NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Militer / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Rindu Yuliana

Gisya Kayla Nursalsabila, seorang gadis pemilik 'Caca Bakery'. Ketika Ayahnya mengucapkan keinginan terakhirnya. Gisya hanya mampu menerima semua keinginan Ayahnya sebelum meninggal.
"Ayah, selamat Jalan Ayah. InshaAllah Caca akan memenuhi semua amanat Ayah." ucap Gisya dalam hatinya.

Perjodohannya dengan Zayn membawa Gisya pada luka hati yang mendalam. Zayn selalu menunda Rencana Pernikahan mereka.
"Maafkan aku Gisya, aku tidak bisa menikah dengan kamu. Aku mencintai oranglain, meskipun tak bisa dipungkiri aku juga ingin bersamamu." Batin Zayn.

Pada akhirnya, Gisya bertemu dengan Fahri. Seorang Tentara yang sama-sama dikhianati. Zayn menjalin hubungan dengan Santi, yang merupakan kekasih Fahri.

Gisya dan Fahri kemudian bertemu, dan menjalin sebuah hubungan.

"Mengalir aja ya, Bang! Gak usah saling genggam terlalu erat, takutnya nanti ada yang patah. Kalo Abang butuh aku, Aku akan selalu ada disamping Abang. Kalo Abang rindu, aku akan selalu ada disini. Dihati Abang. Hiduplah seperti sebelum kamu mengenal aku, Bang. Jangan jadikan keberadaanku sebagai beban dihidup kamu." Tutur Gisya.

"Abang yang harusnya berterimakasih, kamu sudah mau menjadi teman hidup Abang. You’re the one girl that made me risk everything for a future worth having. I just wanna say something, I Love you Gisya. That’s all." ucap Fahri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Keinginan Gisya

Malam ini, mereka berkumpul di Ruang Keluarga. Gisya sudah siuman, dia meminta Syauqi untuk menggendongnya ke Ruang Baca yang berdampingan dengan Ruang Keluarga. Saat Fahri akan meminta izin untuk pulang, Bunda Syifa melarangnya.

"Pokonya Bunda gak mau tau, kamu harus makan malam disini," paksa Bunda Syifa.

"Udah mending nurut aja Bang, daripada denger Bunda kultum." celetuk Syauqi. Belum Syifa membuka mulutnya, Yuliana sudah berbicara lebih dulu.

"Dasar anak nakal!" ledek Yuliana.

"Tuhkan! Teh Ulil aja udah hatam sama semua kultum nya Bunda," tambah Syauqi dan mendapatkakan jeweran ditelinganya.

"Aww, Aww, sakit ih Bunda! Gimana kalo kuping Uqi jadi lebar kayak kuping Gajah?!" kesal Syauqi.

"Bunda jadiin cemilan kalo kuping kamu jadi kuping Gajah! Fahri, kamu makan malam disini ya. Bunda udah masak banyak banget. Kalo bisa mah nginep aja disini." pinta Bunda Syifa memelas.

"Fahri nurut aja deh, Bunda. Tapi kalo menginap, mohon maaf Bun. Fahri tidak bisa," ucap Fahri.

"Yee si Bunda, Bang Fahri kan mesti pulang ke Rumah Dinasnya! Gak bisa seenak jidat nginap nginep," Syauqi kembali berbicara dan mendapatkan cubitan dipipinya. Syauqi yang menghindari Sang Bunda, berlindung dibelakang tubuh Fahri.

Gisya yang berada tak jauh darisana terlihat menahan tawanya. Yuliana yang melihat Gisya mulai bisa tertawa, menyenggol lengan Febri. Namun, Febri yang sedang asyik berbalas pesan malah emosi.

"Kamu apaan sih, Lil! Maen senggol-senggolan!" kesal Febri yang membuat Yuliana menepuk bahunya.

"Noh liat! Gak seneng apa bisa liat dia kayak begitu lagi?!" ucap Yuliana sambil menunjuk kearah Gisya.

Semuanya menengok kearah Gisya, dilihatnya Gisya yang menahan tawa sambil memegang sebuah buku.

Mata mereka mulai berkaca-kaca, rasa bahagia dalam hati mereka. Setidaknya bisa melihat sedikit senyuman diwajah Gisya.

