.

"Wah, senang banget tuh, jadi karyawan tetap. Sampe wajahnya kinclong banget, seperti piring yang di cuci bersih sampe mengkilat. Ditunggu ya traktirannya." Ucapnya dengan wajah berbinarnya.

"Pasti dong Dea, hmm Dea, tolong lo hubungin Dista sama Klara juga ya. Supaya tambah rame." Masih mempertahankan wajah yang ceriannya.

"Siap buk boss, segera di laksanaka, segera meluncur. Bilangin juga sama pak bosnya, gue juga menjadi karyawan tetap, ok." Dengan penuh semangat Dea berucap, memberikan kedipan jahilnya.

"Huff.. Dea, sudah berapa kali gue bilang. kalau gue sama pak boss gak ada apa-apa." Delima menjelaskan dengan frustasi.

"Gue percaya kok, ya kalau memang ada sesuatu, gak masalah juga buat gue. Malah gue senang, kalau sahabat gue ini ada yang jagain di saat kami semua tak bisa menjaga." Ucap Dea, terigat sesuatu yang tak ingin mereka lupakan.

"Udah lah Dea, semuanya baik-baik saja kok. Jangan khawatir seperti itu, ok." Delima menenangkan sahabatnya, dan memeluknya untuk tidak mengingat kejadian itu.

"Sekarang lo pergi temui pak boss, nanti gak jadi karyawan tetap lagi. Karna lo telat datangnya, sana huss." Melepas pelukannya, dan berucap ke Delima.

Bukan karna itu saja Delima bahagia, ia juga bahagia karna, bertemu langsung dengan CEO perusahaannya, yang tak lain yaitu Derel.

Delima sekarang menuju ruangan CEO. Seperti yang di beritahukan oleh Menejer di dereksinya, kalau ia sudah di tunggu oleh Pak bossnya.

Sempat terpikir oleh Delima, orang seperti Pak Derel menunggunya, yang hannya karyawan biasa.

Ia seketika menepis, perasaan yang mengganjal di hatinya. Mungkin karna jadwal pak Derel kosong, atau kemungkinan yang lain. Masih mempertahankan pemikiran positifnya.

Setelah sampai, di dekat ruangan Pak Derel. Delima masih ragu untuk masuk. Ia mendengar suara wanita, seolah memanggilnya.

Delima membalikkan badanya ke belakang, dan ternyata benar, memang ada yang memanggilnya. Dia adalah sekretarisnya Derel, yang bernama Vivi.

"Eh, mbak Vivi. Aku kira siapa tadi, sampe bulu kudukku berdiri tau." Rajukan Delima, yang hanya di tanggapi oleh Vivi dengan senyumannya.

"Kakak kok senyum sih, kakak mengejekku ya." Sedikit tak terima dengan expresi dari Vivi.

Vivi sedikit menggeleng dan tersenyum, karna tidak sanggup melihat Delima yang terlihat imut. sedangkan yang di perhatikan masih menatap dengan bigung.

"Yaudah, kamu di tunggu tuh sama Pak Bos, nanti dia marah-marah lagi, dan gak jadi di rekrut menjadi karyawan tetap di sini lagi." Mengalihkan pertanyaan Delima, karna ia tak mau Delima terkena masalah, dengan si bosnya itu.

"Yaudah aku masuknya, kak."

Delima mengetuk pintu itu, terdengar suara berat di dalam sana.

"Masuk." Ucapan tegas orang yang di dalam ruangan itu.

"Deng.. Ya Tuhan tolong tenangkan jantung ku ini, lancarkanlah semua urusan ini, amin." Dengan detak jantung yang tak beraturan. Delima terus bergumam, walau tak terlalu jelas.

Delima sudah berada di dalam ruangan, tapi tak kunjung ia melangkah maju, untuk menuju ke meja Bosnya. Malahan asih dengan pikiran yang gak jelas dalam keadaan menunduk.

"Apakah di bawah sana, lebih menarik, dibandingkan dengan saya." Seketika Delima menggeleng dengan cepat dan melihat ke sumber orang yang berbicara tadi.

"Ma.. Maaf pak saya tak bermak..." Ucapan Deloma terpotong oleh perkataan Derel.

"Duduk.." Ucap Derel dengan singkat.

Seolah Delima mengerti, akan maksud dari Bosnya itu. Ia sekarang sudah duduk. Ia tersentak dan bigung dengan dokumen yang di berikan padanya.

"Baca dan pahami, setelah itu tanda tanganni dokumen itu." Tegasnya tanpa bantahan.

"Baik pak." Sesegera mungkin delima mengambil dokumen dan membacanya, langsung menanda tangani segera.

Ia mengikuti apa yang diperintahkan oleh bosnya, karna tak mau jantungnya bermasalah, jika berhadapan langsung dengan bosnya.

Setelah Delima pergi, tinggallah satu orang disana, yaitu Derel. Dengan tersenyum penuh arti, ia terus saja memandang dokumen yang sudah di tanda tangani oleh Delima.

"Sekarang mangsa sudah masuk perangkap, yang telah gue buat. Akan gue pastikan, sulit untuk keluar dari perangkap ini." dengan tersenyum penuh arti.

"Welcome, Delima Anastasia." Gumam Derel, dengan senyum miringnya.

1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau udah ketemu teman teman apa lagi teman lama bawaan nya pengen cerita masa lalu terus, karena banyak kenangan indah bahkan duka yang cukup memberi pelajaran
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Wajar sih kalau orang dah bisa lakuin sesuatu kayak gitu, ya semisal hal yang jarang pasti bakal timbul tanda tanya di pikiran orang ya kan.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Duh gimana gak tegang kalau udah di introgasi kayak gitu, sama mamanya lagi. Jadi was - was gimana gitu kalau sampai salah ngomong
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pantas aja napasnya kayak gitu, orang lagi mimpi buruk. Bener - bener kerasa sampe dunia nyata
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kala lelah mata setiap insan pasti terpejam, berharap saat membuka mata perasaan nya bisa sedikit membaik.
Aku kamu tak terpisahkan
Wajar Delima kaget tiba tiba Dea datang datang ngagetin Delima
Aku kamu tak terpisahkan
Derel kamu pria yang sangat dingin dan irit bicara sekali
Aku kamu tak terpisahkan
Delima kamu wanita hebat bisa menyembunyikan masalah kamu
Aku kamu tak terpisahkan
Dista kesal gara gara ulah Delima yang memotong pembicaraan dirinya
Aku kamu tak terpisahkan
Pantas Derel terlihat buru buru karena sudah di tunggu oleh ibunya Derel
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Dea kamu selalu saja bikin kaget Delima kasihan dia tuh
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan Delima kerjaan menumpuk tetap ingat istirahat biar ngga sakit
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan sekali Delima karena memendam masalahnya sendirian
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Delima kamu dengarkan dulu cerita dari Dista jangan di potong pembicaraannya
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Ternyata lift sedang rusak makanya Derel di cegat oleh sekertarisnya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Kalau udah siap memang enak, but ngerjainnya capek
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Liat dulu dia lagi ngapain jangan langsung teriak - teriak aja
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Sabar... Mau gimana lagi udah gak sengaja di tabrak ya ujungnya mungut deh
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Mantap di umur yang dah matang kantong pun dah cukup tebal Yo kan
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Ekhem, ngomongin soal manis semanis apa sih Kaka ini sampe di bilang kayak gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!