NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Culun

Pesona Si Gadis Culun

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cerai / Penyesalan Suami / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Kanaya Cempaka, seorang gadis yang sering menjadi target buli dan selalu dihina parasnya yang tidak cantik, culun, hitam, penuh jerawat dan jangan lupa kacamata tebal yang dipakainya menambah kesan kejelekan Kanaya yang hakiki.

Jonathan Dharsono, pria tampan yang sangat membenci Kanaya. Hampir setiap hari Jonathan menghina dan membuli Kanaya dengan kejamnya.

Akibat hinaan dan bullyan yang diterima Kanaya, membuat Kanaya bertekad untuk merubah takdirnya dengan cara merubah penampilannya.

Bagaimanakah reaksi Jonathan saat bertemu kembali dengan Kanaya yang sudah berubah menjadi sangat cantik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu Membencimu

🍁

🍁

🍁

🍁

🍁

Rama mengantarkan Kanaya pulang, selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua bahkan Kanaya memalingkan wajahnya keluar jendela.

Tidak lama kemudian, mobil Rama pun sampaj didepan rumah Sopandi. Jonathan yang dari tadi menunggu dibalik jendela akhirnya terbangun saat mendengar ada suara mobil berhenti didepan rumah Sopandi.

"Akhirnya mereka pulang juga," batin Jonathan.

"Terima kasih Pak, sudah mengajak saya makan malam."

"Sama-sama, kalau begitu aku langsung pulang saja soalnya sudah malam juga."

"Iya, Bapak hati-hati."

Rama pun menganggukan kepalanya dan segera masuk kedalam mobilnya, Rama segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Sopandi.

Kanaya mulai membuka gerbang...

"Kanaya..."

Deg...

Kanaya menghentikan gerakan tangannya, dan dia tahu siapa orang yang saat ini ada dibelakangnya.

Setelah beberapa detik berhenti, Kanaya pun kembali membuka gerbangnya tapi disaat Kanaya hendak masuk sebuah tangan menahan lengan Kanaya dan lagi-lagi Kanaya tersentak.

"Tunggu Kanaya, aku ingin bicara denganmu," seru Jonathan.

Kanaya mengepalkan tangannya, bahkan matanya sudah mulai memerah.

"Lepaskan, jangan sentuh aku," sahut Kanaya tanpa melihat kearah Jonathan.

Perlahan Jonathan melepaskan tangannya, belum juga Jonathan sempat membuka mulutnya Kanaya sudah menutup gerbangnya dengan kasar dan tanpa sedikit pun menoleh kearah Jonathan, Kanaya langsung berlari masuk kedalam rumah.

Jonathan hanya bisa terdiam membeku ditempatnya.

"Kanaya sepertinya sudah sangat membenciku, jangankan mendengarkan ucapanku, melihat wajahku pun dia sudah tidak mau," batin Jonathan.

Akhirnya dengan langkah gontai, Jonathan pun kembali masuk kedalam rumah Pamannya. Jonathan memang pantas mendapatkan perlakuan itu dari Kanaya, karena dulu kelakuan Jonathan terhadap Kanaya jauh lebih kejam dan tidak berperasaan.

Napas Kanaya tampak tersengal-sengal, Kanaya tidak mau tahu kenapa dia tahu dimana Kanaya tinggal tapi yang jelas Kanaya benar-benar tidak mau bertemu dengan Jonathan, orang yang sudah membuat hidupnya hancur.

Mata Kanaya memerah, Kanaya benar-benar benci kepada Jonathan. Jangankan melihat wajahnya, mendengar suaranya saja Kanaya tidak sudi karena suara itu mengingatkan Kanaya akan hinaan yang Jonathan keluarkan dari mulutnya dengan kejamnya.

***

Keesokan harinya...

Hari ini adalah hari sabtu, jadi Kanaya dan Sopandi hari ini libur. Kanaya sudah bangun pagi-pagi sekali dan saat ini sedang pergi ke pasar bersama Bibinya.

Sopandi saat ini sedang menyesap kopinya di teras rumahnya sembari membaca koran. Sisi keluar dengan meregangkan kedua tangannya, kemudian matanya menangkap seorang pria tampan sedang mencuci mobilnya.

