NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Tuan Duda

Dipaksa Menikahi Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Dosen / Duda / Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Ly_Nand

🌶Boleh Skip Part Boncabe🌶

Niat hati bekerja menjadi guru bimbel untuk menambah pendapatannya, justru Rini berada di situasi rumit yang membuatnya terjebak pada duda dingin yang juga dosen di kampusnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
"ingat, pernikahan ini hanya demi Adam. jangan harap ada cinta atau pun hubungan suami istri yang sebenarnya." Kalimat menusuk dari suami yang baru dinikahinya seketika membuatnya kecewa.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Meski tak dianggap bahkan kehadirannya seolah antara ada dan tiada dimata suaminya. Rini terus menjalankan tugasnya sebagai istri, kecuali hubungan ranjang.

Namun di suatu malam,

"Mas... tolong hentikan. Kamu sadar aku siapa?"
Pria itu terus menjamah seluruh tubuh Rini, bahkan semua pakain Rini telah disobek dan dibuang entah kemana.
"Aku tahu kamu istriku sekarang. Lakukan saja kewajibanmu untuk melayaniku" tak ada suara dengan kelembutan.
"Mash..." Rini merasakan sakit saat bagian intinya ditrobos.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly_Nand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Jeratan Hasrat Alisa

🌶Part Boncabe🌶

Lampu-lampu gantung di langit-langit apartemen Alisa menyala temaram, membiaskan cahaya keemasan ke seluruh ruangan. Tirai semi transparan dibiarkan terbuka sebagian, menampilkan gemerlap kota dari lantai sepuluh.

Di depan cermin besar, Alisa berdiri hanya dengan satin dress tipis diatas lutut berwarna merah anggur, membentuk lekuk tubuhnya seperti lukisan yang dirancang untuk mengalihkan fokus pria mana pun. Belahan dada rendah, tali spaghetti menggantung lembut di bahunya.

Ia mengoles lipstik merah merona dengan gerakan perlahan. Sekali senyum, lalu tawa kecil.

“Lugu, rajin, patah hati… pria jenis itu paling gampang dibengkokan.”

Tangannya meraih parfum dari meja rias. Semprotan tipis menyelimuti leher dan pergelangan tangan. Aroma musk dan vanilla lembut menguar.

Alisa melirik jam dinding. 19.56.

Andre akan tiba empat menit lagi.

Ia berjalan ke ruang tengah, menuang dua gelas wine, lalu menyandarkan diri di sofa panjang. Satu kaki bersilang santai, satu tangan memegang gelas. Wajahnya tenang. Senyum tipis menggoda menghiasi bibirnya.

“Selamat datang di perang yang baru, Yoga,” bisiknya, meski yang akan datang malam ini bukan sang CEO.

Tapi seseorang yang bisa menjadi pintu belakang menuju dia.

Terdengar ketukan.

Alisa berdiri.

Langkahnya pelan. Anggun. Mematikan.

Ia membuka pintu.

Andre berdiri di ambang pintu dengan kaus polos, celana jeans, dan raut bingung campur gugup.

“Masuk, Mas Andre,” ucap Alisa pelan sambil menyibak rambut ke belakang telinga, untuk memperlihatkan tubuh pesona tubuh bagian depannya.

Andre menelan ludahnya kasar. Pemandangan indah didepannya menghipnotis matanya. Matanya menyusuri bibir merah yang seksi, leher jenjang yang polos hingga turun pada bukit yang menyembul indah dengan bagian puncak yang tercetak jelas karena hanya tertutup kain satin yang tipis.

“Aku butuh teman cerita... dan kamu kelihatan seperti seseorang yang bisa aku percaya.”

Senyum itu kembali muncul. Pelan. Manis. Tapi di baliknya, rencana licik sudah mulai berjalan.

"Masuklah." Alisa menggandeng tangan Andre ke ruang tengah.

Alisa menyiapkan wine dan memberikannya kepada Andre . Ia mendudukkan diri disampingnya, menghadap kearah Andre dan mengikis jarak mereka.

Andre semakin gugup karena jarak mereka yang begitu dekat. Bahkan Andre dapa merasakan puncak bukit Alisa menyapa tubuhnya.

Alisa mendekatkan gelas wine itu ke bibir Andre, "Minumlah, aku akan membuatmu terhibur."

Tak ada penolakan, Andre meminum apa yang disuapkan oleh Alisa hingga tandas.

Alisa mengembalikan gelas yang dibawanya dan kembali mendekat kepada Andre. Tidak ada jarak diantara mereka, bahkan Alisa sudah berani menyandarkan tubuhnya dan mengusap sensual dada Andre.

"Apa yang mengganggumu? Katakan padaku. Aku akan memberimu kenyamanan."

