NovelToon NovelToon
Aaliyah: Siapa Yang Kau Cinta?

Aaliyah: Siapa Yang Kau Cinta?

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina As

Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.

Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.

Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.

Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?

Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?

atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?

Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Yang Kau Berikan Pada Orang Tua (Rev)

Aaliyah memilih-milih pakaiannya di dalam lemari. Karena hari ini Hadi mengajaknya makan siang dan nonton film di sebuah bioskop yang terdapat di dalam sebuah mall.

Beberapa pakaian telah dicobanya, namun belum ada yang Ia rasa pas. Akhirnya Aaliyah menjatuhkan pilihan pada baju pink lengan panjang, jeans biru muda dan flat shoes.

Aaliyah mulai merias wajahnya, menggunakan bedak dan memakai lipstik. Padahal sebelumnya Aaliyah jarang menggunakan lipstik. Tetapi begitu bercermin ia malah terlihat seperti badut. Akhirnya Aaliyah ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan bibirnya.

Aaliyah ingin menebalkan sedikit alisnya. Ia mulai menggunakan pensil alis, tapi ternyata hasilnya alis kiri dan alis kanan tidak sama rata dan tidak sama tebal. Aaliyah pun kembali lagi ke kamar mandi.

Belum lagi Aaliyah berdandan kembali, Hadi sudah nampak di teras rumah berbincang dengan bundanya. Aaliyah pun mendesah kesal, karena belum ada satupun riasan yang menempel di wajahnya.

Tidak lama kemudian bundanya sudah muncul di depan pintu kamar.

"Aaliyah, Mas Hadi sudah datang tuh."

Akhirnya Aaliyah berangkat dengan Hadi tanpa riasan wajah sama sekali, karena khawatir membuat Hadi menunggu lama.

Mereka berjalan beriringan keluar dari gang rumah Aaliyah. Sesampainya di tempat Hadi memarkir kendaraan, Hadi membukakan pintu mobil untuk Aaliyah dan menyilahkan Aaliyah naik ke atas mobil.

Romantis sekali, ucap Aaliyah dalam hati.

Di dalam mobil Aaliyah tidak bisa duduk dengan santai. Ia begitu canggung dan grogi. Untuk pertama kalinya Aaliyah jalan bersama seorang pria yang ia sukai sejak kuliah, karena terakhir berpacaran hanya saat SMU. Itupun seumur jagung.

**

Sebenarnya Hadi kurang begitu menyenangi nonton bioskop ataupun berjalan-jalan di mall tanpa tujuan yang jelas. Namun demi menyenangkan Aaliyah, sekali-kali Hadi harus rela mengikuti kebiasaan gadis muda itu. Padahal sejak menjalin hubungan dengan Clarissa, baru satu kali mereka nonton bersama di bioskop, itupun hanya di awal pacaran.

Hadi memperhatikan kecanggungan Aaliyah di sampingnya. Ia tersenyum dan mengajak Aaliyah mengobrol agar Aaliyah bisa lebih rileks.

"Aaliyah mau makan apa sayang?"

Kata sayang Hadi justru membuat Aaliyah makin tampak grogi.

"Aaliyah ikut Mas Hadi saja."

"Kalau Mas Hadi makan batu, Aaliyah mau?"

"Kalau Mas Hadi makan batu, Aaliyah minum saja," Aaliyah membalas Hadi sambil tersenyum.

"Aaliyah sukanya makan apa? Kita makan yang Aaliyah suka sebentar."

"Makan yang Mas Hadi senang aja, Aaliyah bisa makan apa aja, gak pilih-pilih makanan kok." jawab Aaliyah.

*

Sekali-kali Aaliyah mencuri pandang ke arah Hadi. Wajah pria di sampingnya begitu menyenangkan dipandangin.

Tampan sekali mas Hadi.

Namun tanpa sengaja mata mereka bertemu, Hadi berhasil menangkapnya mencuri pandang. membuatnya Aaliyah kikuk seketika.

"Kenapa Al, Mas Hadi ganteng ya?" Hadi menggoda Aaliyah yang sudah tertangkap basah.

Dengan malu Aaliyah menjawab, "Iiih Mas Hadi kegeeran."

