NovelToon NovelToon
Love'S Feeling

Love'S Feeling

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:106.1k
Nilai: 5
Nama Author: kyukyu

Liana dihadapakan pada dua pilihan dalam hidupnya. yang pertama dia harus menikahi orang yang dijodohkan oleh orang tuanya, seorang lelaki asing yang tak pernah ia kenal baik ataupun lihat. Dan yang terakhir Liana tetap memilih untuk memperjuangkan cinta yang ia pendam selama tiga tahun untuk seorang senior dikampusnya.
Dan disaat ia telah mengambil keputusan untuk memilih jalan yang pertama karena kesehatan sang ayahnya. disaat yang bersamaan cinta yang ia dambahkan selama bertahun-tahun, secara tiba-tiba mendekat padanya. Manakah cinta yang Liana pilih? seorang asing yang dipilihkan oleh Sang ayah? ataukah seorang yang telah menjadi cinta rahasianya selama tiga tahun?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyukyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang berubah - ubah

Suasana didalam mobil tak begitu menyenangkan, setiap Arvin bertanya atau berbicara pada Liana tak sedikitpun jawaban yang terlontar dari bibir kecil Liana.

Dia hanya berdiam diri tak berbicara sedikit pun, dan memandang kosong kearah luar mobil.

"Bisa tidak berhenti bersikap seperti itu padaku! Aku manusia yang butuh teman bicara," geram Arvin tapi sama sekali tak digubris oleh Liana.

"YAKK..!" Teriaknya begitu keras.

"APA?" Jawab Liana tak kalah keras, memandang wajah Arvin dengan beruraian air mata.

"Kau menangis?" Arvin terlihat terkejut, Ia tak menyangka Liana akan semarah itu padanya.

"Bisakah kau tidak melakukan itu padaku? Hari ini aku terlihat sangat buruk dihadapannya."

"Hey berhentilah menangis!"

"Sekarang apa yang harus Aku lakukan? Jika nanti bertemu dengannya".

"Aku harus menunggu hingga tiga tahun lebih untuk bisa bersamanya seperti hari ini. dan Kau mengacaukan semuanya dalam beberapa menit" lontar Liana kini sedikit lebih tenang.

"Apa Kau mau makan kepiting? Biar aku traktir sebagai permintaan maafku" rayu Arvin.

"Atau Kau mau aku belikan es krim? Mungkin coklat?" Tanya Arvin berharap dapat mendapat maaf dari Liana dengan sogokan makanan.

Karena Ia tahu ciri Liana, jika marah Liana akan makan banyak hingga hatinya tenang.

"Aku tidak mau kepiting, aku tidak suka es krim atau coklat. Aku tidak mau semua itu" bentak Liana menangis semakin kencang, hingga Arvin harus menepikan mobilnya.

"Hey sudahlah jangan menangis lagi!" Mohon Arvin merasa bersalah.

"Maafkan. Ku akuhi, Aku sudah salah padamu!" sesal Arvin.

"sekarang mintalah apa saja! Untuk menebus salahku padamu. Ehm.. okey?"

'Krukkkkkkkkk...!' Entah dari kapan Liana belum mengisi perutnya sampai cacing-cacing yang didalam perutnya merintih memintah jatah untuk makannya hari ini.

"Tidak perlu kepiting. Aku ingin makan ayam hari ini!" lirih Liana membawa senyum pada Arvin.

"Untuk coklat dan es krim. Itu juga boleh," desahnya menambah daftar makanan yang akan dibelikan Arvin untuknya.

Dengan cepat Arvin pun meminta jasa pengantar makanan untuk segera mengirimkan pesanannya.

Sedangkan Liana membeli es krim dan minuman bersoda disebuah mini market yang tak jauh dari lokasi Arvin memarkirkan mobilnya.

"Sofi?" Liana tercengang saat Ia mendapati sahabatnya menjadi pegawai disana.

"Liana?" Shock Sofi.

"Kau bekerja disini?"

"itu.."

"Sejak kapan Kau bekerja disini?" Liana terus saja memotong perkataan Sofi.

"Aku..."

"Ikut aku!" Liana menarik tangan Sofi secara paksa.

"Tapi ini masih jam kerjaku, aku tidak mungkin meninggalkannya."

Liana tak memperdulikan apa yang dikatakan Sofi, Ia terus menarik Sofi sampai keluar dari mini market itu.

