Hidup dengan kekayaan yang luar biasa dan membuatnya menjadi pengusaha sukses Nomer satu di Negaranya serta beberapa Hotel terbesar di Negara lain yang dikelola adik keduanya. Namun siapa sangka jika Maharani telah menjalai kehidupan pahit serta masalalu yang menyakitkan.
Kejadian tak terduga membuat hidupnya kembali bahagia
" Aku sangat sangat mencintaimu Mira "
" Aku juga "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Agustiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epispde 13
Siang hari semua orang-orang di rumah Mira terlihat sibuk menata ini dan itu. Sementara yang akan menikah besok masih tertidur sambil memeluk satu sama lain. Jangan tanya kenapa mereka tahu. Itu karena Shaka sudah memberitahu Iqbal dan Darren mempersiapkan pernikahan Mira dan Shaka besok lewat pesan singkat saat Shaka sudah ambruk di atas tubuh Mira. Mereka bangun dari tidurnya saat ada yang mengetuk pintu kamar Mira.
" Sebentaar " teriak Mira dari dalam. Mereka berdua segera memakai pakaiannya masing-masing dan Shaka pura-pura tidur di soffa yang ada di kamar Mira. Mira membuka pintu yang ternyata adalah Fer membawa makanan untuk kakak dan calon kakak iparnya.
" Dimana kak Shaka ? " tanya Fer
" Tuh " Mira membuka pintu lebar-lebar dan terlihatlah Shaka yang sedang tertidur disoffa dengan kaki yang menjuntai.
" Tadi saat dibawah kak Shaka bilang ingin pernikahannya dua hari lagi. Tapi ini kenapa mendadak maju ? " Tanya Fer saat meletakkan nampan berisi makanan diatas meja nakas.
" Itu tadi aku mau bunuh diri jadi Shaka langsung mengajukan pernikahan itu besok. " Ucap Mira bohong. Mira menatap Shaka lalu tersenyum
' Tentu saja pernikahan kami dipercepat. Itu karena tadi Shaka sudah melakukannya denganku ' batin Mira.
Fer menyipitkan matanya saat melihat Mira senyum-senyum sendiri.
" Ada apa kak ?" Tanya Fer bingung
Mira menggelengkan kepalanya
" Aku sangat bersyukur mendapatkan dia. Meski dia tahu bahwa aku kotor tapi dia masih mau menerima ku " Mira tersenyum bahagia
Fer merasa lega meliha Mira tersenyum itu artinya Mira sudah melupakan kejadian itu bersama Nathan.
" Lalu apa dia sudah berbicara dengan kak Tasya ? " tanya Fer
" Iya tadi mereka bertemu sebentar. Shaka juga tidak mau Anastasya menghilang. Bagiku Tasya seperti kalian adik-adikku " ucap Mira tersenyum
Fer langsung memeluk Mira dan berkata " Aku menyayangi kakak, Kak Tasya dan Kak Ara "
Tasya mengelus lengan Fer " Aku juga menyayangimu Fer meski aku hidup ditubuh Mira namun rasa sayangku sama seperti Mira menyayangimu " ucap Tasya.
" Sering-seringlah bertemu denganku Kak Ara dan juga yang lain. Tapi jangan lagi ada kejadian dimasa lalu " ucap Fer yang menatap kedua bola mata Tasya
" Iya aku janji Fer. Kecuali jika ada yang ingin menyakiti keluarga kami " ucap Tasya. Keduanya pun berpelukan. Shaka yang pura-pura tertidur tersenyum mendengar semua itu.
' aku janji Mira, Tasya, Kinara dan Fer aku akan selalu menjaga kalian. Takkan ku biarkan orang lain menyakiti kalianku ' batin Shaka.
*
*
*
*
Shaka yang baru sampai dirumahnya dihujani berbagai pertanyaan dari kedua orang tua mereka. Tentu saja mereka terkejut saat Iqbal memberitahu jika Shaka akan menikah dengan Mira besok.
" Ka Papa sudah dengar semuanya dari Iqbal " Ucap Tuan Erick
Nyonya Hanin memeluk Shaka " Mama bangga padamu, Nak. Kau bisa menerima Mira dengan keadaan seperti itu "
Shaka terkejut sontak melepas pelukan Nyonya Hanin dan menatapnya " Shaka kira Mama dan Papa akan marah jika Shaka menikahi Mira dengan keadaan seperti itu. "
" Papa tidak akan marah Nak. Mira sudah seperti anak Papa. Bagaimana mungkin Papa melarang kau menikah dengan Mira. " ucap Tuan Erick
" Hm lebih baik kau istirhat. Kau terlihat begitu kelelahan. Pulihkan kesehatanmu untuk acara besok Nak. Mama dan Papa sudah mempersiapkan semuanya. Gaun dan Pestanya diadakan di Hotel Papa. " Ucap Tuan Erick
" Tidak Pa. Mira menginginkan pestanya dihalaman belakang rumahnya. Ia ingin tema Taman. " tolak Shaka
" Hmm baiklah kalau begitu. Pergi lah istirahat. " ucap Tuan Erick
" Terima kasih Mah Pah. Kalau begitu Shaka istirahat dulu. " Ucap Shaka. Kemudian berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.
