Ashalina putri memutuskan merantau ke Batam , karna orang tuanya tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan .Dengan mengandalkan Ijazah SMAnya , Ashalina melamar menjadi buruh PT yang memproduksi barang barang Elektronik di kota yang disebut dengan kota teh obeng tersebut , kota kecil yang padat penduduknya .
Lima Tahun Ashalina bekerja sebagai buruh di pulau kecil yang berbatasan langsung dengan lautan singapur dan malaysia itu . Ashalina memutuskan untuk mencari pekerjaan ke Negara tetangga sebagai Art . karna ia harus melunasi hutang biaya pengobatan Ayahnya , kepada rentenir yang memberikannya pinjaman .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Hari ini Ashalina memasak rendang ayam untuk majikan tampan yang sudah memikat hatinya itu . Ia mengaduk ngaduk masakannya sambil bernyanyi nyanyi ria dan berjoget ala ala gril band korea yang lagi terkenal .
"🎤 Now look at you 🎵
now look at me
look at you
Now look at me
look at you
now look at me 🎶
🎤 Ha 🎵 How you like that
you gon 'like that 🎶
that that that that 🎶
that that🎶 that that 🎵
🎤 How you like that🎵
Ha ra bim ba ra
bum bum bum 🎵
" I like that 🎵," sambung Mr Ze .
" Mr Ze ! ," Ashalina kaget , tiba tiba Mr Ze datang dan langsung mengecup sebelah pipinya .
" Baby ! , " balas Mr Ze dikecupnya lagi pipi sebelahnya .
" Kenapa cepat pulang ? , ini masih sore ?, " tanya Ashalina .
" waktumu tidak lama lagi disini , aku tidak mau menyia nyiakannya , nanti kita pasti jarang bertemu ," jawab Mr Ze , memeluk Ashalina dari belakang dengan menyandarkan dagunya di bahu Ashalina .
Ashalina mengecilkan api kompornya , kemudian memutar tubuhnya ke arah Mr Ze . " Mr Ze ! aku tidak berani berharap lebih darimu , kita jauh berbeda , berbeda kasta beda Negara dan beda agama ," ujar Ashalina , metatap dalam kedua manik mata berwarna kecoklatan milik majikan tampannya itu . Ashalina tidak tau kalau Mr Ze adalah seorang muslim , walau hanya di ID card .
" Apa perbedaan itu jadi masalah ? , " tanya Mr Ze .
" Iya ! ,"
" Tapi itu semua tidak jadi masalah untukku ," balas Mr Ze
" Ya ! , itu tidak akan jadi masalah untuk Mr , karna Mr Tidak pernah serius dengan perempuan manapun ," jelas Ashalina .
" Baby.. ! aku serius , aku janji akan berubah , aku janji tidak akan bermain perempuan lagi ,"
" Mr ! ,"
" Iya sayang ! ,"
" Aku mencium bau gosong ," ucap Ashalina , Mr Ze langsung melepas pelukannya , Ashalina pun membalik tubuhnya melihat ke arah kuali masakannya . Benar saja , bagian bawah masakannya sudah gosong . Ashalina langsung mematikan kompornya , " gosong ! ," ucapnya lemah .
" Tidak apa Baby ! , kita bisa cari makanan diluar ,". ditariknya tangan Ashalina keluar dari dapur , " sana mandi malam ini kita jalan jalan ," ujar Mr Ze .
" Benaran Mr ! ," wajah Ashalina langsung berbinar senang .
" Sana cepat ! ," suruh Mr Ze tersenyum sambil mengacak acak ujung kepala Ashalina . Ashalina menganggukkan kepalanya lalu berlari masuk kedalam kamarnya .
kurang lebih tiga puluh menit , Ashalina keluar dari dalam kamarnya dengan menggunakan dress selutut berwana ijo botol , bermodel kemeja tanpa krah , berlengan panjang beserta ada tali pinggang . rambut panjangnya di ikat rapi kebelakang dengan model ekor kuda . wajahnya hanya diberi sentuhan bedak tipis dan lipstik berwarna merah maron , yang menambah kecantikan alami wajahnya .
