Selina adalah gadis yang sangat pemilih dalam hal pacaran! Dirinya selalu menolak pria yang mengajaknya pacaran jika pria itu terlihat culun dan jelek dimatanya.
Namun malam itu tepatnya malam valentine, sang papa membawakan kejutan yang tidak akan pernah Selina lupakan seumur hidupnya.
"Siapa anak kecil ini, Pa?" tanya Selina.
"Jaga bicara kamu, beliau ini bukan anak kecil tapi beliau ini adalah Pak Albert Van Dework, orang yang mengakuisisi perusahaan kita sekarang dan beliau ini adalah calon suami kamu" papar Rendra sang papa membuat Selina langsung terbengong.
Mulai saat itu hidup Selina menjadi berantakan sebab ia harus menikah dengan seorang pria berbadan kerdil, sekaligus pemarah dan sangat menyebalkan namun sangat mesum...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengulangi 22+
Keesokan paginya Albet bangun lebih awal karena ayam peliharaannya sudah berkokok, namun kini intens Albert tertuju pada sosok wanita yang kini sudah jadi seorang istri seutuhnya.
''Terimakasih Selina kamu sudah memberikan mahkotamu untuk aku tegup. Terimakasih rasanya sangat nikmat'' ucap Albert lalu mencium kening Selina dengan perasaan dalam.
''Eughhhhh''' merasakan ada sentuhan hangat di keningnya, Selina mengerjap lalu membuka matanya.
''Minion'' sapa Selina.
''Pagi my wife!!! Bagaimana tidurnya nyenyak??'' tanya Albert.
''Nyenyak, kamu menyiksaku tadi malam, Minion'' jawab Selina sembari mengerucutkan bibirnya.
''Tapi kamu mendesah'' balas Albert.
''Aku malu'' ucap selina sembari menutupi wajahnya dengan selimut.
Melihat Selina yang masih telanj@ng membuat hasrat Albert kembali memuncak.
''Selina aku mau lagi'' ucap Albert.
''Mau apa??'' tanya Selina.
''Mau mengulang seperti tadi malam. Selina punyaku bangun lagi'' balas Albert dengan suara merengek.
"Albert aku harus ke kampus" tolak Selina.
"Kamu kuliah bagian siang" balas Albert membuat Selina terkejut pasalnya Albert tahu waktu belajar dirinya.
"Masih sakit Albert" akhirnya Selina jujur.
"Aku masukinnya pelan-pelan ya, mau ya Selin,.please aku udah gak kuat" Albert memohon.
"Ya" Akhirnya Selina setuju.
Albert mulai menyingkap selimut yang Selina pakai hingga tubuh polos Selina terpampang nyata kembali.
Melihat seprai putih terdapat bercak darah membuat Albert merasa menang.
Selina akhirnya membuka pahanya kembali untuk Albert masuki, walaupun ia merasakan perih di awal namun Albert sangat pandai membuat Selina relax.
"Minion.....Ahhhhhhhh....Gila kamu... Enakkkkkkkkk banget...hsssssssss" Selina meracau kala Albert menumbuk miliknya.
"Apalagi aku, sayang... Rasanya....Aghhhhh... Tidak bisa di bayangkan oleh kata-kata.." balas Albert.
Badan pendek itu lagi-lagi terlihat seperti tupai yang ganas mengabrik Abrik tubuh Selina.
""Minion, aku sampai...Ahhhhhhhh" Selina melenguh kala badai kenikmatan itu datang menyapu.
Albert sengaja diam sejenak agar Selina klimaks dengan tuntas, sesudah Selina tidak bergelinjang, Albert kembali memajukan pinggulnya dengan cepat.
Sementara di ruang tamu kini kedatangan kedua orang tua Albert. Mereka datang karena ingin bertemu secara khusus dengan Selina karena mereka baru bertemu pas di acara ijab kabul kemarin.
"Pi, sepertinya mereka masih tidur" ucap Karina.
"Bangunkan dong, udah siang kan" balas Hans.
