NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:189.2k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Tinggal di tenda

Melodi langsung mengemasi barang-barangnya yang tak seberapa. Tanpa bantahan ataupun perlawanan, mengingat itu tak akan berpengaruh apa-apa bagi mereka. Dia hanya orang kecil yang suaranya tak akan didengar. Suara rakyat jelata seperti dirinya hanya dibutuhkan pada saat pemilu saja, selebihnya sudah lupa. Bahkan sumbangan untuk warga tak mampu pun, ia juga tak pernah mendapatkannya.

Apa Melodi mengeluh atau iri pada mereka yang menerima bantuan? Tentu tidak...! Baginya tak ada waktu untuk hal-hal seperti itu. Dirinya hanya fokus bekeja mencari nafkah dan merawat adiknya. Apapun yang orang suruh asalkan mendapatkan cuan dan halal akan ia jabanin.

Samar-samar terdengar suara protes dari beberapa orang. Di antaranya adalah Davin. Dokter muda itu ikut melayangkan protesnya dengan menentang keputusan Herman. Davin merasa kasihan pada kondisi Alvian.

"Maaf, Mas. Sebagai korban bencana mereka berhak untuk tinggal di manapun asal itu layak," kata Davin.

"Ini fasilitas umum, siapapun berhak memakainya, termasuk Mbak Melodi dan adiknya. Apalagi kondisi Alvian yang butuh penanganan lebih serius," tambahnya.

"Anda yakin, ini bukan karena dendam pribadi, kan?" tanyanya, bernada sindiran.

Herman tersentak, tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Davin. "Te-tentu tidak, Dok," jawabnya sedikit gagap.

"Saya bisa laporkan ini ke pihak yang berwenang, karena pamongnya diskriminatif terhadap warganya," kata Davin sedikit mengancam.

Herman tampak ketakutan, keringat dingin membasahi pelipisnya juga telapak tangannya.

Sementara itu, Pak Aris menatap interaksi antara Davin dan Herman dengan pandangan curiga. Di sisi lain, Dahlia menyunggingkan senyum tipis, seakan puas dengan rencananya yang berjalan lancar.

Namun, senyum itu seketika luntur, kala melihat Davin justru mendekati Melodi yang menggendong Alvian dan menawarkan bantuan.

"Mbak Mel, sini biar saya yang gendong Alvian." Tanpa menunggu persetujuan Melodi, Davin langsung mengambil begitu saja tubuh ringkih Alvian dari punggung Melodi.

Raut wajah Dahlia berubah masam. Tangannya mengepal kuat menahan emosi yang seakan ingin meledak di dadanya. "Si*lan...!!" ucapnya geram. "Percuma aku susah payah mengusirnya kalau akhirnya seperti ini!"

"Eh... nggak usah, Pak Dokter. Nanti merepotkan Anda," ujar Melodi merasa sungkan.

"Sudah nggak apa-apa. Ayo, saya antar Mbak Mel ke tenda pengungsian." Tanpa rasa canggung, Davin langsung menarik tangan Melodi mengajaknya keluar dari tempat tersebut.

Dahlia menatap mereka dengan wajah marah. Sorot matanya nyalang seakan bisa menembus ke dalam jiwa seseorang.

"Dasar, perempuan gatal tak tahu diri!" umpatnya kesal. "Pakai apa sih, dia? Sampai-sampai Dokter Davin begitu baik padanya?" Bidan muda itu uring-uringan tak jelas bahkan menuduh Melodi yang bukan-bukan.

Pak Aris mendekati Dahlia dan berbisik, "Tugas bapak sudah selesai. Setelah ini jangan lagi meminta yang aneh-aneh, karena bisa menimbulkan kecurigaan yang lain."

"Atau jabatan bapak menjadi taruhannya," sambungnya, kemudian berlalu meninggalkan Dahlia yang sempat tertegun oleh ucapan bapaknya.

"Ayo, kita balik ke balai desa!" ajak Pak Aris pada Herman yang terpaku di tempatnya berdiri.

Herman mengangguk, kedua pejabat kelurahan itu kemudian meninggalkan Puskesmas Pembantu dengan perasaan berbeda menghantui pikiran mereka. Ada rasa bersalah juga penyesalan terutama Herman. Pemuda yang menjabat sebagai sekretaris desa itu masih terngiang bagaimana Melodi, gadis manis yang berhasil membuat hatinya porak poranda hanya terdiam tanpa perlawanan. Namun, dirinya bisa merasakan sorot mata terluka dan kecewa dari gadis itu.

Di sisi lain, tampak Davin berjalan sembari menggendong Alvian serta Melodi menuntun sepedanya. Tas berisi pakaiannya serta adiknya itu, ia letakkan di atas boncengan diikat dengan tali rafia.

Keduanya tenggelam dengan pikiran masing-masing. Sementara Alvian, bocah itu hanya terdiam tak berani bertanya seolah paham dengan kenyataan yang sedang mereka hadapi.

Melodi sendiri bingung harus tinggal di mana. Sebelum tinggal di Puskesmas Pembantu, ia dan adiknya tinggal di pengungsian. Namun, hanya beberapa hari saja tinggal di sana. Ia dan adiknya tak diterima karena mereka menganggapnya miskin serta adiknya yang mereka bilang penyakitan.

Melodi menghentikan langkahnya, begitu pula dengan Davin yang menatap ke arahnya dengan penuh tanya.

"Ada apa?" tanya Davin heran.

"Pak Dokter, bolehkah saya tinggal di rumah saya saja?" tanya Melodi, netranya berkaca-kaca menatap Davin.

