NovelToon NovelToon
ISTRI KE 13

ISTRI KE 13

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mimi Zee

Azimah gadis lulusan SMA yang harus berkorban demi kehormatan keluarganya. ia harus rela menjadi istri muda seorang pria kaya yang sudah kepala lima.

Dalam menjalani kehidupan poligami ia harus mengikuti serentetan peraturan yang merantai kebebasannya. Namun dengan keteguhan dan kecerdasannya ia dapat mengubah pemikiran suaminya dan para istri yang lain. Ia harus bertahan dan menunggu kebebasan dirinya datang dengan sendirinya tanpa melanggar norma-norma agama maupun hukum.

Di tengah kehidupan poligami yang menyiksa batinnya, ia bertemu dengan seorang pengacara tampan yang kemudian mendiami hatinya. Mampukah ia bersatu dengan pengacara tampan itu tanpa kata "selingkuh" ataukah ia memilih setia pada suaminya yang sah. Atau justru berlari dari kehidupan yang pelik.

Novel ini penuh dengan drama, skandal dan intrik para tokohnya. penuh misteri juga peristiwa tak terduga. Bagaimana akhir kisahnya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimi Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Lalu Yang Pahit

Tikus-tikus berkejaran dengan senangnya, menimbulkan suara gemlontang di ruangan ini. Cicak-cicak turut membunyikan ekornya. Entah ia mengejekku atau merasa kasihan padaku. Cahaya mentari masuk melalui celah kecil di atap, membentuk garis panjang. Hanya itu cahaya di ruangan ini.

Aku sudah lemas. Sehari semalam penuh tak makan. Bahkan sholat pun sudah tak mampu. Di awal masuk kesini masih kuat dengan pakaian yang kukenakan, dan kardus sebagai sajadah. Aku tahu pasti tidak sah karena kotor semua. Tapi Allah maha tahu. Dia tahu kondisiku saat ini. Mulai tadi subuh aku tidak kuat sholat karena tak ada tenaga sama sekali. Kepalaku mulai pusing, perutku mual, badanku lemas. Oh ya Tuhan, lebih baik mana, dikurung di sini atau dimanja di atas ranjang oleh si tua itu.

Punggungku terasa perih. Pukulan itu hanya beberap kali namun cukup membuat tubuhku remuk redam. Hingga aku tak mampu berbaring, sepanjang malam aku tidur miring. Aku ingat Ibuku, ingat ayahku, ingat si kecil Yasmin, aku ingat Firman, dan... Varun. Wahai Varun, bukankah kau tak berhenti memikirkanku? Maka dengarlah suaraku. Selamatkan aku dari sini. Selamatkan aku seperti Aladin menyelamatkan Jasmine, selamatkan aku seperti Rama menyelamatkan Shinta, atau Arjuna membela Drupadi. Varun...Varun...

Kemarin aku adalah boneka tanpa baterai, lalu menjadi mayat hidup, kini aku adalah tahanan tanpa perawatan. Masih beruntung para narapidana yang ditahan di penjara namun masih mendapat perhatian yang baik dari para penjaga. Makan terjamin, pembinaan, masih sangat beruntung. Daripada aku, terkurung tanpa sedikitpun belas kasih. Aku yakin tak seorangpun berani mendekati ruang ini.

Bolehkah aku menyenut ini sebagai penyekapan? Bolehkan aku melaporkan ke polisi atas penyekapan ini? Ah, polisi pasti juga milik Romo. Seluruh dunia ini sepertinya adalah miliknya. Tapi tidak hatiku. Hatiku bukan miliknya. Dari pertama bukan miliknya. Hatiku sudah dimiliki orang lain. Fir....Akh...Varun.... Entahlah apakah aku menyukainya. Siapakah yang memiliki hatiku sebenarnya. Atau sejatinya hatiku tidak dimiliki siapa-siapa.

Varun, jika memang perasaanmu persis dengan yang kirasa, datanglah kemarin. Terserah apakah harus bersama Bayu ataukah sendiri. Terserah apapun alasannya datanglah. Bukankah kau menemukan kelasku yang pindah waktu itu. Kini temukanlah tempatku sembunyi, oh tidak, disembunyikan. Datanglah Varun.

Kreekk....pintu terbuka. Aku ingin melihat siapa yang datang, tapi mataku tak mampu terbuka. Aku dengar suara orang kasak-kusuk tapi tak begitu jelas. Semua gelap. Benar-benar gelap. Siapa yang datang...siapa? Varunkah?