" Baby ! , kamu sangat cantik ! ," ucap Mr Ze , mendekati Ashalina yang baru keluar dari kamar , memeluk pinggang Ashalina dari samping lalu dikecupnya pelipis Ashalina kilas . " yuk ! ," ajaknya lagi , mengiring Ashalina berjalan ke arah pintu keluar .
Ashalina hanya mengembangkan senyumnya lalu mengangguk . mendapat pujian dari lawan jenis , tentu Ashalina sangat senang apalagi yang memuji adalah laki laki tampan . Hati wanita mana yang tidak berbunga bunga dapat pujian dari seorang pria , apa lagi yang memuji adalah pria yang sudah memikat hati kita . Ashalina sudah benar benar terpikat dengan majikan tampan bajingannya itu .
" Kita kemana Mr ? ," tanya Ashalina , membalas memeluk pinggang Mr Ze dengan sebelah tangannya .
" Lihat aja nanti kita kemana ," balas Mr Ze . Ashalina mengerucutkan bibirnya , karna Mr Ze tidak pernah menjawab pertanyaannya dengan jelas . Majikan yang sudah merangkap menjadi... Ah ! , Ashalina tidak tau apa kejelasan hubungan mereka , karna kedekatan mereka hanya mengalir begitu saja tanpa ada kata yang resmi menyatakan status hubungan mereka .
Setelah mereka masuk kedalam mobil mewah milik Mr Ze , yang mungkin harganya di atas harga proyek 10M mereka yang sudah dibatalkan . Mr Ze pun langsung melajukannya bergabung bersama kenderaan lain di jalan raya .
" Wah ! indahnya..! ," ucap Ashalin , melihat kerlap kerlip lampu lampu kota Singapur malam hari . Mr ! aku ingin kesana ! , " tunjuk Ashalina melihat lampu hias berwarna warni berbentuk seperti pohon dan ada jembatan melingkar menyambungkan pohon hias yang satu ke pohon hias berikutnya .
" Iya nanti kita kesana , sekarang kita cari makanan dulu ," ujar Mr Ze .
" Hore..!! ," girang Ashalina , sambil bertepuk tepuk tangan kecil , seperti anak kecil yang dibawain cendor dan martabak dari pasar oleh emaknya .
" Tapi ada syaratnya ," ucap Mr Ze lagi .
" Ashalina mengerucutkan bibirnya ," apa ? ,"
" Cium ! ," Mr Ze menunjuk pipinya dengan telunjuknya .
" Gak mau ! , aku malu ! ," tolak Ashalina .
" Kalau begitu tidak jadi ," ujar Mr Ze .
" Dasar majikan menyebalkan , tidak berpri ke art an ," sungut Ashalina memanyunkan bibirnya .
" Ya udah ! kalau tidak mau ,"
" Punya majikan satu tapi maunya banyak ," Ashalina masih memanyunkan bibirnya .
Cup ! , Mr Ze Mendaratkan ciuman di kening Ashalina , setelah ia memarkirkan mobilnya , diparkiran salah satu tempat makan di kota Singapur .
" Mr ! , kau sudah sering sekali menodaiku," protes Ashalina , karna Mr Ze seringkali mengecupnya.
" Kok menodai Baby ? ,"
" Tidak boleh cium cium kalau tidak ada pernikahan ," jawab Ashalina .
" Oh ! ," seperti biasa Mr Ze selalu menganggap semuanya enteng . " Ayok turun ! kita makan dulu ," ajaknya , lalu turun dari dalam mobil , begitupun dengan Ashalina .
kini mereka sudah duduk di dalam restoran yang menjual berbagai jenis makanan , yang Ashalina tidak tau apa nama makanannya .
" Mr Ze ! , disini semua makanan halal gak ? , tanya Ashalina , setelah membaca buku menu yang berbahasa inggris , Ashalina tidak tau apa artinya . boro boro Ashalina mengerti , membacanya aja susah .