"Liana jangan seperti ini! Aku harus kembali sekarang."

"Kalau bukan seperti ini, lalu bagaimana? Aku ingin penjelasan darimu, sekarang!"

"Tidak sekarang, tapi nanti. Tunggu aku ditaman dekat sini! Aku akan menemuimu disana dan menjelaskan semuanya, okey?" Sofi pergi saat tangan Liana mulai merenggang untuk membiarkan Sofi pergi.

Dan dengan sabar Liana menanti disebuah taman yang dimaksud oleh sahabatnya Sofi.

Didalam penantiannya Ia tak henti berpikir, apa yang menyebabkan sahabatnya bekerja? Padahal selama ini yang Ia tahu Sofi tidak mempunyai masalah keuangan sedikitpun.

"Akhhk...!" Pekik Liana, saat dirinya dikejutkan akan rasa dingin yang menempel pada keningnya.

Satu kaleng minuman bersoda dingin diberikan oleh Arvin padanya.

"Berhentilah berpikir yang tidak-tidak! Itu akan menyulitkan mu," nasehat Arvin.

"Apa Aku sahabat yang kurang baik? Sampai dia tidak mau berbagi masalahnya padaku?"

"Ada kalanya seseorang tidak bisa menceritakan masalahnya pada orang lain walaupun itu sahabat atau Orangtuanya sekalipun." Tutur Arvin menenangkan hati Liana.

"Contohnya sepertimu, apa Kau akan mengatakan soal perjanjian kita jika tidak ada larangan untuk mengatakan ini semua pada orang lain?" Tanya Arvin menunggu jawaban dari Liana.

"Liana!" panggil Sofi yang baru datang.

"Cobalah untuk memahaminya" nasehat Arvin sebelum Ia pergi meninggalkan Liana dan Sofi sahabatnya agar lebih leluasa untuk berbicara.

Pembicaraan itu pun hanya berlangsung beberapa menit karena Sofi tak dapat meninggalkan pekerjaannya lebih lama lagi. Dan Liana melanjutkan perjalanannya sesuai kehendak Arvin.

"Tujuh tahun yang lalu, sejak kecelakaan yang menyebabkan Ayahku meninggal. Sejak saat itu pasti Kau tahu kalau akhirnya akan seperti ini," ulas Sofi dengan deraian air mata.

"Sofi!"

"Setiap malam Aku selalu melihat ibu bergadang untuk menjahit baju orang lain, padahal paginya dia juga harus bekerja. Bagaimana mungkin Aku hanya diam melihat ibuku bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kami. Jadi Aku putuskan untuk mencari pekerjaan."

"Apa Ibumu tahu?"

"Jangan beri tahu dia! Aku tidak mau menambah beban pikirannya. Cukup hanya Kau saja yang tahu, emm..?" pinta Sofi memohon. "Liana?"

"He'em. Cukup hanya kita saja yang tahu" angguk Liana meneteskan air mata.

"Terima kasih!" Sofi memeluk Liana dengan hangat.

Bayangan itulah yang terus terulang dimemory pikiran Liana. "Aku harus bagaimana sekarang?" gumamnya sendiri sembari meneteskan air mata yang dihapusnya dengan cepat.

"Cukup dengan Kau menjadi sahabatnya dan selalu disampingnya untuk sekedar mendengarkannya atau memberi semangat untuknya. Kurasa itu sudah sangat membantu Sofi." Saut Arvin memberi pendapat.

"Kau memang sahabatnya tapi tidak semua masalah harus diselesaikan bersama? Sudah jangan berpikir macam-macam! Itu akan mempersulit dirimu saja" Arvin mengusap halus kening Liana yang sedari berkerut seperti berpikir keras.

Tindakan Arvin yang begitu tiba-tiba membuat Liana tercengang sesaat seraya menatap lekat kearah wajah Arvin yang hanya bisa Ia lihat dari sisi kirinya saja.

"Apa ini? dalam sekejap perasaanku jadi lebih tenang. Dan dalam hitungan detik dia mampu membuat perasaanku menghangat" batinnya mencoba untuk mencerna perasaannya yang tak dapat Ia mengerti.

"Ayo turun kita sudah sampai!" perintah Arvin membuyarkan semua lamunan Liana.

"Ini rumah siapa?" Tanya Liana heran.

"Bagaimana bagus tidak?"