***

Aku berada di ujung tebing yang tinggi. Pemandangan di hadapanku adalah laut lepas dengan ombaknya yang menggunung. Aku berdiri menghadap laut. Kudengar suara Auman singa, aku menoleh ke kanan kiri mencari dimana singa yang sedang mengaum. Aku berbalik badan. Singa itu berdiri menghadapku. Ia siap menerkamku. Tatapan itu tajam. Tajam seperti seorang pria tua yang marah.

Siapa yang tak takut hendak diterkam singa. Mau mundur berarti siap terjun ke laut. Mau lari, apakah aku bisa menandingi larinya singa? Ah ya Allah Ya Tuhanku, apakah memang ini waktunya aku kembali padaMu. Aku berusaha mencari jalan lari sebelum singa berhasil mendapatkanku.

Bagaimana aku harus lari. Singa itu semakin mendekat. Ia sudah mendekati kemenangannya. Ia tampak sedang lapar. Dagingku pasti bisa mengenyangkannya. Singa itu mendekat, semakin mendekat. Aaaakhhhhhh.

Singa itu menghilang. Siapa yang telah menghilangkannya. Kemana perginya singa itu. Aku memandang ke segala penjuru. Akh, singa itu jatuh ke laut. Tanganku diraih oleh seseorang. Aku tidak tahu itu siapa. Tiba-tiba saja aku berada di atas kuda putih. Yang menolongku ada di belakangku, aku ingin melihatnya. Aku ingin menoleh ke belakang. Kuda berlari sangat kencang. Aku tak mampu melihat yang dibelakangku. Benar-benar tak mampu. Kuda berlari lebih kencang lagi. Hingga tubuhku bergoyang-goyang dibuatnya.

"Azimah ... Azimah...." Suara seorang laki-laki memanggilku pelan.

Aku membuka mata. Ada seseorang di hadapanku. Aku membelalakkan mata pelan-pelan. Benarkah yang kulihat ini. Benarkah dia yang dihadapanku. Aku memeriksa disekelilingku. Ternyata tidak hanya dia. Banyak orang sedang melihatku. Mbakyu, Mehmed, Jenny juga Lestari ada semua. Para pelayan juga ada.

Aku segera bangun dari baringku. Aku duduk sebisaku. Aku tidak tahu mengapa mereka menatapku demikian. Dan kenapa tiba-tiba bisa ada Varun.

"Syukurlah, bagaimana? Pusing?" Mbakyu bertanya padaku.

Aku menoleh pada Varun. Aku tidak mengindahkan Mbakyu, aku lebih tertarik melihat wajah Varun.

"Varun yang menggendong mu kemari" Kata Mbakyu yang seolah tahu kebingunganku.

"Tina, ambilkan bubur hangat sama teh manis" Perintah Mbakyu.

Para pelayan kembali ke posisinya masing-masing. Tinggallah Marni, Mbakyu dan Varun mengelilingiku. Aku kini berada di kasur empuk di kamarku. Aku baru ingat, semalaman aku dikurung di gudang. Tapi aku tidak ingat bagaimana aku bisa sampai di kamarku. Benarkah Varun yang menggendongku? Bagaimana ia bisa ada di sini.

"Romo sudah memaafkanmu, hukumanmu sudah selesai, sebelum ke luar rumah,. Romo memintaku membuka pintu gudang. Setelah kubuka kudapati kamu pingsan, aku tidak bisa membawamu keluar, untung Varun datang, dia yang menggendongmu sekaligus membangunkanmu dari pingsan" Jelas Mbakyu.

Aku memandang Varun sekali lagi.

"Oh, saya kesini, kasihkan modul, ada di meja" Kata Varun.

Aku telah memanggilnya untuk menyelamatkanku, dan dia benar datang. Takdir apa yang sedang mengikutiku. Aku harus berhati-hati dalam berucap. Seolah ucapanku mengandung tuah. Sekali ucap akan terjadi. Ah.

Varun sudah pulang. Dia tak bersama Bayu. Tinggallah kini aku dengan kedua pelayanku. Tina menyuapiku bubur sumsum hangat. Di Lombok ternyata ada juga bubur sumsum. Di daerahku bubur ini digunakan untuk memulihkan tenaga sehabis bekerja keras atau sehabis hajatan. Sedang Marni memijat kakiku. Aku masih lemah. Untuk bangun saja masih perlu dibantu.

"Kalian berdua keluarlah" perintah Mbakyu pada kedua pelayanku.

Mbakyu duduk di sisi ranjang. Ia membantuku bangun dan menaruh bantal di belakangku. Jadilah aku duduk bersandar.

"Masih pusing?" Tanya Mbakyu.

