Ini karya pertamaku...
Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.
Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Red Dragon
Dimarkas...
"WOI MANA LEADER LO SEMUA!!!" teriak tangan kanan red dragon.
"KATANYA MAFIA TERKEJAM TAPI LEADERNYA PENGECUT!!" teriaknya lagi.
"Siapa yang lo bilang pengecut?" tanya Al datar, dingin dan menusuk dari arah belakang tangan kanan red dragon. Para mafioso bersyukur karena Queen mereka telah sampai.
"Siapa kau, ngapain bocah main kesini!?" tanya red dragon. Al tidak menjawab dia membalikkan badannya memperlihatkan tulisan jubah belakangnya.
"Bocah ingusan leader mafia terkejam hahaha" ucap tangan kanan red dragon.
"Kita lihat saja kakek" ucap Al tersenyum smrik. Chandra dan Kevin membantu mafioso yang lain.
"Kau" ucap tangan kanan red dragon lalu menyerang Al bertubi-tubi tapi Al selalu menghindar.
"Lawan aku kenapa kau menghindar terus!?" bentak tangan kanan red dragon.
"Permintaan diterima" ucap Al lalu menyerang tangan kanan red dragon tanpa memberikan celah sedikit pun untuknya melawan.
"Su sudah cukup" ucap tangan kanan red dragon lemah.
"Kau ini lemah sekali" ucap Al.
"Aq bosan bermain denganmu lebih baik kita akhiri saja" ucap Al lagi mengambil katananya dan menebas kepala tangan kanan tersebut.
Setelah itu dia membantu para mafioso melawan musuh, saat melawan Al tidak sengaja terkena lemparan pisau membuat tangan kanannya tergores cukup besar tapi Al tidak merasakan sakit sama sekali. Dia melawan mereka tanpa ampun.
Setelah kurang lebih 10 menit, semua mafioso lawan yang ada dimarkas Al mati dengan cara mengenaskan.
"Kenapa leadernya tidak ada?" tanya Al datar kepada Riko.
"Leadernya tidak tau masalah penyerangan ini" jawab Riko.
"Kita serang markas red dragon malam ini juga, siapkan 50 mafioso!" ucap Al tegas
"Baik queen" ucap Riko sambil menunduk.
"Gimana keadaan mafioso?" tanya Al datar.
"Aman queen, tidak ada yang meninggal hanya ada beberapa mafioso yang luka" jawab Riko.
"Panggil dokter Ken, untuk mengobati mafioso yang luka" suruh Al. Dokter Ken adalah dokter yang dipercayai oleh Al, dia adalah sahabat baik Al ketika di Amerika.
"Baik queen, kalau begitu saya pamit dulu" ucap Riko menunduk lalu pergi.
Semua mafioso sudah siap untuk menyerang markas red dragon mafia terkejam ke 16 didunia.
Setelah sampai dimarkas red dragon kurang lebih jauhnya sekitar 200 meter, mereka menyiapkan strategi, setelah mempunyai strategi mereka langsung masuk kedalam markas red dragon.
Posisi Al bagian depan markas bersama 10 mafioso, posisi Chandra bagian belakang markas bersama 10 mafioso, posisi Riko dan Kevin berada dikanan dan kiri markas bersama mafioso yang tersisa.
Mereka mudah masuk kemarkas tersebut karena penjaganya sedang tidak ada jadi mereka langsung menerobos masuk.
"Serang!!!" ucap Al tegas kepada semuanya dari alat komunikasi.
Para mafioso sedang tidak siap jadi mereka dengan mudah menghabisi mafioso lawan. Al berjalan kearah ruangan Leader red dragon setiap ada mafioso yang menghalangi jalan Al dia langsung menebas kepalanya.
Al sampai didepan pintu yang bertulis 'ruangan leader mafia red dragon' dia langsung menendang pintunya membuarlt leader tersebut terkejut.
"Siapa kau!?" tanyanya tegas. Al membalikkan tubuhnya melihatkan tulisan yang ada dijubahnya.
"Ada apa kau kemari, kenapa kau menyerang markasku!?" tanyanya membentak.
"Karena tangan kananmu berani mengusik ketenanganku dengan menyerang markasku" ucap Al datar dan dingin.