"Memang kenyataannya gimana, ganteng apa enggak. Pasti ganteng kan? Seandainya gak ganteng mana mungkin Aaliyah suka lirik-lirik Mas Hadi." Hadi tertawa ringan, tidak berhenti menggoda Aaliyah.

Sehingga Aaliyah tambah salah tingkah dibuatnya. Pipinya memerah seperti buah apel.

"Mas Hadi paling suka kalau pipi Aaliyah jadi merah gitu," Tambah Hadi lagi, melirik nakal ke arah Aaliyah.

"Aaliyah turun deh kalau mas Hadi godain Aaliyah terus," Aaliyah merengek pura-pura ngambek.

Hadi malah semakin gemas melihatnya Aaliyah ngambek. "Iya, Mas Hadi nggak godain lagi, jangan marah dong sayang."

Hadi merasa ada yang aneh dengan dirinya. Ia orang yang tenang, kalem dan serius. Tetapi terhadap Aaliyah sifatnya jadi berubah. Senang bercanda, tertawa dan lebih ceria. Jiwanya menjadi lebih muda, mengikuti usia Aaliyah.

*

Karena Aaliyah tidak kunjung memberitahu makanan favoritnya, Hadi memilih menu suki di sebuah restoran suki yang terdapat di dalam mall.

Sambil menunggu rebusannya matang, tampak Hadi iseng hendak mengambil foto Aaliyah. Tetapi Aaliyah menutup wajah dengan kedua tangan lalu membelakangi Hadi.

"Kenapa Al, takut banget difoto?"

"Ih malu Mas."

Beberapa saat kemudian menu yang dipesan sudah datang dan mereka makan bersama.

Baru saja selesai makan, ponsel milik Hadi berbunyi. Hadi menjawabnya dan tampaknya ia berbicara serius. Ekspresi wajah yang awalnya ceria berubah sebaliknya. Hadi menutup telpon dan menghela nafas panjang.

Aaliyah yang melihat perubahan ekspresi wajah Hadi bertanya kepada Hadi dengan sangat hati-hati.

"Mas Hadi kenapa?"

"Nggak kok Al. Tadi itu Angga yang nelpon. Angga yang menghandle keuangan minimarketnya Mas Hadi. Katanya dari laporan transaksi penjualan, menunjukkan bila hasil penjualan dari ketiga minimarket bulan lalu dibawah target," jawab Hadi.

"Jadi Mas Hadi rugi ya?" Aaliyah bertanya dengan polosnya.

"Nggak kok Al. Ada laba minimarket, cuman tipis setelah dikurangin kredit bulanan."

"Setiap bulannya Mas Hadi punya tanggungan kredit yang besar. Kemarin Mas Hadi mengambil kredit untuk modal awal minimarket sama teman Mas Hadi."

"Sebenarnya kreditnya tanpa bunga dan teman Mas Hadi juga tidak mewajibkan setoran setiap bulan, tapi Mas Hadi sudah janji untuk mengembalikan setiap bulan. Dan Mas Hadi paling anti mengingkari janji apalagi menyangkut soal keuangan." Hadi menyesap jus jeruk yang ada di depannya.

"Teman Mas Hadi baik banget, dia Polisi juga Mas?"

"Bukan Al, namanya Fitri seorang pengusaha. Sebenarnya sih kami saling membantu. Fitri bantu modal usaha minimarket Mas Hadi, Mas Hadi juga bantu pengamanan usahanya Fitri," ucap Hadi.

"Sudah menikah ya?" Aaliyah mulai bertanya hal yang diluar konteks. Membuat Hadi tertawa mendengarnya.

"Janda 2 anak. Usianya sudah 50 an. Nanti Mas Hadi kenalkan sama Aaliyah," jawab Hadi singkat.

"Dokter Clarissa gak cemburu?" Pertanyaan Aaliyah rupanya semakin jauh begitu mendengar kata 'janda'.

Hadi kembali tertawa dengan pertanyaan Aaliyah.

"Kalau Aaliyah jadi Clarissa cemburu tidak?" Hadi balik bertanya pada Hadi.

"Tergantung. Kalau hubungannya sebatas teman bisnis, ya nggak apa-apa. Tapi kalau sambil main hati ... " Aaliyah tidak melanjutkan ucapannya.

