NovelToon NovelToon
Gadis Barbar Itu Istriku

Gadis Barbar Itu Istriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:116.5k
Nilai: 5
Nama Author: N La Uta

Cyra Purnama, 17 tahun, seorang gadis barbar dan merupakan seorang trouble maker baik dirumah maupun disekolah, terpaksa dinikahkan oleh ayahnya dengan seorang pemuda bernama Aditya Nugraha, 22 tahun, merupakan pemuda yang ditolongnya karena suatu masalah. Ayah Cyra sangat berharap gadis itu mau berubah menjadi lebih baik.

Namun, bukannya semakin baik justru Cyra semakin liar. Pertengkaran demi pertengkaran pun kerap terjadi didalam kehidupan rumah tangganya bersama Ditya, sang suami yang dibenci dan juga membencinya.

Mampukah Ditya menjinakkan sang gadis barbar dengan caranya? Ataukah perlakuannya terhadap gadis itu justru berujung perceraian?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N La Uta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Putih Minta Jajan

" Hufh ...!"

Ditya menghembuskan napas lelah.

Keringat bercucuran membasahi wajahnya yang terkena sengatan matahari. Disekanya keringat diwajahnya menggunakan lengan kemeja birunya.

Kembali dituntunnya si Putih, vespa kesayangannya meski terkadang dia merajuk, bahkan sering mogok kurang jajan. Dituntunnya vespanya ke bengkel langganannya. Langganan kasbon, tepatnya.

Seperti halnya hari ini. Selepas kuliah, Ditya bermaksud langsung menuju ke cafe tempatnya bekerja.

Baru setengah perjalanan, si Putih mulai merajuk dan pada akhirnya mogok tidak mau berjalan.

Sudah distarter berkali-kali tetap saja tidak mau berjalan, apalagi berlari secepat kilat.

Seharusnya si Putih bahagia karena baru tadi pagi dikasih minum cairan warna biru bertuliskan pertam*x sehabis mengantar Cyra ke sekolah.

Tapi entah kenapa, dia tetap saja mogok.

"Kenapa lagi dengan siPut?!" tanya Bang Firman, pemilik bengkel, melihat Ditya menuntun vespanya kebengkelnya.

Itu sudah ketiga kalinya si Putih datang ke bengkelnya dalam dua bulan ini.

"Tahu, nih, Bang! Padahal baru juga dikasih minum tadi pagi, masih aja ngambek dia," jawab Ditya memarkir si Putih di samping motor yang sedang diperbaiki Bang Firman.

"Mana musti buru-buru ke cafe, lagi," lanjutnya.

"Kamu, sih terlalu manjain dia. Jalannya kayak siput begitu, masih aja kamu pertahanin. Mending kamu buang kehabitat aja, deh, Dit. Hehe ...," ledek Bang Firman terkekeh.

"Ah, kamu, Bang. Kamu, kan tahu si Putih itu banyak perjuangan dan kenangannya sama aku. Berkat dia juga aku nggak naik onthel lagi."

Ditya jadi teringat saat-saat mendapatkan si Putih.

Dia yang dulunya selalu menggunakan sepeda tuanya kemanapun, akhirnya melirik vespa milik rekan kerjanya yang akan dijual karena rekannya itu sudah membeli motor baru.

Merasa harganya murah, mesin oke dan bodi masih mulus, Ditya pun kepincut. Dengan sedikit nekat dia membeli vespa tersebut yang waktu itu diharha tiga juta setengah. Padahal uang yang dia gunakan untuk membeli vespa tersebut diniatkan untuk biaya semesteran yang akan dilaksanakan tiga hari lagi.

Dengan yakin bisa mengganti uang tersebut, dibayarlah vespa itu.

Tiga hari kemudian, semesteran pun dimulai. Dirinya dipanggil bagian administrasi karena belum melunasi semesteran.

Dengan jujur Ditya memberi alasan. Karena merasa kasihan, petugas yang memanggilnya itu pun memberinya keringanan sampai ujian berakhir baru melunasinya.

Selama seminggu itu, Ditya harus mampu menjalankan ujian dan bekerja demi melunasi bisya semesteran. Bahkan, dia rela begadang bekerja sambilan sebagai kuli panggul dipasar pagi yang mulai buka pukul satu dini hari.

Berkat kegigihannya, Ditya akhirnya bisa melunasi biaya ujian tepat waktu.