" Saya gak tau ! ," jawab Mr Ze .
" Aku gak mau makan disini kalau ke halalannya tidak jelas ," ujar Ashalina .
Mr Ze hanya diam saja , ia lagi dalam mode menyebalkan , membuat Ashalina jengkel .
Pelayan pun datang mengantar pesanan mereka / lebih tepatnya pesanan Mr Ze semua , karna Ashalina tidak tau harus memesan apa .
" Apa makanan disini semua halal ? ," tanya Mr Ze kepada pelayan wanita yang menghidangkan makanan di meja mereka , tentu dengan menggunakan bahasa upin ipin .
" Iya Mr ! ," jawab pelayan itu tersenyum ramah .
" Sudah dengar katanya semua halal ," ucap Mr Ze kepada Ashalina , Ashalina pun merasa lega .
" Ada yang bisa saya bantu ? ," tanya pelayan itu ramah , mirip suara kak Ros , kakaknya upin ipin .
" Tidak ! ," jawab Mr Ze
" Kalau begitu saya permisi , selamat menikmati ! ," pelayan itu pun undur diri .
" Baby ! , ayok makan ! ," suruh Mr Ze , melihat Ashalina hanya diam menunduk dengan mata berkaca kaca .
" Kamu kenapa sayang ! ," tanya Mr Ze , Ashalina hanya menghelengkan kepalanya .
" Kenapa gak mau makan ? ," tanya Mr Ze lagi , diusapnya kepala Ashalina dari belakang ,Malah Ashalina menangis .
" Baby ! , kenapa malah menangis ? " ditariknya Ashalina dalam pelukannya .
" Melihat makanan enak sebanyak ini , aku langsung ingat dengan adik adik dan kedua orang tuaku dikampung ?, aku berpikir apa mereka sudah makan atau belum? , mereka makan apa? , aku kangen dengan mereka , aku sudah lama tidak bertemu ," ucapnya di dalam pelukan Mr Ze .
Mr Ze terdiam tidak bisa berkata apa apa , hatinya terasa sakit melihat gadisnya yang sedih . Meski pun Mr Ze tidak pernah kekurangan apapun secara materi , tapi ia mengerti apa yang dirasakan Ashalina .
Mr Ze mencium pucuk kepala Ashalina sambil tangannya mengusap usap punggung Ashalina ." Baby ! kita makan dulu ya ! , keluargamu pasti baik baik saja dikampung ," ucap Mr Ze , diusapnya lelehan bening yang mengalir di kedua pipi Ashalina . Ashalina menganggukkan kepalanya tak ingin berlarut larut dalam kesedihan .
Selain Ashalina gadis yang sedikit barbar dan banyak bicara . dia juga termasuk gadis yang gampang menangis , tapi gampang membaik .
Mr Ze pun mengambil sendok , lalu menyendok salah satu makanan yang tersaji di depan mereka , menyuapkannya ke mulut Ashalina yang langsung diterima oleh Ashalina .
" Biar aku makan sendiri Mr ! , ," mengambil sendok dari tangan Mr Ze .
" No Baby ! , biar aku suapin ," tolak Mr Ze .
" Aku kan bukan orang sakit Mr ! , makan harus disuapin ," sungut Ashalina memanyunkan bibirnya .
" Cup ! " lagi lagi Mr Ze mengecup Ashalina .
" Mr ! , malu dilihat orang..! ," protes Ashalina . Mr Ze hanya mengedikkan bahunya .
" Mr Ze gak punya malu ," ujar Ashalina .
" Cepat buka mulutnya Baby , jangan banyak bicara , nanti tidak jadi jalan jalannya ," ujar Mr Ze sambil menyuapkan makanan lagi kemulut Ashalina , Ashalina pun menerima suapan dari Mr Ze lagi .
" Good ! , jadilah gadisku yang penurut ," diacak acaknya ujung kepala Ashalina .
mana lanjutan nya ya