"OMG...Pa, siapa pria tampan itu?" seru Sisi.

Sopandi menoleh dan melihat ke rumah yang berada di seberang rumahnya.

"Mungkin saudaranya Pak Sholeh."

"Ya ampun Pa, tampan sekali."

"Kamu ini, tidak bisa melihat yang bening-bening sedikit matanya langsung melotot. Sudah sana masuk, mandi sana anak gadis kok jam segini baru bangun."

"Iya Pa, oh iya Mama mana?"

"Mama kamu lagi ke pasar sama Teh Aya."

"Oh..."

Sisi pun dengan senyum-senyum sendiri langsung masuk kedalam rumahnya. Sedangkan Jonathan yang dari tadi curi-curi pandang kearah rumah Sopandi merasa aneh karena tidak melihat Kanaya keluar dari rumah itu.

"Kanaya kemana ya? kok ga kelihatan?" gumam Jonathan.

Tidak lama kemudian, taksi yang ditumpangi Kanaya dan Bibinya pun sampai. Kanaya segera membawa beberapa kantong kresek yang berisi belanjaan itu ke dalam rumah tanpa Kanaya sadari dari tadi Jonathan memperhatikan Kanaya.

Wati menoleh kearah rumah yang diseberangnya itu, Jonathan langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya kepada Wati membuat Wati ikut menganggukan kepala juga.

"Pa, itu siapa?"

"Oh, mungkin keponakannya Pak Sholeh."

"Tampan ya Pa."

"Heem...."

Wati pun segera masuk menyusul Kanaya dan mulai memasak dibantu oleh Kanaya.

"Aya, kamu tahu ga kalau didepan rumah kita ada pria tampan," seru Wati.

"Maksud Bibi?"

"Ya ampun Aya, itu dirumah depan rumahnya Pak Sholeh ada pria tampannya mungkin keponakan atau saudaranya Pak Sholeh."

"Terus?"

"Ih kamu mah Aya, setiap Bibi ngomongin pria respon kamu selalu saja datar seperti itu. Kamu itu sudah dewasa Aya, tapi Bibi belum pernah melihat kamu dekat dengan seorang pria. Baru tadi malam kamu mau keluar dengan Bos kamu, oh iya bagaimana apa dia nembak kamu?" tanya Wati antusias.

"Idih apaan sih Bibi kok ngomongnya seperti itu? Pak Rama mana mau sama Aya, Bi."

"Jangam suka merendah deh, Bibi sudah tahu semuanya dari Mamang kamu kalau Pak Rama itu sudah menyukaimu sejak pertama bertemu, kamunya saja yang selalu cuek dan tidak peka."

"Sudahlah Bi, Aya tidak mau ngomongin cowok karena Aya sama sekali tidak mau memikirkan tentang cowok."

"Terserah kamu saja deh, Bibi dan Mamang kamu hanya bisa mendo'akan yang terbaik untukmu."

Kanaya hanya fokus dengan masakannya, jujur Kanaya tidak resfect kepada pria semenjak kejadian dulu. Memang benar, kalau tidak semua pria itu sama tapi dari kejadian dulu Kanaya bisa menyimpulkan kalau semua pria hanya memandang fisik saja.

Buktinya disaat wajah dan penampilan Kanaya masih buruk rupa, tidak ada yang mendekatinya bahkan semua pria hanya memandang Kanaya dengan sebelah mata tapi disaat Kanaya berubah menjadi cantik, pria-pria yang dulu menghina dan mengejeknya tiba-tiba saja bersikap baik dan berlomba-lomba untuk mendekatinya.

"Semua pria itu sungguh sangat menjijikan, bahkan Pak Rama pun kalau melihat aku masih buruk rupa belum tentu dia mau deketin aku," batin Kanaya.

Setelah selesai memasak, Kanaya pun menatanya di meja makan dan semuanya mulai menyantap makanannya dengan lahap.

"Mama, keponakannya Om Sholeh tampan sekali," seru Sisi.

"Hai, kamu itu masih sekolah Sisi jangan ngomongin lawan jenis lebih baik belajar yang tekun biar bisa lulus dengan nilai terbaik, seperti Teh Aya," sahut Wati.

