Alya Rahmadhani, anak kedua dari keluarga Hasan dan Rahma, menerima perjodohan pilihan Ayahnya. Menggantikan Kakaknya yang bernama Tyas, Karena Ia sudah memiliki calon lebih dulu.
Dimas yang baru menyadari ternyata Anak ke-2 pak Hasan yang akan ia nikahi. Menjadi dilema karena Raka adiknya sudah menyukai lebih dulu sejak awal masuk kuliah. Tetapi Dimas juga sudah mulai suka kepada Alya.
Kini pria yang pernah Alya jumpai saat berada di Jogja beberapa tahun lalu akan menjadi pendampingnya, dan tanpa Alya sadari perlahan ia mulai menyukai Dimas.
Karena belum bisa menerima perjodohan tersebut, Raka lebih memilih ke Kalimantan sesuai permintaan Ayahnya. Mengubur jauh rasa sayang untuk memiliki Alya.
Tetapi takdir berkata lain, ada banyak polemik yang menerjang hubungan mereka.
Akankah Alya menikah dengan Dimas atau Raka akan kembali ke Jakarta menghentikan pernikahan Alya dan Dimas ?
Ikuti novelnya sampai tuntas ya readers, untuk dapat klimaks nya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jogja part 2
Pagi hari setelah selesai sarapan, kedua tim yang sudah terbagi segera menuju lobby bersiap menunggu jemputan kendaraan.
"Kami duluan ya Pak Dimas, Alya." Ucap Heru dan menutup pintu mobil samping kemudi.
"Baik Pak Heru." Jawab Alya mewakili Dimas yang masih terdiam.
"Dimana mbak Indah Pak?" Tanya Alya Karena tidak meilhat Indah sedari tadi.
"Indah ijin subuh tadi pulang lebih awal orang tuanya sakit. Jadi Kita saja yang menuju kesana. Kamu sekalian handle tugas Indah selama disana." Ucap Dimas yang masih fokus menatap layar ponselnya.
"Baik Pak." Alya hanya bisa pasrah dengan keadaan yang mengharuskan mereka berdua pergi.
Tak lama jemputan untuk mereka datang. Dimas langsung masuk kedalam diikuti Alya. Setelah perjalanan hampir memakan waktu 2 jam akhirnya sampai di desa. Rekan bisnis yang dimaksud Dimas kemarin sudah tiba lebih awal.
"Maaf Pak Cipto lama menunggu. Mari langsung Kita bicarakan kesepakatan kerjanya." Ucap Dimas dan berjabat tangan dengan lawan bicaranya.
"Tidak masalah Pak Dimas, Saya juga baru tiba." Jawab Lelaki yang dipanggil Cipto.
Keduanya larut dalam pembicaraan rencana kerjamsa bisnis kedepan sesekali Alya mencatat segala pembicaraan keduanya. Setelah dirasa cukup pembahasan selesai. Pak Cipto pamit terlebih dulu dan bergegas ke parkiran.
Desa dikaki gunung Merapi sangatlah sejuk, Pak Cipto sengaja mengajak mereka kesini untuk melihat perkebunan yang Ia miliki sekaligus mempromosikan produk yang akan mereka sepakati bersama.
"Sebentar Al, Saya sudah pesan Jeep untuk wisata Lava Tour. Rindu menghirup udara pegunungan." Ucap Dimas.
"Baik Kak." Alya duduk kembali didekat pendopo. Sambil memainkan ponselnya untuk mengusir rasa bosan.
Alya mengirim pesan WhatsApp ke Siska, sekedar ingin mengetahui dirinya disana bagaimana.
📱Alya
Jenuh Sis, Aku cuma berdua aja ketemu client kak Dimas. Kamu gimana disana?
📱Siska
Wah seru dong Al, nikmatilah berduan sama calon suami. 🤭
📱Alya
Bete tau enggak Sis, Aku lagi dikaki Merapi. Lihat gunung rasanya udah mau nanjak aja nih. 😆
📱 Siska
🤦 Lagi kerja Al, bukan lagi jalan pendakian.
📱Alya
Iya iya, oke deh dilanjut. Jemputan kami udah datang. sampai ketemu di hotel.
Setelah menunggu beberapa menit datang mobil Jeep yang dipesan Dimas. Mereka langsung naik dibelakang kursi penumpang. Perjalanan mulai menanjak dengan jalur sedikit curam, tanah kering berdebu membuat udara sedikit sesak. Tetapi tidak lama kondisi kembali sejuk dengan udara dingin mendekati kaki gunung Merapi.
Ketika manufer kekiri tajam, Alya kurang sigap pegangan tangannya terlepas menggeser posisi duduknya menyentuh tubuh Dimas dikiri. Dengan cekatan Dimas segera mendekap Alya agar tidak terjatuh.
"Ma maaf Kak, Saya kurang hati-hati pegangan terlepas." Ucap Alya merasa tidak enak.
"Iya Al tidak apa." Jawab Dimas.
Alya kembali memperbaiki posisi duduknya, dan lagi-lagi pegangannya terlepas. Dimas dengan waspada menangkap tubuh Alya lagi kedalam dekapannya. kedua mata Mereka bertemu saling memandang dengan penuh arti. Mobilpun berhenti di area parkir.