"Maafkan atas ketidak sopanan tangan kanan sialan itu, masalah menyerang markasmu aku tidak tau apa-apa" ucapnya sedikit takut karena malaikat maut ada didepan mata.
"Didalam kamusku tidak ada kata maaf" ucap Al membuat suasana disana semakin mencekam.
Al mengeluarkan pistolnya lalu menembak tepat di kaki kanan dan kirinya.
Dor..
Dor..
Akhh...
"Jangan siksa aku langsung bunuh saja aku" ucapnya yang sudah gemetar.
"Tidak akan seru kalau kau langsung mati, aku ingin bermain sebentar denganmu" ucap Al menyeringai berjalan mendekati leader mafia yang terduduk lemas. Leader tersebut sudah gemetar ketakutan.
Al mencambuk sebanyak 20 cambukan lalu menyuliti tubuh leader mafia tersebut, leader tersebut sudah lemas tak bisa melawan karena tenaganya habis.
"Sepertinya kita akhiri saja" ucap Al lalu menebas kepala leader tersebut, membawa kepala tersebut dan melemparkan kearah mafioso lawan membuat semua orang diam.
"KALIAN ADA DUA PILIHAN BERGABUNG DAN SETIA KEPADA MAFIA ANGEL OF DEATH ATAU MATI DITANGANKU" teriak Al tegas membuat semua orang bergidig ngeri.
"KAMI AKAN BERGABUNG QUEEN" jawab mafioso lawan serempak.
Al menghampiri yang lainnya.
"Urus mereka semua bawa semua senjata, uang dan kendaraan yang ada disini, suruh mereka mengucap janji setia kepada mafia ANGEL OF DEATH" ucap Al kepada Riko.
"Siap queen" ucap Riko lalu mengurus semuanya.
"Queen sebaiknya kau obati lukamu" ucap Chandra.
"Tidak perlu" ucap Al.
"Aku akan pergi kemansion jalan ****" ucap Al.
"Depan mansion Rizky berarti" ucap Kevin yang dapat anggukan dari Al.
"Yaudah gue cabut udah jam 04.00, kalian istirahat juga, bye" ucap Al lalu pergi.
Chandra dan Kevin membantu yang lain mengurus mafioso baru.
Al sampai di mansion dengan baju yang sudah dilumuri banyak darah, dia lalu masuk kedalam mansion dan pergi kekamar untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri, dia sholat subuh lalu dia duduk didepan balkon kamarnya sambil melihat pemandangan.
Rizky sudah selesai sholat, pada saat dia ingin membuka jendela kamar, dia melihat Al yang sedang duduk sendirian di balkon kamarnya.
Dia memandangi terus wajah cantik Al dari jauh, tak lama Chandra dan Kevin datang dengan baju yang sudah mereka ganti.
"WOI AL TIDUR NGAPAIN LO DIEM DISITU" teriak Kevin dari bawah sampai terdengar ke kamar Rizky.
"LO DARI KEMAREN BELUM TIDUR, TERUS TU LUKA UDAH DIOBATIN BELUM?" tanya Chandra berteriak.
"BAWEL LO BERDUA SANA ISTIRAHAT, LUKA KECIL AJA RIBET BANGET" teriak Al yang sudah berdiri dan melihat kearah bawah.
"TERSERAH LO AL" teriak Kevin lalu pergi.
"LO NGAPAIN MASIH DISITU?" tanya Al berteriak.
"TANGAN LO BERDARAH SANA OBATIN" suruh Chandra.
"IYA BAWEL SANA PERGI ISTIRAHAT NTAR GUE BERSIHIN NI LUKA" jawab Al.
"AWAS GAK YA" ucap Chandra lalu pergi masuk kemansion.
"Al luka, kenapa dia?" gumam Rizky.
"Urusan apa sih yang bikin lo sampai gak tidur" gumamnya lagi.
"Semoga lo gak apa-apa Al" ucapnya lagi lalu pergi.
Al dkk pergi kesekolah menggunakan mobil masing-masing.
Dikelas...
Pelajaran dimulai tapi Al dkk malah tidur membuat guru yang mengajar marah.
