NovelToon NovelToon
Wilson & Tisya

Wilson & Tisya

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:322.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Bagaimana jadinya jika seorang pria biasa yang tidak mempunya pengalaman tentang cinta di pertemukan dengan seorang gadis yang manja dan keras kepala?

Ikuti keseruan rumah tangga Wilson dan Tisya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Tis, ayo bangun! Kita sholat dulu!" tubuh Tisya di guncang-guncang oleh Nara. Gadis itu tampak kesusahan untuk membangunkan Tisya.

"Wil, jangan ganggu aku masih ngantuk!" rancau Tisya, hal itu membuat Nara terpaku.

"Tis, ini aku Nara! Bangunlah!"

Tisya terdiam, sepertinya kesadarannya mulai kembali. Ia perlahan membuka matanya dan ada Nara di depan wajahnya.

"Nara!"

"Bangunlah, kita ke mushola!"

"Buat apa?"

"Mandi! Ya sholat lah Tis, ayo keburu siang!"

"Aku ijin saja ya Ra sholatnya, titip salam saja!"

Tisya kembali menggulung tubuhnya dengan selimut, memang udara sangat dingin di kampung berbeda saat di kota.

"Ya udah kalau gitu aku tinggal ya, jangan salahkan aku!" karena tidak mendapat jawaban dari Tisya, Nara pun akhirnya menyerah. Ia segera pergi ke mushola terdekat.

Beberapa orang sudah ramai di sana, karena kampungnya kecil, jadi mushola itu walaupun sudah di datangi seluruh warga kampung juga masih muat.

Selesai sholat shubuh, Nara terlihat mengedarkan tatapannya berharap bisa menemukan pria pujaan hatinya. Seingatnya dulu, Wilson paling tidak bisa absen saat pergi ke mushola.

Bibirnya tertarik ke atas saat sosok yang ia cari ternyata sedang melihat ke arahnya.

Langkahnya dia percepat agar segera bisa menghampiri pria itu.

"kak Wilson!"

Wilson tidak langsung menjawab, ia sebenarnya sedang mencari seseorang,

"Hai Nara, Tisya tidak ikut?"

"Oh, Tisya! Dia susah di bangunin!"

"Anak itu!" gumam Wilson, ia tahu kebiasaan istrinya itu. Butuh cara hebat untuk membangunkannya.

"Boleh aku ikut denganmu?" pertanyaan Wilson langsung di sambut senyum oleh Nara. Ia benar-benar senang saat Wilson mau ikut dengannya.

Mereka berjalan beriringan menuju ke rumah Nara, kedatangan Wilson langsung di sambut oleh orang tua Nara, terutama bapak Nara.

"Bagaimana kabar kamu?"

"Baik pak, maaf pak apa boleh saya menemui Tisya sebentar?"

"Tapi sepertinya Tisya nya masih tidur tadi, iya kan Nara?"

"Iya pak!"

"Biar saya bangunkan pak, saya bisa membangunkannya! Anak itu memang susah kalau di bangunkan!"

"Pantas tadi pas aku bangunin, panggilnya nama kak Wilson! Aku pikir_!" Nara menghentikan ucapannya.

"Ya begitu anak itu, kami sudah terlanjur terbiasa satu sama lain."

"Terbiasa maksudnya?"

"Kami tinggal di rumah yang sama!'

"Hanya berdua saja?"

"Iya!" Wilson berharap bapaknya Nara akan terus bertanya padanya hingga perlahan-lahan ia bisa menjelaskan yang sebenarnya atau kalau tidak orang tua Nara berpikir jelek tentang ya dan membatalkan rencana pernikahan mereka tanpa dia yang meminta.

"Kalau di kota besar memang sudah biasa seperti itu pak, di sana soalnya kalau kos itu mahal, mungkin dari pada kos sendiri, kak Wilson minta Tisya buat tinggal satu rumah selain bantu-bantu." Nara mencoba menjelaskan pada bapaknya. Padahal jelas bukan itu yang ingin Wilson tunjukkan pada keluarga itu, ia ingin mereka tahu kalau kehidupannya di kota sudah berubah dan berpikir ribuan kali untuk menikahkan putri tunggalnya pada dirinya.

Hahhh, gagal lagi....

"Ya sudah, bapak kebetulan ada yang nunggu di depan! Bapak ke depan dulu!" memang saat mereka masuk tadi ada orang yang duduk di teras rumah pak lurah.

"Aku masuk kamar kamu tidak pa pa ya?" tanya Wilson basa-basi.

"Iya nggak pa pa kak, Nara buatkan minum untuk kak Wilson!"

"Terimakasih ya!"

Wilson segera masuk setelah Nara meninggalkannya, sepertinya ibunya Nara juga sedang di dapur untuk membuat sarapan.

Wilson segera menutup pintu kamar itu dari dalam agar tidak ada yang masuk. Tapi sengaja tidak menguncinya, agar tidak ada yang curiga Walaupun dia ingin untuk segera mengatakan semuanya, tapi ia belum bisa melindungi Tisya jika terjadi hal-hal yang tidak terduga. Ia harus sabar menunggu hingga lukanya setidaknya sedikit sembuh.

