Dilarang Promo!!!
Menceritakan perjalanan Xue Rong, gadis cantik yang dicelakai oleh keluarganya. Sampai akhirnya dia ditolong oleh Xiao Yang, pria misterius yang tak asing baginya.
Pertemuan itu membuat keduanya menjadi guru dan murid. Seiring berjalannya waktu akhirnya Identitas Xiao Yang terungkap, hingga akhirnya Xue Rong memiliki perasaan pada gurunya.
Kisah Xue Rong yang mengarungi Benua Tujuh Bintang, menemui banyak rintangan demi mengikuti sang guru, Xiao Yang berkelana keliling dunia.
Ikuti kisah petualangan penuh romansa Xue Rong bersama Xiao Yang di Sweet Dragon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sweet 13 : Bunga Darah
Sesaat setelah Xiao Yang berteriak, aura mencekam muncul dari kegelapan sebelum sebuah pisau melesat cepat dan ditangkap dengan mudah menggunakan jari-jari Xiao Yang.
“Aku tidak ada urusan dengan kalian!” Xiao Yang bisa melihat empat kultivator yang ada dihadapannya baru mencapai tahap awal Alam Raja.
Xue Rong yang menyadari kemampuan lawannya mengambil inisiatif untuk bertarung, tetapi dia dikejutkan dengan pisau kecil yang beracun. Sehingga Xue Rong menjaga jarak dan tidak bertindak gegabah dalam menyerang.
“Sepertinya kau akan menembus Alam Kaisar, Rong‘er...” Xiao Yang berkata pelan sambil mengamati tubuh Xue Rong yang memancarkan hawa dingin.
Xue Rong tidak menggubris perkataan Xiao Yang dan melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar untuk memastikan hawa keberadaan. Tetapi tidak ada hawa keberdaan yang kuat, hanya samar-samar hawa keberdaan yang lemah terasa dalam jangkauan aura Xue Rong.
Sama seperti Xue Rong yang memeriksa keadaan disekitar dengan aura tubuhnya, Xiao Yang juga melakukan hal yang sama.
‘Sepertinya Xu Liong dan Lima Tetua Bunga Darah tidak berada disini. Merepotkan.’ Xiao Yang kembali menatap pertempuran Xue Rong.
Terlihat Xue Rong menghindari serangan pisau beracun dengan gerakan yang membutuhkan banyak tenaga. Serangan dari segala arah membuat Xue Rong menarik napas dan menjaga jarak sambil memperhatikan arah serangan empat kultivator yang melempar puluhan pisau beracun kepada dirinya.
“Serang dia secara bersamaan! Salah satu dari kita harus melaporkan pada Patriark Xu yang ada di Pagoda Bulan!”
Salah satu empat kultivator memberi aba-aba untuk membentuk formasi sebelum menyerang Xue Rong dengan formasi pengepungan. Melihat itu, Xue Rong melepaskan hawa dingin lebih besar dari sebelumnya sebelum membentuk pelindung es yang membuat keempat kultivator berpikir dua kali untuk menyerang.
“Aku mendapatkan berita bagus. Aku akan menghabisi Patriark Bunga Darah bersama dengan Patriark Pagoda Bulan.” Xiao Yang tersenyum tipis ketika melihat raut wajah empat kultivator yang menyesal karena berbicara dan tanpa sadar memberitahu lokasi Xu Liong.
Xue Rong mengetahui nama Pagoda Bulan sebelum dia kehilangan ingatannya. Kali ini dia akan membalaskan kematian seluruh orang yang ada di Pulau Salju.
Ketika lima pisau beracun terbang ke arahnya, Xue Rong menghindarinya sambil mengolah pernapasan sebelum menggunakan Ilmu Dewi Es untuk menyerang salah satu kultivator.
Seketika tapak tangan kanan Xue Rong berwarna biru muda sebelum memutih dan mengeluarkan hawa dingin. Dengan cepat Xue Rong menapak perut kultivator yang ada dihadapannya.
“Tapak Es Berlian!”
Serangan tapak Xue Rong dengan telak mengenai salah satu kultivator yang membuat formasi pengepungan mereka menjadi goyah. Tentu Xue Rong tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menghabisi tiga kultivator lainnya.
Sebelum melakukan serangan selanjutnya, Xue Rong dikejutkan dengan salah satu kultivator Bunga Darah yang menarik pedang dan membuang pisau beracun.
‘Apa yang akan mereka lakukan? Berniat mengeroyokku? Bukankah kalian laki-laki?’ Xue Rong tidak habis pikir melihat kemarahan salah satu kultivator yang bergerak berdasarkan amarah.
