NovelToon NovelToon
TOUCH YOUR HEART

TOUCH YOUR HEART

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:371.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Rizar Abran Maulana seorang pria tampan dan sholeh sudah jatuh cinta kepada seorang wanita cantik yang dia temui di sebuah pesta tapi wanita itu tidak menyadarinya, hingga suatu saat sahabatnya ingin menjodohkannya dengan adik kandungnya sendiri yang ternyata adalah wanita yang selama ini Rizar cari.


Jihan Addara Puteri seorang wanita cantik yang merupakan seorang artis dan model papan atas, Jihan yang biasa dipanggil Darra tidak menyangka kalau hidupnya sangat menyedihkan, disaat pacar yang dia cintai mengkhianatinya dan selingkuh dengan sahabatnya sendiri, sekarang Darra harus menerima perjodohan dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal.

Akankah Rizar bisa membuat Darra jatuh cinta kepadanya dan menerima Rizar sebagai suami seutuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malu-malu Kucing

✈️

✈️

✈️

✈️

✈️

Rizar melepaskan pungutannya, kening keduanya menempel dengan napas mereka yang terlihat ngos-ngosan.

"Apa kamu sudah membuka hatimu untuk Mas?" tanya Rizar.

Darra masih memejamkan matanya, perlahan Darra membuka mata dan menatap wajah tampan pria yang saat ini sudah menjadi suaminya itu.

"Iya Mas."

Rizar tersenyum dan memeluk Darra saking bahagianya. Sedangkan Amel lebih memilih pulang, dia tidak mampu melihat adegan lebih lanjut lagi hanya bisa membuat jiwa jomblonya meronta-ronta.

"Mas, kita pulang yuk! sudah dingin ini hujan-hujanan," seru Darra.

Rizar melepaskan pelukkannya dan menatap wajah Darra.

"Astagfirullahaladzim, saking Mas bahagianya Mas lupa, ayo kita pulang."

Rizar mengambil payung yang tadi ia jatuhkan, dan menggenggam tangan Darra dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.

"Mas, ini mobil siapa?"

"Oh, mobil atasan Mas. Dia bilang, Mas boleh bawa mobil pulang," dusta Rizar.

"Oh..."

Darra memeluk tubuhnya sendiri karena merasa sangat dingin.

"Kamu kedinginan ya?"

"Iya Mas."

Rizar menepikan mobilnya, dan mengambil handuk di jok belakang. Kemudian Rizar memakaikannya kepada Darra.

"Kamu pakai ini dulu ya, supaya tidak kedinginan."

Darra hanya menganggukkan kepalanya, dan tersenyum canggung. Rizar pun kembali melajukan mobilnya. Tidak lama kemudian, mobil Rizar pun sampai di depan rumah, Rizar segera keluar dan membukakan pintu untuk Darra.

Rizar mengulurkan tangan, dengan ragu-ragu Darra pun menerima uluran tangan suaminya itu. Mereka berdua tampak malu-malu dan merasa canggung satu sama lain.

"Sebentar ya, Mas panasin dulu air buat kamu mandi."

"Ah...tidak usah Mas, Darra langsung mandi aja kalau nungguin panasin air dulu, Darra keburu kedinginan."

Darra langsung masuk ke kamar mandi, sedangkan Rizar pergi ke dapur untuk membuatkan minuman yang hangat untuk Darra.

Lima belas menit kemudian, Darra keluar hanya dengan memakai handuk saja. Punggung dan p*** mulus Darra lagi-lagi terpampang nyata di hadapan Rizar. Rizar segera membalikkan tubuhnya, supaya tidak melihatnya.

Rizar tidak mau sampai dia khilaf lagi dan melakukan hal yang iya-iya seperti waktu itu. Rizar sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak akan melakukannya lagi kecuali Darra sudah siap.

"Ra, Mas mandi dulu kalau kamu sudah berpakaian kamu minum teh manis ini untuk menghangatkan tubuh kamu," seru Rizar yang langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa melihat ke arah Darra.

"Iya Mas."

Darra pun masuk ke dalam kamarnya untuk berpakaian, setelah memakai pakaiannya Darra mengambil teh manis buatan Rizar dan duduk di sofa depan televisi.

Rizar keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang hanya melilit di pinggangnya. Rizar mengusap-ngusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.

"OMG, kenapa tubuh suamiku begitu menggoda," batin Darra yang langsung membuang wajahnya ke arah lain.