"Bukan hanya bagus, tapi sangat bagus" kagum Liana saat pertama kali melihat Rumah yang sebagian besar tersusun oleh kayu dan berdiri tepat ditengah-tengah taman yang begitu luas.

"Apa Kau menyukainya?"

"Sangat"

"Ini hadiah dari ayah untuk pernikahan kita. Kau ingin melihatnya?" tawar Arvin.

"Bolehkah?" Ucap Liana antusias, tanpa melepas sedikitpun pandangannya dari rumah itu.

Dengan dibimbing Arvin, Liana dapat melihat seluruh penjuru rumah.

"Wahh.. benar-benar bagus. Aku tidak pernah bisa bayangkan rumah seperti ini yang aku tempati nantinya." decaknya kagum.

"Iya memang sangat bagus, ayah memang selalu memperhatikan semuanya meskipun hal sekecil apapun."

"Maksudnya?"

"Kau tahu? Kenapa dapur dan ruang makan ditaruh diluar rumah dan didekatkan dengan taman?" Tanya Arvin sedangkan Liana hanya menggeleng lugu.

"Karena dalam bayangan ayah nanti, jika kita sudah punya anak, Kau bisa mengawasinya saat bermain walau sedang menyiapkan makanan untukku."

"Jadi ini semua ayah yang mendesain?"

"Iya" jawab Arvin singkat. Liana tersenyum bangga seraya mengamati seluruh ruangan.

"Kenapa Kau tersenyum seperti itu?"

"Sekarang Aku mempunyai dua Ayah dan dua Ibu. Bukankah itu sangat menyenangkan?" lontar Liana seraya menghadap kearah Arvin.

"dan Kau, akan jadi kakakku. Pasti sangat menyenangkan bukan?"

"Jangan bergurau, siapa juga yang mau jadi Kakakmu? Jadi suamimu saja Aku terpaksa. Kalau Kau ingin seperti itu cari orang lain dan biarkan aku bebas sampai masa perjanjian ini berakhir. Setelah itu kita pilih jalan masing-masing yang semestinya kita pilih" ketus Arvin meninggalkan Liana sendiri dan masuk kekamarnya.

"Kau benar. Tidak seharusnya Aku mempunyai pikiran sepicik itu. untuk beberapa saat aku telah dibutakan dengan sikap hangatmu dan tidak sadar bahwa inilah sikapmu yang sesungguhnya padaku" gumam Liana mengakhiri semua angan indah yang baru saja terpikir olehnya.

"baiklah Liana, kita selesaikan semuanya sesuai dengan apa yang semestinya menjadi akhir dari sandiwara ini" ungkapnya memberi motivasi pada dirinya sendiri.

***

1
Zahard
wahhh ... udah tamat aja😂
Nienol
lean mampir kk
Dyah Nuraini: terima kasih kakak sudah mampir!
total 1 replies
Susi Asmanita
duh kasihan liana percepat datang suaminya thor jangan sampai berpisah
cpa ajj
seruuuuuuu thor 👍👍👍👍
Sari Riri
lanjut thor 😊😊😊😊😘😘😘😘
vita mela
emosii sm liana lma2 thor.. knp sih dy sllu mikir jauh tnpa denger penjelasan.. kasian arvin thorr.. buat ktmu sblum cermeii thorr.. 🥺🥺
Etri Oppo
jangan cerai thorrr
Etri Oppo
muter2....
Etri Oppo
lanjut thor
Olivia Salenussa Rutasouw
lnjut thor, bkg arvin rasa kehilangan
Etri Oppo
lanjutttt
Mia
aku dh like
dn baca
Dyah Nuraini: terima kasih kakak
total 1 replies
Amiraty Rahima
Jdi cowo ko lembek amet gak pantes lu arvin jadi cwo jadi banci aja lu sekalian
Etri Oppo
haaaahhhhh
Rizal De Green
semangat....
olivia
semangat terus author....tiap pagi selalu di tunggu updatenya....dan berharap double 😘😘
Amiraty Rahima
Ko gitu sih alur nya thor ga ada yg nolongin liaya gitu
olivia
up lagi dong thor...lebih dari 1 😁😁
Dyah Nuraini: aku usahakan up rutin kak Senin sampai Jumat. kalau up lebih dari satu aku gak bisa janji. tapi di usahakan. Makasih kakak sudah menjadi penanti setia couple ARLI...!
total 1 replies
olivia
double up dong 😘
Ikeu Puspita
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!