NovelToon NovelToon
OH MY LORD

OH MY LORD

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:153.2k
Nilai: 5
Nama Author: laplusbelle

Summer Rindu Mahawira adalah bungsu dari empat bersaudara. Meninggalkan Indonesia menjadi pemberontak di keluarga Mahawira. Melepaskan impian Adyuta Mahawira, papanya dan menjalani hidup sebagai seniman.

Sementara ada Jason Cyrus Udayana sahabat kakak ketiganya Sean Alexi Mahawira yang tidak lelah mengejar Summer.

Kemudian di New York Summer bertetangga dengan pria berwajah mirip dengan Nicholas Saputra.

Selalu ada drama !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laplusbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Let You Go

Tubuh kecil itu masih tertidur dalam dekapan Finlay, entah siapa yang memulai karena seingatnya dini hari tadi mereka hanya berpegangan tangan setelah Summer terbangun lagi oleh mimpi buruk.

Finlay tidak bergerak sedikit pun, ia tidak ingin membangunkan gadis rapuh yang teriakan lebih histeris daripada malam sebelumnya. Finlay menenangkan Summer, hingga gadis itu terlelap sebelum dirinya.

4 jam kemudian ia terbangun dan mendapati Summer seperti anak kucing dengan tempat tidur nyamannya, yakni berlindung pada dada Finlay.

Semakin ia mengenal Summer dengan segala ketidakberdayaannya membuat Finlay terjatuh lebih dalam pada perasaan yang telah lama terkubur.

Gadis itu mengingatkan kepada Gabby-nya, kekasih kecilnya yang harus meninggalkan dunia terlalu cepat pada usia 15 tahun. Gabrianna Alistair, gadis yang dikenal Finlay sejak kecil merupakan calon pendamping yang telah disepakati oleh pihak kerajaan. Walau keluarga Gabrianna bukan dari kalangan bangsawan, namun kedua kakek mereka telah bersahabat sejak dahulu kala. Itu pula yang membuat Gabby mempunyai akses ke pesta-pesta kerajaan sejak dini.

Gabby-nya adalah gadis yang sangat cantik, derai tawanya menghangatkan bahkan ketika badai salju melanda Mersia. Hingga vonis dokter mengatakan hidup Gabby tidak lebih dari 3 bulan dan keceriaannya pun hilang, derai tawa berganti derai air mata. Gabrianna masih terlalu muda untuk mendapatkan berita yang sangat buruk, dia belum siap.

Kembali pada waktu itu, Finlay tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa melihat betapa rapuhnya Gabrianna, yang terus menangis dan meminta ditemani di ruang perawatan intensif. Hingga maut menjemput, Finlay berada di sampingnya dan mengucapkan janji-janji indah bahwa "hanya Gabrianna Alistair cinta pertama dan terakhirnya".

Maafkan aku, Gabby sayang.

Finlay mengecup lembut puncak kepala gadis yang sedikit tersentak, mungkin Summer kaget mendapati dirinya berada dalam pelukan.

"Pagi, Darling..." Gumam Finlay yang enggan melepaskan pelukan malah mengeratkan dekapannya.

Ia mencintai Summer, gadis yang bisa menangis sembari mengulas sebuah senyuman.

"Finnie.. maafkan aku, mungkin aku yang mendekatimu." Ucap Summer terbata dan degup jantung yang meningkat mendapati dirinya dalam pelukan sang pewaris tahta. Wangi pohon, hutan seusai hujan turun bercampur apel menguar di inderanya, maskulin sekaligus menggoda untuk tetap membenamkan tubuh dalam dada kekar Finlay.

"Mungkin aku yang menarikmu." Ucap Finlay menjatuhkan bibir pada kening gadisnya.

Gadisnya, mulai hari ini ia akan memanggil Summer sebagai miliknya.

"Kau tidak kembali ke Palace, Finnie ?"

"Ini hari Sabtu, Darling. Bahkan seorang putra mahkota pun harus beristirahat menikmati akhir pekan bersama dengan kekasihnya."

Summer menghela napas pendek yang sesak karena aroma tubuh Finlay sangat memabukkan.

"Aku bukan kekasihmu, Finnie."

"Belum.. bagimu, tapi bagiku kaulah wanita yang paling dekat denganku. Tidak ada dalam sejarah, aku pernah menghabiskan semalaman dengan wanita apalagi berpelukan hingga pagi datang."

Finlay lalu mengurai pelukan dan berbaring telentang dan membiarkan Summer berbantalkan lengannya.

