SEDANG DI REVISI ULANG UNTUK ALUR CERITA. Agar Lebih Baik dan Memuaskan Bagi Para Pembaca ❣️
Mimpi ‘Itu’, mimpi yang selalu hadir ketika Lezzy tertidur.
Sudah hampir 10 tahun Ia memimpikan hal yang sama.
Hingga Ia tak menyadari mengenai mimpi itu, bahwa hal itu menuntunnya ke Dunia lain.
Dunia yang dihuni mahluk-mahluk menyeramkan mitologi yang hanya menjadi sebuah mitos bagi kaum Manusia.
Apa lagi Ia di takdirkan menjadi pasangan Mate dari penguasa kejam dan dingin dari Dunia tersebut, yang dipanggil dengan sebutan Lord Demon.
“......Tidak! bawa Aku kembali pulang.”
“Aku tidak akan pernah melepaskan mu!”
.
“Kau dan dia tidak berbeda kalian adalah satu bukan sebagai Aliki Vasilissa, melainkan sebagai Queen ku, Mate ku, dan juga Istriku. Aku adalah sosok Lord yang harus kau turuti dan kau hormati, ingatlah ini baik-baik di dalam dirimu Pricilia Lezzy Crownsiamoer!!”
----
Volume 1
Queen Of Rulers From Another World
.
Volume 2
The Queen Of Different Wolrd
.
Volume 3
The Queen Of Fasellica Moon
= ON GOING =
Maaf bila ada typo dalam penulisan😘
©2019/3020
@AndreaNL
-o0o-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrea.NL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
•Punishment For Traitors !!•
"Kami akan merevolusi Darkness World, kami muak di pimpin oleh bangsa pengkhianat yang meminta belas kasih dari sosok kaum legenda bangsa Dewa."
...--🌷--...
****Hari disaat Lezzy hilang.***
Langkah tegap! bergema keras hingga menyisir keseluruh lorong-lorong penjara bawah tanah.Hentakkan yang terlantun pelan menjadi irama detak jantung bagi seluruh tahanan yang berada di penjara tersebut. Dari sela jeruji sihir mata merahnya yang menyalak kuat menundukkan sikap arogan mereka, sosok Lord yang terlampau sempurna untuk di lawan tetapi mereka dengan bodohnya menentangnya tanpa tahu seberapa kuat dirinya.
Melihat kehadirannya, membuat seluruh mahluk malam hanya bisa berharap ajal segera menjemput! karena mau bagaimana pun, lebih baik disiksa oleh para tetua atau petugas penjara daripada Lord sendiri. Begitu pemikiran para tahanan yang mencoba mengalihkan pandangan mereka agar tidak menatap matanya.
Fedrick menyeringai. Menatap tajam kepada seseorang yang di ikat dengan rantai, semua orang yang berada di sana menunduk dalam diam dan bergidik ngeri, karena sejak tadi merasakan aura yang sangat mengerikan dari Lord nya. Wanita jelita yang sempat menjadi pusat kehebohan atas hilangnya Lezzy, tertampak sangat buruk saat seluruh tubuhnya di penuhi darah dengan pakaian yang tidak layak di pandang.
“---Aku tidak tahu dimana wanita itu saat ini. Kalian menggagalkan aksiku sehingga portal sihirnya tidak setabil, mungkin saja dia terlempar ke wilayah lain!” Teriak Viona pada Briant.
"Berhenti berbohong!" Briant kembali mencambuk Viona.
"Ah! Kepar*t. Aku sudah memberitahu kalian sebelumnya, bahwa aku berniat membawanya ke markas Carlitos di wilayah Werewolf---Bukankah kalian pernah menyerang daerah tersebut!"
"Kami sudah menelusuri Goa di markas tersebut, tetapi tidak ada satupun jejak sang Putri! Kalian pasti memiliki markas di wilayah lain."
"Ak--aku tidak tahu!" Fedrick tertawa sinis, mendengar ucapan nya saat wanita tersebut terus bersikeras mengelak meski di siksa oleh tangan kanan nya.
