NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Pacarku

Aku Hamil Anak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:89.9k
Nilai: 5
Nama Author: Revina Willy

⚠️⚠️ NO PLAGIAT!!

UPDATE SETIAP HARI KAMIS & MINGGU JAM 21.00 WIB

Hari-hari bahagia Silvia mendadak hancur begitu saja karena dirinya yang tiba-tiba mengandung anak dari pacarnya.

Di tengah-tengah reputasi buruknya itu, apakah Silvia dapat bertahan?

Yuk pantauin terus ceritanya! 😉

-----

Cerita ini dibuat berdasarkan imajinasi author semata. Jangan lupa untuk like, comment, dan vote ceritanya ya para readers yang budiman..

-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Revina Willy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar (2)

Sekarang semuanya sudah jelas. Pantas saja Kak Sera menyuruhku berhati-hati dengan orang bernama Mawar itu. Ternyata Kak Sera sudah tau kalau Mawar itu membenciku.

"Oke, aku bakal jauhin dia." Ucapku.

Rendi tersenyum. Perasaannya yang lega itu terpampang jelas di wajahnya. Apa Mawar segitu berbahayanya sampai-sampai Rendi menunjukkan ekspresi seperti ini?

"Oh iya, Surya itu teman sekelasmu kan?" Tanya Rendi padaku.

"Iya, kenapa?" Tanyaku balik.

"Dia itu teman dekatnya Mawar. Kamu juga harus hati-hati dengannya." Jelas Rendi.

"A..apa? Kenapa Surya? Dia itu temanku. Kenapa aku harus hati-hati dengan dia?" Aku mengerutkan dahiku.

"Yang penting keselamatan kamu Silvi." Balas Rendi.

Aku hanya diam tak menjawab. Aku bingung harus memilih yang mana. Rendi adalah pacarku dan sudah pasti dia menginginkan yang terbaik untukku. Tapi Surya.. dia temanku. Aku, Tania, Farel dan Surya, kami semua sangat dekat di kelas.

Aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku harus memusuhi teman baikku sendiri bukan?

"T.. Tunggu! kamu bilang Surya itu teman dekatnya Mawar kan?" Tanyaku pada Rendi.

"Iya, kenapa?" Jawab Rendi.

Kalau begitu, artinya aku benar. Kakak cantik itu adalah orang yang pernah tak sengaja bertabrakan denganku saat di ruang BK waktu itu. Ternyata kakak cantik itu adalah kakak kelas yang sudah menjadi langganan BK?

Bagaimana bisa aku tak mengenalinya? Hanya karena dia tak memakai gincu yang tebal di bibirnya, aku jadi tidak bisa mengenalinya. Dia terlihat sangat cantik jika berdandan natural begitu.

"Kamu udah gapapa kan? Perlu istirahat gak? Kalau iya kamu disini aja ya, jangan ke kelas dulu." Ucap Rendi.

"Gapapa kok cuma luka gini doang." Balasku.

"Ya udah aku pergi dulu ya. Sudah bel soalnya."

Cup

Sempat-sempatnya Rendi mencium keningku sebelum pergi. Dasar Rendi. Kalau begini kan aku jadi tidak rela membiarkannya pergi.

*POV Mawar

Tett.. Teet.. Teett..

Bel terus berbunyi. Semua orang terlihat tengah bergegas ke kelas mereka masing-masing. Tapi tidak denganku. Untuk apa aku melakukan itu? Di dalam kelas aku hanya akan duduk sambil memperhatikan guru. Huh! Membosankan.

"Eh? kakak juga di sini?"

"Oh? Ada lo juga?"

Aku Mawar. Orang yang baru saja menyapaku di hadapanku kini adalah Surya. Usia kami berpaut 2 tahun. Dia adik kelasku, tapi kami sangat akrab hingga terkadang aku melupakan jarak usia kami berdua.

Berbeda denganku yang berasal dari keluarga berada, Surya hanyalah murid beasiswa biasa. Aku dan Surya bisa saling mengenal karena kami sama-sama bermasalah di sekolah.

"Kakak kenapa? Lagi kesel ama orang ya?" Tanyanya, yang tanpa sadar membuat diriku tersadar dari lamanunanku.

"Lo emang peka ya." Kataku.

"Engga, kakak kan kalau lagi kesel pasti kerutan di kening kakak bakal keliatan lebih jelas."

Mataku terbelalak lebar sesaat dia berkata seperti itu. Apa dia menyindirku kalau aku ini sudah tua? Kenapa harus membawa-bawa kerutan di keningku sih? Kerutan ini sudah ada sejak lahir tau! Padahal kerutan ini sangat tipis hingga tidak akan bisa terlihat dalam sekali pandang.

"Lo mau gue buat ga bisa bicara seumur hidup?" Kataku sambil menatap tajam.

"Hm? Emangnya bisa?" Balasnya.

"Mau gue buktikan? Gue ini penerus keluarga Valrose lho! Yang begitu doang sih mudah." Aku tersenyum getir.

"Haha kakak bercandanya jangan begitu dong, aku juga yakin kakak ga bakal beneran ngelakuin itu." Balasnya.

"Yah itu memang benar sih." Kataku.

Padahal aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku tadi lho! Aku bisa saja menyuruh bawahanku untuk membuatnya tak bisa bicara lagi seumur hidup. Yah meski aku tak akan melakukan itu padanya.

"Lo bolos lagi?" Tanyaku.

"Iya, aku suntuk di dalam kelas." Katanya.

Tempat ini adalah tempat yang posisinya lumayan jauh dari gedung utama. Green Agate. Tempat ini adalah taman terkecil yang ada di sekolah. Letaknya sangat jauh dari keramaian.

