Karya ini adalah terusan dari cerita Orang Ketiga.
Menceritakan kisah Aditya yang di tinggalkan oleh cinta pertamanya.
Aditya yang sedikit trauma dengan cinta, harus bertemu dengan wanita yang kepribadiannya jauh seratus delapan puluh derajat dari cinta pertamanya.
Zaskia gadis manis berusia delapan belas tahun baru saja lulus dari SMA.
Mereka bertemu saat Zaskia melamar sebagai pelayan di kafe milik Aditya.
Apakah Aditya akan tertarik dengan Zaskia dan melupakan cinta pertama nya?
Yuk di ikutin setiap episodenya.
Semoga kalian suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Zaskia menelusuri lorong rumah sakit yang kini sudah sepi. Karena waktu menunjukkan pukul delapan malam.
Dia berjalan menuju halte busway yang jaraknya lumayan jauh dari rumah sakit. Perutnya terdengar bunyi gemericik, menandakan belum ada makanan yang masuk menuju usus kecil dan besar.
Zaskia berhenti di depan apartemen yang tidak jauh dari rumah sakit. Di depan apartemen sudah berjajar tukang dagang yang menjajakan jualannya.
Saat melaju ke tukang ketoprak, dia melihat ada mobil sport yang di gunakan Adit tadi sore. Zaskia pun mendekati mobil sport yang berwarna merah.
Zaskia mencari keberadaan Adit, dia menelusuri setiap tukang dagangan.
Seketika saat ia ingin berbalik, terlihat Adit yang sedang duduk di teras yang sebelahnya ada kolam pancuran air.
Adit terlihat sedang memandang ke arah apartemen.
" Ehem, Tuan!" tegur Zaskia yang mendekati Adit.
" Kamu, sedang apa disini?" tanya Adit yang sedikit terkejut.
" Saya habis dari rumah sakit." kata Zaskia yang menunjukkan jari telunjuk ke arah rumah sakit.
" Siapa yang sakit?" Tanya Adit seraya memandang Zaskia.
" Adik saya, Tuan. Kan kemarin sudah saya bilang. Yang menabraknya adalah laki-laki yang mengendarai mobil yang mirip sama tuan pakai. Platnya juga sama." Jawab Zaskia sambil menyilangkan kedua tangannya.
Adit langsung memalingkan wajahnya, dia tidak ingin memperpanjang permasalahan Zaskia bersama Nicole.
" Tuan sedang apa disini?" tanya Zaskia yang memiringkan kepalanya ke samping wajah Adit.
" Bukan urusan kamu!" jawab Adit dengan nada ketus.
" Ih, Tuan. Kayak orang kurang kerjaan aja mandangin apartemen dari tadi." ucap Zaskia.
" Bukan urusan kamu." kata Adit mengulang.
" Tuan lapar gak?" tanya Zaskia.
Adit hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Zaskia.
" Tuan saya mau beli ketoprak dulu." kata Zaskia.
Zaskia langsung menuju tukang ketoprak, " Bang, satu ya. Nanti di anter ke sono yang ada pancuran air." kata Zaskia.
" Cabe nya satu aja. " ujar Zaskia yang tidak suka pedas.
" Oke , Neng. Ntar abang anter, tungguin ya!" kata Tukang ketoprak dengan gaya yang so cool tapi dengan tampang wajah yang pas-pasan. Namun penampilan yang rapi dan sedikit norak menjadi daya tarik tersendiri.
Zaskia langsung berjalan menuju tempat dimana Adit sedang duduk.
Zaskia menjentikkan jarinya ke depan muka Adit. " Tik, tik.."
" Tuan, jangan bengong aja dong! Kan ada aku disini." kata Zaskia penuh percaya diri.
" Kamu jangan songong ya, jangan mentang-mentang tadi kamu habis menjatuhkan diri ke badan ku lantas sekarang kamu bersikap sok deket." Ketus Adit.
" Idih, tadi aku gak sengaja Tuan. Lagian aku gak biasa pakai sepatu bertali." ujar Zaskia.
" Memang kenapa kamu gak bisa pake sepatu bertali?" tanya Adit yang menatap lekat wajah Zaskia.
" Aku gak bisa ngiket tali sepatu. Biasa aku pake sneaker kayak gini." kata Zaskia yang berdiri dan menunjukkan sepatunya ke Adit. Sambil memutar-mutar badannya.
Adit hanya tersenyum simpul melihat tingkah Zaskia.
" Tuan, emangnya ada apa di apartemen itu. Kalau Tuan mau beli kan tinggal masuk aja." kata Zaskia sambil melihat apartemen di belakangnya.
Karena Zaskia duduk membelakangi apartemen, sedang kan Adit yang di sebelah Zaskia duduk menghadap apartemen.
" Bukan urusan kamu." jawab Adit yang kembali menatap apartemen.
" Ya udah, aku makan dulu ya. Ketoprak nya uda datang." kata Zaskia yang langsung mengambil piring ketoprak.
" Terima kasih ya, Bang." kata Zaskia yang sudah menerima sepiring ketoprak dengan satu cabe.
" Sama-sama Neng cantik." kata tukang ketoprak merayu.
Lalu tukang ketoprak kembali menuju gerobak nya.
" Ya ampun, baru kali ini gue di bilang cantik." mata Zaskia sambil mengedipkan kedua matanya.
" Jangan geer, dia tuh ngerayu kamu biar beli dagangannya terus." ketus Adit.
" Ya gak apa-apa kali Tuan. Kalau memang saya cantik, ya diakui saja!" ujar Zaskia yang langsung melahap ketoprak.
-
-
Silakan like dan berikan komentar mu.