“Rupanya, kau cukup setia. Sayangnya, aku tidak punya mendali untuk kuberikan kepadamu. Bagaimana jika kita ubah penghargaan mu, dengan----" Fedrick mendekatkan dirinya.
"----Kematian mu?!" Matanya menyala merah pekat, tatapannya menjadi semakin tajam membuat wanita itu menatap merinding tatkala melihat ekspresi Lord dihadapannya.
Ia menelan ludahnya dengan begitu susah, jadi ini kah Lord yang menjadi legenda di seluruh dunia Darkness World? Dia tidak pernah tahu jika berhadapan dengan Lord jauh lebih menyulitkan daripada mengurus para wanita persembahan yang selalu di kirim untuk menjadi Ratu. Tugas yang di berikan King Vampire kepadanya ternyata tidak sebanding dengan resiko yang ia dapat. Tunggu, apakah dia yang menjadi kelinci percobaan dari Raja nya sendiri?
Jika dirinya lebih pintar membaca situasi harusnya Ia tidak menerima penawaran itu, bagaimana bisa dia lupa kalau Mate King Kristof saja ia kirim sebagai percobaan juga? Jadi tidak mungkin King Kristof akan mengangkatnya sebagai Ratu. Dasar pria gila! itulah yang ada dalam benak Viona.
“Dimana Ratu ku saat ini?!"
“....…..” Viona diam sembari mengalihkan pandangannya dengan perasaan takut.
“Aku tidak suka menunggu---Briant!”
Satu cambukan keras dari Briant kepada Viona membuat sosoknya menggeram rasa sakit pada luka dalam yang terukir di wajahnya. Ia benar-benar kesal di perlakukan sangat rendah, tapi dirinya juga sadar bahwa tidak ada yang bisa dia lakukan.
Apakah saat ini ia juga akan bernasib sama dengan Count Dounty atas pemberontakan terhadap Lord! Viona Tertawa seakan akal sehatnya telah hilang, ia melirik cahaya rembulan yang masuk dari celah bebeatuan dinding---menandakan hari semakin larut dan ia sudah terkurung dengan siksaan keras selama 10 Jam berlalu.
"Meski kau menjadi gila, aku tetap tidak akan merelakan mu mati dengan mudah!" Fedrick mencekik Viona.
Kuku hitam dan meruncing tajam---menusuk lebih dalam kulit putih Viona membuat sosok wanita tersebut tak bisa berteriak keras atas rasa sakit yang ia terima. Air mata bercampur darah mengiasi mata Vampire nya, bergerak liar memberontak mencari celah agar ia bisa melepaskan diri tapi tidak ada yang bisa dia lakukan selain rasa sakit yang terus merobek lehernya.
Fedrick berdecak kesal pada sikap keras kepala Viona yang tetap memilih diam. "Siapa Tuan mu dan apa yang ingin kalian dapatkan dari ku dengan menawan Ratu ku!"
Fedrick melepaskan Viona membuat tangan kanan nya di penuhi darah Viona yang mengalir hingga ke lengan bajunya. Tetapi Viona tetap diam sembari menatap kosong kearah Fedrick. tatapan memuakkan itu membuat dirinya semakin kesal, dengan geram tertahan Fedrick berbalik---berjalan meninggalkan tempat tersebut dan memberi isyarat mata kepada Alberd untuk menangani hal ini, sebaiknya dia bergabung dengan Styvn yang masih beroprasi mencari keberadaan Lezzy bersama pasukan Lucifer Kingdom.
"Kehancuran...," Viona bergumam lemah tetapi terdengar jelas hingga membuat langkah Fedrick terhenti.
Seakan dirinya sudah lelah dengan siksaan di penjara tersebut. Viona menatap benci kearah Fedrick mengabaikan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Lagipula sudah tidak ada harapan baginya untuk hidup jadi untuk apa meminta belas kasih, karena sosok Lord di hadapannya tidak akan pernah mengenal rasa iba terhdap mahluk seperti dirinya---jadi ayo akhiri!