Orang-orang tidak tertarik untuk datang kemari. Alasan umumnya karena taman ini tidak banyak dihiasi oleh warna.

Berbeda dengan taman-taman lain yang dihiasi dengan beragam bunga hias, Green Agate hanya dihiasi dengan tanaman yang berwarna hijau saja.

Aku memanfaatkan tempat ini untuk melarikan diri dari OSIS. Taman Green Agate adalah tempat favorit ku di sekolah ini.

"Oh iya, kakak sendiri juga ngapain kesini?" Tanya Surya padaku.

"Oh gue? Jadi gue ada masal-"

"MAWAR!!"

Aku tersentak kaget mendengar suara sergahan itu. Aku tau siapa pemilik suara ini. Tapi kenapa dia ada di sini? Rasanya sangat mustahil ada orang yang datang kemari disaat jam pelajaran.

Tapi, aku tak menganggapnya aneh karena itu Rendi, mantan pacarku.

"Oh, hai sayang. Kangen aku ya? Mau balikan?" Godaku.

Wah wah lihat ekspresinya itu! Tatapan tajam yang rasanya akan menusukku, kedua telapak tangan yang dikepalkan, hingga bibirnya yang tak melengkung sama sekali itu. Dia pasti sangat marah.

Aku tersenyum getir. Kulihat Rendi mendekat menghampiriku.

"Hm? Kenapa?" Tanyaku padanya saat dia sudah berdiri tepat di hadapanku.

PLAAKK!!

Tanpa kusangka-sangka sebuah tamparan yang amat keras mendarat di pipiku. Sakit? Perih? Tentu saja. Untuk apa menanyakan hal yang sudah jelas? Tapi di sisi lain pipiku terasa seakan mati rasa saking sakitnya.

"Kakak!"

Kulirik Surya yang berada di sampingku. Matanya terbelalak kaget saat melihatku. Bahkan aku sendiri juga terkejut karena perlakuan tiba-tiba yang aku dapatkan ini.

"Maksud lu apa dateng-dateng nampar orang hah? Lu ngajak berantem? Walaupun lu pacar teman gue, gue ga bakal toleransi!" Lawan Surya.

Nada suara Surya terdengar lebih tinggi dari biasanya. Aku senang sih jika dia marah seperti itu demi diriku. Tapi aku juga khawatir jika dia sampai terluka karena aku.

"Cewek j#lang ini melukai pacarku!" Ucap Rendi dengan nada yang tak kalah tinggi.

"Pacar lu? Maksud lu Silvia?" Tanya Surya pada Rendi.

"Ya." Jawab Rendi.

Tatapan bengis Rendi yang seolah ingin membuatku menghilang dari dunia ini. Padahal 1 tahun yang lalu aku masih ingat dirinya yang menatapku hangat dengan matanya itu.

"Wah wah lu sampai rela mau berantem demi tuh cewek? Lu jadi beneran suka ama dia ya?" Sindir ku.

Rendi mengerutkan dahinya. Sepertinya ia terkejut karena perkataanku barusan. Aku suka itu. Apa dia pikir selama aku berpacaran dengannya, aku tak mengenalnya?

"Itu bukan urusan lu." Balas Rendi.

Nada suaranya yang terdengar dingin. Aku sudah tak merasa asing lagi dengan hal itu. Tapi.. tetap saja aku masih merasa sedih mendengarnya.

"Iya! Memang bukan urusan gue! trus lu mau apa?" Kataku.

"Jangan ganggu pacar gue! Ini peringatan buat lu! Kalau gue tau lu mau macem-macem lagi, lu ga bakal selamat dari gue." Ancam Rendi. Setelahnya ia berbalik arah dan pergi.

"Kak.. yang dia bilang itu bener?" Tanya Surya padaku.

Bukannya menjawab, aku hanya diam saja sambil menatap mata Surya. Diamku ini.. sama saja seperti membenarkan perkataan Rendi barusan.

*****

Mawar

1
Qaisaa Nazarudin
Kamu aja yg Bodoh,Farel itu tau Rendi itu seperti apa,makanya dia ingin melindungi kamu,Dasar ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Udah End aja,Gak ada kelanjutannya,Endnya kayak kegantung gitu, Ceritanya gak tuntas menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Rendi udah biasa ngelakuin itu ke cewek2 yg lainnya juga..
Qaisaa Nazarudin
Apakah Rendi akan bertanggungjawab setelah ini?Atau biasa saja..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang Rendi sayang dan cinta sama Silvi,Harusnya dia menjaga Silvi bukan malah metosaknya,Ckk anak remaja jaman now..🤦🤦
Juju Siti Julaeha
pergaulan bebas dapat mengakibatkan seperti ini, hati hati aja
Toto Suharto
ceritanya bagus...konfliknya bikin baper dan penasaran...semangat lanjut dong thour...
Wahyuni
nanggung
@shiha putri inayyah 3107
kok gak ada lanjutannya...?🤔🤔
Hernawati Sitohang
jangan terjebak cinta rendi
Hernawati Sitohang
up
Rider Frost
ko ga up ya, lama thor
re
Next
Freen 🐰
hadir ya
Яцяу
farel pelindung sejatinya silvi
ai'
lanjut thor hehe
ai'
Jadi kepo ma zizi
indah
Bagus, awal yg menarik, jadi ingin baca lanjutannya karena banyak kemungkinan yg akan terjadi. Tutur bahasanya juga👍👍
mama angga
lanjuuuutttt
ai'
Rendi kek pedopil sih...eh bentar² keknya mereka mau olimpik bareng deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!