"Kenapa Al kalau sambil main hati?"

"Aaliyah tinju mukanya," Kata Aaliyah mengulang ucapan Hadi kemarin.

Hadi tergelak mendengarnya.

"Mas, emang gaji polisinya nggak cukup ya sampai-sampai harus buka minimarket segala?" Aaliyah kembali bertanya dengan polos.

"Cukup Al kalau untuk diri pribadi Mas Hadi saat ini. Tapi kita tidak bisa memprediksi masa depan. Kebutuhan hidup terus meningkat."

"Apalagi kalau sudah ada anak istri yang harus dibiayai. Jadi Mas Hadi buka minimarket untuk mengamankan finansial dan sekaligus persiapan masa pensiun."

"Ayah dan Ibu sekarang juga kan sudah tua. Mas Hadi ingin nyenangin mereka. Alhamdulillah dari gaji polisi tambah keuntungan minimarket sudah bisa belikan rumah, sudah bisa berangkatkan mereka umroh. Meskipun Mas Hadi belum punya rumah sendiri, sekarang prioritas orang tua dulu."

"Beruntung ya Bude sama Ayah Hendra punya anak seperti Mas Hadi. Aaliyah juga pengen seperti Mas Hadi, beliin rumah dan berangkatkan bunda ke tanah suci," Mata Aaliyah jadi berkaca-kaca mendengar cerita Hadi. Karena ia memiliki keinginan yang sama tetapi kemampuan berbeda. Buru-buru Ia melap air matanya sebelum jatuh di pipi.

"Jangan nangis Aaliyah, akan ada saatnya nanti Aaliyah bisa." Hadi menghibur Aaliyah. "Sekarang kan Aaliyah masih kuliah, nanti kalau Aaliyah sudah kerja, pasti bisalah," Lanjut Hadi.

"Sekarang Aaliyah sudah kerja kok Mas. Bahkan dari Aaliyah masih kecil, sejak SD Aaliyah sudah kerja," ujar Aaliyah sembari tersenyum.

Hadi mengernyit, menatap mata Aaliyah dengan rasa ingin tahu. Seolah meminta penjelasan.

Aaliyah mulai bercerita.

"Waktu kami pindah dari Kalimantan ke Jawa, pulang ke kampung halaman, Aaliyah dititip bunda pada nenek di desa. Bunda mencari pekerjaan di Kota."

"Di Desa, Nenek buka warung, jual kue dan makanan sehari-hari. Aaliyah bantuin nenek bawa kue dan jual di sekolah. Pulang sekolah, bantuin nenek lagi jaga warung."

"Waktu Aaliyah SMP, Aaliyah ikut bunda ke Kota. Bunda buka usaha loundry di sana. Pulang sekolah Aaliyah bantuin bunda menjemur pakaian, dan menyeterika. Trus Aaliyah ngantarin ke pelanggan."

"Kehidupan kami mulai membaik saat itu. Cuman kompleks kami kena kebakaran, rumah kontrakan bunda juga ludes terbakar."

"Saat itu, Aaliyah melihat bunda menangis sejadi-jadinya seperti waktu Ayah meninggal."

Mata Aaliyah kembali berkaca-kaca sementara Hadi antusias menyimak cerita Aaliyah.

Aaliyah melanjutkan lagi.

"Akhirnya kami kembali ke Desa. Aaliyah kembali jualan di Warung bila pulang sekolah. Bunda saat itu masih bingung harus kerja apa. Trus saudara Ayah mengajak Bunda ke Kota Bandung ini."

"Di sini Bunda kursus menjahit, mulai menerima orderan kecil-kecil, akhirnya bisa membuka usaha kecilnya sekarang. SMU, Aaliyah ikut kesini."

"Pulang sekolah sampai sekarang pulang kuliah, Aaliyah bantuin bunda di ruang jahit. Lumayan Aaliyah sekarang sudah bisa buat pola sampai menjahit, cuman belum serapi bunda."

"Makanya Mas, Aaliyah nggak mau ambil kuliah yang susah, karena kesempatan Aaliyah belajar kurang. Aaliyah gak mau bunda sakit karena kelelahan bekerja."