"Teh, kita makan malam dulu yuk!" ajak Syauqi menghampiri Gisya sambil bersiap untuk menggendong Gisya.

"Jangan gendong Teteh, tolong ambilkan tongkat. Teteh mau coba buat jalan sendiri ke meja makan." pinta Gisya.

Semua yang disana terlihat sangat khawatir, pasalnya setelah kegiatan tadi sore mereka tau jika kaki Gisya terasa sakit kembali. Fahri dan Syauqi berjalan dibelakang Gisya karena takut jika dia terjatuh.

Makan malam kali ini berbeda, suasana hangat dirasakan oleh Bunda Syifa. Sesekali mereka saling melemparkan candaan. Selesai makan, Fahri berpamitan pulang. Febri dan Yuliana pun pulang kerumah mereka masing-masing.

Gisya kembali kekamarnya digendong oleh Syauqi.

"Uqi gak cape terus-terusan gendong Teteh kemana-mana?" tanya Gisya dalam gendongan Syauqi.

"Enggak, sampe kapanpun Uqi gak akan pernah cape. Semua ini sudah tugas Uqi untuk menjaga Teh Caca," jawab Uqi.

"Uqi sayang gak sama Teh Caca?" tanya Gisya kembali saat Syauqi sudah menurunkannya diatas ranjang.

Syauqi berlutut didepan Gisya dan memegang erat tangannya.

"Dengerin Uqi baik-baik ya, Teh Caca dan Bunda adalah kekuatan Uqi. Kalian itu hidup Uqi, jadi jangan Teteh tanyakan hal seperti itu lagi. Sudah pasti Uqi sangat menyayangi Teteh." tutur Syauqi.

"Iya percaya kok, Uqi mau gak melakukan sesuatu untuk Teteh?"

"Apapun yang Teteh mau, selama Uqi bisa melakukannya pasti Uqi kabulkan. Emang apa yang Teteh inginkan sekarang?" tanya Syauqi.

"Teteh mau kamu nemuin Om Deni dan Keluarganya. Jangan ada dendam diantara kita, Qi. Hidup Teteh saat ini terasa berat, apalagi dengan kondisi Teteh seperti sekarang. Teteh cuman ingin hidup dalam rasa damai, Teteh sudah memaafkan A Zayn. Temui Om Deni, saat ini dia sedang terbaring lemah. Kita tidak tau kapan ajal akan menjemput, bicaralah pada mereka. Ikhlaskan semuanya, InshaAllah Teteh juga sudah ikhlas Uqi." tutur Gisya membuat Syauqi mengepalkan tangannya.

Beberapa hari yang lalu, Mama Ajeng menelepon Gisya. Dia meminta Gisya untuk menemui suaminya yang sudah 2 minggu dirawat karena serangan Jantung. Gisya datang kesana ditemani oleh Bundanya, UwakYusuf dan Uwak Ais tanpa sepengetahuan Syauqi.

Di Ruangan itu, ada Zayn dan Santi juga. Gisya memasuki ruangan tanpa menoleh kearah Zayn. Sementara Zayn dan Santi hanya menundukkan wajahnya. Gisya menghampiri Deni menggunakan kursi rodanya, dilihatnya tubuh Deni yang jauh lebih kurus. Mata Deni mulai memanas karena airmata yang tak tertahankan.

"Gisya, maafkan Papa." lirih Deni.

"Om harus sehat, harus kuat. Masih ada Tante dan Zahra yang membutuhkan Om. InshaAllah Caca sudah ikhlas dengan semuanya." tutur Gisya sambil memegang erat tangan Deni.

Hati Deni dan Ajeng meringis mendengar panggilan Gisya yang berbeda.

"Terimakasih Nak. Kamu tetap anak Papa, meskipun kamu dan Zayn tidak berjodoh. Tapi Papa masih berat, karena Uqi belum bisa memaafkan Papa." ucap Deni.

"Caca rasa hubungan kita tidak bisa lebih jauh dari itu Om. Lebih baik, mulai saat ini Om dan Tante merestui hubungan mereka. Terlebih lagi mereka akan segera punya anak. Soal Uqi, InshaAllah nanti dia akan menemui Om." ucap Gisya membuat semua orang disana terkejut.

"Caca sudah tau semuanya, hari ini Caca membawa Uwak Yusuf dan Uwak Ais kemari sebagai wali Caca untuk membatalkan perjodohan itu secara resmi," tambah Gisya.

