Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur
" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia
Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Di Apartement kini tinggalah Zeline dan Arthur.sementara Angelina dia sudah pulang di jemput oleh supir keluarga Mahatama.
Zeline saat ini sedang merapikan baju nya dan juga baju Arthur. Tiba-tiba aktivitas Zeline terhenti saat mendegar Arthur mengigau nama Thalia untuk yang pertama kali.
"Tuan...tuan anda kenapa? Tuan bangunlah.."
Arthur menguliat menatap sekeliling kamar nya namun ia tak menemukan orang yang dia cari
"Thalia..thalia ke mana?" Tutur Arthur pria itu masih setengah sadar.
"Maaf tetapi bukannya Nona Thalia telah tiada." Zeline menjawab dengan hati-hati.
Pria itu kesal ia lantas bangun dari tidurnya lalu mencengkram dagu wanita itu dengan cukup
keras. " Ya wanitaku telah tiada itu semua gara-gara kau. Aku sangat membencimu wanita bodoh."
Arthur menlepaskan cengraman dagu Zeline.
Kenapa..kenapa harus aku yang selalu di salahkan? ini juga bukan kemauanku. Aku juga tidak pernah berharap ini semua akan terjadi dalam hidupku.
Wanita tegar itu menghapus air mata nya. Sebelum ada orang lain yang melihat bahwa dirinya menangis.
Dia boleh terlihat lemah di mata suaminya. Tetapi di hadapan orang lain wanita itu akan berusaha tegar setegar batu karang.
Arthur kembali masuk ke dalam kamar." Buatkan aku kopi bodoh.."
" Akan segera saya buatkan Tuan." Zeline segera berjalan ke dapur. Untuk membuatkan pesanan yang di minta oleh Arthur.
Zeline langsung membawa kopi buatan nya kedalam kamar. Ia meletakan cangkir itu di atas nakas yang berdekatan dengan ranjang.
Kenapa kopi buatan wanita bodoh itu selalu enak? Sebenarnya waktu itu Arthur berbohong yang menyebutkan kopi buatan Zeline tidak enak. Arthur hanya tidak ingin wanita itu menjadi besar kepala.Karena Arthur menyukai kopi buatannya.
" Kenapa kau masih berdiri di situ?"
" Oh ya aku tahu.Pasti kau menunggu penilain ku terhadap kopi buatanmu iya kan?" Sambung Arthur lagi seringai menghiasi wajah tampan nya.
" Kopi buatanmu masih belum enak. masih terasa hambar di mulutku ini."
"Maaf Tuan.."
Arthur menatap penampilan Zeline dari atas kepala samapai ke ujung kaki. Seperti nya mengerjai wanita bodoh ini akan sangat menyenangkan guman Arthur.
" Kau kemarilah.." Arthur menepuk lembut pinggir kasur sebelah nya.
" Ada apa Tuan?" Gemetar Zeline menjawab.
Pria itu mulai mencegkram dagu Zeline namun dengan lembut. " Sudah berapa kali ku katakan padamu jangan menyebutku dengan sebutan Tuan apa kau tuli?" Arthur menarik dagu Zeline.Yang asal nya lembut kini menajadi semakin kasar.
" Maafkan aku..aku janji tidak akan menyebutmu lagi dengan sebutan Tuan."
" Baguslah kalau kau tau." Dia mendorong tubuh Zeline tanpa belas kasihan. Padahal Zeline adalah orang yang berstatus sebagai istri nya.
-
Pagi hari Zeline bagun masih subuh sekali. Ia bangun pagi-pagi buta begini hanya untuk membuatkan Arthur makan yang berbeda dari yang dia masak sebelum nya.
Oke hari ini aku akan membuat makanan istimewa untuk Arthur. Dan menu itu adalah omelet telur ya walaupun tidak terlalu mengesankan.Tetapi setidak nya menu itu sedikit berbeda benar bukan?
Dua kali bel berbunyi.Wanita itu mencuci tangan sebelum pergi untuk membukakan pintu.
Mama mertua? haduh bagaimana ini. Oh aku harus memerankan peranku dengan baik jangan sampai Arthur semakin hari semakin membencinku.
" Sayang apa kau tidak ingin mempersilahkan Mama masuk?" Tutur Leta lembut.
Zeline terhenyak dari lamunannya. " Maaf Ma...hehe mari silahkan masuk Ma." Zeline mempersilahkan Mama mertua masuk.
Wanita paruh baya namun masih cantik itupun masuk ke dalam Apartemen. Ia duduk di atas sofa sembari menengok ke kasa ke mari. Mencari sang putra.
" Sayang apakah Arthur belum bangun?"
" Sepertinya belum Ma. Apa mau Zeline bangunkan?"
" Tidak usah biarkan dia tidur. Oya apakah kemarin Angelina merepotkanmu?"