"Hey kalian anak baru ngapain tidur dikelas!?" tanya guru pelajaran matematika yang bernama Bu Lusi. Chandra dan Kevin lalu mengangkat kepalanya dan saling pandang lalu pelihat kearah Bu Lusi.
"Ngantuk" jawab Chandra dan Kevin datar, dingin, santay.
"Kalian ini, itu yang satu lagi kenapa masih tidur, bangun!" suruh Bu Lusi, Al tidak menjawab dia masih berada diposisi yang sama, semua siswa/siswi melihat kearah Al yang masih tidur.
Bu Lusi melihat itu geram dia melempar spidol kearah Al dan membuat semua orang terkejut karena Al menangkap spidol itu tanpa melihat, dia masih tetap berada diposisi tadi saat menangkap spidol.
Al pun mengangkat kepalanya dia melihat kearah Bu Lusi dengan tatapan dingin.
"Apa?" tanya Al dingin.
"Kamu ini anak baru berani-beraninya tidur dikelas pada saat jam pelajaran saya, sekarang kamu kerjakan tugas yang saya berikan!" ucap Bu Lusi tegas.
"Taruhan" ucap Al.
"Kalau misal kamu benar mengerjakan tugas yang saya berikan kamu boleh minta apa saja, kalau kamu salah mengerjakan tugas yang saya berikan kamu keliling lapangan 20 kali!" ucap Bu Lusi tegas.
Al berjalan kedepan untuk mengerjakan tugas yang diberikan Bu Lusi.
"Haduh salah cari lawan"batin Chandra.
"Adek gue ya pasti bisa jawablah"batin Kevin.
"Semoga lo bisa jawab soal itu dengan benar Al"batin Rizky.
"Pasti lo gak bisa ngejawab"batin Sifa.
Setelah berada didepan Al melihat kearah Bu Lusi lalu melihat kearah papan tulis.
(Anggap pakai seragam sekolah dan tidak membawa buku....)
Al mengerjakan soal dengan gaya seperti itu membuat siswa/siswi ternganga melihat itu.
"Bar-bar mode on" ucap Chandra melihat Al.
"Kebiasaan tu anak" ucap Kevin sambil menggeleng karena melihat kelakuan Al.
"Astaga si Al keren banget" ucap Fatur kagum.
"Mantap kali" ucap Putra.
"Cewe kece" ucap Naila.
"Waw hebat" ucap Rosa.
"Astaga si Al" ucap Risa.
"Sadapp" ucap Dion.
"Cantik" batin Rizky.
Cuman butuh waktu 1 menit Al bisa menyelesaikan tugas yang diberi Bu Lusi.
"Nih" ucap Al memberi spidol kepada Bu Lusi lalu minggir dari papan tulis supaya bisa diperiksa.
Bu Lusi memeriksa jawaban Al, dan dia sangat terkejut karena jawaban Al benar sangat benar.
"Bagaimana bisa, ok kamu mau minta apa?" tanya Bu Lusi.
"Saya, Chandra dan Kevin hari ini jamkos" ucap Al dan mau tidak mau Bu Lusi harus menurutinya.
"Baiklah" ucap Bu Lusi pasrah.
Al berjalan menuju bangkunya untuk mengambil tasnya lalu dia melihat kearah Rizky dkk dan Naila dkk.
"Rizky dkk dan Naila dkk juga ikut" ucap Al kepada Bu Lusi lalu pergi dari kelas diikuti Chandra dan Kevin tanpa mendengar jawaban dari guru tersebut.
"Kalian boleh keluar dari kelas" ucap Bu Lusi kepada Rizky dkk dan Naila dkk.
Rizky dkk dan Naila dkk mendengar itu sangat senang llmereka langsung pergi dari kelas mengejar Al dkk yang sedang menuju rooftop.
Sesampainya dirooftop Al langsung berbaring kepalanya berada di paha Chandra, dan Chandra mengelus lembut rambut Al. Rizky dkk dan Naila dkk langsung duduk disofa yang ada dirooftop.
"Makasih ya Al udah mau bawa kita dari neraka" ucap Fatur yang dijawab anggukan dari Al, dia masih menutup matanya karena matanya sangat lelah.
"Itu tangan lo kenapa Al kok luka?" tanya Naila membuat Al membuka matanya.