Sisi hanya bisa cemberut, ternyata kedua orang tuanya sama sekali tidak mendukungnya.

"Siapa sih orang itu, kok semuanya bilang pria tampan aku jadi penasaran," batin Kanaya.

Setelah selesai makan, Aya mengambil kantong kresek berisi sampah.

"Aya, kamu mau kemana?" tanya Sopandi.

"Mau simpan sampah ini didepan, sepertinya sebentar lagi tukang sampahnya datang."

"Oh...."

Kanaya pun segera melangkahkan kakinya menuju luar gerbang, dan menyimpan kantong kresek itu disebuah bak penampungan sampah.

"Hai Kanaya!"

Lagi-lagi suara yang sangat Kanaya benci terdengar kembali, Kanaya membalikan tubuhnya dan hendak pergi tapi Jonathan terus saja menghalangi jalan Kanaya.

Kanaya masih menundukan kepalanya, dia benar-benar tidak mau melihat wajah yang sangat dia benci itu.

"Kanaya please, aku hanya ingin bicara denganmu sebentar saja," seru Jonathan.

Kanaya memberanikan diri mengangkat wajahnya dan menatap langsung mata yang dulu penuh dengan kebencian dan selalu jijik melihat Kanaya.

"Jangan ganggu aku lagi, sudah cukup kamu membuatku sengsara dan menjadi orang yang paling hina, aku tidak mau melihat kamu lagi karena rasa benciku terhadapmu sudah tidak bisa diubah lagi."

Kanaya mendorong dada Jonathan sehingga Jonathan sedikit terhunyung ke belakang. Kanaya segera masuk ke dalam rumah, sedangkan Jonathan lagi-lagi hanya bisa terdiam membeku melihat Kanaya pergi.

🍁

🍁

🍁

🍁

🍁

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
falea sezi
jo kok. goblok males q
Irfan Dani
kalo sama Rama... rasanya flat aja... kurang tantangan hehehe
Irfan Dani
ini kan perawatan ya bukan operasi plastik... seharusnya perubahan Kanaya yg lebih cantik sdh terlihat perlahan... g instan dlm semalam lagsg berubah... menurutku gt sih hehehe
lily
kenapa aku kasian ke zira,,, dia cinta banget sama Jo , setlh mengejar sekian taun akhirnya terbalaskan tapi cuma krna Jo kasian ,,
lily
apa mungkin semua foto ayahnya alias foto Rama di rumh itu ditaro digudang ?
lily
gak bisa bayangin gmna hancurnya,,,
lily
orang naik knpa cpet meninggal 😫
lily
selamat ya Kanaya,,, anaknya twin nggak yah?
lily
Jo mau ngapain
lily
brrti hidungnya mancung, bulu mata sudah lentik dll trus Kanaya nadanya tinggi juga
lily
wajar sih Kanaya trauma la gmna nggak trauma , dmna dmna di buly terus
lily
untuk pendiskripsian Kanaya menrtku cocok sih krna jngankan untuk beli parfum make up aplgi produk untuk perawatan , hari ini sudah makan aja bersyukur banget
andaikan ibunya Kanaya tau ramuan herbal misal daun beluntas untuk ngilangin bau bdan setidaknya gak parah - parah amat , biasanya di desa ada tanaman itu
lily
pengalaman prtma pernh di fitnah pas masih SMA kelas XII jga, bedanya gak separah Kanaya dan waktu itu temen - temen sekelas bnyak yg percaya sama aku
lily
terlalu ngebully nya ,, haish aku mana bisa digituin 😫
Sri Tati
Luar biasa
Patrick Khan
.kasian arka😞
Lila Susanti: bukannya ada foto pernikahan rama, masa ga kenal muka ayhnya
total 1 replies
Patrick Khan
iku mewek😫
Patrick Khan
.ramaaaaaaa 😩😩
Patrick Khan
.1 tamparan kok q gk puas ya..boleh q bogem aja si jo itu🤬😤
Patrick Khan
mampir kak
Patrick Khan: .udah q flbc kak..heheh.maaf ka.seru baca dr td..gk liat ada notif😁🙏🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!