Ia menahan airmatanya sejak tadi agar tidak jatuh. Ingin rasanya Melodi berteriak dengan kencang melepaskan rasa sesak di dadanya. Akan tetapi, ia tak mungkin melakukannya karena tak ingin adiknya bersedih melihatnya lemah.

"Tapi, di sana masih berbahaya. Lagipula ada alat-alat berat dan pastinya banyak debu. Kasihan Alvian nanti," kata Davin.

"Tapi... Bagaimana jika mereka...."

Seolah tahu isi pikiran Melodi, Davin langsung menyahut dengan cepat. "Begini saja. Bagaimana kalau Mbak Mel sama Vian tinggal di tenda kemping?"

Melodi menatap Davin, matanya tampak berbinar. "Mau, Dok!"

Tanpa pikir panjang Melodi langsung mengiyakan. Dia membayangkan kedatangannya ke tenda pengungsian pasti akan mendapatkan tatapan sinis serta cibiran dari orang-orang yang tidak menyukai kehadirannya.

"Baiklah, kebetulan kemarin saya bawa dan nggak terpakai."

"Terima kasih, Pak Dokter. Kami sangat berhutang budi pada Anda."

Mendengar itu Davin sempat tersenyum misterius. "Ah, Mbak Mel nggak perlu berterima kasih sama saya. Itu sudah tugas saya sebagai umat manusia untuk membantu sesama."

.

Mereka akhirnya tiba di tenda darurat tempat Davin menginap bersama rekannya yang lain. Dia lantas mendudukkan Alvian pada kursi plastik.

"Vian duduk di sini dulu, ya?" Dan mendapat anggukan dari bocah berusia tujuh tahun itu.

"Kita akan tinggal di sini, Kak?" tanya Alvian pada Melodi.

"Mungkin. Kita lihat saja Pak Dokter akan mendirikan tendanya di mana," jawab Melodi.

Davin keluar membawa tenda kemping miliknya. Setelah melihat-lihat posisi yang aman, dia pun segera mendirikan tenda tersebut. Tak ingin pangku-tangan Melodi pun ikut membantu. Tak butuh waktu lama tenda akhirnya berdiri kokoh.

Tenda itu sendiri berkapasitas untuk dua orang. Di bawah tenda diberi tumpukan kayu yang dipasang berjajar sebagai alas, baru kemudian digelar tikar plastik dan kasur busa lipat tipis supaya Alvian merasa nyaman. Di samping itu, agar bila hujan datang tidak terkena rembesan tanah yang basah.

Melodi menatap tenda itu dengan penuh rasa haru. Ia menangkupkan kedua telapak tangannya di depan bibirnya. Lalu pandangannya beralih pada Davin. Ada perasaan membuncah dalam dadanya yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

"Bagaimana, apa Mbak Mel suka?" tanya Davin sambil tersenyum.

Melodi hanya bisa mengangguk berkali-kali dengan cepat tanpa mampu berkata-kata saking bahagianya. Kini, ia dan adiknya memilik tempat sendiri.

Namun, tanpa Davin dan Melodi ketahui, seseorang menatap mereka dari kejauhan dengan dada meletup-letup menahan amarah. Bukan seperti itu yang ia inginkan.

"Si*lan...! Susah payah aku mengusirnya, berharap mereka bisa berpisah, tapi kenapa mereka justru makin dekat!

"Aaahh...! Kalau begini sia-sia usahaku!" Ia meninggalkan tempat itu sambil menghentakkan kakinya tak terima.

1
juwita
desa sukun desa nangka desa campedak🤣
Mur Lina
Yaa kapan mulai sekolahnya Melodi keburu hamil dn adiknya Alvian akan di operasi sesuai dgn janji Davina 🤣🙏
Mur Lina
putar2 setan si Renata kepo dgn pengantin baru 🤣🤣🤣
Mur Lina
Syirik amat tu siii bunga Dahlia 😄TDK sesuai dgn nama dan sifatnya 🤣🤣🤣
RiriChiew🌺
ibu akhirnya aku lunas baca ini yaa, ternyata 3 bab aja ku terlewat maafkeun yaa 🙏 ibu othor the best kok /Kiss/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 3 replies
Cucu Siti Hodijah
kapan alvian diobati?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: baca aja kak, karya ini kan sudah tamat🤭
total 1 replies
₳₥ł ₳Ⱨ₥₳Đ
keadilan akhirnya memihak pada melodi...👍
ceuceu
Marathon bacanya tau" tamat thor.
bagus ceritanya/Rose/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, klo akak suka🫰
total 1 replies
ceuceu
Ga semua yg berpendidikan pintar,renata poppy berpendidikan tapi bodoh
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ceuceu
Ya ampun bayangin bidan desa tantrum guling" kaya anak kecil tantrum pengen balon/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kasih permen kak🤭
total 1 replies
YaN Nie
Pengen ku racun tuh si Dahlia dengan racun tikus 🤪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Patrick Khan
makasi ada cerita br nya bu😍😍😍😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Patrick Khan
wahh mel mel hamil selamat ya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tengkyu akak🫰
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
yaahhh TAMAT
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: udah gak ada ide, semua udah pada posinya masing masing
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
🥺🥺🥺🥺🥺 mengsedih, moms iris bawangnya brp kilo
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣, yg ngetiknya aja sambil ngiris bawang
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya harus banyakin stok sabar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul betul betul🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aseeekkkkk. semangat ibu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, akak 😍😍😍
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyk maraton jadinya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Siti Muntamah
lha ini yang kutunggu cerita si danish kok q baca jadi ikutan darah tinggi suami alma punya istri dan anak dgn wanita lain
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya kak🫰
total 1 replies
Nar Sih
satu vote buat kebahagiaan mas dr davin juga melody moomz😍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: waah, makasih mbak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!