Andre seolah terhipnotis dengan kelembutan yang diberi Alisa padanya. Cerita kesedihannya mengalir begitu saja. Alisa mendengarkan sambil memberi sentuhan-sentuhan lembut di dada dan wajahnya. Alisa semakin tersenyum karena sadar bahwa rencana untuk menjerat pria polos ini dan memanfaatkannya akan berhasil.

"Jangan sedih lagi." Alisa menangkup wajah Andre dan membawa ke dadanya untuk dipeluk. "Apa posisi ini bisa membuatmu tenang?"

"Em..." Andre menggesekkan kepalanya di dada Alisa.

Wanita yang memiliki gairah tinggi itu tak segan lagi untuk memposisikan dirinya duduk di pangkuan Andre. Posisi mereka sudah saling berhadapan. Andre terpaku karena posisi mereka yang sangat intim.

Kegugupan nampak jelas diwajah Andre.

Alisa semakin memancing gairah Andre dengan memberi sentuhan di dada dan lehernya, serta menggoyangkan pinggulnya pelan. "Apakah hal seperti ini pertama untukmu?"

Anggukan pelan Andre membuat Alisa tersenyum.

"Aku bisa membuatmu lebih relax dan melupakan kesedihanmu."

"A-Apa yang harus aku lakukan?"

Alisa tersenyum sambil menurunkan tali dress di bahunya hingga bisa menampakkan secara utuh bukit yang sejak tadi mengintip dan menantang di mata Andre.

Alisa membusungkan dadanya, "Minumlah, ini akan membuatmu lebih relax dan semangat." Tangan Andre dibawa Alisa menuju dua bukit yang sudah terpampang nyata.

Naluri Andre bekerja. ia menyambut perintah Alisa dengan cepat. Tangan yang sudah bertengger telah bertindak meremas dengan remasan halus hingga kasar. Tak hanya itu, ia juga memilin puncak yang sejak awal menggodanya dengan begitu semangat.

Alisa mengeluarkan suara desahan untuk lebih memancing gairah Andre. "Ouh... Mas Andre, Sentuhanmu nikmat. Lajutkan ini. Aku sangat menyukainya."

Mendengarnya Andre semakin semangat, wajahnya semakin mendekat karena inginnya untuk menyesap dan menikmatinya seperti bayi.

"Ouh Mas, aku suka sentuhanmu. Sesap lebih dalam, Mas. Ini akan membuatmu semakin relax."

Permaian mereka terus belanjut. Saat Andre terus menikmati bukitnya, tangan bebas Alisa membuka kaitan celana dan berusaha mengeluarkan tongkat panjang Andre yang sudah menegang. Sentuhan demi sentuhan ia berikan di tongkat yang telah menegang hingga membuatnya semakin membesar.

"Ouh Alisa... Apa yanng kamu lakukan?" Andre merasakan sensasi baru yang begitu membuatnya merasakan nikmat yang berbeda.

"Aku ingin membuatmu lebih relax lagi. Kamu menyukainya?"

Ander mengguk sambil menahan gairah.

Rini berdiri dan melepas semua kain di tubuhnya dengan mudah, karena sejak awal ia sudah mempersiapkan diri dengan tidak memakai apapun dibalik dress satinnya.

"Berdirilah, aku akan membuatmu merasa lebih nikmat"

Andre terpaku melihat tubuh polos wanita untuk pertama kalinya. Gejolak dan gairah sudah menguasai dirinya, hingga membuatnya menurut apa saja yang Alisa ucapkan. Bahkan saat Alisa membuka semua kain ditubuhnya, ia membiarkannya.

Dengan tubuh yang sama-sama tak berbalut sehelai benang pun. Alisa membuat Andre terlentang di sofa. Tangan yang sudah terbiasa memberi efek gairah, terus bergerak hingga membuat Andre semakin panas. Setelah membuat tongkat Andre semakin tegang, ia membuat mereka menyatu dan merasakan nikmat bersama.

Alisa lah pemimpin nya. Ia begitu pandai memimpin dan membawa permainan mereka menjadi lebih panas.

Waktu berlalu, mereka menghabiskan waktu ber jam-jam untuk menyelesaikan kegiatan berpeluh itu.

"Apa kamu sudah merasa lebih baik?" mereka masih menyatu dengan posisi Alisa yang ada diatas.

"Ya, terimakasih telah membuat beban di kepalaku hilang."

"Datanglah padaku saat kamu membutuhkanku lagi. Aku pasti akan membantumu. Aku bisa mengajarkanmu bagaimana membuat wanita bertahan dan mengakui kehebatanmu. Kamu masih sangat amatir."

"Terimakasih, tapi apa yang bisa ku beri untuk membalas niat baikmu?"

"Kamu bisa membantuku saat dikantor, aku akan memberi tahumu saat aku butuh bantuan."

"Baiklah, aku setuju."