"Berkencan adalah hal yang sangat aku jaga dari publik, walau itu hanya sebuah kencan tidur bersama. Iley sangat mengenal aku, Summer. Saat melihatmu di New York, aku ingin berkenalan denganmu namun Iley melarangku katanya aku hanya akan menjadikanmu sebagai salah satu koleksi wanitaku. Dan lihat kita sekarang, gadis koleksi Robert Finlay tidak akan mendapatkan perlakuan khusus sepertimu Summer."

"Seperti tadi aku katakan, hanya kencan beberapa kali dengan seorang wanita dan tidak pernah menghabiskan waktu semalaman. Tidak melihat drama mimpi buruk sang gadis, tidak pernah menghapus air mata seorang gadis. Setidaknya selama 13 tahun terakhir. Kau.. adalah wanita spesialku." Ucapnya jujur, tidak ada yang perlu ditutupi menjadi sok suci di depan Summer, sebagaimana ia mengenal gadis itu luar dan dalam.

Summer melirik Finlay dengan ekor matanya, pria yang memerhatikannya juga "Apakah ini sifatmu, selalu mendapatkan semua keinginan walau pihak kedua belum mengiyakan."

Finlay tertawa kecil "Jadi kapan kau akan mengiyakannya, Darling ? Ya.. ini salah satu dari sifatku sebagai orang yang akan memimpin Mersia. Kau sudah bisa membaca beberapa sifatku, bukan?"

"Percaya diri tinggi"

"Yes, that's me Darling. Apalagi?"

"Hmmm... Kau baik, sopan."

"Dan alim? hahaha.. Apa yang sedang kau sebutkan itu, Summer. Terdengar kekanak-kanakan. Iley dan aku dididik sejak kecil semua adab dan tata krama karena kami adalah cerminan kerajaan ini. Jika ada anggota kerajaan di penjuru bumi dan mereka ugal-ugalan, no manners pasti akan menjadi bahan pembicaraan yang tidak ada habisnya oleh rakyat dan orang diluar kerajaan."

Finlay tergelak tawa ringan lalu ia kembali merengkuh tubuh Summer "Aku seperti menyombongkan diri padamu, Summer. Ayo bangun dan kita sarapan. Sepedaku sudah ada, kita bisa ke tebing pagi ini."

Senyuman hadir di bibir Summer, pria pewaris tahta itu selalu sukses membuatnya bahagia.

"Mau."

"Mandi dulu, Darling ."

Dasar ! Summer tertawa geli setiap Finlay menyebut kata mandi

Pria tampan bermanik hijau itu kembali mengecup kening Summer dan menarik tubuh gadisnya untuk bangun.

"Kau duluan yang mandi karena aku harus menghubungi asistenku dan beberapa orang."

Summer pun mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi.

Bahkan ketika akhir pekan Finlay setidaknya harus mengabarkan kepada beberapa orang kepercayaan tentang keberadaan dirinya agar ketika Sang Raja tidak bisa menghubungi anaknya, jajaran tangan kanan Finlay bisa memberikan informasi walau itu tidak sesuai kenyataan. Seperti sekarang ia harus mengatakan sedang di kastil, bukan berada di pedesaan bersama gadisnya.

...

Maid seolah paham jika Lord Finlay akan sarapan bersama dengannya, hingga menu yang biasa hanya berupa 2 macam kini berbagai roti, dan menu sarapan lain yang tidak pernah Summer lihat sebelumnya tersaji di atas meja di teras samping rumah.

Finlay yang selalu tampil menawan, pagi itu mengenakan sweater berwarna hitam dengan rambut sehalus sutra tersisir rapi, sang pewaris tahta nampak lahap menyantap sarapannya dengan elegan.

Kembali Summer tekankan, elegan ! Berapa kali mereka makan bersama, hal itu menjadi perhatian Summer. Mengambil kata-kata Finlay "tidak pernah dalam sejarah hidup" Summer melihat seorang menyantap makanan seelegan pria di depannya.

Finlay dengan tata krama tinggi berbanding jauh dengan Summer yang berkelas warteg, warung bakso dan tukang gerobak keliling.

"Kau tidak akan kenyang hanya dengan melihatku, Darling." Ucap Finlay menatap lurus ke arah Summer, pria tampan itu memicu sikap groginya dan maid menahan tawa dengan kepala tertunduk.

Summer lalu melanjutkan sarapannya dengan bersikap diam, sembari mencoba mempraktekkan gaya makan Finlay.

Sungguh kaku, seperti kanebo kering !

...

Sementara itu di waktu yang bersamaan. Negara beribu pulau, di sebuah restoran ternama ibukota Samuel Rumi duduk dengan sedikit gugup menanti pria yang intens membalas pesannya.

