Irenia callista seorang gadis cantik berusia 22 tahun yang dikhianati kekasihnya memutuskan untuk pergi keluar negeri untuk melupakan mantan Tunangannya.
Nia pergi ke China dan bertemu seorang lelaki tampan bernama Zicco enzele Licyo berusia 24 tahun yang sudah terbaring koma selama 1 tahun, Nia yang tak sengaja
menyentuh laki-laki itu dan sebuah krajaiban terjadi.
Apakah mereka memiliki hubungan atau kah hanya kebetulan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Respon
"Kamu kenapa nia?" tanya Mack lagi yang mulai khawatir karna Nia semakin kuat memeluk tangannya dan tak menjawab pernyaan nya sebelumnya.
"Sa-sa-ya gapapa pak. jawab nya setelas berhasil mengatur nafasnya.
Nia yang tersadar telah memeluk Mack walau hanya tangannya dengan segera melepaskannya. Nia kemudian membuka tas yang dia bawa dan mencari kacamata hitam yang selalu ada ditasnya. setelah mendapatkannya Nia langsung memakainya guna menghindari melihat warna darah lagi.
"Kenapa pake kacamata hitam di Ruangan? tanya Mack yang bingung melihat tingkah Nia.
"Saya gak mau melihat warna darah pak" Jawab nya lalu berjalab meninggal kan Mack yang masih diam.
"Ohh jadi takut darah toh " Ucap Mack dalam hati lalu menyusul langkah Nia yang semakin jauh.
Setelah sampai di depan Ruangan tempat Zicco dirawat Mack dan Nia masuk kedalam nya. didalam sudah berkumpul semua anggota keluarga termasuk Mike. Nia langsung di sambut oleh Ibu Mack yaitu meyleen.
Nia langsung mengarah kan pandangan nya pada Zicco yang masih terbaring namun alat yang di pasang tak lagi sebanyak saat dia datang pertama kali nya.
Entah kenapa saat berada dekat dengan zicco pandanganya tak bisa lepas dari sosok laki-laki yang baru Dua kali dia lihat itu. dia merasa seperti ada sesuatu yang tak bisa di jelaskan entah pun dia hanya merasa kasihan saja dengan keaadan Zicco.
"Nia maukan bantu kami?" Tanya nya pada Nia yang ada di hadapannya.
"Hmm.. Saya mau bu tapi... saya takut mengecewakan kalian semua" Ucapnya ragu.
"Kita coba dulu yaa sayang masalah hasil serahkan pada tuhan" Ucap Meylee penuh harap.
Nia bisa merasakan betapa Meyleen menyayangin putra nya itu. Nia semakin takut kalau saja dia tak ada hubungannya dengan kejadian kemarin
"Yatuhan apa yang harus ku lakukan, bagaimana kalau aku mengecewakan seorang ibu yang sangat berharap pada ku" Ucap nya dalam hati.
"Dokter sebentar lagi akan ke datang Ma, biarkan Nia duduk dulu!" Ucap Mike.
"Ayo Nia kita duduk" Ajak Meyleen pada Nia.
"Iya Tan. jawabnya sembari mengikuti langkah istri Presdir nya itu.
Tak berapa lama Dokter Li datang dengan diikuti saorang Perawat.
"Selamat sore." Sapa Dokter Li pada semua orang.
"Sore dok" Balasnya.
"Bisa saya bicara pada nona Nia" Ucap Dokter Li lagi.
"Saya Dok" Ucapnya sembari berdiri dan menghampiri dokter Li yang berada di samping ranjang zicco. "jadi saya harus apa dok?" tanya nya lagi.
"Kamu hanya perlu memberi sentuhan langsung, seperti memegang tangannya, berbicara padanya atau yang lain" Jelas dokter Li pada Nia yang kini di hadapannya.
"Baik lah, Tapi sebelumnya Saya mohon maaf bila hasilnya tak seperti yang kalian harap kan" Ucap Nia dengan Nada rendah.
"Gak papa sayang" Ucap Meyleen yang kini sudah berada di samping Nia.
Nia kini Duduk di bangku yang berada tepat di sebelah zicco perlahan mengarahkan tangannya pada tangan Zicco, Nia awalnya sangat ragu tapi akhirnya dia membrani kan diri untuk memegang tangan Zicco. semua orang dalam ruangan tersebut berdiri menghadap Ranjang zicco dengan tatapan penuh harap.
tangan Nia memegang erat tangan Zicco dan tangan yang satunya memegang rambut nya, Nia perlahan mendekatkan bibir pada telinga zicco untuk berbicara.
"Hai pak Zicco... kenal kan Nama saya Nia, saya..." Ucapan Nia terhenti saat tangan yang saat pertama Dia sentuh dingin seperti tangan mayat dan tak bergerak sedikut pun perlahan merespon genggamannya.
Nia sangat terkujut setengah mati atas apa yang ia rasaka, dia tak percaya atas apa yang terjadi sampai sampai dia tak lagi sanggup melanjutkan kata-katanya.
Melihat Nia yang terdiam dan menampakan ekspresi terkejut. semua orang mengalihkan pandanganya dari yang sebelumnya menatap wajah Zicco kini menatap tangan Zicco yang berada di genggaman Nia.
Meyleen yang tak percaya kala melihat tangan putranya bergerak membalas genggaman tangan Nia langsung menagis dan memeluk suaminya.
"sa-sa-yang, li-hat i-tu" Ucap nya tersenggal senggal.
Alberen, Mack dan Mike tak kalah terkejutnya melihat Zicco merespon Genggaman tangan Nia.
"Ayoo Nia ajak dia berbicara lagi! perintah dokter itu yang melihat zicco merespon interaksi Nia.
"a-pa la-gi dok?" Tanya tersenggal-senggal masih tak percaya.
"Apa aja Nia saya mohon" minta Alberen.
Nia kembali mengusap rambut Zicco dan mendekatkan bibirnya lagi pada telinga Zicco.
"Bangun lahh pak, Ibu mu sangat merindukan mu di sini" Ucap Nia lagi, Nia sangat bingung harus berkata apa lagi.
Zicco yang terus merespon Nia Semakin mempererat genggaman tangannya pada Nia.
Nia berfikir apalagi yang harus dia katakan dia benar-benar sangat binggung sampai kehabisan akal.
"Nia... coba berikan dia ciuman" Saran Mike yang melihat Nia ke bingungan.
"Hmm.. apa boleh saya mencium nya?" tanya Nia setelah mendengar ucapan Mike.
"Lakukan apapun yang ingin kau lakukan sayang" Jawab Meyleem yang tak berhenti menangis.
Nia sangat ragu untuk melakukan apa yang disaran kan Mike, tapi keraguannya hilang begitu saja saat menatap wajah tampan Zicco Yang membuat perasaannya menjadi kacau.
.
.
.
BERSAMBUNG...
.
.
jangan lupa tinggal kan like, komentar dan jadikan Favorit yaa.. trimakasih :)
Jadi pengen tidur lagi
"little princess and childish mafia"
"little princess and childish mafia"
daya imaginasi kita untuk cover ternyata sama 🤭🤭