Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya
Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas
Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.
Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.
Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya
Penasaran dengan kisah mereka?
Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Babak Baru
" Apa kamu yakin dengan apa yang kamu laporkan ini?"
" Saya tuan, saya sudah menelusurinya kembali sebelum melaporkan ke tuan. Laporan ini sudah saya terima dua minggu yang lalu, karna saya merasa tidak percaya maka saya mengambil kesimpulan untuk membuktikan kevalidtannya terlebih dahulu"
" Waktu kecelakaan yang menimpa tuan saat itu bertepatan dengan nyonya Melan melahirkan, tapi sejak saat itu pula nyonya menghilang."
Jika waktu itu Mey melahirkan, lalu siapa yang mengirim pesan dan menyuruhku datang. Pikiran Andrew sangat penuh, banyak pertanyaan yang menyumbat disana. Tak satupun bisa terurai karena semua menemui jalan buntu.
Dan sekarang ditambah menghilangnya Melan beserta sang anak, juga penjebakan terhadap dirinya selama ini. Beruntung Andrew masih selamat walau sempat hilang ingatan bertahun-tahun lamanya.
Sementara pagi itu dirumah besar Bram, Tiara bangun di pagi buta. Tidak biasanya dia begitu. Tapi hari ini dia sangat semangat, memasak didapur sambil bersenandung ria.
Nara yang biasanya selalu mendampingi dimanapun Tiara masih nampak terlelap dalam tidurnya. Bagaimana tidak waktu masih menunjukkan jam 3 pagi. Tapi Tiara sudah berkutat didapur.
Tiara bertekat untuk tidak lagi menyusahkan siapapun, dia akan melakukan pekerjaan apapun sebagai ucapan terimakasihnya pada Bram. Tiara hanya ingin membalas budi sebisa yang dia mampu.
Ya, kemarin sore tanpa sengaja Tiara mendengar percakapan Bram dan Willi. Dia juga mendengar bagaimana sang suami telah menyiapkan pesta pernikahan dengan wanita lain.
Pada awalnya Tiara ingin menyalahkan Bram karena masih menahannya walau dia sudah menemukan keberadaan suaminya, tapi dia tidak boleh berfikiran buruk. Bagaimanapun Bram sudah sangat baik kepadanya selama ini.
Tak dapat dipungkiri, hatinya sangat perih saat ini. Tapi Tiara berusaha bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Selesai !! ucapnya riang.
Semua akan baik-baik saja!! sugesti yang selalu Tiara ucapkan pada dirinya sendiri.
...******🌹🌹🌹🌹*****...
5 bulan berlalu, Tiara pun sudah melahirkan bayi perempuan yang cantik yang ia beri nama Camelia.
Dalam waktu itu juga, Tiara sudah mengetahui bagaimana dia bisa berakhir dirumah Bram selama ini. Doni dan Sam yang tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah Swalayan Bram juga sudah menceritakan tentang penculikannya waktu itu.
Tiara ingin bangkit, dia tidak mau terpuruk dalam kesedihan dan juga kelemahan.
Identitas sebagai Sasya akhirnya benar-benar dia tinggalkan.Dengan bantuan Bram, sekarang dia sepenuhnya menjadi Tiara.
Bram memberikannya sebuah toko kue sebagai usaha pribadinya. Itupun atas hasil usahanya merengek tiap hari dengan alasan bosan berdiam diri terus dirumah. Bram pun mangijinkannya tentu saja masih bersama Nara, Sita dan Lena, karna itu adalah syarat mutlak yang harus disetujui oleh Tiara agar bisa beraktifitas normal diluar layaknya orang kebanyakan.
Sementara itu Dion dan Lilia sampai saat usia pernikahannya menginjak 6 bulan belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Bagaimana bisa hamil, sampai menginjak bulan ke 4 pernikahannya pun Dion masih belum bisa menerima kehadiran Lilia dalam hidupnya. Namun semua berubah saat sang mama mulai jatuh sakit dan memintanya untuk memberikan cucu sebagai kado hari tuanya. Dion yang pada awalnya bersikap dingin pada Lilia pun luluh dan bisa menerima kehadiran Lilia disisinya. Keberadaan Lilia perlahan menggeser kenangan tentang mendiang sang istri.
...***🌹🌹🌹***...
Pagi ini suasana dikediaman Bram sangat lengang, hanya ada beberapa orang saja yang terlihat sedang bekerja. Tapi tidak disebuah Villa dipinggir kota. Disana tampak sekali kesibukan.
Pada akhirnya Tiara menerima pinangan Bram setelah sekian lama. Keberadaan Camelia lah alasan utama Tiara menerima Bram. Tiara tidak ingin sang anak bersedih nanti karna tumbuh tanpa adanya seorang ayah disisinya. Sementara sang ayah kandung sudah berbahagia dengan kehidupan barunya.
" Terimakasih Bram"
" Untuk?" Bram memicingkan alisnya tidak mengerti arah bicara wanita dihadapannya.
Memakai jas berwarna putih tulang, Bram terlihat gagah dengan dandanannya itu
Sementara Tiara terlihat anggun dengan gaun dustypink yang dia kenakan.