Perlahan ia melangkahkan kakinya dan mendekati sang istri yang sedang tertidur pulas.

Cup

Sebuah kecupan ia darat kan pada bibir sang istri, rasanya begitu rindu ingin segera memeluk dan melakukan hal yang lebih dari itu. Tapi jika dia sampai melakukannya lagi, hal itu akan memicu lukanya untuk terbuka lagi.

"Sayang bangun!" bisiknya pada telinga Tisya. Tapi wanita itu bergeming.

"Sayang, aku akan memakanmu sekarang kalau kalau tidak bangun!"

Tisya mulai menggerakkan tubuhnya, ingin segera membuka matanya tapi enggan karena hawa dingin seperti menyusup ke permukaan kulitnya yang sudah ia tutup dengan selimut yang memang tidak tebal.

"Nara, kenapa kau mengancam ku seperti Wilson!" gumamnya hingga kini wajah Tisya saat ini tepat menghadap wilson.

Dia pandai sekali menggodaku ....

Cup

Wilson yang tidak bisa tahan melihat bibir merah jambu dari istrinya segera menciumnya dan Mel*matnya.

Tisya yang awalnya ikut menikmati segera terbangun dan menyadari sesuatu, dengan cepat ia mendorong wajah suaminya agar menjauh.

"Wil, kamu gila ya!" seketika mata Tisya terbelalak tidak percaya.

"Gila kenapa?"

"Ini di rumah Nara, Wil!"

"Memang kenapa kalau di rumah Nara? Kita kan suami istri yang Saha, aku punya surat nikah jika mereka ingin lihat!"

"Jangan becanda deh, kamu mau seluruh kampung ini heboh?"

Wilson kembali duduk dan mendekap tubuh istrinya, "Aku benar-benar tidak bisa jauh-jauh dari kamu, aku sungguh merindukanmu!"

Mendapat pelukan dari Wilson, hati Tisya luluh. Dia juga sangat merindukan pelukan dari suaminya.

"Aku juga merindukanmu!"

Bibir Wilson kembali mendekat saat Tisya mendongakkan kepalanya menatap laki-laki yang telah sah menikahinya satu tahun lalu itu. Mereka kembali melanjutkan ciumannya. Bahkan sekarang Tisya pun membalas ciuman suaminya.

"Kak, apa Tisya sudah bangun?"

Suara itu berhasil membuat Tisya kembali mendorong suaminya hingga terjatuh dari tempat tidur.

"Auhgggg!"

Mendengar kegaduhan di dalam kamar, Nara pun segera membuka pintu kamarnya dan mendapati Wilson yang terduduk di lantai sambil mengusap lengannya.

"Kak..., kak Wilson kenapa?" Nara segera lari dan melihat tangan Wilson sedangkan Tisya masih duduk terpaku di tempatnya.

"Ya ampun kak, ini luka!" ada memar di siku Wilson sepertinya sikunya tidak sengaja terbentur sudut meja kecil yang ada di samping tempat tidur.

"Tisya, kamu apakan kak Wilson?" Nara menatap tajam pada Tisya.

"Nara, jangan marahi Tisya! Ini salahku karena aku yang mengejutkannya, hingga ia tidak sengaja mendorongku!" Wilson pun berusaha bangun.

"Ya udah ayo kak, biar aku obati sikunya!"

Wilson sebenarnya ingin menolak, tapi Nara terus menarik tubuhnya keluar dari kamar itu.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

IG @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰...

1
Marhaban ya Nur17
untung Nara g jd ulet bulu
Marhaban ya Nur17
tanggung malu pak lurah
Marhaban ya Nur17
iy Wilson terlalu lembek kek jeli
Marhaban ya Nur17
kasus 4G lebih tepatnya wkkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bapaknya Nara ternyata antagonis
Marhaban ya Nur17
sengaja di ulur"
Marhaban ya Nur17
lagat" nya Nara g tulus neh
Marhaban ya Nur17
pak lurahnya pasti ada udang di balik bakwan wkkwkw
Marhaban ya Nur17
sebenarnya simpel tinggal jujur kelar dah tp y gtu authornya mau dibikin seru" an
Marhaban ya Nur17
berlele-lele se thor
Marhaban ya Nur17
males klo cerita banyak rahasia
Marhaban ya Nur17
nama Wilson buat di kampung sungguh sangat keren wkkwkw biasanya kan wong kampung namanya ujang, agus wkwkkw, asep, aji dll klo Wilson uwww jauh
Marhaban ya Nur17
kek sinetron
Marhaban ya Nur17
maira kakak nya trs dokter Frans jg ???
Doharta Debora Be Gultom
Kecewa
Katherina Ajawaila
Mantap ngk bisa bekoar lagi tuh lurah tambun di borgol aja sm antek2 nya
Katherina Ajawaila
lurah Edan otoriter, biar ketahuan aja jahatnya jadi di pecat jadi lurah
Katherina Ajawaila
maruk matre lurah tambun tinggal di gorok aja di tiang bendera
Katherina Ajawaila
nyaho lurah gendeng, arogan
Katherina Ajawaila
biar kejengkang tu lurah yg arogan, penipu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!