Rizar melirik ke arah Darra, Rizar menyunggingkan senyumannnya. Rizar masuk ke dalam kamarnya untuk berpakaian. Setelah berpakaian, Rizar pun keluar berniat menghampiri Darra tapi sayang Darra sudah terlelap dengan posisi duduk.

Rizar duduk di samping Darra dan memperhatikan wajah istrinya itu.

"Pantesan saja banyak yang mendekatimu, ternyata istri Mas sangat cantik. Mas adalah pria beruntung yang bisa mendapatkanmu, Mas janji jika nanti kamu sudah mencintai Mas dan menerima Mas apa adanya, Mas akan jujur sama kamu siapa Mas sebenarnya. Mas ingin kamu menerima dan mencintai Mas apa adanya dan tulus tanpa embel-embel siapa latar belakang Mas," batin Rizar.

Rizar pun mengangkat tubuh Darra, tapi Rizar tampak mengerutkan keningnya.

"Kok, badannya panas."

Rizar segera merebahkan tubuh Darra di tempat tidur dan benar saja, Darra demam. Rizar segera mengambil air hangat dan mengompresnya, kemudian mengambil obat dan air minum.

"Ra, bangun kamu minum obat dulu," seru Rizar.

Dengan mata yang setengah terbuka Darra duduk di bantu Rizar, kemudian Rizar memasukan tablet penurun panas.

"Kamu tidur lagi, jangan banyak gerak."

"Mas, jangan pergi temenin Darra," gumam Darra.

"Iya, Mas ga bakalan pergi."

Akhirnya Rizar pun duduk di samping Darra, mengompres dan menjaga Darra sepanjang malam. Hingga Rizar pun merasa ngantuk dan tertidur di samping Darra dengan posisi duduk.

***

Keesokkan harinya....

Darra mengerjapkan matanya, memegang keningnya yang tertempel kain. Kemudian Darra melihat ke sampingnya, terlihat Rizar masih tertidur dengan damainya.

"Ya ampun, jadi semalaman Mas Rizar jagain aku," batin Darra.

Darra tersenyum, di tatapnya wajah Rizar ternyata kalau dilihat dari dekat Rizar terlihat sangat tampan. Tiba-tiba Rizar menggerakkan tubuhnya dan Darra cepat-cepat memejamkan matanya pura-pura tidur.

"Aarrrggghh....badanku pegal tidur sembari duduk seperti ini," gumam Rizar dengan menggerak-gerakkan tubuhnya.

Rizar memegang kening Darra. "Alhamdulillah, sudah turun panasnya," gumam Rizar.

Rizar pun keluar dari kamar Darra untuk menunaikan shalat subuh. Perlahan Darra membuka matanya, wajahnya memerah saat mengingat kejadian tadi malam.

Setelah selesai shalat, Rizar membuatkan bubur untuk Darra.

Ceklek...

"Ra, makan bubur dulu ya."

"Darra sudah baikkan Mas, Darra ga suka makan bubur."

"Mas sudah capek-capek loh buat bubur ini, masa ga di makan."

"Ya sudah Mas saja yang makan, sumpah Darra ga suka makan bubur."

"Ya sudah, biar Mas yang makan saja mubazir kalau harus di buang."

Rizar duduk di samping Darra dan memakan buburnya dengan santai.

"Mas, maafkan Darra."

"Maaf untuk apa?"

"Karena selama ini Darra belum menjadi istri yang baik, bahkan selama ini selalu Mas Rizar yang masakin makanan."

"Tidak apa-apa, Mas tidak keberatan kok. Justru Mas sangat bahagia saat masakkan Mas kamu makan."

"Ya Alloh, baik sekali Mas Rizar. Kenapa selama ini aku begitu bodoh tidak memperdulikan keberadaannya," batin Darra dengan menatap Rizar yang sedang asyik makan bubur.

Rizar mengerutkan keningnya saat melihat Darra yang sedang menatap dirinya.

"Kenapa Ra? apa ada yang aneh dengan wajah, Mas?"

"Ah, tidak Mas. Oh iya, Darra ke kamar mandi dulu."

"Mau Mas bantuin?"

"Tidak usah, Darra bisa sendiri."

Darra pun dengan cepat mengambil handuk dan baju ganti setelah itu, Darra segera keluar menuju kamar mandi.

Setelah menghabiskan bubur, Rizar duduk di sofa dengan memperhatikan dua tiket pesawat yang ada di tangannya.