"Sudah sampai Al. Mau sampai kapan posisi Mu seperti ini?" potong Dimas membuyarkan lamunan keduanya.
"Eh Iya Kak udah sampai ya?" Alya segera turun lebih dulu dengan dibantu Dimas memegang tangan kirinya.
"Makasih kak." Ucap Alya.
Dimas hanya tersenyum kearahnya. Mereka berjalan menyusuri pemandu menuju beberapa spot yang dijadikan photo stop para pengunjung. Melihat kegagahan puncak Merapi dari jauh yang semakin terkikis akibat meletus beberapa tahun lalu tidak mengurangi keindahan ciptaan tuhan.
Menjelang sore mereka kembali menuju hotel, diperjalanan pulang sesekali Dimas melirik kearah Alya yang terlihat sedikit lelah. Tidak ingin kehilangan moment iapun menunda Alya yang sedikit lagi memejamkan mata.
"Alya." Panggil Dimas.
"Huamm iya. Baru aja Aku mau terlelap kak." Jawab Alya santai.
"Enak saja Kamu tidur, ini masih jam kerja." Jelas Dimas.
"Aku kan magang Kak bukan seperti mbak Indah yang bekerja sebagai sekretaris kak Dimas." Ucap Alya yang tidak mau kalah darinya.
(Rupanya dia sudah terbiasa mengganti panggilanku ketika sedang berdua. Gumam Dimas sambil tersenyum).
"Bagaimana dengan perjodohan kita?" Tanya Dimas mengganti topik pembicaraan.
Alya hilang rasa kantuknya ketika mendengar pertanyaan Dimas. Pandangannya keluar jendela mobil.
"Kakak sendiri menerima perjodohan ini?" Tanya Alya.
Dimas terdiam pandangan lurus kedepan. Dan keduanya saling membisu hingga tiba di lobby hotel. Tim yang lain sudah berada diruang tunggu lobby. Menunggu kedatangan Dimas dan Alya.
Dimas membuka pintu mobil dan berjalan lebih dulu meninggalkan Alya. Lalu menghampiri yang lainnya.
"Bagaimana hasil kerja hari ini?" tanya Dimas langsung duduk di hadapan Heru.
Heru menjelaskan seluruh hasil pekerjaan hari ini. Dimas puas dengan penjelasan yang diberikan. Mereka akan melanjutkan esok pagi menuju Dieng. Karena masih ada beberapa project disana. Rencananya akan pulang ke Jakarta menggunakan kedua mobil sepulang dari Dieng.
"Silahkan semuanya bisa istirahat, siapkan tenaga kalian esok karena kita akan lanjut perjalanan darat kepulangan ke Jakarta setelah selesai urusan di Dieng." Jelas Dimas.
"Baik Pak." Jawab semua karyawan termasuk kedua anak magang.
Alya dan Siska sudah tiba didalam kamar hotel, merebahkan tubuhnya yangnlelah seharian berada diluar. Sedangkan Siska lebih dulu mandi Karena suluruh badanya sudah lengket. Ia sangat menjaga sekali kebersihan tubuhnya, berbeda dengan Alya mungkin karena Ia biasa melakukan kegiatan dialam bebas sehingga kondisi diluar ruangan pun tak membuatnya risau karena keringat yang menempel pada tubuhnya. Bukan berarti Ia tidak bersih, dirinya terbiasa mengenakan pakaian yang mudah diserao keringat saat berada diluar ruangan, sehingga tubuhnya tetap terjaga dengan baik.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Seluruh Tim sudah terbagi di dua posisi untuk perjalanan menuju Dieng. Mobil 1 ada Dimas, Alya dan Yoga Sedangkan Mobil 2 ada Heru, Berta dan Siska. Keduanya menuju Tol, jarak mobil agak berjauhan.
"Awasss pak!" Teriak Dimas ketika menyadari kondisi mobil tidak stabil dan mulai oleng kekiri kekanan.
"Astagfirullah..." Ucap Alya menutup kedua matanya.
Brukkkk ...
Pranggg ...
Mobil berguling hingga beberapa meter dan berhenti di ujung kiri pembatas jalan. Mobil yang dikendarai Dimas pecah ban hingga terjadi insiden hampir menabrak pembatas jalan karena supir yang kurang menguasai keadaan ban bocor saat kecepatan tinggi.
Asap mobil mulai keluar dari kap depan. posisi Yoga dan supir berada didepan sudah terbentur mengenai dashboard. Sedangkan Dimas berhasil mendekap Alya untuk menghindari benturan hebat. Dimas tidak sadarkan diri karena kepalanya terbentur cukup keras menghantam jendela samping hingga kaca retak. sedangkan Alya mulai meringis kesakitan karena kaki kanannya terjepit kursi pengemudi.
Petugas tol dan polisi berjaga segera ramai mendatangi lokasi kejadian, beberapa Tim medis sudah datang. Melihat dari kejauhan mobil yang dikendarai Heru segera melipir memutar balik perlahan mendekati mobil Dimas.
"Segera keluarkan korban, mobil semakin mengeluarkan asap." Teriak dari petugas jalan tol.
Seluruh petugas mengerahkan tenaga untuk membantu mengeluarkan korban keluar. Satu persatu berhasil dikeluarkan, beberapa menit kemudian terdengar ledakan dari mobilb yang sudah rusak parah.
.
.
.
Renata nya Thor