Zeline tersenyum " Tidak Ma..Angel tidak merepotkanku sama sekali."
" Apa Mama mau Teh..atau." Sambung Zeline.
" Biar nanti Mama bikin sendiri. Sepertinya kamu sedang memasak. Bolehkan Mama membantu?"
" Tapi Ma.."
" Tenang saja Mama masih kuat kok."
Ibu dan menantu itu mulai memasak ada obrolan kecil yang mereka lakukan. Sambil memasak mereka selingin dengan obrolan-obrolan kecil.
Tanpa mereka sadari ada dua sorot mata yang sedang memperhatikan mereka berdua. Dia tersenyum namun hanya ke arah ibu nya saja.
Kenapa orang-orang menyukai wanita bodoh itu.Dia bahkan telah melenyapkan nyawa wanita yang di cintaiku.
Laki-laki itupun turun ke bawah untuk menemui Mama tercinta. Sebenarnya Arthur bukan tak ingin sang Mama mengunjungi nya. Hanya saja Arthur malas untuk main drama-dramaan dengan wanita bodoh itu.
" Mama."
Arthur menyapa sang Mama yang sedang berkutat di dapur dengan wanita bodoh nya.
" Kau sudah bangun."
" Hemm..kenapa Mama tak mengabariku jika mau ke sini aku atau Frans kan jadi nya bisa jemput Mama."
" Kau ini bodoh atau bagaimana Mamamu kan punya banyak supir di rumah."
" Hehe.." Tawa simpul Arthur.
Ah gara-gara wanita bodoh itu aku menjadi ketularan bodoh seperti nya. Awas saja kau wanita bodoh.
Tuan..tuan kau kan orang kaya banyak supir di rumahmu yang bisa mengantarkanmu ke manapun kau mau. Memang nya aku. Aku mau kemanapun harus menunggu angkotan umum datang dulu.
Sebentar lagi masakan hampir selesai. Zeline kini mengambil alih semua. beruntung..Zeline beruntung memeiliki Mama mertua sebaik Leta.
****
Masakan Zeline yang di bantu oleh Leta membuatnya kini telah setengah ludes. Arthur memakan masakan nya dengan lahap, dan itu membuat Zeline tersenyum.
Mereka bertiga pun telah selesai melakukan ritual sarapan pagi nya.
" Mama masakan Mama enak sekali.. omelet nya enak sekali." Puji Arthur sebelum mengetahui siapa yang memasak makanan itu.
" Itu buatan istrimu.Mama hanya membantu nya sedikit." Leta tersenyum menatap exspresi wajah Arthur.
pasti wanita bodoh itu pd sekali karena aku memuji masakan nya. Tapi memang kenapa makanan yang selalu di buat oleh nya selalu saja enak.
Zeline mengekerutkan kening nya kenapa wjah Arthur menjadi seperti itu. Apa mungkin karena makanan nya buatanku? Pasti..pasti karena itu kan masakanku selalu tidak enka di mulut nya.
" Mama kenapa pagi-pagi sekali ke sini." Pria itu mencoba mengalihkan ucapan nya yang tadi.
" Memang nya kenapa? apa Mama tidak boleh ke sini?" Leta pura-pura merajuk.
" Bukan begitu Ma.."
" Sudah..Mama kemari ingin menanyakan apakah calon cucu Mama sudah jadi?"
Perkataan Leta membuat suami istri itu menjadi bingung untuk menjawab. bagaimana mau mendapatkan cucu melakukan nya saja aku belum pernah gumam Arthur.
Arthur memelotokan mata nya kode pada Zeline untuk menjawab Leta.
" Zel-Zeline belum Ma.."
Terlihat jelas raut wajah Leta sedikit berubah. Ia sangat menginginkan cucu.
" Makanya kau harus lebih giat untuk melakukan nya." Ucapan nya mengarah pada raut wajah Arthur.
Leta merubah raut wajah nya. Ia sadar memiliki seorang cucu tidak segampang membeli permen.
Bagaimana mau memiliki anak suamiku saja bahkan membenciku apa mau dia memiliki seorang anak yang terlahir dari rahimku.Kurasa tidak.
" Yasudah tidak apa-apa anak itukan rezeki..tapi kalian berdua juga harus usaha untuk mendapatkan itu."
" Iya Ma doakan saja agar istriku segera hamil." Perut Arthur bergejolak mual ia ingin segera menarik kembali kata-kata nya.
" Maaf Ma.."
" Kau tidak salah sayang." Leta mengelus tangn Zeline penuh kasih sayang.
Mereka bertiga pun berbincang-bicang hangat sebelum Akhirnya Leta mengajak anak dan menantunya untuk berjalan-jalan ke Mall.
LIKE
KOMEN
AND VOTE YA😉☺🤗
Semangat ya.