Alisa tersenyum senang, ia telah mendapat kaki tangan untuk memuluskan jalannya. Setidaknya, Rini tidak akan curiga bila ia menggunakan Andre sebagai alasannya. Itu yang ada dipikirannya. Namun yang tidak ia tahu, Rini tak sekalipun menurunkan kewaspadaannya. Ia bisa lebih licik untuk menghadapi orang licik.

"Baiklah, kita lanjutkan untuk bersenang-senang. Akan aku ajarkan gaya lain yang pasti akan membuatmu suka dan ketagihan."

1
Ratnaa Dinataa
iya thor mna cerita amel sma dokter gantengnya 😢
Soraya
mampir thor
Marina Tarigan
apa ayaj ibumu sdh berpisah stacy atau seperti kelusrga hidup sendiri 2 papamu punya selingkuhan dan ibumu juga begotu mlnya tfk perduli dgnmu berjuang utl masa depan selagi mereka masih membiayai hidupmu biarkan saja
Marina Tarigan
nanti tiap thn beranak Ririn apa sdh be KB anakmu msh perlu ibunya masih terlampau kevil
Marina Tarigan
biasanya gol drh O pendonor kesemua gol drh atau mungkin Adam itu anak selingkuhan Lisa kali karena lisa dulu punya laki2 lain
Marina Tarigan
ngeri kali nasipmu Lisa pacar meninggalkanmu sesudah hartamu dikuras spi habis dan meninggalkanmu di jalanan dan suami yg super pintar ceo dosen punya harta menggunung mulai sekarang tata hidupmu dgn berserah kpd Tuhan besarkan anakmu dgn baik dan Adam biarkan dia mengerti dulu demi phisnya sampai kapanpun kamu ttp ibu yg melahirkannya ke dunia ini
Marina Tarigan
adam tdk bisa dipaksan dia masih kecil belum bisa mengerti apa2 buat dia trauma nantinya
Marina Tarigan
coba lagi Alisa sampai darah penghabisan lawanmu sekarang sdh tahu sepak terjangmu dan sdh banyak punya mata2 mengawssi kamu
Marina Tarigan
akibat kesakitan yg pernah kau alami Rini dasa otak cerdasmu timbul dgn luar bisa bagus hancurkan Alisa tanpa dia darimana dan kamu Andre. kasihan sekali kamu dijadilan alisa cuma alat pemuas penyakinya😄 yg gila kamu belum pernah main wanita perjakamu sdh di obok2 wanita biadap bagus kamu sadar lah dgn lingkunganmu
Marina Tarigan
semasa Bean masih sendiri beberapa thn tak bisa kamu taklukkan lisa ini sdh nikah dgn wanita yg pintar semoga jeratanmu pd Andre berbalik padamu
Marina Tarigan
aduh Andre begitulah laki 2 pd umumnys asal digesek sedikit imannya terus hanvur kalau kau ladeni iblis itu kau akan masuk kehancuranmu Andre dikantor itu bukan lagi Bean yg berkuasa tapi Rini sdg mematai 2 lisa ular itu
Marina Tarigan
memang suamimu Rini perlu otaknya perlu di rukiah sifatnya kekanak2an
Marina Tarigan
pelacur itu kalau tdk dibenturkan kepslanya ketembok itu bikin rmh tggamu hancut baru beberapa menit daling memaafkan datang lagi ulsr cobra
Marina Tarigan
kamu marah sm lisa kamu siksa idtrimu begitu krjam behitu Rini sangat tulus merawst anakmu Afam
Marina Tarigan
suami biadap karena cembufu buta kamu perlakukan istri sahmu seperti binatang brian itu sdh deperti saudara bagi Rini karena keluarga mereka membantu Rini seperti kelusrganya karena kesakitanmu dgn mantan istrimu itu kamu lampiaskan brengsekmu sm istri sahmu yg sdh mengobati trauma analmu sendiri kok perangaimu sangat biadap
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
kok ada dosen se biadap brengselk kurang ajar sepeperti itu walsupun kamu ydk mencintai apakah patut kamu buat begitu kasarnya seperti pelacur tdk dia masih perawan kalau aku rini sdh kutendang asetnya itu biar mati sekalian maaf cetitanya terlampau sadis begitu Rimi mash sangat muda diperlakukan seperti anjingpun tdk lebih
Marina Tarigan
kamu idola banyak pemuda karena kepintaranmu tdk neko2 tulus bekerja kamu anak baik tdk pernah pacaran kamu mau dinikahi duda yg pernah disakiti mantan istrinya hingga infasnya ke kamu tahankan kalau kamu danghup ya
Marina Tarigan
belum akad pun sdh ada masallah minta undur saja sdh lagi pun menurut aku terlampau cepat Rini menerima belum tahu sedikitpun sifat masing2 Dean jauh lebih tua dari Rini aturan dia yg dewasa betul bisa membingbing kalau aku pasti aku pergi diam2
Marina Tarigan
kok mudah kali Rini menerima perjodohan itu kalau dgn segi finansial memang tdk akan kekurangan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!