Al melihat luka yang ada ditangannya lalu menatap mereka semua satu-satu, wajah mereka semua terlihat khawatir melihat luka goresan yang cukup besar.
"Udah biasa" ucap Al datar lalu melanjutkan tidurnya.
"Udah gak usah nanya masalah itu, gak akan dijawab sama Al" ucap Kevin mereka mengangguk mengerti.
"Ngapain nih kita?" tanya Putra.
"Mabar" ucap Dion.
"Kalian ikut gak?" tanya Fatur.
"Gak" jawab Naila dkk.
"Ikut" jawab Rizky dan Kevin. Al dan Chandra tidak menjawab ternyata mereka sudah berada dialam mimpi mereka masing-masing.
"Mereka tidur?" tanya Risa.
"Iya" jawab Fatur.
"Udah ayo jadi gak mabar, biarin mereka tidur udah beberapa hari Al gak tidur kalau Chandra dia cuman tidur 1 sampai 2 jam doang jadi biarin kasian" ucap Kevin melihat mereka berdua tertidur pulas.
"Lo juga samakan kayak Chandra?" tanya Fatur menyelidik.
"Iya emang kenapa? udah ayo main" ucap Kevin lalu mulai bermain.
"Kenapa lo gak tidur Al? Eh kok gue jadi khawatir sama Al"batin Dion.
"Gue khawatir sama lo Al, lo adalah orang pertama yang udah bisa menjebol dinding hati gue"batin Rizky, Kevin yang mendengar batin mereka tersenyum tipis.
Mereka berada dirooftop sampai jam istirahat berbunyi.
"Eh udah jam istirahat, kantin kuy" ucap Rosa.
"Ayo gue udah laper banget" ucap Risa.
"Makan aja yang lo pikirin, tapi gue juga laper sih" ucap Fatur.
"Huh dasar" ucap Risa, Fatur hanya cengengesan.
"Al, Chan bangun udah jam istirahat" ucap Kevin lembut tapi masih memasang wajah datar.
"Emm 5 menit lagi" ucap Chandra yang masih menutup mata dengan suara berat.
"Berisik" ucap Al yang masih menutup mata dengan suara khas orang bangun tidur.
"Suara Al ngajak nikah" batin Fatur.
"Suaranya uhhh kacau" batin Putra.
"Astaga suaranya" batin Dion.
"Merdu banget suaranya" batin Rizky.
Al yang mendengar batin mereka masih diposisi yang sama tudak menghiraukan mereka.
"Al, Chan ayo bangun mereka udah nungguin" ucap Kevin.
"Iya" ucap Chandra, Al lalu duduk melihat semua orang yang menatapnya, dia lalu berdiri dan berjalan pergi diikuti Chandra.
"Astaga kebiasaan, yaudah ayo ikutin mereka" ucap Kevin lalu pergi diikuti yang lainnya.
Pada saat dikantin semua siswa/siswi ricuh karena kedatangan Rizky dkk tapi Rizky dkk tidak menghiraukan mereka.
Mereka duduk dipojok lalu memesan makanan. Setelah menunggu makanan datang mereka memakan makanan dengan tenang, tapi tiba-tiba semua orang manjadi ricuh karena kedatangan banyak orang berbaju hitam.
"MANA ANAK KELUARGA TERKAYA KE 3 SAMPAI 9, JAWAB!!!" teriak yang diketahui pemimpin mereka.
Semua siswa/siswi lalu menunjuk meja yang diduduki Al dkk, Rizky dkk dan Naila dkk.
Rizky dkk dan Naila dkk panik karena mereka yang dicari tapi tidak dengan Al dkk mereka masih santai memakan makanannya masing-masing.
"Oh jadi kalian, tahan mereka!" suruh pemimpin tersebut kepada anak buahnya, Rizky dkk dan Naila dkk di pegang oleh mereka semua tapi tidak dengan Al dkk.
"Telpon orang tua kalian dan suruh mereka kesini!" perintah pemimpin tersebut kepada Rizky dkk dan Naila dkk mereka menuruti apa yang disuruh karena takut. Sifa dkk pun ikut ditahan mereka.
***Bersambung***
kalau disimpan keknya rada ganjal