"Tidak, cuma lemas, aduh..." Aku mengaduh.

"Ada yang sakit?" Tanya Mbakyu.

Aku tidak menjawab, aku hanya menyentuh punggung.

"Buka bajumu" Kata Mbakyu.

Aku menurut. Mbakyu memintaku tengkurap. Ia keluar sebentar kemudian kembali masuk ke dalam kamarku. Ada sesuatu yang dingin yang ia tempelkan di punggungku. Luka pukulan itu yang kemarin kurasakan begitu sakit, sekarang terasa dingin. Entah apa yang ia tempelkan.

"Ini sari chamomile, aku selalu sedia ini untuk Mehmed" Kata Mbakyu.

"Apa Mehmed juga sering dipukuli Romo?" Tanyaku.

"Hmm, pernah, tapi tidak selalu. Mehmed adalah anak laki-laki dia pasti sering terjatuh saat main dengan temannya, aku menyediakan ini untuk hal itu" Jelas Mbakyu.

Aku tidak ingin bertanya apa kesalahannya sampai dipukuli sepertiku, aku takut itu akan melukai perasaannya.

"Seharusnya kamu berhati-hatilah dalam bicara..." Kata Mbakyu.

Aku diam. Aku tidak tahu ia mengarah kemana.

"Romo adalah orang Jawa, pantang bagi seorang pria Jawa diperlakukan begitu oleh seorang istri, sekalipun itu benar" Kata Mbakyu.

Oh dia juga menyalahkanku atas peristiwa kemarin. Aku lupa kalau dia juga milik Romo. Semua akan menganggapnya benar. Tentu saja.

"Azimah, jangan kamu tinggikan suaramu di depan Romo sekalipun kamu benar dan Romo salah, inilah namanya unggah-ungguh. Romo sangat menjunjung tinggi budaya Jawa itu"

Aku masih belum mengerti dimana kesalahanku. Jika ini tentang unggah-ungguh yang dimaksud, kenapa Romo membentak pelayan toko yang nyata-nyata tidak bersalah.

"Akan kuberitahu sesuatu, tentang masa lalu Romo" Kalimat Mbakyu Halimah ini membuatku penasaran.

"Romo dilahirkan di Jepara, sejak kecil ia mendapat perlakuan yang tidak baik dari ayah kandungnya. Sampai Romo menyangka itu bukan ayah kandungnya. Ayah kandung Romo memiliki tabiat yang tidak baik. Main judi, main perempuan sudah menjadi kegiatannya sehari-hari. Bahkan Ibunda Romo sampai wafat karena pikirannya terganggu. Romo bahkan tidak disekolahkan seperti teman sebayanya. Ia malah disuruh melakukan pekerjaan kebun bersama para pekerja lainnya. Hingga suatu ketika kakek dari Ibunda Romo mengetahui perilaku itu. Ayah kandung Romo diusir dan Romo dirawat dengan baik oleh kakeknya. Tabiat itu mungkin sedikit menurun pada Romo, tetapi saya tahu Romo berusaha keras untuk tidak seperti ayahnya. Ia berusaha memanjakan keluarganya. Istrinya, anaknya, pelayannya. Karena itu Azimah, jangan membuatnya marah karena tabiat ayahnya akan muncul jika ia marah" Jelas Mbakyu.

Aku pernah dengar, perlakuan orang tua terhadap anak akan berpengaruh besar pada masa depan si anak. Kasih sayang yang diberikan orang tua akan menimbulkan jiwa penyayang bagi si anak. Sebaliknya, kekerasan yang diterima anak, akan menjadikannya manusia yang keras pula di masa nanti. Anak adalah kertas kosong, orang-orang dewasa disekitarnya yang menulisnya.

Aku bersyukur tumbuh di dalam keluarga yang begitu menyayangiku. Sehingga jika kini aku harus berkorban demi mereka, aku rela. Batinku tersiksa di sini, namun membayangkan mereka bebas dari hutang yang sejatinya bukan tanggungan mereka, aku kembali lega. Aku kuat demi mereka. Harus kuat.

"Satu lagi, jangan kau ceritakan perihal ini pada keluarga mu, seorang anak yang sudah berumah tangga, seharusnya apapun yang dihadapi tidak dikeluarkan dari Kamar. Senang di meja tamu, susah dikamar. Kabar bahagia boleh kau khabarkan, namun kesedihan hanya kau dan Suamimu yang tahu" Kata Mbakyu.

