Alana Rainne, Gadis Cantik dan Manis yang terlahir sebagai anak bungsu, dan harus terpisah dari keluarganya.
Penolakan yang terjadi berulang kali terhadap dirinya sejak kecil, menjadikannya sosok yang tangguh dalam perjalanan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
"Hallo.... AAPPAAA...!!! Teriak Marta lalu pingsan. ketika mendengar sebuah kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan tunggal.
Hingga beberapa saat kemudian semua keluarga sudah berkumpul untuk menenangkan Marta, dan sebagian ada di rumah sakit untuk mengurusi Bram yang saat ini terbaring di rumah sakit.
"Bu, Aku mau ke rumah Sakit, aku mau tau kondisi mas Bram bu. " Ucap Marta kepada Surti yang saat ini terlihat sangat kawatir.
"Iya ayo ibu temeni kamu. " Ucap Surti menyetujui. dan beberapa saat kemudian mereka telah sampai di rumah sakit dan tau kondisi Bram saat ini.
Kecelakaan tersebut membuat Bram koma, ada benturan keras di kepalanya, mengakibatkan ada pembekakan di bagian otaknya dan menyebabkan Bram Koma.
...****************...
Beberapa Bulan berlalu.
"Ma apa benar, Ayah kandung ku Om Adi? " Tanya Alana dengan pelan saat mereka sarapan pagi.
Praannnnnkkkkkkkk......!!!!! piring yang ada di depan Marta saat ini terporak poranda di lantai. Yang membuat Alana berjingkat kaget dengan apa yang dia lihat saat ini, Ya semenjak Bram koma, Marta menjadi tempramen dan mudah tersulut emosi.
"Ya, kamu anaknya Adi dan Rosa, dan Kamu anak PUNGUT ALANA RAINE. " Teriak Marta dengan mata nyalangnya, yang membuat Alana diam membeku. "Apa kamu puas saat ini, Aku dan Papamu sudah menyelamatkan mu Alana dari jurang kematian, tetapi apa balasan mu, mengirimkan orang yang menolong mu ke lembah maut, Coba kamu tidak pernah bertanya soal ini, mungkin Papamu saat ini masih sehat dan masih duduk bersama kita, Apa kamu puas sekarang? "Ucap Marta dengan mengebu gebu, bahkan air matanya bercucuran dengan deras.
Tetapi tidak dengan Alana yang sama sekali tidak meneteskan air matanya, dia hanya diam membisu, hanya muka kecewanya yang tercetak dengan jelas dari raut wajahnya.
"Maaf Ma. " Ucap Alana lalu kembali diam dan menundukkan kepalanya.
"Tau kalau akhirnya seperti ini, aku tidak akan mengambil mu. " Ucap Marta yang keluar begitu saja. yang Tanpa Marta sadari kata katanya tersebut bagaikan ribuan pisau yang terus menyayat tubuh kecil gadis sepuluh tahun di depannya. Tanpa tau dia harus menanggapinya seperti apa. Yang dia tau hanya hatinya yang sakit saat ini.
Malam ini Alana hanya berdiam diri di atas balkon kamarnya. Matanya sembab dia mulai bergelut dengan patah hatinya sendiri, bergelut dengan pikiran nya. "Pa, maafin Alana. " Ucapnya sambil memandang ke atas Langit, hingga dia menyadari ada Bulan dan bintang yang bersinar cerah. "Apa karena aku nggak seterang dan seindah mereka, aku di tinggal sendiri di sini. " Gumamnya saat mengartikan bahwa bulan dan bintang yang bersinar terang itu adalah kakaknya. Dan mengartikan namanya adalah hujan, simbol tangisan, kesedihan, mendung adalah cuaca yang suram.
Hingga akhirnya air matanya kembali terus jatuh tanpa henti, semenjak di meja makan air mata Alana selalu menetes begitu saja, hingga dia nggak berani keluar kamar untuk menemui Marta. karena saking seringnya nangis membuat kepalanya pening, hingga membuat Alana tertidur dalam keadaan mata yang membengkak, mencoba mengubur lukanya dalam dingin nya dekapan Malam. Berharap ketika mentari pagi menyambut nya, dia sudah sembuh dari lukanya hari ini. Dan kembali dengan senyuman cerianya.
"Tuhan Aku Lelah. " Sebuah Doa yang mampu keluar dari mulut Alana.
......................
Bantu Support karya ku dengan Like, komen, dan Vote 🙏.