“Kami, kaum Carlitos menginginkan kehancuran mu! Kau akan segera kehilangan kursi tahtamu, Demon breng**k!” Viona mencoba tersenyum merendahkan Fedrick yang terlihat hanya menatap nya tanpa ada ekspresi di wajahnya.
"Kami akan merevolusi Darkness World! kami muak di pimpin oleh bangsa pengkhianat yang meminta belas kasih dari sosok kaum legenda bangsa Dewa."
Fedrick memandang hina ucapan Viona. Jauh sebelum kekaisaran Demon berdiri ada sebuah cerita legenda yang hanya di turunkan pada keturunan Demon dan hanya di ketahui bagi para Tetua Agung mengenai penguasa Lord pertama yang menerima berkah kekuatan kaum langit dengan menjual kehidupan Darkness World sehingga perang besar berkecamuk memporak-porandakan seluruh benua kegelapan.
Tapi itu hanyalah kisah yang masih belum bisa di buktikan kebenarannya karena tidak ada satupun peninggalan jejak atas peristiwa sejarah tersebut. Fedrick menganggapnya hanya sebuah cerita tidur untuk memanipulasi pola pikir anak - anak Demon agar tumbuh sebagai sosok yang percaya diri atas kekuatan yang di miliki kaum Demon jauh lebih besar dari bangsa lain.
Meski ini hanyalah kisah yang tidak begitu penting, tetapi seluruh kaum harusnya tidak tahu mengenai hal ini atau ada yang membocorkannya dan menjadikan alasan untuk memberontak. Konyol! mereka mempercayai sesuatu hal yang belum tentu nyata! Kegelapan dan Cahaya tidak akan pernah bisa bersatu, kenapa mereka tidak berpikir dengan logis dan hanya mengasah otak udang nya.
Pantas saja tidak ada kehidupan makmur pada era masa Lord terdahulu secara turun-temurun sebelum dirinya mengambil alih tahta. Fedrick tersenyum sinis, pada akhirnya mereka hanyalah kaum pemberontak yang bodoh. Sebaiknya dia mencari keberadaan Lezzy dengan caranya sendiri daripada mendengar ucapan tidak masuk akal dari wanita tersebut.
"Saat ini kau mungkin tidak akan perduli dengan aksi kami. Tetapi bila waktu kehancuran mu tiba kau akan melihat, Tuanku akan membuatmu berlutut dan menyaksikan dirinya membunuh Mate tercintamu HAHAHAHA!!
Semua yang mendengar itu diam, tubuh mereka menegang ketakutan. Takut bukan pada kata-kata wanita tersebut tetapi kepada Lord yang saat ini tengah menggeram marah, langkahnya terhenti saat mendengar ucapan wanita tersebut---meninggi semabri tertawa penuh kepuasan atas pengakuan nya.
Fedrick mengintimidasi seluruh penghuni penjara, tangannya mengepal kuat dengan tatapannya yang menjadi semakin tajam, Fedrick tidak suka dengan kalimat terakhirnya. Briant dan Alberd yang melihat tatpan itu terdiam penuh ketakutan. Meski meski Lord saat ini termasuk muda dari mereka, tetapi mereka mengakui besar kekuatan yang Fedrick miliki melampaui Lord terdahulu dan tidak akan pernah mau berurusan dengannya.
Udara di penjara bawah tanah berubah menjadi panas. Aura kematian menguar dengan begitu kuat, hingga membuat tahanan yang masih di sel merasa kesakitan seolah dirinya tengah dicekik tanpa ampun.
“Ulangi kata-katamu.” Tubuh Viona bergetar hebat mendengar ucapannya seperti memiliki sihir perintah untuk mencengkram jiwanya.
"Ugh!! Ada apa dengan ku---"
“Aku bilang, ulangi kata-kata mu!”
“Ma..mate mu akan Mati di tangan Tuan----" Brush!! Tiba-tiba darah segar keluar dari mulut Viona, jantungnya begitu terasa sakit. Entah apa yang dilakukan Fedrick sehingga Viona merasa tercabik-cabik, bahkan jarak mereka masih sangatlah jauh dan Fedrick tidak menyentuh dirinya.