" Untuk semuanya" lanjut Tiara
Resepsi yang dilakukan pada hari itu juga hanya mengundang beberapa orang terdekat mereka. Tiara meminta pernikahan yang sederhana, mengingat statusnya dia merasa tidak pantas.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus memperhatikan mereka sejak pertama mereka datang ke villa. Tiara menjadi satu-satunya fokus laki-laki itu.
Setiap gerak gerik Tiara tidak lepas dari pengamatannya.
" Kenapa dia mirip sekali dengan Melan? siapa wanita itu?"
Ya, Andrew lah yang sejak tadi mengamati Tiara. Dia penasaran dengan penampilan dan juga wajah yang sangat dominan dengan Mendiang Melan.
Beberapa bulan lalu, Andrew dibantu anak buahnya berhasil menemukan fakta bahwa Melan telah meninggal dunia. Namun sampai sekarang mereka belum berhasil menemukan keberadaan anaknya.
...Terkadang kita terlahir dengan fisik yang sama...
...namun dengan kepribadian yang berbeda...
...Menjadi hebat dan kuat terkadang membuat orang lupa akan kodratnya...
...Pernahkah kita berfikir akan sebab dan akibat?...
...Segala kejadian yang kita alami semua sudah ada garisnya...
...Dan pasti sesuai dengan perbuatan kita...
...*****🌹🌹🌹*****...
Dengan sangat berhati-hati, Bram mulai menceritakan semua hal yang dia ketahui kepada Tiara, Bram berfikir sudah saatnya Tiara mengetahui yang sebenarnya terjadi.
Namun reaksi yang diberikan Tiara membuat Bram bingung. Tiara nampak hanya diam dan tersenyum.
" Sayang, kamu tidak apa-apa?"
" Tidak, kenapa emangnya?" Tiara mendongak dan balik bertanya membuat Bram salah tingkah. Sungguh bukan itu reaksi yang ada dalam bayangan Bram selama ini.
" Kamu tidak kaget?" Bram berusaha bertanya demi menyakinkan bahwa wanitanya baik-baik saja atau hanya berpura-pura baik padahal hatinya sakit.
" Aku sudah mengetahui semuanya, jauh sebelum aku melahirkan."
" Apa? bagaimana kamu tau?"
" Menguping" Jawab Tiara sambil tersenyum
" Ha, maksud kamu?"
" Iya, aku mencuri dengar ketika dokter Willi berkunjung kemari waktu itu. Mulai saat itu aku mencoba untuk bangkit dan melupakan masa laluku yang ternyata memang menginginkan aku menjauh." Tiara menghela nafas sebelum dia meneruskan ceritanya.
Mereka berdua sedang duduk bersandar pada dask boar kasur, sebelum Tiara menggunakan paha Bram sebagai penopang kepalanya.
" Jadi kamu sudah lama mengetahuinya? lalu kenapa kamu tidak marah padaku karna telah berbohong padamu dan menyembunyikan semuanya?"
" Tentu saja awalnya aku marah mas, tapi aku tau alasan dibalik kebohonganmu. Semua demi kebaikanku walaupun itu tidak bisa dibilang baik. Aku juga sudah bertemu sama Doni dan Sam beberapa waktu lalu mas."
Bram terperanjat, bagaimana bisa Tiara bertemu mereka.
" Sayang, kamu tadi bilang bertemu siapa? Doni dan Sam? bagaimana bisa?"
" Heem, tidak sengaja bertemu waktu itu diswalayan. Awalnya aku mau lari karna melihat Sam, akan tetapi setelah ku lihat Doni juga berada disana aku beranikan diri mendekat"
" Kamu nekat!!, bagaimana kalau mereka itu masih membahayakan kamu?"
" Aku memanfaatkan Nara waktu itu hehe, aku pura-pura saja menginginkan makanan yang ada didekat mereka. Jadinya mau tidak mau Nara mengantarkanku kesana."
" Semua sangat cepat, sampai akhirnya aku meminta mereka menemaniku makan sambil kami mengobrol. Disana pula aku meminta mereka bercerita."
Jelas Tiara sambil tersenyum mengingat kejadian dimana waktu itu, seharusnya dirinya lah yang ketakutan tapi mala sebaliknya, Sam yang sangat kelihatan takut.
" Nara tau? kenapa tidak melapor padaku?"
" Aku yang meminta Nara merahasiakan semuanya, bahkan aku mengancamnya, kalau dia berani melapor maka aku akan pergi dari sini diam-diam." Ucap Tiara sambil menatap Bram yang memandangnya penuh kecemasan
Pada akhirnya Bram hanya bisa menyentil dahi Tiara gemas.
" Sakit !!" Aduhnya sambil mengusap dahinya
" Jangan lakukan lagi, berjanjilah jangan ulangi hal-hal yang membahayakan dirimu, mengerti !!"
" Heum, tapi kalau kepepet masih boleh kan?" Kerling Tiara
" Ckck nakal ya, harus diberi hukuman"
Bram beralih mengelitik Tiara tanpa ampun, mereka bercanda sampai lelah dan tertidur saling mendekap.
Jangan ditanya kapan mereka honeymoon, ingat lah usia Camelia masih 1 bulan
Jadi..Bram harus bersabar lagi.
TO BE CONTINUE
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁
Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