"Yaudah Mami bangunkan aja mereka, itung-itung surprise" ucap Karina.
Ia berjalan ke lantai atas dimana kamar Albert berada.
Sementara di dalam kamar dua manusia sedang bergulat panas.
"Selina kamu di atas" pinta Albert.
"Gak mau Minion, aku takut kamu remuk" tolak Selina.
"Gak bakal, ayo di atas, aku ingin lihat kamu bergoyang " pinta Albert.
Selina naik ke atas tubuh Albert kemudian menyatukan kembali lalu pelan-pelan menggerakan ping*ulnya maju mundur.
"Albert....Ahhhhhhhh.....Penuh banget......." rengek Selina.
Karina yang ingin memberikan surprise kepada pasangan pengantin itu dengan pelan membuka pintu namun ia sangat terkejut melihat aktivitas penghuni di dalamnya dimana ia melihat Selina sedang bergoyang di atas tubuh Albert dan Albert dari bawah pun ikut memompa miliknya.
"Astaga mereka sedang ML" ucap Karina dalam hatinya.
"Terus Selina, terus ....Ahhhhhhh... Ya putar, ya terus.... Ahhhhhhhh .....nikmatnya" Albert meracau kala merasakan miliknya seperti di urut.
Karina bukannya pergi tapi malah terpaku melihat aktivitas anak dan menantunya.
"Ya Tuhan akhirnya ada yang mau sama anakku" ucap Karina dengan perasaan terharu lalu dirinya cepat-cepat menutup pintu kamar itu.
Karina berjalan cepat menuruni tangga menemui sang suami.
"Loh mana mereka?" tanya Hans yang heran kenapa Karina turun kamar seorang diri.
"Pi, mereka sedang ML" ucap Karina dengan senang.
"Yang benar?" tanya Hans.
"Aku melihat dengan mata kepala sendiri, mereka sedang panas-panasnya" jawab Karina dengan senang.
"Semoga saja mereka segera memberiku cucu. Aku tidak sabar ingin menggendong cucu, mengajaknya jalan-jalan pagi, menemaninya bermain.. Oh Tuhan semoga mereka cepat di berikan keturunan " ucap Hans.
"Amin Pi, semoga saja" balas Karina.
Keduanya menunggu Albert selesai tanam-tanam ubi dengan damai.
Kini posisi Albert sudah di atas kembali, dengan cepat ia menggerakkan ping*ulnya naik turun.
"Aku sampai.....Aku sampai....Ahhhhhhhhhhh" Selina melenguh.
Albert juga memekik hampir bersamaan kala merasakan burung garuda nya muntah banyak sekali.
Albert ambruk di atas tubuh Selina dengan nafas keduanya yang terengah dan saling bersahutan.
Terlihat juga peluh yang membanjiri kulit mereka hingga mengkilat.
Sloppppp!!!
Albert mencabut miliknya lalu berguling ke samping Selina.
"Aku harus kuliah Minion" ucap Selina dengan lemas.
"Masih ada waktu 2 jam lagi,. istirahat lah nanti aku bangunkan" balas Albert.
"Obatnya" Selina meminta obat pencegah kehamilan.
Albert langsung memberikannya dan Selina langsung meminumnya.
Berbeda dengan Selina yang langsung tertidur setelah lelah bergumul, Albert memilih mandi.
Sesudah mandi, ia memakai baju kaos lalu keluar dari kamarnya berjalan ke lantai bawah.
"Mi, dia datang" ucap Hans yang sedang menonton tinju di televisi.
Albert terkejut melihat kedua orang tuanya sudah ada di rumahnya.
"Loh Pi, Mi kapan kalian datang?" tanya Albert.
Hans dan Karina tidak menjawab pertanyaan Albert melainkan mereka berdua malah tertawa karena melihat rambut Albert basah.
''Rambutmu basah'' goda Hans.
''Aku sudah biasa keramas di pagi hari'' jawab Albert.
''HAhahahah... Berapa ronde semalam?'' goda Hans.
