NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hati CEO Kejam

Meluluhkan Hati CEO Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / CEO / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Pernikahan Tanpa Cinta,, bukankah itu terdengar menyedihkan,,???

Bagaimana bisa dua insan memutuskan untuk menikah tanpa memiliki perasaan apapun, bahkan mereka tidak saling mengenal sebelumnya.

Ya,, itu terjadi karena sebuah perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua mereka.
Persahabatan mereka sejak di bangku SMA dan sampai akhirnya mereka terpisah karena menikah dan ikut dengan suami mereka masing masing, membuat mereka jarang bertemu.

pertemuan terakhir mereka terjadi 10 tahun yang lalu sebelum salah satu dari mereka memilih untuk tinggal di luar negeri karna suaminya di tugaskan disana. Sebelum perpisahan itu, mereka sudah berjanji akan menjodohkan anak mereka..

Keinarra Chan Hei dan Elvano Mahendra menikah atas dasar perjodohan.
Tapi siapa sangka, Keinarra atau yang biasa di nanggil berusaha menggambil hati Elvano atau Vano..
Meskipun awalnya dia tidak menyukai Vano, namun dia berfikir jika pernikahan bukanlah sebuah hubungan yang bisa di akhiri begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Kau pikir aku sudi menyentuhnya.!! Kau sudah tau rencana ku, kenapa masih bertanya tentang itu." Jawab Vano kesal.

"Sepertinya dia gadis yang baik, apa kau tidak tertarik padanya.?"

Sejak pertama kali melihat Keina di acara pernikahan itu, Juan bisa menilai jika Keina gadis baik yang tidak neko - neko. Terlebih saat tadi Keina memperlakukannya dengan baik dan ramah sebagai tamu. Keina sangat ramah padanya, tidak seperti kekasih Vano yang judes dan galak padanya.

Sindy bersikap baik padanya hanya didepan Vano, tapi jika tidak ada Vano, Sindy akan berbuat seenaknya pada Juan.

Kali ini Vano menatap Juan dengan serius.

"Jika kau suka, dekati saja dia. Buat dia jatuh cinta padamu, dengan begitu dia akan cepat meminta cerai dariku." Tuturnya santai.

Vano juga tidak perlu cape - cape untuk menyiksa Keina lebih lama jika itu terjadi.

Juan terkekeh mendengar saran konyol dari Vano.

"Apa kau sudah gila.!" Pekik Juan.

Dia rasa Vano sudah tidak waras, matanya sudah tertutup oleh rayuan Sindy di atas ranjang. Padahal jika Juan perhatikan, Keina justru lebih menarik dari pada Sindy hanya bermodalkan tubuh seksi dan pakaian minimnya.

"Kau yang gila.!! Kau tau aku hanya mencintai Sindy. Impianku untuk menikah dengannya harus tertunda gara - gara gadis sialan itu.!!" Wajah Vano jelas terlihat penuh amarah. Dia begitu membenci Keina, karna dia penyebab dari kekacauan rencana pernikahannya dengan Sindy.

Padahal disini Keina juga tidak tau apapun masalah perjodohan ini. Jika Vano ingin marah, seharusnya dia marah pada orang tuanya yang sudah menjodohkan mereka sejak kecil.

...***...

Juan sudah pulang beberapa menit yang lalu. Dia sedang menyetir mobil untuk kembali ke apartemennya, tapi entah kenapa pikirannya merasa tidak tenang. Ucapan Vano tentang Keina terngiang - ngiang di kepalanya.

Juan merasa kasihan pada Keina karna hanya menjadi korban dari keeogisan Vano. Vano bahkan sengaja akan menyiksa Keina agar dia meminta cerai darinya.

Mama Vano mengancamnya tidak akan memberikan hartanya sedikitpun pada Vano jika dia menceraikan Keina. Tapi semua itu tidak berlaku jika Keina yang meminta cerai darinya. Itu sebabnya Vano merencanakan niat jahatnya pada Keina, agar Keina yang meminta cerai.

...****...

"Sayang aku merindukanmu,,," Sindy yang masih diluar segera masuk dan memeluk Vano dengan erat. Vano menutup pintu menggunakan kakinya, dia mendorong Sindy hingga tubuhnya bersender di pintu.

Dan entah siapa yang memulai, bibir keduanya kini sudah menyatu, saling meng his*p dan melu m*t dengan rakus. Tangan Vano mulai bergerak menyusuri bagian favoritnya, tepat di atas gundukan besar dan kenyal itu dan memaikannya

Suara des* han Sindy membuat Vano semakin menggila, nafas keduanya mulai memburu.

Vano menggiring Sindy ke sofa yang tak jauh dari sana, dia membaringkan serta mengungkungnya.

Sindy semakin meracau tak karuan kala Vano menjelajahi titik sensitifnya.

Vano sudah melucuti kain yang melekat di badannya, sedangkan dress milik Sindy hanya di singkap keatas. Tangan Vano perlahan menyusup ke dalam sana.

Sementara itu Keina sedang asik menonton drama di ponselnya dengan menggunakan earphone hingga tidak mendengar suara - suara aneh dari dua sejoli yang sedang memadu kasih dengan liar.

Tenggorokannya yang terasa kering mengantarkan langkah Keina untuk pergi ke dapur.

Keina melangkah ke dapur tanpa melepaskan earphone nya, ponselnya juga masih ada di genggamannya. Dia mengambil gelas dan menuangkan air dari dispenser, Keina membalikan badan hendak duduk dikursi.

Tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat pemandangan yang belum pernah dilihat olehnya. Jarak antara ruang tamu dan dapur memang jauh, tapi tidak ada pembatas di sana. Membuat Keina dengan jelas melihat adegan panas yang terlarang.

Vano sudah tak memakai apapun, dia sedang bergerak cepat di atas Cindy. Bibir keduanya saling berpagut dengan mesra. Suara desa h*n keduanya yang tertahan menggema di sana, tapi itu tak terdengar oleh Keina.

Crraaakkk...!!!

Gelas yang dipegang Keina jatuh menimpa kakinya, badannya gemetar hebat melihat adegan yang seharusnya tidak dilihat olehnya. Keina merasa takut, marah, kecewa, dan jijik pada dirinya sendiri karna harus melihat Vano dan Sindy bercinta.

Vano mengehentikan aksinya, keduanya melirik kearah Keina sekilas tapi kemudian kembali melanjutkan aksinya untuk mencapai kepuasan tanpa memperdulikan Keina yang ada di sana.

Dengan kaki yang gemetar, Keina melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar dan menguncinya. Dia tidak percaya akan melihat adegan tidak senonoh itu.

"Apa mereka sudah gila, kenapa melakukannya disana." Keina berdecak kesal. Dia merasa matanya sudah ternodai oleh adegan menjijikkan itu.

Keina melirik kakinya yang terasa perih, gelas yang jatuh tadi membuat sedikit luka dikakinya hingga mengeluarkan darah. Keina pergi ke kamar mandi, membasuh kakinya dan mengelapnya dengan tissu.

Vano dan Sindy sudah selesai menuntaskan hasratnya. Dia memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai, kemudian memakainya. Sindy juga sudah merapikan dress dan rambutnya yang berantakan.

"Pulanglah, aku akan memberikan pelajaran pada gadis sialan itu." Vano mencium sekilas bibir Sindy.

"Baiklah, besok aku akan kesini lagi untuk memintanya,," Mata Sindy melirik sesuatu dibawah sana.

Vano sudah paham maksud Sindy, mereka memang tidak pernah cukup jika hanya melakukanya satu kali setiap bergulat. Biasanya mereka akan melakukannya 3 sampai 4 kali hingga terkapar di atas ranjang.

Suara gedoran pintu yang sangat kencang mengagetkan Keina yang sedang meringkuk di atas tempat tidur.

"Buka pintunya.!!!" Teriak Vano dengan amarah yang memuncak. Keina sudah mengganggu kesenangannya, dia tidak akan melepaskan Keina begitu saja.

"Cepat buka..!!!" Kali ini teriakan Vano lebih kencang dari sebelumnya, membuat Keina segera bangkit dari ranjang dan membukakan pintu. Dia menundukkan kepalanya tidak berani menatap Vano.

Vano mendorong pintu dan menyeret Keina kedalam, Keina berusaha menahan rasa takutnya. Mungkin kali ini Vano akan menyiksanya lebih kejam lagi.

"Vano jangan.!! Apa yang kamu lakukan.!" Keina mulai meneteskan air matanya saat tangan Vano dengan kasar ingin menurunkan rok yang dipakai oleh Keina.

"Ini hukuman karna kau sudah, mengganggu kesenanganku.!!" Vano menepis tangan Keina, dengan paksa menurunkan rok yang dikenakan Keina hingga meninggalkan hot pant pendek yang ketat. Vano tidak memperdulikan Keina yang terus meronta dan berteriak meminta agar Vano menghentikan aksinya.

Vano melempar tubuh Keina di atas ranjang dengan sangat kasar, membuat Keina terjerembab di kasur berukuran besar itu.

Vano mengungkung Keina yang hendak bangun dari ranjang, Dia memegangi kedua tangan Keina dan menekannya dengan kuat.

Keina sudah bercucuran air mata, dia meratapi nasibnya yang terasa begitu malang karna harus menikah dengan orang seperti Vano. Keina menggelengkan kepalanya saat bibir Vano mendekat ke wajahnya.

"Jangan Vano, maafkan aku tidak sengaja melihatnya,," Ujarnya dengan tatapan mata yang memelas.

1
Yulya citra Lestari
lanjutannya mana thor, ko begini doang endingnya
Sweety_R🌽
lnjt kak
Adila Ahmad
bgs
Dahlia Anwar
cih mau aja Ama laki laki kotor dan murahan menjijikan
Dahlia Anwar
vano yang jalang tolol bego murahan mati saja sana tolol
Dahlia Anwar
laki laki tolol kenapa di novel kebanyakan tolol laki nya kaya pintar tapi bego dungu
Dahlia Anwar
laki laki tolol
Dahlia Anwar
paling laki laki bodoh dan tolol yang di bodoh i ama pacar nya .. nanti menyesal. laki laki tolol emang
Rafi Gibran
Luar biasa
Selin Tari
duch koq Uda tamat z Thor ..cerita nya masih nanggung lho ...💪💪💪
Sri Tati
Luar biasa
Retno Elisabeth
keren keina
Retno Elisabeth
mampir thor
Sanatun Eka Ayu Aprilya
𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨..
-
𝘌𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘢𝘯𝘯𝘯𝘯..
Siti Rohaemy
wahh.. bakal ketemu nih??
Nuraini Ade
bagus thor
hasna asthyna
lanjut thor
dianaRa
semangat keina
Laini Lavigne
aku suka alur cerita nya
Liana Liana
kein kein menyumpai berani nya ka belakang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!