SYNOPSIS:
HANNA GRACE, Atau Yang lebih akrab di sapa Anna, adalah gadis Yang hidupnya di penuhi oleh KE-MA-LA-NGAN.
Saking Tragis nya, bahkan KEMATIAN pun enggan untuk menghampiri-nya.
Maka pertanyaan nya; mampukah Anna meluluhkan Sang Pembuat takdir dan menemukan seberkas cahaya untuk menerangi hidupnya Yang begitu gelap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANNA-13
...🍁🍁🍁...
.......
.......
.......
Setibanya di cafetaria, Antonio berjalan mendekati Lisa yang sudah lebih dulu memesan makanan untuk dirinya dan juga Anna.
Lisa selalu membuang muka setiap kali Antonio melirik kepadanya, seperti wanita itu benar-benar kesal atas sikap Antonio sebelumnya.
Padahal menurut Antonio, ia tak melakukan sesuatu yang Salah. Tapi entah kenapa, Lisa benar-benar mengabaikan dirinya saat ini.
"Itu saja?" kata Antonio saat pesanan Lisa sudah siap di atas meja, "Hem, ini saja. Kau pesan sendiri milik mu. Aku akan kembali ke kelas." sahut Lisa masih mempertahankan wajah kesal kepada Antonio.
Namun Antonio buru-buru mencekal tangan Lisa, menahan wanita itu agar tetap di tempatnya, "Tunggu aku. Kita kembali bersama-sama saja." kata Antonio.
Lisa yang melihat tangannya di tahan berusaha ingin melepaskan genggaman pria itu, tapi Antonio justru tak memperdulikan tarikan Lisa dan tetap memegangnya.
"Jangan terlalu banyak bergerak. Orang-orang akan melihat." tegur Antonio, yang justru membuat Lisa bertambah kesal, "Kalau begitu lepaskan tangan mu!" namun Antonio hanya mendelik, "Sebentar lagi milik ku juga siap." katanya, mengabaikan protes Lisa pada nya.
Lisa benar-benar tak mengerti dengan Antonio. Laki-laki itu baru kemarin mulai bicara dengannya, hanya karena kedatangan Hanna, dan sekarang, Antonio bertingkah seolah-olah mereka adalah teman Lama. Benar-benar pria yang seenak nya.
Tak ingin membuat dirinya menjadi sorotan, karena cafetaria memang sedang di padati para mahasiswa, Lisa pun menuruti perkataan Antonio. Ia membiarkan pria itu memegang pergelangan tangan nya dalam diam.
Cih. Lisa merasa seperti seorang tawanan.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya milik Antonio pun telah selesai di buat, dan pria itu akhirnya melepaskan tangan Lisa, kemudian berbalik untuk menyunggingkan senyuman samar, dan Lisa mendelik.
Sial.
Lisa benar-benar merasa konyol dengan situasi di antara dirinya dan Antonio, mereka tidak pernah sedekat ini sebelumnya. Tapi Antonio malah memperlakukan dirinya seperti seorang teman akrab "Apa yang kau pikirkan? ayo!" lagi-lagi Antonio menarik tangan Lisa sesuka hati tanpa persetujuan Lisa.
"Aku bukan anak kecil." ujar Lisa menarik lepas tangannya dan Antonio hanya mengangguk tanpa bersuara mengabaikan kekesalan lisa.
Selama perjalanan menuju ke kelas, tidak ada yang memulai percakapan di antara mereka, hanya ada keheningan yang meliputi meskipun koridor kampus sedang di padati oleh para mahasiswa.
"Lihat jalan mu." ujar Antonio menarik tubuh Lisa secara tiba-tiba, hingga nyaris memeluknya saat Lisa hendak bertubrukan dengan kerumunan siswa lainnya, "Kau melamun?" tegur Antonio, dan Lisa pun mulai menyadari apa yang terjadi padanya.
"Oh, maaf," ujar Lisa gelagapan, "Terima kasih." ucapnya setelah itu, Lisa tak tau apa yang di pikirannya, yang jelas semua ini salah Antonio.
Setibanya di kelas, Anna masih menunggu di kursinya selagi menantikan Antonio dan Lisa kembali membawa makanan seperti yang Antonio katakan sebelumnya.
Saat keduanya muncul, Anna hanya menyunggingkan senyuman tak enak pada Antonio dan Lisa, karena telah membuat teman-temannya itu kerepotan.