''Papi ngomong apa? Aku gak mengerti'' balas Albert yang sebenarnya tahu arah pembicaraan Hans mencoba menghindar.
''Gimana istrimu sudah bangun??'' tanya Karina yang mencoba mengalihkan pembicaraan agar Albert nyaman.
''Selina masih tidur mungkin dia kelelahan ,eummmz maksudnya dia begadang semalaman" jawab Albert semakin membuat kedua orang tuanya tersenyum.
"Gimana sudah berhasil menjebol gawang atau gawangnya sudah jebol lebih dulu?" selidik Karina.
"Aman Mi, Selina masih virgin" jawab Albert.
"Berarti kamu udah rasain dong?" goda Karina.
"Udah Mi, aku normal kok" Albert bicara jujur.
"Gimana enak?" tanya Hans.
"Enak Pi, mantap banget.... Eh apasih tanya-tanya masalah ranjang,.kaya kalian gak pernah muda aja" jawab Albert.
Kedua orang tuanya tergelak mendengar ucapan Albert.
"Cepat berikan kami cucu, ya Son" pinta Hans.
"Siap Pi" balas Albert.
"Ketiganya terus ngobrol, Hans dan Karina menanyakan apakah Selina benar-benar menerima Albert apa adanya atau ada hal lain.
"Selina tulus kok Mi" ucap Albert.
"Syukurlah Albert, akhirnya kamu menemukan jodoh juga, Nak" balas Karina dengan bangga kepada sang putra.
Albert kembali naik ke lantai atas ia akan membangunkan Selina karena waktu masuk kampus satu jam lagi.
Sesampainya di kamar, terlihat Selina masih bergelung dengan selimut dan tidur nyenyak.
"Hei bangun" ucap Albert sembari menyentuh lengan Selina dengan lembut.
"Eughhhhhhhhhhhhh" Selina melenguh.
"Ayo bangun sayang...cup" ucap Albert kembali sembari mencium bibir Selina sekilas.
Selina membuka matanya yang berat, jujur saja ia masih sangat lemas.
"Jam berapa ini?" tanya Selina.
"Satu jam lagi kamu harus tiba di kampus" jawab Albert.
Selina mengangguk, ia hendak bangun namun miliknya terasa sangat perih kala Selina sedikit mengangkat kakinya.
"Awwwwww...hsssssss... Sakit" Selina meringis.
Albert merasa tidak berguna, bagaimana begitu karena setiap pasangan yang habis bercinta apalagi pasangannya masih virgin akan di angkat ke kamar mandi namun Albert tidak bisa melakukannya.
"Selina maafkan aku, aku tak bisa membantumu memapah ke kamar mandi" ucap Albert dengan wajah sedih.
"Gak apa-apa Minion, kamu jangan sedih aku bisa sendiri kok" balas Selina.
Selina pelan pelan berdiri namun tiba-tiba ponselnya berdering. Disana temannya yang bernama Amelya menghubungi nya.
Amelya satu-satunya teman Selina di kampus.
"Hallo Mel" sapa Selina.
"Selina, Pak Genta izin tidak masuk bimbingan loe gak usah masuk kampus aja" ucap Amelya.
"Loe masuk gak?" tanya Selina.
"Kagak lah, gue pulang ke Bogor kangen ortu. Yaudah ya gue lagi di jalan nyetir sendiri" jawab Amelya lalu mematikan ponselnya.
"Apa katanya?" tanya Albert.
"Gak jadi ngampus, aku tidur lagi aja" jawab Selina.
"Yasudah istirahat aja, tadi Mami, Papi kemari tapi mereka sudah pulang lagi" ucap Albert.
"Kok gak bangunin?" tanya Selina yang merasa malu pasalnya kedua mertuanya datang tapi dirinya masih tidur.
"Santai aja, mereka memaklumi kok" balas Albert.
Akhirnya Selina tidur lagi, menyisakan Albert yang kini sedang mengoleskan salep pada milik Selina yang lecet karena ulahnya.
ceritanya bagus banget😍
semangat thor 💪👍
fighting💪