Xue Rong dengan mudah membaca ayunan tebasan pedang yang dilancarkan kultivator Bunga Darah yang menyerangnya. Xue Rong mengolah pernapasan sambil menghindari serangan demi serangan yang dilesatkan kultivator tersebut.
“Lengah!” Xue Rong tersenyum tipis sambil mengaliri kepalan tangannya dengan qi yang cukup besar. Kemudian dia mengarahkan pukulan tangannya mengincar ulu hati kultivator Bunga Darah tersebut.
“Dua orang lagi...” Xue Rong berkata dengan sinis sambil membentuk dua pedang es di telapak tangan sebelum menyerang dua kultivator Bunga Darah yang tersisa.
Pertarungan Xue Rong melawan dua kultivator Bunga Darah yang tersisa tidak berlangsung lama karena Xue Rong dapat mengatasi mereka dengan mudah.
Selesai menghabisi semua kultivator yang berjaga di tempat persembunyian Bunga Darah, Xue Rong mengeluarkan beberapa Permata Iblis dan menyerap khasiatnya. Sementara itu Xiao Yang mengambil barang-barang berharga yang ada di jubah kultivator Bunga Darah.
Beberapa barang bawaan kultivator yang dibunuh Xue Rong terdapat pil yang dapat membantu kultivasi. Xiao Yang memberikannya pada Xue Rong agar gadis itu menembus Alam Kaisar.
“Pil Bumi...” Xue Rong menelan Pil Bumi yang diberikan Xiao Yang dan langsung bermeditasi sambil menyerap khasiat yang terkandung dalam Pil Bumi.
Xiao Yang memeriksa markas dari Bunga Darah. Ternyata markas Bunga Darah memiliki begitu banyak sumber daya yang dapat membantu kultivasi mereka. Salah satunya adalah Batu Awan Merah.
Xue Rong merasakan qi di dalam tubuhnya meledak. Dia memusatkan perhatiannya untuk menekan kekuatannya tetapi tak lama dari dalam tubuhnya terdengar suara tulang-tulang yang remuk. Saat itu juga Xue Rong berhasil menembus tahap awal Alam Kaisar.
“Aku menembusnya, Yang‘gege...” Xue Rong tersenyum girang. Kemudian dia menoleh melihat Xiao Yang yang sedang mengawasinya.
“Mari keluar.” Ajak Xiao Yang sambil mengulurkan tangannya dan disambut oleh Xue Rong. Keduanya berjalan keluar dari tempat persembunyian Bunga Darah.
Sesampainya di luar, Xiao Yang melepaskan qi dalam jumlah besar dan meniupkan api berbentuk bola besar yang membakar mayat-mayat.
Mata Xue Rong melebar karena tidak menyangka Xiao Yang mengumpulkan semua mayat dalam satu tempat saat dirinya berkultivasi.
“Rong‘er, kita lanjutkan perjalanan menuju kota terdekat.” Ucap Xiao Yang sambil menatap kobaran api. Tak lama Xiao Yang menatap langit yang mulai mendung sebelum hujan turun dengan derasnya.
Xiao Yang menarik tangan Xue Rong dan membawanya ke suatu tempat. Ternyata Xiao Yang telah menandai pohon yang ada di pos penjaga. Dengan kemampuan teleportasi miliknya, Xiao Yang dapat bergerak mudah. Tetapi untuk berpindah tempat, hanya tempat yang telah di tandai dengan darahnya dan semua itu membutuhkan tenaga yang besar
Xiao Yang mengatur napasnya karena menggunakan banyak qi untuk berpindah tempat.
“Kita istirahat dulu, Rong‘er.” Xiao Yang berjalan menjauh dari pos penjaga yang telah hancur. Dia mencari hutan yang tenang untuk mengembalikan kekuatannya.
Setelah sampai di hutan yang terlihat tenang dan sepi, Xiao Yang langsung duduk bersila dan mengeluarkan Batu Awan Merah yang dia ambil dari tempat persembunyian Bunga Darah.
“Ini akan membantu kultivasimu, Rong‘er...” Xiao Yang memberikan sebagian Batu Awan Merah pada Xue Rong sebelum mulai bermeditasi.
Xue Rong menerima Batu Awan Merah pemberian Xiao Yang dan ikut bermeditasi. Xue Rong menyerap khasiat Batu Awan Merah yang membantu pemurnian darah di dalam pembuluh darahnya.
‘Aku harus mengejar tingkat kultivasi, Yang‘gege...’ Xue Rong membatin penuh semangat saat dirinya menembus tahap menengah Alam Kaisar.
kpn.lanjut cerita ini
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
semangat nunggu sweet dragon😘😘