Dari email-email terbalas, Samuel bisa menyimpulkan pria yang akan ditemuinya sangat supel karena Seth Grayson sering menyelipkan humor dalam setiap balasan pesan mereka.

Pandangan Samuel tertuju kepada 2 pria bersuit navy dengan kemeja biru berjalan mendekat, senyuman merekah dari pria yang berjalan di depan.

"Samuel Mahawira, akhirnya kita bertemu." Ucap Seth sembari menjabat tangan erat Samuel.

Seth berambut coklat kemerahan dengan bermanik biru, tinggi badan mereka pun hampir sama, Samuel membatinkan perkataan itu sembari mengukir senyuman lebih lebar.

"Mr. Seth Grayson, selamat datang di Indonesia. Bagaimana pendapat anda dengan negara kami? Tentu tak seindah dengan Skotlandia."

"Panggil saja Seth, dan oh yah ini Jordan Wakil Manager Business Development Montrose Corporation."

"Samuel."

"Jordan." Kedua pria yang hampir seumuran saling berjabat tangan dengan mantap kemudian ketiganya bertukar kartu nama sebelum mendaratkan tubuh pada kursi empuk restoran Italy tersebut.

"Sam, aku suka dengan cuaca kota ini. Matahari bersinar sangat terik, sangat bagus untuk berjemur, mungkin aku masih ada kesempatan untuk melakukan itu sebelum pulang. Dan suhu Skotlandia sangat beda dengan di Jakarta, sangat dingin karena berdekatan dengan kutub." ucap Seth diikuti anggukan kepala Jordan yang tersenyum simpul

"Tidak ada yang sempurna, kami bahkan menginginkan cuaca dingin di sini ketika suhu mencapai 35 derajat." Sahut Samuel terkekeh

"Karena kita akan bekerja sama.. Jadi suatu hari atau mungkin dalam waktu dekat kau akan ke Mersia, Sam." Ucap Seth akrab seolah mereka telah mengenal lama

Samuel memanggil waiters untuk mencatat pesanan menu mereka. Ketiganya terlibat percakapan santai sembari membahas menu makan siang yang bisa ditebak selera mereka yang saling berbeda.

"Maafkan aku jika bertanya seperti ini, Seth. Tapi ini sangat menggangguku sejak kita intens berkomunikasi."

Seth membulatkan manik biru miliknya sembari tersenyum simpul

"Apa pertanyaannya, Sam?"

"2 hari ini aku mencari tahu Montrose Corporation dan perusahaan kalian sangat hebat tapi mengapa bisa mengenal Trisakti Jaya Nusantara yang notabene hanya sebuah perusahaan kecil di Asia Tenggara, bahkan bisa mengenalku dengan baik. Maafkan aku, Seth.. hanya saja aku terus memikirkan itu."

"Dan tidak bisa tidur ?" Seth tergelak tawa sembari membuka map di depannya. Ia pun menyodorkan sebuah foto kepada pria di depannya

Samuel terperangah melihat foto Summer bersama dengan seorang pria yang tengah asyik mengobrol di sebuah taman.

"Rindu." Gumamnya lirih dengan suara bergetar mengusap gambar adiknya "Bagaimana bisa kau mengenal adikku, Seth."

Seth tersenyum simpul sambil menaruh gelas berisi wine yang baru saja membasahi tenggorokannya.

"Summer Rindu Mahawira, jujur aku tidak mengenalnya, Sam. Tetapi pria yang bersamanya sangat mengenal adikmu. Beliau CEO kami, teman dekat Nona Summer."

Dada Samuel mendadak bertalu kencang, ia tahu jelas CEO Montrose Corporation dari berita yang dibacanya di laman pencarian.

"Lord Robert Finlay yang mengutus kami untuk menawarkan kerja sama denganmu, Sam. Sebuah kerja sama berupa bantuan modal berapa pun itu, dengan dua syarat." Ucap Seth dengan gaya bahasa formal

Samuel tidak kuasa menyahuti hanya bisa menjawab melalui raut wajahnya yang berubah menjadi tegang.

"Nona Summer meminta perpisahan resmi dengan Tuan Jason Udayana dan nama Nona Summer keluar dari keluarga Mahawira. Kami sudah mempelajari perusahan Tuan Jason dan Perusahaan Mahawira. Sam, kau pasti tahu luar dan dalam kedua perusahaan yang akan kita usik. Jadi, apapun yang kau butuhkan Montrose ada di belakangmu."

...

