Renata, seorang istri yang sudah berumah tangga lima tahun lamanya bersama sang kekasih yang di pacarinya sedari dulu.
Dani, sang suami yang sangat mencintai Renata sekaligus sebagai orang yang manjadi mandat dari ayah mertua untuk selalu menjaga Renata di akhir hayatnya.
Namun sayangnya, sang Suami memiliki kelemahan yang sering membuat sang istri menangis karena kenormalannya sebagai seorang wanita muda yang bergairah.
Bermacam cara pun di tempuh Renata bersama sang suami agar bisa menyelesaikan masalah tersebut, namun sayang, hasilnya sama saja. Para ahli dalam bidangnya tidak bisa mengobati kelemahan yang di miliki Dani.
Lalu bagaimana Renata dan Dani menangani masalah ini ??
__________
Ditunggu kritik dan sarannya..
Tolong gunakan bahasa yang baik saat memberi kritik dan sarannya ya..
Makasih..
Selamat membaca 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idhan Kusmana The'a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Denis dengan berat hati melepaskan pelukaknnya, berjalan menuju rumah dengan di papah oleh Mama.
Sementara Dani dan Renata, mereka membawa koper-koper dan tersenyum melihat adegan yang menyedihkan tapi bahagia, begitulah pikir kedua orang itu.
Sesungguhnya Denis menangis bukan karena senang mendapat sosok seorang ibu lagi,
Melainkan karna wajah Ibu dan Mama benar-benar sangat amat mirip.
Mengingatkannya pada ibunya yang sudah meninggal.
Setelah semuanya berada di dalam rumah, mereka bertiga duduk di kursi jati dengan ukiran tanpa jok busa.
Denis duduk di ampit oleh Renata dan Dani.
Tangan kanan Renata mengelus punggung Denis, sedangakan tangan kirinya memegang tangan Denis yang terus gemetar.
"Nak, minumlah" Mama menyodorkan segelas air bening (kalo putih namanya susu 😉) kepada Denis.
Denis tidak mengambilnya,vdia malah memandangi wajah Mama dengan air mata yang kembali mengalir di pipinya.
Renata yang ada di samping Denis dengan cepat meraih air yang Mama sodorkan "Sini Ma,biar Renata aja yang kasih" ucapnya.
"Sayang minumlah, ayo" Bujuk Renata
Denis pun meminumya,
Memejamkan matanya, di senderkan tubuhnya di kursi keras itu,
Beberapa kali mengatur nafasnya.
"Sayang, ajak Denis ke kamar, suruh dia istrirahat" titah Dani pada Renata.
Renata pun mengajak Denis ke kamar tidur yang slama ini Dani dan Renata gunakan ketika mereka pulang kampung.
Melihat Renata yang bersikap seperti itu membuat Mama semakin bingung.
"Nak, siapa laki-laki itu? Dan kenapa kamu biasa saja melihat istrimu memperlakukannya seperti seorang yang sangat penting baginya" tanya Mama heran.
"Itu alasan Dani kenapa pulang ngedadak Ma,"
"Maksud mu? " tanya Mama yang semakin bingung.
"Sebaiknya kita bicarakan di kamar Mama saja" Dani berdiri dan mengajak Mama menuju ruangan kecil berpintu warna coklat.
Di dalam kamar,
"Jadi ada apa ini sebenarnya nak?
"Maaf sebelumnya Ma,"
Dengan lemas Dani memutar kedua bola matanya, mencoba menahan air mata karena sedih, kesal, dan juga malu
"Haaaaaaaaah" Dani menghela nafasnya dengar kasar.
Perlahan Dani menceritakan setatus Denis sebagai suami ke dua Renata,
"PLAK" Mama yang mendengar itu tanpa sadar menampar pipi Dani dengan kencang, emosinya memuncak
"Apa kamu gila Nak ? Kamu menyerahkan istri mu pada laki-laki lain, dan kamu diam saja,bahkan kamu bersikap seolah kamu biasa saja? " nada bicara Mama kali ini tidak seperti biasanya yang selalu tenang.
"Ma, dengarkan dulu penjelasan Dani,
Dan tolong Mama jangan terlalu emosi,
Duduklah Ma" pinta Dani memelas dan menghiraukan popinya yang memerah akibat tamparan mama.
Mama pun duduk di ujung kasurnya,
emosinya masih seperti tadi, belum mereda.
Dani berjongkok di depan Mama,
Diraihnya kedua tangan Mamanya itu yang sedang mengepal.
"Ma, sebenarnya Dani memiliki kekurangan" ucapnya lirih, air mata yang sedari tadi di tahan akhirnya jatuh juga
Ditundukan wajahnya di pangkuan Mama.
Mama merasa bersalah karena sudah menampar anak semata wayangnya itu,
"Ada apa nak sebenarnya? Apa maksud mu memiliki kekurangan? " tanya nya sambil mengelus rambut Dani.
Dani terdiam, kembali mengangkat wajahnya, menarik nafas dan kembali menghela pelan. Dengan suara yang terbata-bata dia pun menceritakan semuanya dari awal.