" Semoga Mira dan Shaka bisa bahagia yah Pah. " Harap Nyonya Hanin.
" Aamiin. Semoga saja Mah " Balas Tuan Erick.
' Ferdi anakmu kini akan menjadi anakku. Kau tenang saja aku pasti bisa menjaga anak mu agar tak kecolongan lagi seperti ini. Istirahatlah kau dengan tenang bersama istrimu. Aku janji akan menjaga Mira Ara dan Fer ' Batin Tuan Erick.
*
*
*
*
Mira sedang dirias oleh Vani. Perias terbaik utusan Tuan Erick. Setelah satu jam riasan Mira selesai
" Lihatlah Nona. Sangat cantik " Ucap Vani salah satu dari rekannya
" Iya kau benar Van. Nona Rani luar biasa cantik. Saya yakin Nona jika Tuan Shaka pasti akan ternganga melihat kecantikan Nona. Apalagi dengan gaun yang menjuntai seperti ini. " Ucap Lia teman Vani.
Mira yang diberikan pujian hanya tertunduk malu hingga pipinya merona bagai tomat segar.
" Kakak Sayang " Ara masuk dan memeluk leher Mira dari belakang.
" Kau benar-benar cantik kak " ucap Ara dengan mata yang masih memandang Kakaknya.
Mira terseyum " Apa mereka sudah sampai Ara ? " tanya Mira. Dan Ara mengangguk
" Kami kesini mau menjemput Kakak " ucap Fer yang segera masuk juga memeluk Mira seperti yang Ara lakukan sebelumnya. " Kau cantik sekali kak " sambungnya.
Para perias itu sudah pergi dari sana menyisakan Kakak beradik disana
" Apa hanya Mira yang Cantik dan aku tak Cantik ? " Dengus Tasya.
Kedua adiknya tertawa kencang. Bagaimana bisa Tasya cemburu pada Mira.
" Tentu saja Kak Tasya juga cantik " ucap Ara kemudian mencium Tasya.
" Ya sudah mereka sudah menunggu. Pasti Kak Shaka sudah tidak tahan ingin menikah dengan kakak. Hehehe" ucap Fer dan
Plakk!!
Fer mengelus lengan kirinya yang dipukul Mira
" Sakit kak " Rengek Fer
" Rasain " ucap Ara ketus.
Mereka bertiga turun menggandeng Mira disisi kanan dan kiri. Vani mengangkat gaun dibelakangnya yang menjuntai agar Mira tak kesulitan berjalan.
Saat sudah mencapai anak tangga semuanya menganga melihat betapa Cantiknya Mira hingga Shaka menatapnya tanpa berkedip.
" Tahan Ka. Jangan grogi " Ucap Tuan Erick
" Jika kau gagal maka kau tidak akan memakan Mira " sambungnya dengan candaan.
" Apa sih Pah " ucap Shaka malu-malu.
Mira sudah duduk disamping Shaka yang akan mengucapkan Ijab Qobul.
" Kau sangat cantik sayang " Bisik Shaka tepat ditelinga Mira. Hingga membuat Mira tertunduk malu.
" Aku sudah tidak tahan " bisik Shaka.
" Diamlah. Jangan menggoda ku " Bisik Mira malu-malu hingga membuat Shaka terkekeh pelan
" Setelah ini aku akan memakanmu habis-habisan sayang " Bisik Shaka yang membuat pipi Mira semakin memerah bagaikan kepiting rebus.
" Sudah siap semuanya ? " Mereka semua mengangguk. " Baiklah kita Mulai "
Fer selaku saudara lelaki satu-satunya menggantikan posisi Ayahnya sebagai Wali nikah Mira. Fer menjabat tangan Shaka
" Saya nikahkan kau Shaka Aditya Dirgantara dengan Kakak saya Mira Maharani Assegaf dengan mas kawin uang sebesar lima ratus juta dan cincin berlian dibayar tunai " ucap Fer
" TUNGGUU !!!! "
Semua tamu terlihat bingung tetapi tidak dengan Mira dan kedua adiknya serta kedua calon mertua Mira yang nampak terkejut melihat seorang wanita yang seumuran dengan Nyonya Hanin. Wanita itu adalaah...
.
.
.
.