Mata merah Fedrick menyalak terang. "Viona--Matilah!"
Tubuh Viona merespon perintah yang begitu mutlak, dan aura kegelapannya mulai menuntut jantungnya untuk berhenti berdetak. Fedrick hanya berucap sederhana dengan nada rendah tanpa berteriak tetapi kalimat tersebut sungguh merampas jiwa kehidupannya seakan sihir nya dapat mengendalikan hidup siapa pun.
“Argh..! ini kah kekuatan ugh!--Demon?”
“Ya! Aku adalah bangsa Demon yang harus kalian hormati! Yang terkuat akan menjadi penguasa, bukan kah seperti itu hirarki diantara mahluk buas seprti kita? Beraninya kalian menginginkan kehancuranku, dasar kaum hina!”
“ARGHH!!!” Viona menjerit saat terlukis jelas gerakan tangan Fedrick bergerak cepat di kedua matanya, kemudian penglihatan nya berputar jatuh menatap sepatu sang Lord sudah berada di hadapannya--sebelum akhirnya pandangan nya memburam gelap.
“Inilah penghargaan dariku untukmu, atas kesetiaanmu kepada Tuan mu!!”
Alberd dan Briant mengalihkan pandangan mereka, meski mereka sering melihat bagaimana Lord memenggal kepala pemberontak, tetapi tetap saja, itu adalah sesuatu hal yang bukan untuk dipertontonkan. Mual! itulah yang mereka rasakan terhadap dorongan mana kuat yang terlalu mendominasi mereka seakan memberi tahu siapa penguasa di dunia ini.
“Aku tidak perduli kalian menghina prestasi ku atas kursi yang ku raih dengan pertumpahan darah---tetapi akan berbeda jika kalian berani menyentuh wanitaku atau sehelai rambut saja berkurang. Maka akan kubantai habis kalian hingga kegenerasi selanjutnya! Jadi berfikirlah sebelum bertindak!”
Fedrick menjentikan jari seketika tubuh Viona yang masih terikat tanpa kepala mengeluarkan darah untuk kesekian kalinya saat sihir gelap mencabik tubuh tersebut---hingga menodai baju kebesaran Fedrick, dengan tajam ia menatap kearah Alberd dan Briant bahkan semua penjaga yang menyaksikan kekejian Lord pada malam tersebut.
“Tunjukan kepala wanita tersebut di kota utama Zainthor, jadikan dia contoh hukuman nyata untuk mereka yang berani menentang seorang Lord!” ucap Fedrick sembari membuka bajunya yang penuh darah lalu membakarnya.
“Akan saya laksanakan Lord!”
Fedrick pergi meninggalkan penjara bawah tanah, Briant dan Alberd sedikit bernafas lega karena sebenarnya sejak tadi mereka sedikit menahan nafas. “Harusnya kau meminta belas kasih bukan menantangnya dan berkata seperti itu.” Ucap Briant.
“Walau berbelas kasih pun, dirinya akan tetap mati! Jika aku jadi mereka lebih baik aku bunuh diri dari pada berhadapan dengan Lord.” Lanjut Alberd.
Briant menghela nafas, sebenarnya ia malu menunjukan wajah kepada Lord nya karena sosok yang berulah tersebut adalah kaum Vampire. Apa mungkin King Kristof terlibat? Jika itu benar kehancuran bagi Vampire akan benar-benar terjadi dan ia tidak yakin apakah sejarah akan mengukir bangsa Vampire sebagai bangsa yang hampir setara dengan kaum Demon pada masa kekosongan.
"Saya harap, perang besar tidak akan terjadi seperti pada masa kekosongan dulu."
"Meski keberadaan Dewa itu rancu dan tabu karena eksistansi sosoknya tidak pernah di ketahui ataupun nyata. Tapi alasan mereka memberontak pasti tidak hanya sebuah alasan cerita legenda biasa, mungkin saja kita harus mengulik kembali sejarah dunia ini." Alberd menatap tanpa emosi pada tubuh Viona yang perlahan hilang menjadi abu karena di lahap sihir kegelapan milik sang Lord.