"Tapi Dani, Renata, dan Denis berharap Mama mengerti dengan keadaan rumah tangga kami" ucapnya setelah menceritakan semuanya.
"Sudahlah, kamu istrirahat dulu saja, Mama ingin sendiri dulu"
"Baiklah Ma," Dani pun keluar dari kamar Mama, menuju kamarnya.
Setelah Dani keluar, Mama membaringkan tubuhnya di kasur, air matanya menetes tanpa dia sadari.
"Ya tuhan, kenapa kau berikan cobaan yang begitu besar pada anakku, apa salahku sehingga anakku harus menerima hukuman seperti ini?"
________
Sementara itu di kamar yang berbeda.
"Sayang gimana kondisi Denis? "
"Sudah tenang Sayang,
kamu istirahat saja dulu, di samping Denis"
"Kamu mau kemana? "
"Aku gak kemana-mana, cuma mau rapihin baju"
"Ya sudah" Dani merebahkan tubuhnya di samping Denis.
"Sayang, aku udah ngomong sama Mama masalah rumah tangga kita"
"Hah, kenapa kamu gak ngajak aku" Renata menghampiri Dani dengan sedikit rasa kesal.
Dani meraih tangan Renata,
Matanya terpejam
"Tadi Mama melihat sikap mu terhadap Denis yang pikirannya sedikit berlebihan, jadi nanya apa yang sebenarnya terjadi antara kita, dan aku pun menjelaskan semuanya pada Mama"
"Lalu bagaimana tanggapan Mama? "
"Entahlah, sekarang Mama ingin sendiri dulu,
Tapi aku yakin Mama akan memakluminya" ucap Dani sambil tersenyum pada Renata.
"Aku harap begitu"
"Sudah jangan bersedih, kemari lah" Dani menepuk kasur yang masih kosong.
"Aku belum selesai merapihkan baju-baju kita"
"Nanti lagi saja,aku ingin memeluk mu"
"Tapi.. "
Dani menarik tubuh Renata,
"Sayang" ucap Renata
"Aku lelah, aku ingin tidur sambil memelukmu"
Renata tersenyum,di berikannya kecupan lembut ke kening Dani.
"Tidurlah.. Aku akan tidur bersama kalian"
_________
Empat jam berlalu setelah kejadian tadi.
Kini mereka bertiga sedang duduk di meja makan, menyantap Opor ayam dan krupuk emping tangkil yang sudah Mama siapkan sebelumnya.
"Aku sudah selesai" ucap Denis sambil meletakkan sendok di atas piring kosongnya.
"Mama dimana? Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padanya" sambungnya dengan mulut yang masih mengunyah emping.
"Mama ada di kamarnya, kamu ketuk saja pintunya" jawab Dani yang masih menikmati masakan sang mama tercinta.
"Memangnya apa yang mau kamu tunjukkan? "Tanya Renata penasaran.
"Foto ibu mertua mu" jawab Denis sambil berlari meninggalkan mereka berdua.
"Apa sebelumnya kamu pernah melihat ibunya Denis? " giliran Dani yang kini penasaran.
Renata menggelengkan kepalanya. "Aku mana berani membahas kedua orang tuanya,
Aku takut seperti dulu lagi, kau tau sendiri bagaimana kondisinya saat menceritakan mereka" jelas Renata sambil membereskan piring dan gelas kotor, termasuk sendok juga.
Tok.. Tok.. Tok.
Denis mengetuk pintu.
"Masuk saja, tidak di kunci" perinah Mama.
Mama sendiri juga sudah menerima posisi Denis sebagai suami keduanya Renata,
Mau bagaimana lagi, kalau dilihat dari posisi yang salah, sebenarnya ini adalah kesalahan Dani, seharusnya Dani melepaskan Renata dan membiarkannya menikah dengan orang lain, bukan malah memberikan syarat yang seperti ini.
"Ma.. " panggil Denis sambil membuka pintu, dan tidak menutupnya kembali.
"Ah.. Kau, ada apa Nak? " tanya Mama saat melihat Denis.
"Ada yang mau aku tunjukkan" ucapnya penuh semangat.
"Apa itu? Sini duduklah di samping Mama"
Denis pun duduk di ujung kasur dekat Mama.
"Pasti Mama akan terkejut, dan kagum juga dengan kecantikan Ibu ku" ucapnya sambil membuka galeri di layar handphonenya.
"Benarkah? Coba sini, Mama penasaran"
"Lihatlah." Denis menunjukkan foto seorang wanita yang sedang duduk manis di samping laki-laki dan seorang anak remaja. Ya, anak itu adalah Denis, dan laki-laki itu adalah Ayahnya Denis.
APAKAH INI PENGALAMAN DARI AUTHOR SENDIRI. .. KRYA SPERTI GK MUNGKIN HNY SKEDAR CERITA HALU DOANK... PSTI PNGALAMAN PRIBADI..
semangat
mksh