NovelToon NovelToon
KEMBALINYA SANG AKTRIS

KEMBALINYA SANG AKTRIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Chicklit / Tamat
Popularitas:438.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: astrilia pinky

Seorang aktris terkenal harus tewas mengenaskan ditangan tunangannya dengan sang sepupu sebagai saksi mata. Penyesalan datang tiba-tiba ketika disaat-saat terakhir dia mengingat sang ibu dan sang adik yang sudah tiada. Keinginan terakhir ibu yang tak terpenuhi, kegagalan dalam melindungi adik.

Tuhan berbaik hati dan memberikan kesempatan untuk melindungi sang adik, namun sebagai gantinya hidupnya lah yang berakhir. ketika bangun dari kematiannya yang kedua kali, dia berada ditempat yang sangat asing. Kehidupan baru yang Tuhan berikan memang tak begitu tenang, namun seorang penyemangat telah Tuhan berikan disampingnya. Gemerlap dunia hiburan lenyap, hanya ada kehidupan sederhana dan beberapa masalah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astrilia pinky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berubah tiba-tiba

Vivian masih cemas, apa yang akan dia katakan jika Rein mengungkit masalah terlahir kembali?

"Astaga!!! Kak Rein, kenapa bisa gini?!" Tanya Alvian melihat pipi Rein.

"Heh, anak kecil! Kakak kamu ga ditanyain? Aku juga lebam, tau?!" Ketus Vivian.

"Kak Vian mah ga usah di khawatirin, palingan cuma jatuh." Jawab Alvian.

"Dasar bocah tengik! Ga ada sopan santunnya sama kakak sendiri! Huh!" Vivian pergi dengan hentakan kaki kasar.

"Vivian! Kamu itu udah dewasa, kenapa masih bersikap kekanak-kanakan? Sama adik sendiri sikap kamu begitu, gimana sama orang lain?" Ketus Rein.

"A... Apa? Kamu... Kamu kenapa? Kamu sakit?" Vivian berlari kearah Rein dan menempelkan punggung tangannya dikening Rein, "Ga panas kok?"

Rein menepis tangan itu dengan kasar, "Apa-apaan, sih kamu?!"

Vivian terkejut, "Kamu kenapa, sih? Kok aneh gini?" Tanyanya bingung.

"Kamu yang kenapa!? Udah dewasa tapi tingkahnya kayak anak kecil! Kekanak-kanakan!" Jawab Rein kasar.

Vivian bingung, "Tadi siang masih perhatian, kenapa sekarang jadi galak gini, sih? Apa jangan-jangan..... Dia marah gara-gara aku ga jelasin soal tadi pagi?" Batinnya.

"Vian, kamu malam ini tidur sama kakak aja." Kata Rein.

"Iya, kak." Jawab alvian, sebenarnya dia juga bingung kenapa Rein tiba-tiba berubah sekasar itu.

Vivian meninggalkan mereka, dia masih bingung dengan sikap Rein yang tiba-tiba itu. Karena terlalu memikirkan hal itu dia sampai sulit tidur, "Vivian.... Vivian.... Kenapa harus mikirin hal yang ga penting, sih?!" Protesnya dalam hati.

Berulang kali dia mencoba menutup mata, tapi matanya seakan-akan sedang menjahilinya.

"Sebenarnya Rein kenapa? Tadi siang...." Vivian melihat jam dinding menunjukkan pukul 2 pagi, "Kemarin siang masih biasa aja, masih perhatian. Kenapa kemarin malam jadi galak gitu?" Vivian terus memikirkan hal yang sama sampai pagi.

"Kak Vian kok keliatan ga semangat? Kayak habis begadang semalaman lagi, kakak ga apa-apa?" Tanya Alvian yang melihat keanehan di wajah kakaknya.

Vivian menggeleng, "Dari tadi kenapa dia diam aja, sih? Apa masih marah? Sebenarnya dia marah gara-gara apa? Apa ini sifat aslinya?" Vivian terus menatap Rein tanpa memperhatikan pekerjaannya, "Aww... Aduh..." Tangannya tersiram air panas.

"Makanya, kalau melakukan sesuatu itu harus fokus, jangan melamun!" Ketus Rein.

"Dia kenapa, sih?" Vivian memberi isyarat pada Alvian.

Alvian mengangkat kedua bahunya, "Mana aku tau?" Begitu kira-kira artinya.

Vivian memutar bola matanya, dia langsung pergi ke kamar dan mengobati tangannya.

"Sebenarnya dia itu kenapa?! Tiba-tiba jadi galak, jadi dingin. Ish... Kayak lagi PMS! Bahkan aku pas PMS aja ga gitu! Huh! Dasar ngeselin! Dia itu kenapa, sih?! Aaarrrggghhh!!!!! Aneh banget! Mending pulang ngantar Vian sekalian aja beliin pembalut buat dia! Dasar cowok PMS!! Bikin kesal!! Cowok PMS ngeselin!!!!" Vivian terus memaki dalam hati.

.......