Deni dan Ajeng saling menguatkan hati mereka. Mereka merasa sangat bersalah terhadap Gisya.

"Saya kemari selaku wali dari Gisya, saya memutuskan untuk mengakhiri perjodohan ini. Awal niat kita baik dan kami ingin mengakhiri semuanya baik-baik juga. InshaAllah kami sudah ikhlas dengan semuanya, dan kami juga berharap hubungan keluarga kita akan baik-baik seperti dulu. Zayn saya minta kamu melepaskan Gisya secara resmi." tutur Uwak Yusuf.

Zayn menghampiri Gisya yang terduduk di kursi rodanya, dia bersujud didepan Gisya.

"Maafkan Aa, Aa berdosa terhadap kamu. Jujur saja, Aa mencintai kamu. Tapi Aa tidak bisa melepaskan Santi, karena Aa sudah lama mencintainya sebelum mengenal kamu. Maafkan Aa, Neng." tutur Zayn.

"Bangun A, InshaAllah Caca sudah ikhlas. Sekarang kalian berdua harus menikah. Kasian bayi dalam kandungan Santi." ucap Gisya.

"Terimakasih sudah memaafkan Aa. Aa berharap, Caca akan menemukan laki-laki yang terbaik untuk Caca. Bismillah, saya Zayn Fadillah memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan saya dengan Gisya Kayla Nursalsabila." ucap Zayn sambil terisak. Hatinya terasa sangat perih, dia akui jika Gisya gadis yang sempurna.

"Gisya, terimakasih. Maafkan kesalahanku," ucap Santi yang ikut bersujud didepan Gisya.

Gisya mohon pamit kepada Deni dan Ajeng. Setelah keluar darisana Gisya merasa bebannya sedikit berkurang. Tinggal membujuk sang Adik untuk mau menemui Deni.

Setelah semalam mendengar permintaan Gisya, Syauqi mencoba untuk mengabulkan keinginan Gisya. Dia termenung, kini dia sedang berada di Parkiran Rumah Sakit tempat Deni dirawat. Sebenarnya hatinya belum bisa menerima maaf dari keluarga itu. Tapi, demi Gisya dia akan melakukannya. Kedatangan Syauqi disambut haru oleh Deni dan Ajeng.

"Uqi, kamu datang Nak." ucap Deni.

"Saya datang kesini karena Teteh. Sebelum Om meminta maaf, saya sudah memaafkan Om. Cepat sembuh Om." ucap Syauqi.

"Terimakasih Uqi, terimakasih banyak. Maafkan segala salah dan dosa keluarga kami terhadap keluarga kalian. Om berharap kita tetap menjaga tali silaturahmi kita." ucap Deni.

"Kalo gitu saya pamit dulu, Assalamualaikum." ucap Syauqi meninggalkan ruangan Deni.

Syauqi yang terlihat gagah memakai seragam Polisi menjadi pusat perhatian para perawat dan dokter disana. Karena merasa risih dengan pandangan itu, Syauqi mempercepat langkahnya. Hingga dia tidak sengaja menabrak seorang gadis.

"Aduh, kalo jalan pake mata dong pak!" kesal gadis tersebut.

"Eh, eh dimana-mana kalo jalan tuh pake kaki!" jawab Syauqi lalu pergi meninggalkan gadis itu.

"Dasar polisi sinting!!" teriak gadis itu.

Gadis itu bernama Syaina, dia sedang menunggu Ayahnya yang sedang dirawat disana. Ayahnya menjadi salah satu korban tabrak lari.

Gisya saat ini sedang berada di Toko Kue miliknya, kini dia ingin mulai membiasakan diri untuk membuat Kue lagi. Meskipun hanya duduk di kursi roda. Rani dan Farida selalu mendampingi Gisya.

"Farida saya minta tolong, antarkan pesanan ke rumah Ibu Ayunda ya. Soalnya Rama lagi nganterin pesanan Bu Ida sama Ebi." pinta Gisya.

"Siap Teh, mau Farida belikan makan siang?" tanya Farida.

"Gak usah, aku sudah bawa makan siang untuk Gisya." ucap Fahri yang tiba-tiba datang ke dapur.

Gisya tersentak kaget melihat Fahri, begitupun dengan Farida.