"Entahlah, pada dasarnya dunia ini saja masih penuh rahasia. Ada banyak hal sejarah yang tidak pernah terungkap selain para Tetua Agung Darkness World sendiri yang mengetahuinya, jika kaum seperti kita ada dan dunia Manusia juga adalah paraler dimensi lain...," Briant bersandar menatap Alberd mencoba menganalisa sejarah yang masih penuh misteri.
"Mungkin saja bangsa Dewa itu ada---apa kau lupa kita pun punya kepercayaan seperti saat menganggap sosok hewan spirit yang melindungi Lord dan Ratu Darkness World secara generasi sebagai bentuk Dewa pelindung dunia Darkness world." Lanjut nya.
Alberd berbalik berjalan meninggalkan ruangan tersebut. " Kau benar, To Fos To Fengariau dan To Iliako Fos pasti bukanlah sosok yang tiba-tiba saja muncul tanpa adanya peristiwa besar."
"Meski Lord terlihat tidak perduli, tapi aku sangat yakin beliau juga sedang mencari kebenaran sejarah tersebut. Aneh jika Lord yang tidak tertarik dengan apapun tiba-tiba saja membawa Mate yang berasal dari dunia Manusia, pasti ada hal lain yang sedang ia pastikan."
Alberd dan Briant saling memahami situasi meski tidak dirundingkan oleh Lord nya, mereka sudah tahu rencana apa yang harus mereka lakukan untuk kedepannya. "Sepertinya aku perlu mendekatkan diri kepada para Tetua tamak itu untuk mencari informasi. Ini sangat melelahkan."
"Itu sudah menjadi tugasmu, kepala perdana mentri sang utusan Lord. Tuan Alberd yang agung." sindir Briant menyemangatinya dengan cara yang berbeda.
"Sekarang, fokuslah memperluas pencarian Lady Lezzy sebelum Lord menjadi gila. Jika kekaisaran mengalami kehancuran akibat meledaknya sihir Lord---akan ada banyak kerugian yang akan di hadapi kekaisaran karena hal tersebut."
"Kau ini.., sangat sistematis sekali menjadi pengolah wilayah."
"Diam lah! Kekaisaran ini tidak boleh hancur meski di bawah kendali Lord yang suka mengamuk."
"Baiklah, kalau begitu mohon bantuan nya perdana mentri. Aku perlu menyelesaikan tugas Lord untuk membawa kepala pengkhianat tersebut ke alun-alun kota." Briant menghilang dari sisi Alberd yang terus menghela nafas seakan usianya semakin berkurang setiap mengatasi kekacauan yang di sulut Lord nya.
"Jika Lady Lezzy sungguh benar Mate Lord. Beliau adalah harapan kami untuk mengatasi keamarahan Baginda, saya harap anda baik-baik saja Putri." Alberd bergegas menuju lokasi Styvn berada dan bergabung bersama nya.
--_o🌷o_--
Ngga sampe ratusan bab, tapi ini tuh keren parah, cerita yang 'BERISI' banget. paham ya maksut aku, bobotnya ada. Baca deh dijamin ketagihan 💚💚
tata krama khas kerajaan dan pertarungan sesuai untuk cerita yg menggambarkan dunia fantasi yg memiliki ras..
cuma aq agak kehilangan ekspektasi q utk tokoh Lezzy yg menggambarkan dia sebagai ratu penguasa tertinggi..
tp utk keseluruhan bagus, penghayatan, keseruan dan romantis semua ada..
utk typo masih lumayan thor, mungkin bisa direvisi lg utk lebih perfect lg..
makasih utk karya bagus mu thor..
ayah dan ibunda lebih pantas utk genre kerajaan thor
takut dikit sesak..
mana kekuatan nya
dan sekarang aq jg curiga sama styvn
walau masih ada beberapa typo, kurang koma dan kurang huruf..
tp ok bagus..