Awalnya dia membalas dendam demi kekasihnya tapi siapa sangka papa justru menjodohkan kami berdua, lewat tali pernikahan dia sukses melukai hati dan fisikku secara bersamaan. Begitu besar cinta dia untuk kekasihnya sampai-sampai aku sebagai istrinya saja di buat terluka lagi dan lagi. (Salma Adipati)
Tanpa ku sadari ternyata aku jatuh cinta padanya, padahal aku ingin balas dendam saja. Usahaku tidak akan berhenti sampai mendapatkan cinta dan kepercayaannya. (Alga Ranting)
Akankah pernikahan mereka berjalan dengan semestinya atau tidak, yuk simak kisahnya
Karya mengandung 21+ ya.
Yang merasa bocil dilarang melipir
*
Jangan lupa like, love dan bintang 5 nya.
Dukungan kalian adalah mood booster Emak, terimakasih banyak
Mampir di karya Emak yang lainnya juga ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Sulitnya jadi protagonis
Alga tersenyum getir saat ia melangkah ke kamar Salma, sedikit ada rasa bersalah dalam dirinya kenapa ia tidak menunggu Salma saat di kampus bahkan meninggalkan dirinya di rumah tanpa pengawasannya langsung.
'Haduh ... mati gue, kalau terkena mental dan jadi gak seperti semula, gimana nasib gue di tambah duit gue belum banyak untuk melamar Riska suatu saat nanti, kalau dia gak gue lamar pasti di dahului laki-laki lain yang lebih kaya.' Alga menelan salivanya dengan kasar dan terasa berat.
Ternyata teledor sedikit membuat masalah besar, bagaimana jika Pak Adipati tau putrinya baru saja mendapatkan musibah karena kecerobohannya hari ini di tambah lagi jika bapaknya sampai tau, bisa-bisa bukan hanya dirinya yang kehilangan pekerjaan tapi bapaknya juga di tambah lagi Bapaknya yang bernama Arto orang kepercayaan Adipati dari dulu sampai sekarang.
Adipati yang mendengar berita lebih dulu dari pada Alga, sebab para pembantu juga hawatir akan kesehatan nona mudanya takut terkena mental akibat kiriman boneka mengerikan tadi. Bahkan mereka semua saat mengemasi boneka itu bersama-sama tidak berani sendirian takut ada guna-guna di dalamnya.
"Salma, boleh aku masuk?" tanyanya di dekat bibir pintu.
Salma yang pura-pura ketakutan mengangguk saja, pasti sebentar lagi Papa Adipati datang ini kesempatan dirinya untuk menjebak Alga juga. Ia mau Alga tunduk atas perintahnya, lagian duit jaman sekarang bisa bicara dan menutup mulut apalagi hanya membalikkan keadaan, tinggal jentik jari saja sudah beres semua serba instan bukan.
"Maafkan aku ya, maaf atas kecerobohan ku ini. Kamu jadi korban orang yang meneror kamu." Pura-pura tulus yang Salma rasakan, pasti ini skenario Riska dan juga dirinya di tambah lagi tadi Salma menghubungi Papanya dan juga Arto bapaknya Alga, dan Alga tidak pulang atau menemui bapaknya.
Bahkan tadi mata-mata yang di suruh Salma ke tempat pemakaman umum juga tidak melihat Alga di tempat tersebut bisa di pastikan jika Alga sebenarnya tau sesuatu. Salma melakukan aktingnya sebaik mungkin, biar Alga juga yakin jika dirinya tertekan dengan kejadian tadi siang.
Jika dipikir-pikir jadi pusing sendiri, kenapa bisa-bisanya dirinya ini masuk dalam naskah konyol perbuatan dari Riska yang sok suci itu. Bukan berniat menghujat orang lain, tapi kenyataannya memang Riska tidak sebaik apa yang di lihat dari luar, ia tau jika Riska sangat liar di tempat-tempat tertentu. Sebenarnya Salma sudah menyelidiki Riska dari dulu, bahkan bisa di jamin Riska sudah tidak prawa*n lagi sejak di bangku SMA.
'Apa nih bocah cecungnguk sudah gak perjaka lagi ya? tapi jika di lihat-lihat sih masih perjaka terlihat dari bagian belakangnya, tapi entahlah seorang laki-laki juga belum tentu masih segel atau tidak. Astaghfirullah ... Salma, lihat apa sih kamu jangan mentang-mentang punya mata jernih jadi membayangkan sesuatu yang harusnya di bayangkan oleh orang yang sudah berumur 21 plus, ingat masih 20 tahun kurang satu tahun lagi baru bisa lihat yang plus.' Salma segera menepis pemikiran liarnya.
Salma masih tertunduk pura-pura takut, Alga mendekat dan langsung memeluk tubuh Salma dengan erat seraya melantunkan suara yang begitu merdu namun penuh dengan kemunafikan darinya.
"Jangan takut, ada aku di sini Salma yang akan selalu melindungi kamu. Aku janji tidak akan membuat kamu ketakutan lagi Salma, dan akan aku pastikan jika orang yang meneror kamu tidak akan datang lagi." Sambil mengusap surai rambut Salma.
'Ya gak bakalan datang lagi lah, orang yang meneror ini pasti ada hubungannya ko sama kamu. Di tambah lagi kerjanya rapi bahkan CCTV saja mati di jam pengiriman teror itu. Bull s**t tau gak Lo Alga.' Ingin sekali memukul Alga sampai babak belur jika perlu masuk Rumah Sakit sekalian.
Salma mengangguk kan kepalanya.
Pas saat Adipati datang masuk ke kamarnya, tercengang iya tapi berusaha biasa-biasa saja. Sepertinya putra Arto ini ada rasa pada putri semata wayangnya itu. Tapi jika ada rasa kenapa tidak mengungkapkannya dan tidak membuat para orang tua sedih dan galau, mereka berdua tidak tau sebenarnya baik Adipati maupun Arto ada sedikit rencana untuk menjodohkan mereka, tapi tidak mau dengan paksaan biar saja waktu yang akan bicara nantinya.
"Salma." Suara berat Adipati mengejutkan Alga dan membuat Alga langsung melepas dekapannya dan ia terperanjat langsung berdiri dan menundukkan pandangannya, ia takut dan tidak berani menatap Adipati majikan bapaknya.
"Papa," Salma benar-benar aktris antagonis yang berpura-pura dalam wujud protagonis.
Adipati mengusap wajah sembab Salma sambil menenagkan sang putri yang tengah menangis di dalam dekapannya, inilah momen yang paling di tunggu-tunggu oleh Salma pelukan dari sang Papa.
Salma menghembuskan nafas beratnya secara perlahan, ternyata sulit sekali memerankan sifat protagonis dalam dirinya tapi ya sudahlah susah terlanjur pula masuk dalam skenario yang belum di ketahui siapa sutradaranya.
Alga diam di tempat saat ekor mata tajam itu menatapnya penuh dengan amarah.
***
Kasihan banget kamu Alga😂😂
ditunggu