"Bunda harus bekerja karena gaji pensiun ayah habis digunakan untuk membayar kredit KPR setiap bulannya. Kalau gak ada bunda, Aaliyah gak punya siapa-siapa lagi. Nenek di desa juga sudah meninggal. Aaliyah mau kemana?" Aaliyah tersenyum mengakhiri ceritanya.

Hadi membelai rambut Aaliyah dengan sangat terharu. Hadi tidak menyangka Aaliyah dan bundanya sudah melalui hidup yang berat sejak ayahnya meninggal.

Rasa sayang tumbuh dalam hati Hadi pada gadis itu dan bundanya. Semakin Hadi menatap wajah Aaliyah, maka wajah yang muncul wajah anak kecil yang menangis digendongannya dengan pakaian berlumur darah ayahnya.

"Aaliyah, apa yang kau berikan pada bunda, jauh lebih besar dari apa yang Mas Hadi berikan pada ayah dan ibu," Ucap Hadi sambil menggenggam tangan Aaliyah.

1
Lella Tunnur
1. d
2. e
3. d
4. a
5. b
Dinda Gusti
laki2 klo d tolak mlah merasa tertantang unt menakhlukan,tp prcyalah d dunia nyata laki2 yg gila perempuan kbanyakn wlau sdh menikah ttp main prempuan
Rusma Yulida
keliatankn brengsekmu hadiiiiii
Rusma Yulida
saat bermasalh skidipapap dgn klarisa
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
Rusma Yulida
terlalu egois jdi lki2 berasa raja
Rusma Yulida
lki gini masih aja di harapkn aliya ,doa ngersa ganteng pngkt dan bosa dapetin wanita dmm aja anjinggggg bnget🤣🤣🤣🙏
Rusma Yulida
hamil clarisa
Rusma Yulida
kasian jdi aliyah
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget
Ira Suryadi
Luar Biasa
Jong Nyuk Tjen
akhirnya selesai jg aku bacany utk yg ke 2 kali. Terimakasih thor utk novel2 ny yg bagus2 tp aku lbh memilih reuni sebagai yg teratas krn bimasena bkn main gentle ny sebagai laki2. Salam sehat sejahtera n bahagia selalu bersama keluarga tercinta
Jong Nyuk Tjen
gila ya s clarissa , ud mw nikah aja msh mw ketemuan am hadi d hotel ? psti msh mw merasakan permainan ranjang ny s hadi yg bikin s clarissa ketagihan terus smpe jd pny anak
Jong Nyuk Tjen
s hadi mah emang susah bnget mw hilangkan rasa ke clarissa , ud mw dpt anak lg dr aaliyah tp msh deg deg kan ketemu mantan terindah ny . Kl ud jd sifat seseorang tetap aj sifatnya susah d hilangkan.
Jong Nyuk Tjen
thor ini gmna sih ? kpn s hadi dpt karmany ud nyakitin s aaliyah sedemikian rupa ? D selingkuhin , kdrt yg brutal n ud d talak pula
Jong Nyuk Tjen
hadi lemah iman n gampang bnget on ny , gmna bs msh bilang syng n akan memberi kebahagiaan ke aaliyah kl hyper gitu . Kasian aaliyah kl balik ke hadi , hadi ga kuat nahan nafsu sexny
Jong Nyuk Tjen
sakit kan hatimu hadi aaliyah ud menikah lg . Coba kamu rasakan gmna sakit hatiny aaliya begitu tau kamu menikah lg am clarissa sembunyi2 lg
Jong Nyuk Tjen
jngan drama deh hani , kl aaliya itu begitu berarti d hidup mu , kok kamu bs sih tega2 ny nikah lg am clarissa tnpa setau n seijin aaliya?
Jong Nyuk Tjen
bunder aaliyah , cebur ke sungai yg airny deras
Jong Nyuk Tjen
bimasena no 1 , laki2 sejati kl s hadi laki2 pengecut gila sex , ga cukup am satu istri
Jong Nyuk Tjen
cinta tp berkhianat terus angga
Jong Nyuk Tjen
nah kan inget lg am s clarissa . Gmna mw beres kl msh inget am mantan terindah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!