Sebelum baca ini di anjurkan baca dulu novel "Dia lelakiku dan Mengejar cintamu.Sejak putus dari Abian, Mira sangat terluka. Dia baru tau bahwa mereka adalah saudara tiri. Abian mengetahui hal itu saat akan melamar Mira. Namun Abian tidak memberi tahu Mira. Untuk melupakan Mira, Abian menerima perjodohan rekan bisnisnya.
Mira sangat marah saat tau bahwa dia dan Abian ternyata adalah saudara tiri melalui ibu tirinya. Hatinya memberontak sekali. Namun setelah Mira mencoba melupakan Abian. Ia tidak bisa sepenuhnya melupakan. Ada sedikit dendam yang tersisa di hatinya. Mira ingin menjadi wanita kaya dalam waktu cepat. Agar ia bisa menunjuk kepada Abian bahwa hidupnya lebih baik tanpa Abian.
Namun cara instannya malah membuat dia terjebak cinta sendiri. Dia jatuh hati kepada suami kontraknya. Namun suaminya sangat mencintai pacarnya. Mira sangat terluka ketika cintanya bertepuk sebelah tangan. Ketika rumah tangganya hampir kandas dia bertemu dengan Amar adiknya Galuh cinta keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Sikumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Pagi harinya Zaki terbangun dari tidurnya. Ia merasa malam ini ia tidur sangat lelap sekali karena cuaca yang mendukung. Zaki lansung berjalan menuju kamar mandi karena ia melihat sudah pukul 6 pagi.
Setelah keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah rapi, ia masih melihat Mira masih tidur. Zaki membiarkan gadis itu untuk tidur sejenak karena 8a yakin bahwa gadis itu juga sama sepertinya sedang terlelap.
Zaki masih melihat pukul tujuh kurang. Ia meletakkan ponselnya setelah memeriksa beberapa laporan yang masuk.
"Mir bangun, udah pagi."
Tidak ada tanda-tanda bahwa Mira akan bangun. Zaki berjalan menuju sofa tempat Mira bangun.
"Mir bangun, ayo sarapan." ucap Zaki mencoba mengguncang tubuh Mira.
Namun Zaki kaget saat ia memegang yang ada dalam selimut. Ia melihat hanya ada batal guling dalam selimut itu. Zaki mencoba membereskan semua yang ada di sofa.
Zaki mengecek lemari pakaian Mira. Ia melihat baju Mira masih lengkap.
"Apa ia sudah turun duluan?" tanya Zaki dengan nada pelan.
Zaki berjalan ke lantai bawah. Ia segera menuju dapur namun ia tidak menemukan Mira sama sekali.
"Bi ada liat istri aku?" tanya Zaki dengan pelan.
"Belum ada nona keluar dari kamar den."
"Tapi nona tidak ada di kamar Bu, apa dia keluar sebentar."
"Nggak ada yang keluar pagi ini den." ucap asisten yang satu lagi.
"Ya udah, jangan coba-coba bilang siapa-siapa ya." ancam Zaki.
Zaki keluar dari dapur hendak menuju kamarnya kembali. Namun ia melihat mama dan papanya sedang menuju meja makan.
"Kenapa balik ke atas lagi zi?" tanya papanya.
"Mau ke atas sebentar pa, liat apa Mira udah bangun, sebab tadi belum bangun."
"Udah siang begini dia belum bangun, istri macam apa dia coba." ucap mamanya menggerutu.
"Biar sajalah, bisa jadi dia lelah."
"Bela trus perempuan itu, lama - lama dia ngelunjak." ucap mamanya dengan kesal.
"Kamu itu belum juga berubah-ubah." ucap Suaminya lansung menuju meja makan. Ia malas untuk berdebat dengan istrinya pagi ini.
"Gimana mau berubah jika kamu aja cuekin aku bertahun-tahun."
"Sudahlah, malas aku bicara sama kamu, cukup tau diri aja untuk tinggal di sini, jangan buat aku muak dengan kamu."
Mama Zaki hanya diam karena bagaimanapun ia sangat membutuhkan statusnya saat ini. Ia tidak ingin kehilangan teman - teman sosialitanya.
Zaki sedang pusing di dalam kamarnya sendiri. Ia mulai panik karena tidak menemukan gadis itu. Zaki ingin mencoba menghubungi gadis itu tapi ia tidak punya nomor teleponnya.
Zaki melihat sebuah ponsel di sofa terletak. Ia mengambil ponsel itu sendiri.
"Ini kan ponsel dia, jadi dia dimana?" tanyanya dalam hati.
Zaki mencoba membuka gorden jendela kamar dan pintu balkon. Ia membuka pintu balkon agar bisa menghirup udara segar di pagi hari.
Saat melangkahkan kakinya ke balkon kamarnya, ia lansung kaget saat melihat Mira tertidur disana. Zaki segera mendekati Mira.
"Mir bangun." ucap Zaki menggoncang tubuh Mira.
"Badan kamu panas, kamu dengan." ucap Zaki menggendong Mira masuk kedalam kamar.
Ia meletakkan Mira di atas ranjangnya. Ia menyelimuti Mira dengan selimutnya.
"Mir bangun." Zaki mencoba membangunkan lagi.
"Abian." Mira nampak menggigau.
"Siapa Abian?" tanya Zaki.
Zaki lansung turun kebawa minta air dingin untuk mengompres Mira.
"Bi tolong ambilkan air dingin untuk kompres nona."
"Nona kenapa den?"
"Dia demam tinggi."
"Pakai air hangat aja ya den, takutnya dia menggigil den."
"Ya bi, tolong ya bi , aku mau menelpon dokter."
"Baik den."
Zaki berjalan sambil menelpon dokter. Papanya melihat Zaki sedang mengobrol dengan seseorang di telepon. Ia mencuri dengar sekilas siapa yang dihubungi anaknya pagi - pagi
"Siapa tanya sakit Ki?" tanya papanya saat mendengar sekilas info.
"Mira demam pa, hari ini aku tidak masuk ya pa."
"Ya ya, kamu urus aja dia sampai sembuh, gimana dokternya?"
"Udah jalan pa, sebelum dokter sampai aku mau kompres dulu ya pa."
"Ya silahkan."
padahal udah di ancam papa Zaki, klo tetap jahat seperti itu di suruh pergi...
ngenes amat😢😢