Summer sempat mengkhawatirkan Finlay yang akan melewati pusat kota kecil untuk mencapai tebing, namun pria yang mengayuh sepeda di sampingnya menunjukkan jalan pintas yang sama sekali tidak terpikirkan olehnya.

Berkali ia melewati jalanan ke pusat kota, dan mengira jika belokan ke kanan jalan merupakan jalanan ke sebuah rumah seseorang. Dan jawabnya setelah melewati ruter tersebut ternyata hanya berupa jalanan tak berpenduduk dengan pemandangan memukau mata.

Kembali Summer melihat banyaknya bunga liar yang tumbuh beraneka ragam di tepian jalan, sungguh indah dan Finlay melengkapinya.

Tidak, Finlay-lah pusatnya. Pria yang mengisi hari-hari Summer, walau ia telah menampik pernyataan terang Finlay tentang perasaannya. Namun tetap saja perkataan Finlay terekam jelas di ingatan Summer.

"Katanya mau mengajakku balapan namun kau terlihat mengayuh sepeda seolah kita sedang berbulan madu, Darling ?" Canda Finlay terbahak tawa menyulut pipi Summer bersemu merah

Gadis menggunakan sweater berbahan sama dengan Finlay kemudian memacu sepedanya dengan kencang, mendahului pria tampan yang mengejarnya dari belakang.

"Apakah kau atlet sepeda di kotamu, Summer ?" Seru Finlay tak berapa lama telah menyusulnya dengan wajah berseri, sangat santai.

"Aku bersepeda ke sekolah, sejak umur 8 tahun hingga usia remaja." Sahutnya sembari memfokuskan mata pada jalanan aspal yang di depan.

"Kau sungguh mandiri, Summer. Dengan basic keluargamu harusnya mereka memberimu seorang sopir pribadi."

Summer spontan menghentikan sepedanya karena perkataan Finlay.

"Kau seolah mengenal keluargaku, Finnie." ucapnya dengan sorot mata tajam

Finlay menganggukkan kepalanya sekali yang menghentikan sepedanya "Tentu saja, Darling. Aku harus mengenal semua hal kecil tentangmu. Tapi simpan wajah penuh tanyamu, Summer. Aku akan menjawab apapun pertanyaanmu di tebing, ayo..." pria tampan itu kembali mengayuh sepedanya dengan pelan dan terus menengok menanti Summer.

Jarak kediaman Bibi Anne melalui jalan pintas ke tebing terpangkas menjadi 5 kilometer. Setelah mencapai akhir jalanan berbatu kecil, 500 meter kemudian mereka telah tiba di pinggir jalanan beraspal menuju tebing favorit Summer.

"Kau terlihat tidak lelah sama sekali, Finnie." Summer memerhatikan pria yang menggenggam jemarinya sembari mendaki menuju tebing, Finlay tidak kehilangan napas setelah berbalapan sepeda kemudian dilanjutkan menaiki padang berbukit nan indah tersebut.

"Dalam seminggu aku berolahraga setiap paginya, Summer. Gym, berlari, bersepeda, martial arts, berenang, berkuda, polo, rugby, sepakbola, menembak, katakan apa saja itu aku ahli dalam segala jenis olahraga yang diperlombakan di Olympiade."

"Termasuk senam ? Skiing ?" Sahut Summer tergelak tawa

Finlay tertegun melihat tawa indah Summer, ia pun mendekap tubuh gadisnya.

"Kecuali senam, Darling. Tapi aku juga jago di skiing dan snowboarding. Setelah semua urusanmu beres akan kubawa engkau di Cervinia Valtournenche, Italy. Tempat favoritku bersnowboarding, aku akan memberimu kursus singkat. Untungnya pria memelukmu ini sangat pintar dalam mengajarkan seorang pemula sepertimu." Ujar Finlay sembari memamerkan seringaian di bibirnya

"Apa bayarannya ?" Summer mendongakkan kepala menatap manik hijau indah milik pria mendekapnya hangat.

"Ciuman, yang harus dibayarkan di awal... sekarang."

Finlay menangkup kedua rahang Summer dengan jarinya yang kokoh dan perlahan namun pasti bibir panas sang pewaris tahta menyentuh bibir merah si gadis rapuh. Menyapu dengan lembut setiap sudut bibir merah dan manis selama 1 menit kemudian mengakhirinya.

"Akan banyak hal serupa tadi akan kuminta sebagai bayaran di depan, Darling." Finlay mengecup lembut pipi yang bersemu merah milik Summer kemudian menggenggam jemari gadisnya.

Summer terdiam dengan hati meledak akan ciuman mereka.

