Menikah dengan orang yang dicintai adalah kebahagiaan yang luar biasa. tapi apakah kebahagiaan itu akan bertahan lama jika seorang malaikat kecil tidak ada di tengah keluarga kecil itu?
Ella yang tidak bisa hamil dipaksa harus menerima pernikahan kedua sang suami.
Karena kekejaman sang suami membuat Ella tidak tahan dan meninggalkan surat gugatan cerai serta pergi meninggalkan rumah dengan luka dihati dan luka di tubuhnya.
"Ada syarat agar bisa sepenuhnya sembuh dari luka, yaitu kamu tidak boleh memaksakan diri untuk menghapus lukamu, kamu harus menerima luka itu, tiap luka akan menjadi peta untuk kehidupanmu, jadi alih-alih untuk menyembuhkan luka itu, bagaimana kamu mencoba untuk menerimanya saja?" ujar seorang pria pada Ella
Bagaimana lika-liku perjalanan pernikahan serta kehidupan seperti apa yang akan dilalui Ella?.
****
Instagram : @Latyvolia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tatapan Kosong
Ella memegang dan membuka tasnya, tangan kanannya masuk kedalam sela-sela tas, ia meraba dan mendapatkan kertas panjang, lalu Ella meremas kertas itu hingga menjadi sebuah bola.
"Percuma saja aku memberitahukan hasil test ini pada mama, mama tetap akan berlaku kasar padaku" gumam Ella
Ella menyusuri rumah dengan berjalan pelan, ia seperti orang yang tidak memiliki jiwa, ia berjalan dengan tatapan kosong.
Ella memasuki kamarnya dan merosotkan badannya dipintu, ia meringkuk sambil menempelkan kedua pipinya disela-sela lutut, Ella menangis sejadi-jadinya hingga membuat matanya membengkak dan memerah.
"Aku tidak tau harus melakukan apa untuk meyakinkan mama, karena setiap apa yang kulakukan mama pasti akan menyalahkan ku, bahkan jika aku hanya sekedar duduk dengan teman, mama menuduhku dengan mengatakan aku berselingkuh" gumam Ella dengan mendongakkan kepalanya, cairan bening itu menetes dengan sangat deras
"Tidak ada seorangpun yang membelaku dirumah ini, untuk apa aku masih bertahan?, bahkan Nio saja sudah tidak memperdulikan ku" gumam Ella
"Jika tau seperti ini, aku tidak akan memilih untuk menikah" gumam Ella pelan
"Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan hati keluarga ini, tapi itu hanya bertahan sementara, sekarang mereka kembali ke sifat mereka ketika pertma kali bertemu denganku" gumam Ella
"Ibu, seperti apa wajah ibu?, aku sakit ibu, hati ini sangat sakit, aku tidak punya tempat mengeluh, aku ingin melihat ibu dan bercerita tentang kehidupan pernikahan yang aku jalani" gumam Ella dengan aliran air mata yang sangat deras
"Apa diatas sana ibu tidak melihatku?, aku sudah sangat lelah ibu tapi hatiku melarang ku untuk pergi" gumam Ella
Fikirannya sangat lelah memikirkan perkataan mama mertuanya, tapi hatinya menolak untuk pergi dari rumah itu.
Serry melihat para pelayan berkumpul didepan pintu yang sudah lama tidak terpakai.
"Hei kalian?" tegur Serry dan berjalan mendekati para pelayan
Ketiga pelayan itu menoleh keasal suara "Nona!" ucap ketiga pelayan terkejut
"Untuk apa kalian berkumpul dikamar kosong .itu?" tanya Serry heran
"Apa nona tidak mengetahuinya?, ini adalah kamar yang nyonya Ella tempati sekarang ini" ucap Zia
"Apa?!" ucap Serry terkejut, ia berlalri kecil ke sebuah laci, lalu mencari kunci cadangan kamar yang digunakan Ella
Serry mendorong pintu itu dengan sekuat tenaga, saat terbuka pelan Serry langsung masuk dan pintu itu langsung tertutup kembali. Serry mencari Ella dan ternyata Ella berada dibelakang pintu "kakak ipar" ucap Serry terkejut
Serry melihat pandangan Ella kosong, Ella seperti tidak melihat Serry.