Mbakyu keluar dari kamarku. Aku tahu sekarang, tujuan utama Mbakyu mengobatiku adalah, agar aku menyimpan kejadian ini rapat-rapat. Jangan sampai orang tuaku tahu hal ini. Agar aki tidak membongkar kekerasan yang ada di rumah ini. Aku yakin tidak hanya aku, Jenny dan Lestari pun pasti pernah mengalami nasib sepertiku. Hanya saja tidak terbongkar, atau mereka juga mendapat wejangan seperti ini dari Mbakyu. Apakah Mbakyu tidak pernah dipukul sepertiku?

Kedua pelayanku kembali masuk kek kamarku. Mereka memastikan lukaku baik-baik saja, keadaanku baik dan tak ada cela.

"Maafkan saya Nyonya" Tiba-tiba Marni berlutut dan meminta maaf padaku.

"Kenapa Marni?"

"Seharusnya saya yang menemani Nyonya kemarin, jadi saya bisa mencegah Nyonya melakukan hal bodoh itu" Kata Marni menjelaskan.

"Apa menurutmu itu hal bodoh Marni?"

Ia mengangguk. Oh iya, dia juga milik Romo, tentu akan membela Romo.

"Nyonya tidak peelu memprotes Romo secara langsung begitu, Nyonya bisa diam-diam datang kembali ke toko itu lalu memerintahkan pemiliknya untuk memperkerjakan pelayan itu lagi. Romo tidak akan ingat hingga hal sekecil itu" Kata Marni.

Marni benar, orang sekeras Romo tidak bisa dilawan dengan kekerasan. Harus dengan taktik jitu. Akhhh kenapa aku tidak terpikir hal semacam itu. Ah ya sudahlah, semua peristiwa adalah pelajaran penting. Jika saja Romo tidak menghukumku, aku tidak akan tahu masa lalu Romo. Dan...aku tidak akan bisa membuktikan bahwa Varun datang menyelamatkanku jika aku memintanya.

Oh Ya Tuhanku,. Aku sedang mengikuti alur takdirMu, aku seperti perahu layar yang ikut kemana angin membawa. Alu sedang mengikuti arus yang kau buat.

Mainkanlah aku sesuka hatiMu, aku percaya, Engkau tahu dimana bidukku akan berhenti. Aku percaya. Benar-benar percaya.

***

1
Zeldaa ༼⁠✩
keren cerita nyaa
momy luqy_
keren kaka..q suka ceritanya. ngga ad yang q skip deh pokoke👍😘
momy luqy_
Luar biasa
kiwicream
ceritanya bagus banget kak. bener2 antimainstream beda dari yg lain. sampe q begadang buat dengerin ini saking penasarannya
bunda DF 💞
bagua banget ceritanya,, bukan ttg ceo,, bukan ttg bucin"an,,, ttg poligami yg ruwet,, perebutan harta,, tp dikemas dgn keren n bikin penasaran
ossy Novica
dari sana saja bandot tua itu tak sadar juga ., sudah berapa orang istrinya meninggal
ossy Novica
jangan alasan poligami sebagai sunnah Rasul. Kebajakan itu di salah gunakan . Contohnya Romo , wanita hanya sebagai budak nafsu kalo tak berguna di ceraikan tampa apa2 Dia ngak sadar , sudah banyak istri tapi susah dapat keturunan , mungkin Allah sayang sama si anak ka4na itu di ambil cepat dari pada menderita nantinya.
ossy Novica
Varun tidak bisa di percaya ,berhati hatilah Imah ....
ossy Novica
jangan nampakkan rasa tak suka ,berhati hatilah Imah
Endah Windiarti
bagus banget ceritanya
Yuyun Haryanto
Jd baper bacanya Thor. ikutan 😭😭😭
Yuyun Haryanto
azimah biarpun tdk mencintai Romo tp dia tetap baik dgn Romo. dia sll ingin mencari keadilan tanpa memanfaatkan untuk kepentingan sendiri. azimah sosok yg tulus, cerdas.
Hera sasuwe
suka ceritanya menarik
Yuyun Haryanto
ternyata Halimah licik jg
Yuyun Haryanto
iih kok jg ngeri yah. tiap mimpi JD kenyataan. dulu wkt disekap digudang jg. manggil jg datang. sprt saling terkoneksi tanpa telepon.
Yuyun Haryanto
ternyata cinta itu buta yah Varun. GK ngeri apa menghadapi Romo ?
Yuyun Haryanto
ceritanya bagus Thor. gk bisa bayangin hidup serumah dgn 4 istri.
Asinan May
kereeeennnnn
xandn.na
bagus banget
Isnay Maulani
maacih thor 🙏
cerita baguuusss...
seruuu...
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!