Ia jatuh cinta kepada Finlay! Setelah bibir pria itu menyentuhnya Summer semakin yakin akan perasaannya.

"Apakah kau marah karena aku menciummu, Summer?" Tanya Finlay sesaat mereka telah berdiri tegap menyaksikan lautan luas di depan mata.

Summer menggeleng lemah, lalu menatap kembali manik hijau itu.

Finlay menghela napas lega kemudian bergerak ke belakang Summer dan mengalunkan kedua tangan pada tulang selangka gadisnya

"Tempat ini dulu merupakan tempat favoritku, saat berusia belasan tahun. Aku membawa Gabby saat berulang tahun yang ke 14 tahun, setelah itu kami sering kesini hingga dia jatuh sakit. Setahun setelah Gabby meninggal, aku ke tempat ini lagi untuk terakhir kali untuk melepaskannya. Ya, aku pikir bisa melepaskan cinta pertamaku waktu itu. Salah, aku salah besar Summer. Selama 13 tahun tak pernah sekali pun aku bisa mencintai seorang wanita.." Finlay menghentikan penuturannya hanya untuk mengecup puncak kepala Summer

"Hingga aku bertemu gadis yang ketakutan melihatku, gadis yang menangis seolah dunianya telah berakhir, gadis yang memberiku sebuah lukisan, gadis yang mempunyai senyuman polos dan indah, gadis yang berada dalam pelukanku."

Tubuh Summer merespon dengan getaran pelan dikarenakan semua inderanya sedang berlarian dan kemudian saling menabrakkan diri di dalam sana.

"Dear Gabrianna Alistair di surga sana, aku melepaskanmu sayang. Aku sengaja membawa Summer kesini untuk mengenalkanmu, agar kau bisa melihat wanita yang akan menemani perjalanan hidupku."

###

Lord Finnie

Lord Finnie dengan sahabatnya.. kalian suka yang mana? oh yah, lord gila olahraga kita terlihat padat ototnya, seperti papan penggilasan yang kokoh.. tercorenglah mata kalian 😂😂😂😂😂

1
Zuraida Zuraida
terlalu mencintai tersakiti, nasibmu camie. bersabar atau menjauh
Zuraida Zuraida
jason x sama anaknya summer ye 😁
Zuraida Zuraida
summer maunya palanya tu digeplak biar lurus, kesal akunya
Zuraida Zuraida
rindu dengan tingkah yang menjengkelkan
Zuraida Zuraida
mosok seorang calon raja tidak tahu kalau jason masuk ke negara mereka p, semoga sikei bisa membantu menjelaskan semuanya
Zuraida Zuraida
semoga jason tidak bisa membawa pergi rindu dari lord
Zuraida Zuraida
jangan jangan sadiknya silord ditipu lagi sana ceweknya yang gila
Zuraida Zuraida
ni mah ga sia sia summer dibawa kabur 😁
Nengah Suarni
gantengan jason tp thor buat dong summer bahagia dan sukses klo dg riley berteman aja deh
Yani
sad ending menguras emosi👍👍👍
Mamax Garissa
finney sungguh hatimu bijaksana
Mamax Garissa
KAI...👍
Wied Indah Widyastuti
judul nya mengingat kan sebuah lagu blues lawas dari bill w. salah satu lagu yang saya suka sekali. terima kasih untuk cerita menarik mu,bikin pengen ngebolang lagi☺️
Mamax Garissa
baru mampir Thor
Surati Mangundiharjo
cinta abadi yg butuh pengorbanan. salut sama Jason💕💕💕
L A
novel ini masih ada di favorit....
Tamat baca utk yg kedua kalinya ...
Dan tetap rinci baca dari tiap episode ....


Abis ini baca lagi Jace, Axel, Kai ...
Semangat author .... 🌹
Floleanne
bagooos bgt,,penghargaan tertinggi untuk para penulis brilian yg mmbuat kami para pembaca ,,mrasakan naik turun adrenalin kami smpi terbawa k khidupan nyata ,,,termenung mrasakan cinta yg besar,,ikut hanyut dlm sakit cinta yg mndalam,,mrasa rindu yg tak tergapaaiii❤️❤️
Ayu Axel
ne novel bagus banget gak nyesel aku baca nya... semangat ya thor🤗👍
Hesti Pramuni
D...
who are you..?
D...
D...
D...
mm...
mm...
.....
Hesti Pramuni: yaap..!!
total 2 replies
Hesti Pramuni
mm...
mr. HB is back..!!
...
hiks..hiks..hiks...
huuuwaaa.....aaa...
Hesti Pramuni: ssrrrreetttt....,........
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!