12.30

Waktu istirahat

"Rein!! Apa-apaan sih, lu?! Dari pagi lu tuh aneh tau ga?!" Frengky menarik kerah baju Rein kuat.

"Apa-apaan kalian ini? Kenapa ribut-ribut? Ada masalah apa?" Tanya Vivian ketika melihat Frengky dan Rein bertengkar.

"Frengky main gitarnya ga benar, aku jadi kehilangan konsetrasi gara-gara dia!" Jawab Rein.

"Heh! Lu aja yang ga bisa nyanyi! Udah bagus lu diterima disini, kalo ga lu pasti tinggal dijalanan sekarang!" Frengky terlihat sangat-sangat marah.

"Ok! Kalo lu ga mau gue disini, gue pergi sekarang juga!!" Rein pergi begitu saja meninggalkan restoran.

"Ga baik kalau Rein pergi sendirian, biar aku susul dan tenangin dia." Kata Clara.

"Aku ikut." Adiftiya menyusul Clara.

"Sebenarnya ada apa sih ini? Kenapa kalian tiba-tiba berantem? Bukannya kalian yang paling kompak?" Tanya Vivian.

"Dia itu ga bisa nyanyi, tapi malah nyalahin orang!" Ketus Frengky.

Sudah hampir 2 jam, namun Clara dan Adftiya belum juga kembali. Vivian memutuskan untuk menelfon Clara.

"Halo, bos? Ada apa?" Tanya Clara.

"Rein udah ketemu belum?" Tanya Vivian.

"Maaf, bos. Kita masih kehilangan jejak. Tadi dia naik bus, trus kita kehilangan jejak gara-gara lampu merah sama macet. Bos jangan khawatir, kita pasti nemuin dia." Jawab Clara. Dia terdengar sedang kelelahan.

"Ya udah, kalian hati-hati dijalan." Kata Vivian.

"Siap, bos." Jawab Clara. Telfon terputus. Vivian memutuskan untuk menjemput Alvian karena jam menunjukkan pukul 14.15

"Maaf, tapi semua siswa sudah pulang sejam yang lalu. Hari ini ada rapat guru, jadi siswa pulang cepat. Memang Alvian tidak bilang?" Kata wali kelas Alvian ketika Vivian bertanya.

"Apa? Sejam yang lalu? Baik, terima kasih. Permisi, bu." Vivian menuju tempat parkir dan menyusuri jalan menuju rumah, namun dia tak menemukan Alvian bahkan saat tiba dirumah.

"Vian.... Kamu kemana sebenarnya? Jangan bikin kakak khawatir gini, dong! Vian.... Dimana kamu?" Hati Vivian tak tenang, dia kembali menyusuri jalan.

Dia bertanya kepada orang-orang yang ada di sepanjang jalan, namun tak seorang pun yang mengenali foto Alvian. "Dimana kamu dek.... Jangan bikin kakak khawatir. Kalau kakak masih ga bisa ngelindungin kamu, buat apa kakak terlahir kembali? Ga akan ada gunanya kalau kamu tetap dalam bahaya." Vivian sampai menangis.

Sudah hampir jam 4 sore, Vivian kembali ke restoran dengan hati yang gelisah dan takut. Alvian tak ditemukan, tak ada yang mengenalinya.

Bersambung......

1
Fransiska Maharani
kog kaya ny bodoh otak vivian tubg semua harta k alex jg sely males baca cerita bodoh yg terlahir kembali
Ibuk'e Denia
aq mampir thor
NOiR🥀
Luar biasa
Elly Watty
biasanya klw pindah dimensi jangka waktu nya berbeda, bisa selisih smpe beberapa tahun, tp ini kog sama pdahal lain dimensi, tlog lbih diperhatikan y thor
Elly Watty
katanya kluarga kaya no 3 tp kog g da 1 atau 2 bodyguard yg ngawal thor
Ali Ajo
ini cerita nya koq lari ke mana-mana,ngk jelas banget
Nyanak Rep Nyanak Rep
hadir
Lita Jessica
langsung berhenti baca dah ... bego lalu Vivian nya,ga minat lagi
Lita Jessica
bego lalu
Diana Ney
kata nya jago silant 🙄
nuke
kenapa kaisar di novel itu gobl*k2 😂😂
choco
semangat terus ya Thor
choco
Yeay tamat, ada extra part nya enggak Thor?
Mbasel
seruuu
Mbasel
wahh..praktis idenya😁😁
Mbasel
kalau kaya kan harusnya diusahain matimatian buat ngobatin mata anaknya..lah ini malah diusir.. keluarga aneh..
salam thor👋
Satya David
kapan baliknya nh
Satya David
kapan nih ketemunya 2 orang pasangannya
Irmha febyollah
hmmm q kira dia mau blz dendam 🙄🙄
Maman Ating
gak nyambung ceritanya Thor jadi bingung bacanya
OHM PAWAT: mohon maaf atas ketidaknyamanannya
author masih amatiran dan ada banyak kesalahan
sekali lagi mohon maaf
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!