"Ini, sih harus ganti accu, Bro! Mau diganti yang kering atau yang basah? Kalau yang kering agak mahalan dikit."

Bang Firman membuyarkan lamunan Ditya.

"Hah? Harus banget, gitu, Bang ganti accu-nya?!" tanya Ditya kaget.

'Uang darimana, coba? Uang dua ratus ribu cadangannya, kan sudah diambil Cyra tadi. Haduuuh ...!' batin Ditya sesak.

"Ya, kalau mau si Put nggak ngambek, ya itu jajannya. Kamu tenang aja. Nggak dibayar sekarang juga nggak apa-apa, kok. Kayak sama siapa aja kamu."

Bang Firman seakan mengerti kondisi pelanggannya itu.

"Tapi, Bang, yang kemarin dulu aja masih tinggal separoh belum dilunasin."

Ditya ingat kalau tanggungannya pada Bang Firman saja dua bulan lalu belum bisa dia lunasi. Janjinya bulan ini mau dia bayar. Jika harus ditambah dengan yang sekarang, itu artinya tanggungannya akan bertambah lagi.

"Jangan terlalu dipikirin."

Belum juga menjawab Bang Firman, telpin genggamnya berbunyi.

"Ya, hallo!"

Ditya sedikit menjauh dari bengkel guna menjawab telpon.

"Iya, Pak! Baik! Tunggu sekitar setengah jam lagi saya kesana. Baik, Pak!"

Bip.

Ditya mematikan telpin dan memasukkannya kembali ponsel ke saku celana jeans-nya.

"Ini aku udah ganti yang baru, aku pilihin yang agak mahal dikit biar awet."

Bang Firman baru saja selesai memasang spare part yang diinginkan si Putih tepat Ditya masuk ke bengkel.

"Aduuh, maaf banget, nih, Bang! Nyusahin Abang terus akunya. Jadi nggak enak lagi sama Abang," ujar Ditya sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.

"Santai wae, lah. Koyo karo sopooo ... . Kalau kata anak jaman sekarang, sih santuy aja, Bro!"

"Hemm ...!"

Ditya tersenyum mendengar candaan Bang Firman dengan logat jawanya. Tapi anehnya dia lebih suka dipanggil Bang, daripada Mas.

"Ya, udah sana berangkat! Ntar telat lagi kamunya," suruh Bang Firman mengingatkan.

"Oh, iya! Untung Bang Firman ngingetin. Ya, udah, Bang. Aku pergi dulu. Aku doain rejeki Abang makin Lancar. Doain juga aku, ya, Bang," pamit Ditya akhirnya.

Ditya pun langsung meluncur ke cafe dengan kekuatan maksimal si Putih yang baru dikasbon jajan lagi.

Tadi Pak Managernya menelpon supaya segera datang ke cafe, sebab cafe sudah dibooking seseorang untuk acara ulang tahun. Ditya diminta untuk mendekor ruangan seperti biasanya saat ada acara-acara mendadak atau acara khusus tertentu.

1
Tina Martina
kapan lg up nya thor jgn bikin kecewa dong thor
Tina Martina
lanjut thor
Murti Limandari
mana nih lanjutannya thor di tunggu
Tri Purwanti
up dong
Ana Anin
keren
Rita
Author apa kabar. tahun baru mana up nya. ditungguin up nya ya
Muhadi yadi
lama up nya
Vhysyah Sully
ln bsa mti pnsaran thor
kandar qayla
cerita cukup bagus.
lebih bagus lagi cepat di up.
kandar qayla
semoga, semoga
Lu Ling Khow
lanjut dong tls novel nya bikin penasaran banget
Adibah Twh Adibah
wah ceritanya srmakin asik
Bidan Ilpiani
pengemarnya dikit jd..penulisnya udah males nulis lg
Sunarti
thor ud lupa ya upnya ☺☺☺ud brp bulan thor?
Rena Harianto
apakah karya ini sudah di tinggal kan sama penulis nya????
kok gak pernah up lagi????
Anonim
apa author nya lupa ngelanjuti crita ini ya🤔
Adi Zulkarnaen
mana nih cepet dong lanjutin LG seru nih.jangan ngecewain Doong..
Author SUPERSTAR: Baca Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk...
total 1 replies
Novi Heriansyah
lemes besty gak di lanjutin
Adi Zulkarnaen
ayo dong lanjut LG ceritanya seruuu tau
Agus Rahman
up dong..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!