Serry mengguncang pelan bahu Ella, namun Ella masih tidak bereaksi "Kak, ini Serry" ucap Serry sedih
Serry merasa tidak berguna, ia sangat sedih melihat Ella seperti patung "Maafkan Serry tidak bisa membantu kakak" ucap Serry sedih sambil memeluk Ella
"Maafkan Serry kak" ucap Serry sudah tidak bisa menahan tangisnya
Ella mendengar semua penuturan Serry "Tidak apa-apa, kamu tidak salah" ucap Ella dalam pelukan Serry
Serry merasa terkejut "Kakak kenapa tidur disini?" tanya Serry sambil melepaskan pelukannya
"Aku yang memilih kamar ini, sekarang kamu keluarlah, aku ingin sendiri" ucap Ella pelan
Serry tidak bisa berkata apapun, ia pergi keluar kamar Ella, para pelayan melihat nona mereka menangis dan langsung bertanya "Nona, kenapa menangis" tanya Keyla
"Apa benar kakak ipar memilih kamar itu?" tanya Serry dengan pelan
"Benar nona, itu keputusan nyonya, kami tidak bisa berbuat apa-apa nona" ucap Zia menunduk
Didalam kamar itu Ella kembali menyandarkan tubuhnya kepintu, ia tidak memperdulikan suara-suara yang ada diluar sana.
Air mata Ella terus mengalir begitu deras, ia bahkan seperti orang yang kehilangan segalanya.
keesokan hanrinya...
Ella bangkit dari duduknya dengan mata yang bengkak dan wajah yang berantakan.
"Lupakan kejadian yang lalu Ella, kamu masih bisa bertahan dirumah ini, aku yakin Nio masih mencintaiku" gumam Ella sambil menuju kamar mandi
Setelah keluar dari kamar mandi wajah Ella terlihat segar, ia langsung turun dan menuju dapur.
Ella melihat mama Nio, papa Nio dan juga Serry sudah duduk di meja makan, Ella membantu menyiapkan makanan untuk mereka setelah itu Ella mengambil makanannya dan akan membawa kebelakang.
Serry melihat itu "Kakak ipar, kenapa tidak makan bersama kita?" ucap Serry sambil tersenyum
Mama Nio melirik kearah Ella yang menghentikan langkah kakinya "Dia bukan level kita, anak yang tidak jelas, biarkan dia makan bersama pelayan, tempat itu sangat cocok untuknya" ucap mama Nio sambil menyantap makanannya
Serry tidak habis pikir, mamanya sangat senang untuk mencari-cari kesalahan Kakak iparnya "Kakak ipar menantu di rumah ini ma, dia berbeda dengan pelayan" ucap serry sambil menatap mamanya
"Jangan urusi urusan orang lain, habiskan makananmu dan pergi ke perusahaan" ucap mama Nio yang tidak memperdulikan ucapan Serry
Ella menahan sesak didadanya ketika kata-kata itu terlontar dari mulut mama Nio, ia sedikit merasa lega ternyata masih ada yang membelanya disini, ia memutar lehernya dan melihat kearah Serry sambil menggelengkan kepalanya.
Serry melihat itu dan menunduk sedih karena tidak bisa berbuat sesuatu, ia juga tidak bisa melawan perkataan mamanya.
Ella masih mencoba tersenyum dan tersenyum sambil membalikkan badannya dan pergi kebelakang untuk bergabung bersama pelayan.
Bersambung...
☠️⃝🖌️M⃤
Hai Author...salam kenal dari Hello Bella
klo ngantuk,tidur dulu ya😂💪