"Makanan mu." kata Antonio menaruh bungkusan makan siang Anna di atas meja, "Terima kasih Ant, Lisa. Tapi lain kali biarkan aku yang membayar makan siang kalian berdua." ucap Anna, merasa tak enak namun tetap menerima makanannya. "Lakukan saja sesuka mu." sahut Antonio tak perduli dengan kesungkanan yang di tunjukan Anna.
Sementara Lisa justru lebih diam dari sebelumnya, "Makan bersama saja." kata Anna bangun dari kursi kemudian menyatukan mejanya dengan meja milik Lisa, "Maaf membuat mu kerepotan Lis,." kata Anna lagi masih merasa sungkan pada Lisa, terlebih karena temannya itu terutama karena lisa terlihat lebih diam.
"Kau mengatakannya lagi!" Lisa menggeleng heran, "Cukup ucapkan terima kasih, kau lupa, kita adalah teman." sahutnya, agar Anna tak merasa sungkan.
Lisa memang tak keberatan untuk membeli makanan di cafetaria, lagi pula ia hanya pergi, tidak mengeluarkan uang sepeser pun, hanya saja yang membuatnya merasa kesal adalah sikap Antonio yang seenaknya.
Anna tersenyum sambil duduk mendekat kepada Lisa, "Kalau begitu, terima kasih." katanya dengan lebih lembut.
Antonio hanya menggeleng heran melihat tingkah keduanya wanita di depannya, ia merasa seperti sedang memberi makan kedua saudari perempuannya saja. Entah kenapa para wanita terlihat lebih rumit di bandingkan para pria.
...🍁🍁🍁...
Jam perkuliahan pun akhirnya selesai, Anna juga telah menyusun rapi buku-buku nya. "Kau akan kembali ke kantor?" Tanya Anna saat berbalik menghadap kepada Lisa, "Aku masih punya waktu dua jam untuk melanjutkan pekerjaan ku. Jadi aku harus bekerja jika masih ingin mendapat gajih." sahut Lisa, yang langsung bergegas menyiapkan dirinya untuk segera kembali.
Anna pun hanya mengangguk memahami maksud Lisa, "Ku antar." kata Antonio, muncul tiba-tiba di antara keduanya. Baik Lisa maupun Anna tak ada yang menjawab, karena mereka tak tau Antonio sedang bicara pada siapa.
Mengerti akan tanda tanya yang tertulis jelas di wajah Lisa dan Anna, Antonio pun menggeleng sambil tertawa kecil, "Maksudku kalian berdua." kata Antonio, menjelaskan.
Namun Anna buru-buru menolak tawaran tersebut, "Terima kasih, tapi aku masih belum bisa kembali, aku harus pergi ke perpus." kata Anna dengan sejujurnya sambil menunjukan paper tugas sebelumnya, dan Antonio pun mengarahkan pandangan nya pada Lisa, wanita yang belum memberikan jawaban. "Aku bisa naik taxi." tolak Lisa juga, namun Antonio terlihat bersikeras.
Lisa hanya menghembuskan nafas tanda bahwa ia menyerah, "Terserah kau saja." kata Lisa lagi, membuat Anna dan Antonio sama-sama tersenyum melihat tingkah teman wanita mereka.
"Sampai bertemu di hari sabtu teman-teman." seru Anna kepada keduanya yang mulai beranjak meninggalkan kelas, Lisa tak menjawab, dan hanya melambaikan tangan, sebagai balasan dari perkataan Anna.
Setiba nya di parkiran, Antonio membukakan pintu mobilnya untuk Lisa, "Masuklah." kata Antonio diktator seperti sebelumnya, Lisa pun masuk tanpa menyuarakan protes, "Terima kasih." ucapnya terdengar ketus.
"Dimana kau bekerja?" Tanya Antonio saat mobilnya tengah melaju memasuki jalanan ibu kota, "OCDC," sahut Lisa tak berminat membicarakan urusan pribadinya, namun anehnya Antonio terlihat justru terkejut. Tapi Lisa mengabaikan respons Antonio.
"OCDC? bagian apa?" Tanya Antonio lagi, Dan Lisa hanya menjawab singkat seperti sebelumnya, "Supervisor."
Menyadari sikap Lisa yang masih selalu sinis terhadapnya, lagi-lagi Antonio kembali berucap, "Kau masih kesal kepada ku?" katanya, melenceng dari pertanyaan sebelumnya.
Lisa memasang wajah tak mengerti, saat melihat pada Antonio, "Aku? kenapa? untuk apa aku harus merasa kesal pada mu." sahut Lisa, bersikap cuek. Menurutnya ia bersikap biasa saja, memang seperti inilah ia selalu memperlakukan orang lain.