Pikirannya melayang ke masa-masa dimana kenangan indah sekaligus menyesakkan dada itu di mulai. Rizar menghembuskan napasnya secara kasar, haruskah dia kembali ke Negara yang sama sekali tidak mau dia datangi lagi demi istrinya.

Ceklek....

Pintu kamar mandi pun terbuka, terlihat Darra sudah segar.

"Ra, sini sebentar ada yang mau Mas bicarakan sama kamu."

Darra duduk di samping Rizar. "Ada apa, Mas?"

Rizar memberikan sebuah tiket penerbangan kepada Darra membuat Darra merasa terkejut.

"Ini....."

"Bukannya kamu mau ke New Zealand? Mas sudah pesankan tiketnya, kita berangkat besok siang."

"Mas, ini serius?"

"Seriuslah, masa bohongan. Bukannya kamu mau pergi ke sana?"

"Tapi kan ini mahal Mas, maaf bisa-bisa tabungan Mas habis," lirih Darra.

Rizar mengusap kepala Darra dengan lembut..

"Kamu tenang saja, tabungan Mas masih ada kok kalau sudah habis, ya cari lagilah."

Darra menatap ke arah Rizar dengan tatapan tidak percaya.

"Jangan natap Mas seperti itu, nanti kamu jatuh cinta loh," goda Rizar.

"Ih, apaan sih Mas." Dara mencubit lengan Rizar dengan gemasnya.

Darra bangkit dari duduknya, tapi tiba-tiba oleng dan terduduk di pangkuan Rizar. Sesaat mereka saling pandang satu sama lain.

"Ma--maaf Mas."

Darra hendak berdiri tapi Rizar menahannya san kemudian memeluk Darra membuat Darra terkejut. Darra ingin melepaskannya tapi pelukkan Rizar semakin erat.

"Lima menit, biarkan Mas seperti ini lima menit saja. Mas lelah, saat ini hanya kamu dan keluarga kamu yang Mas punya. Hanya kalian harapan Mas saat ini, jadilah teman hidup Mas, Ra."

Darra tampak terdiam, dia tahu kalau saat ini Rizar merasa kesepian dan butuh teman untuk berbagi beban hidupnya. Perlahan Darra mengulurkan tangannya dan membalas pelukkan Rizar, membuat Rizar tersenyum dan semakin mengeratkan pelukkannya.

✈️

✈️

✈️

✈️

✈️

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
DC
Luar biasa
☠☀💦Adnda🌽💫
padahal udah pernah baca tapi ttp seru dan LG. ....LG 🤭
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Aaahhhhh....terhura aku😭😭
total 1 replies
☠☀💦Adnda🌽💫
seperti cerita Habibi dan Ainun bayanginnya ,rizar sama dara cintanya begitu murni dan cinta sejati sampai meninggal pun bersama tak terpisahkan 🥹🥹
Maryam Husni Atin
tetep ma mas pilot thor...
Eceu Asnah
lanjutkan season 2 nya Thor
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: otw launching, dengan judul "MR.PILOT" 😊
total 1 replies
Eceu Asnah
aq Mao nya Darra sm Rizar ja thor
Yant08
Luar biasa
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: ditunggu kelanjutannya, ada season 2 segera launching judulnya "MR.PILOT" 🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.supir bukan sembarang sopir itu😆✈️
Atiah arini
good
Dede Dengah Rumayar
lanjut lagi thor😊😊😊😊
Wafiqah Aisarah
🤩
Yach Yulianah
cerita yg singkat padat jelas ,seru dan haru ..👍👍
Yach Yulianah
hai kak aku mampir🤗
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: hai juga🥰🥰
total 1 replies
Mira Wahyuni
season 2 yg mana ya 🤔 penasaran dgn kisah cinta pilot tampan 😊
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Belum rilis, belum sempat🙏🙏
total 1 replies
Mira Wahyuni
koq jd sad ending 😭
Mira Wahyuni
kemana kemaren mas....kenapa gak dari kemaren2 kasih ketegasan sama si ulet bulu, sekarang nyesal kan....udah terlambat bos 😏
Mira Wahyuni
yg salahkan kamu, ngapain seenaknya ninggalin laki jalan2...msh Untung laki loe blm ngapa2 sama si ulet bulu 😏
Mama Pesek
😭😭😭😭😭😭😭😭
Mama Pesek
dulu aja ngotot Rizar gak boleh berhenti jadi pilot! tapi itu udah pertanda kali ya?
Mama Pesek
akhirnya.......tapi jadi kasian sama Dokter Zam-Zam, semoga mendapatkan jodoh yang baik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!