Bagaimana jika hubungan yang telah di jalin selama empat tahun terbentang oleh restu orangtua?
Apa harus terus bertahan hingga restu itu datang tanpa kepastian hubungan? atau memilih untuk mengakhiri hubungan dan menjalani kehidupan masing-masing? Atau malah memilih bertahan dan memantapkan hubungan itu meski harus melawan restu?
Begitu lah dengan kisah Kriss dan Delia yang hubungannya harus terombang-ambing karena RESTU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Satu bulan kemudian.
Kriss sudah di wisuda. Dan hari ini adalah keberangkatan Kriss ke Singapura.
Kini Kriss, Mama Lastri dan Delia sudah berada di bandara. Kriss tidak pergi sendirian, melainkan Mama Lastri ikut pergi bersama Kriss.
"Kamu baik-baik disini yah. Jangan macem-macem yah." Ucap Kriss pada Delia.
"Harusnya aku yang bilang gitu." Balas Delia cemberut.
"Kamu harus percaya sama aku kalau aku gak bakalan macem-macem. Cinta aku sudah mentok di kamu sayang." Balas Kriss sambil mencubit gemas dagu Delia.
"Kita harus sering-sering komunikasi, oke." Ucap Kriss lagi sambil memeluk tubuh kekasihnya itu.
Delia menganggukkan kepalanya.
Melihat keromantisan Kriss dan Delia, hati Mama Lastri pun memanas.
"Lebay!!" Gerutu Mama Lastri.
Mama Lastri yang tidak ingin berlama-lama melihat keromantisan Kriss dan Delia pun berjalan menghampiri Kriss dan Delia.
"Ekhem." Dehem Mama Lastri.
Sontak Kriss melepaskan pelukannya lalu menoleh ke arah Mama Lastri.
"Sudah selesai perpisahannya?" Tanya Mama Lastri.
"Kalau udah kita masuk yuk keruang tunggu." Ucap Mama Lastri lagi.
"Aku pergi yah. Inget selalu kata-kata aku." Pamit Kriss sambil mengelus rambut Delia.
Delia menganggukkan kepalanya.
Delia pun mendekati Mama Lastri.
"Hati-hati yah Mah." Ucap Delia sambil memeluk Mama Lastri.
"Iya. Kamu juga baik-baik yah disini. Mama paling cuma dua minggu disana. Nanti kalau Mama udah balik, kita hang out bareng yah." Ucap Mama Lastri.
Delia menganggukkan kepalanya lalu melepaskan pelukannya dari Mama Lastri.
"Kami pergi dulu yah. Nanti aku kabarin kalau udah sampe." Ucap Kriss. Setelah mengatakan itu, Kriss dan Mama Lastri pun masuk ke ruang tunggu, meninggalkan Delia yang masih terpaku menatap punggung Kriss dan Mama Lastri dari belakang.
Setelah tubuh Kriss dan Mamanya sudah tidak terlihat lagi, Delia pun beranjak dari tempatnya berdiri lalu keluar dari area bandara.
***
Satu bulan berlalu.
Sudah satu bulan Kriss dan Delia menjalani hubungan jarak jauh. Dua minggu pertama komunikasi mereka sangat baik, namun setelah Mama Lastri pulang ke negaranya, komunikasi Kriss dan Delia mulai terputus.
Siapa lagi dalangnya kalau bukan Mama Lastri, karena sebelum pulang Mama Lastri mencuri ponsel Kriss. Dan diam-diam mengirim pesan pada Delia untuk tidak menghubunginya sementara waktu karena dirinya sedang sangat sibuk mempelajari bisnis keluarganya yang ada di Singapura.
Tau ponselnya hilang, Kriss pun kelabakan karena ia tak mengingat nomor ponsel Delia. Ingin menghubungi dari sosial media, tapi sayangnya Kriss tidak memiliki sosial media. Kriss pun meminta tolong pada Mama Lastri untuk memberitahu Delia kalau ponselnya hilang dan ia mengganti ke nomor yang baru dan meminta Delia untuk segera menghubunginya ke nomornya yang baru.
Tapi sayangnya sesampainya di negaranya Mama Lastri sama sekali tidak memberitahu Delia.
Delia yang awalnya menerima kondisi Kriss yang mengatakan sangat sibuk, lama kelamaan tidak tahan dengan rasa rindu yang sudah membuncah dalam dadanya. Karena Kriss tak kunjung bisa di hubungi, Delia pun memberanikan diri pergi kerumah Mama Lastri setelah pulang bekerja.
Dan disinilah Delia sekarang, di ruang tamu rumah Mama Lastri.
"Malam Tante." Sapa Delia saat Mama Lastri masuk diruang tamu.
"Ada apa kamu kesini?" Tanya Mama Lastri dengan tatapan sinis.
Deg. Jantung Delia terasa sakit saat melihat tatapan sinis Mama Lastri.
"Mmm, gini Tan, Kriss kok gak bisa di hubungi yah?" Tanya Delia dengan nada ragu-ragu.
"Kamu gak tau apa kalau Kriss disana sibuk!! Emang kamu pikir Kriss disana pengangguran apa!!" Jawab Mama Lastri dengan suara sedikit meninggi.
Delia terhenyak mendengar kata-kata Mama Lastri.
"Kok Tante jadi marah-marah gini yah? Saya kan nanya baik-baik Tante." Tanya Delia.
"Heh, denger yah. Kamu pikir saya benar-benar merestui hubungan kamu dengan Kriss? Gak!!! Saya terpaksa tau gak!! Karena saya gak mau kehilangan anak saya, jadi mau gak mau saya ngerestuin hubungan kalian di depan Kriss. Jadi kamu gak usah mengharapkan saya jadi baik sama kamu!! Karena apa yang saya lakukan ke kamu kemaren-kemaren itu hanya didepan Kriss aja!!" Jawab Mama Lastri.
"Sekarang kamu keluar dari rumah saya dan jangan pernah menginjakkan kaki mu lagi di rumah ini!!" Usir Mama Lastri.
Tak ingin harga dirinya lebih lama terinjak-injak oleh Mama Lastri, Delia pun berdiri dari tempat duduknya.
"Satu lagi, kalau kamu masih ingin menjalin hubungan dengan Kriss, jangan pernah beritahu Kriss kalau saya hanya berpura-pura merestui hubungan kalian!!" Kata Mama Lastri lagi saat melihat Delia berdiri dari tempat duduknya.
"Tante tenang aja, selagi Tante tidak lagi menghasut Kriss untuk mengakhiri hubungan kami, saya tidak akan memberitahu Kriss." Balas Delia. Setelah mengatakan itu, Delia pun keluar dari dalam rumah Mama Lastri.
Mama Lastri pun ikut berdiri dari tempat duduknya lalu mengintip dari balik jendela untuk memastikan Delia sudah benar-benar pergi dari rumahnya.
Melihat Delia sudah keluar dari area rumahnya, Mama Lastri pun cepat-cepat menghubungi orang yang ia suruh untuk mencuri ponsel Delia. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mengadu domba Kriss dan Delia.
Bersambung...