"Teh, aku jalan sekarang ya. Assalamu'alaikum,"

"Walaikumsalam," jawab Fahri dan Gisya bersamaan.

Fahri dan Gisya sejenak saling terdiam. Tiba-tiba Yuliana masuk dan menegur kami yang malah terlihat salah tingkah.

"Loh kok malah diem-diem bae! Duduk Bang Fahri, si Caca mah ada tamu bawa makan siang bukannya disuruh duduk malah dianggurin!" cerocos Yuliana.

"Eh, duduk Bang. Kok repot-repot bawain makan siang, Abang gak sibuk?" tanya Gisya.

"Kebetulan jadwal Abang belum terlalu sibuk, sekalian mau beli kue untuk dikirim ke Mama di Palembang." jawab Fahri.

"Kalo Mas Andi sekarang dinas dimana? Kok tumben kalian berpisah," tanya Yuliana.

"Andi dinas di Magelang, namanya juga Tentara. Ya harus siap mau ditempatkan dimanapun dan dengan siapapun," jawab Fahri.

"Udah, makan dulu. Dilanjut nanti lagi ngobrolnya," sela Gisya sambil menyodorkan makanan kepada Fahri.

"Fahri aja nih yang di ambilin? Akunya enggak," rajuk Yuliana.

"Dih, manja! Nih, makan yang banyak. Biar pas calon kamu pulang, badan kamu gemukan!" Ledek Yuliana.

"Nih, kamu juga harus makan yang banyak!" tutur Fahri sambil memberikan lauk pauk miliknya pada Gisya.

"Loh, kok malah dikasihin ke si Caca?" heran Yuliana.

"Pura-pura bahagia itu butuh tenaga," ucap Fahri santai.

Gisya hanya menunduk dengan wajah yang sudah memerah. Fahri hanya tersenyum saat melihat wajah Gisya.

Sepertinya mulai akan ada benih-benih cintaa nih!

Menurut kalian, apa mereka akan bisa langsung menerima satu sama lain?

Eittss,, pantengin terus yaa!!

Salam Rindu, Author ❤

1
Ara Dhani
aku datang kembali Thor, gak bosen bolak balek baca
Rindu Yuliana 🌸: terimakasih banyak masih mendukung author 🙏🤗
total 1 replies
Tsaqib Hasbi
ini bab yg paling membuat aku nangis,
Tsaqib Hasbi
emang nikah siri gk pake wali,sampai orang tua febri tidak tahu
Tsaqib Hasbi
aku sneng baca kisah ini, romantis, tp ,pas cerita panasnya d skip.👍 bagus,jd ku rasa yg belum nikah pun aman baca kisah ini
alvika cahyawati
kehilangan. ke2 ortu memang sedih tp semua itu. kita kembalikan. pd yg kuasa amien
alvika cahyawati
padahal aku ini udah baca novel untuk kesekian kali nya tapi. ngk bosen baca nya.
w komahoks
meleleh hati adek bangggg🤭
citra marwah
oalaaaa trnyata nasib mirda kaya nasib fahri🥺
citra marwah
19 thn wah wah...mnding skrg chandra 23 jdi agak turun dkit lah perbedaan usia nya,16 thn perbedaan nya...nnti Elmira 20 thn chandra 45 waduuh udh bapak2 bgt😄
citra marwah
klo part ebiw kok melow trs ya🥺
citra marwah
🤣🤣🤣🤣
citra marwah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Saking panik nya dia mau lahiran sendiri x🤭
Danny Muliawati
lebih baik bgt ca tau dr awal dr pd tau sdh menikah nyesel nanti
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
Lina Astika Sari
anakmu lah baba.. masak anak meng😂😂😂
Lina Astika Sari
😂😂😂.. jadinya huruf hijaiyah ya baba jafran😁
Lina Astika Sari
😂😂😂😂.. sukak bener deh uqiii..
panik komandan fahri😁
Lina Astika Sari
aku pun gak sanggup kehilangan mas andi thor😭.. menggingatkanku dg alm. adekku😭
Lina Astika Sari
sauqiiiii maliiiiikkkk.. sukak gemes deh sama uqiiiiiii😂
Lina Astika Sari
ngakak aku di part ini.. bisa pulak pak dankinya begurau😂
Ati Rohayati
ending nya sad ya 😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!