"Aku anggap itu artinya, Tidak." balas Antonio, "Karena memang tidak." yakin Lisa, namun terlihat berbeda dengan sikap yang di tunjukannya, membuat Antonio mengiyakan saja perkataan Lisa karena tak ingin muncul perdebatan lain.
"berapa Lama kau bekerja di OCDC?" Antonio kembali bertanya setelah keduanya cukup Lama dalam keheningan, "Baru beberapa bulan, dan perusahaan mengijinkan aku untuk mengambil Lisensi ku dengan jurusan yang berbeda." Jelas Lisa yang merasa seperti tengah di interogasi secara terang-terangan oleh Antonio.
"Pimpinan mu pasti orang yang murah hati," komentar Antonio, dan Lisa kembali memasang wajah masa bodohnya, "Mungkin saja dia seorang yang sangat pemurah dan bijaksana." tambah Lisa, mengungkapkan penilaian pribadinya.
Meskipun sesungguhnya, Lisa tak mengenal siapa pimpinan langsung dari perusahaan tempatnya bekerja, Ia hanya mengenal manager umum dan juga kepala bagian nya, selebihnya Lisa kurang tahu, terlebih karena ia memang baru bekerja di sana.
Tak lama kemudian, mobil Antonio pun sudah memasuki lingkungan perusahaan dan Antonio sudah memarkirkan mobilnya tepat di depan Lobi.
"Seharusnya kau berhentikan aku di dekat post penjaga saja." protes Lisa yang merasa sungkan karena satpam membukakan pintu mobil untuk nya, layaknya para kolega dan juga orang-orang penting lainnya, "Kenapa?" Tanya Antonio mengedikkan bahu tak mengerti.
"Karena aku hanya karyawan biasa, Ant, aku tidak ingin menjadi perbincangan karyawan lain." jelas Lisa segera keluar dari dalam mobil, dengan wajah sungkan, "Terima kasih sudah mengantarku, dan sungguh, aku tidak marah kepada mu." ucap Lisa lalu pergi tanpa menunggu Antonio bicara.
"Tentu saja kau tidak boleh melakukan itu. L.I.S.A.."
.......
.......
.......
.......
.......
Cerita Anna & Sam ini menurut aku termasuk cerita novel yg banyak pelajaran hidupnya...dimana Anna harus berjuang melawan kegelapan demi melanjutkan masa depannya.
Mulai berani untuk kembali belajar mencintai untuk kembali meraih kebahagiaan hidupnya yg sempat hilang akibar rasa sakit yg tidak tertahankan karena cinta.
Sebenarnya melupakan sesuatu yg menyakitkan itu bukanlah hal yg mudah untuk dilakukan...dimana hidup masih berjalan dan pikiran masih bekerja...bayang2 & ingatan pahit itu pasti akan terus mengikuti.
Tetapi kehidupan yg masih harus tetap berjalan membuat kita harus mencoba untuk mendewasakan diri lagi...dimana rasa pahit itu harus kita ingat untuk kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya.
Thanks Christ...ceritamu luar biasa...semoga menghasilkan karya yg lebih bagus lagi...🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍
Semoga Anna & Sam selalu berbahagia dengan keluarga kecil mereka...dan semoga selalu romantis sampai mereka menua & sampai Tuhan berkata waktunya untuk pulang...Amin...🥰🥰🥰🥰🥰
Lah...Sam memangnya Anna pergi ninggalin kamu...? Kan Anna gak pergi kemana - mana...cuma jalan2 sebentar aja kok...ahh Sam mah lebay ihh.
Gini nih kalau cowok sudah bucin...cuma menghilang sebentar dari tatapan mata aja dibilang menghilang...tapi sikap Sam ini malah terlihat menggemaskan sih memang...😂😂😂😂😂
Tapi kalau melihat sifat Sam selama ini sih...gak seharusnya Sam berfikiran jelek tentang Anna...semoga saja ya..? Akh...aku jadi agak ngeri juga sih mikirin konflik selanjutnya...😊😊😊😊😊
Lagian juga kepercayaan antar pasangan juga harus ada...sehingga tidak selalu timbul kesalah pahaman yg panjang...semoga Anna & Sam selalu seperti itu...😊😊😊😊😊
Lagian Sam oon amat sih...ngapain juga berkas yg sudah tidak penting masih disimpan...demen banget sih buat perkara.
Semoga aja hubungan mereka tidak sekacau dapur yg dikacaukan sama Anna....😂😂😂😂😂
next aku mau lihat judul lain nya donk kak...
sehat selalu baby twins .