Rivaldo Xendrick yang mengalami cacat fisik akibat terkena siraman air keras dari selingkuhan kekasihnya yang bernama Lucas Anderson.
Kecacatan fisik itu, membuat hidupnya menderita dan dicampakkan oleh semua orang. Banyak orang yang menjauh darinya karena menganggap bahwa Rivaldo sebagai monster yang menakutkan. Hidup menggelandang tanpa siapapun yang peduli akan hidupnya, sampailah suatu hari, ada seorang wanita yang suka rela merawat dirinya dengan tulus.
Bagaimana kehidupan Rivaldo setelah itu? Akankah ia bisa bangkit kembali dari keterpurukannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liska Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Seorang Bos Mafia : Episode 13
Bandung, Jawa Barat.
Pesawat pribadi, telah mendarat dengan hati-hati. Malam ini, mereka akan menginap di sebuah penginapan--hotel.
Sampai di Bandung, sangatlah larut malam, maka dari itu, mereka memilih untuk beristirahat terlebih dahulu. Lalu besok, mereka akan segera ke kantor cabang untuk mengawasi perkembangan anak kantor yang berada di sini.
Rivaldo membayar dua buah kamar, ia akan tidur dalam satu kamar bersama Nathan, dan Pilot itu, berada di sebelah kamar yang mereka sewa. Ya, Nathan meminta agar mereka tidak terpisah, karena itu sangat berbahaya.
Mereka tidak bisa melihat siapa saja musuh yang akan berjumpa dengan mereka. Maka dari itu, mereka semua harus lebih waspada dengan kondisi sekarang. Banyak musuh yang akan menyamar menggenakan bentuk apapun, mulai dari costum dan lain-lain.
Sebelum tidur, Rivaldo memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, tubuhnya lengket karena keringat. Pria itu melangkahkan kakinya lebar masuk ke dalam kamar mandi hendak membersihkan diri.
Tidak butuh waktu lama, pria itu telah keluar dari dalam kamar mandi, terlihat dirinya sangat segar dan memakai sebuah piyama. Rasa kantuk melandanya, ia memilih merebahkan dirinya di samping Nathan, yang telah tertidur dengan nyenyak.
Rivaldo ikut tidur dan masuk ke dalam alam mimpi.
♾♾♾
"Viona, aku tidak suka melihatmu dekat dengannya!" protes Lucas pada saat melihat Viona sedikit berubah, setelah pergi bersama Rivaldo.
"Lucas, kembalilah ke rumahmu, jangan sampai Papa dan Mama melihatmu di rumah ini, kamu tau, 'kan, kalau Mama dan Papa itu tahu kalau kekasihku itu Rivaldo bukan kamu?" usir Viona pada pria yang ada di hadapannya.
"Kamu tega ngusir aku dari rumahmu, Vio? Aku juga kekasihmu, bukan orang lain," protesnya lagi sambil melihat wajah Viona.
"Lucas, besok kita bertemu, tolong mengerti. Kamu lupa? Kalau hubungan kita ini tersembunyi?" tanya Viona kembali mengingatkan Lucas tentang hubungan mereka.
Lucas menelan saliva dengan payah. Meskipun begitu, ia harus tetap mengikuti apa yang dikatakan Viona. Ada benarnya, bahwa mereka melakukan hubungan gelap dan tersembunyi. Andai, Viona ingin hubungan mereka diketahui oleh Publik. Maka ia sangat merasa senang dan bangga. Memiliki kekasih seperti Viona.
Pria itu melangkahkan kakinya lebar menuju mobilnya, setelah itu, ia segera pergi. Melihat kepergian Lucas, Viona sedikit merasa legah. Karena pria itu telah pergi.
Ia merasa bingung, hal apa yang harus dijelaskannya kepada Rivaldo tentang siapa Lucas sebenarnya? Viona tidak ingin kehilangan Rivaldo, pria itu cukup tampan dan tajir, jika dilepaskan begitu saja. Mungkin akan ada banyak wanita yang hendak menjadi kekasihnya.
Tapi di satu sisi, ia tidak bisa melepaskan Lucas. Karena Lucas lah yang selalu membuatnya merasa terpuaskan. Hanya Lucas, jika mengandalkan Rivaldo, pria itu tentu tidak ingin.
♾♾♾
Keesokan harinya.
Cahaya pagi, kilauan mentari yang terik, menerobos masuk ke dalam tirai jendela sebuah kamar.
Rivaldo dan Nathan telah bersiap memakai pakaian yang rapi seperti orang-orang kantor pada umumnya. Ia tidak lupa memakai jam kecil di tangannya, agar terlihat lebih macco.
Setelah selesai mempersiapkan semua, mereka segera menuju kantor cabang yang ada di sini. Namun sebelum itu, mereka akan sarapan pagi terlebih dahulu.
Mereka mengenakan sebuah mobil kantor yang menjemput mereka di Hotel itu. Mobil khusus para Boss--berkunjung ke kantor tersebut.
Mereka berhenti di salah satu lesehan terdekat, Rivaldo memilih untuk makan-makanan sederhana seperti gado-gado.
Gado-gado adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Indonesia khususnya Jawa Barat dan Jawa Timur, yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah dan yang dihaluskan disertai irisan telur dan pada umumnya banyak yang menambahkan kentang rebus yang sudah dihaluskan untuk saus gado-gado kentang rebus dimasak bersamaan dengan bumbu kacang. Kemudian di atasnya ditaburi bawang goreng. Sedikit emping goreng atau kerupuk (ada juga yang memakai kerupuk udang) juga ditambahkan.
Rivaldo sangat menyukai makanan khas asli dari Indonesia itu, daripada makanan asing seperti pizza dan lain-lainnya. Menyukai kuliner asli Nusantara sangatlah menyenangkan baginya.
"Boss, Anda pesan nasi gemuk atau gado-gado?" tanya Nathan saat mereka keluar dari dalam mobil, dan berjalan menuju pondok lesehan itu.
"Aku ingin gado-gado saja, sudah sangat lama aku tidak menikmati makanan khas itu, hanya di sini, aku bisa merasakan enaknya makanan khas asli Jawa ini," puji Rivaldo terhadap maknan itu, memang benar, kuliner satu itu sangatlah enak.
"Mau berapa porsi, Boss?" tanya Nathan lagi pada Rivaldo.
Rivaldo mendudukan dirinya di atas kursi lesehan tempat itu, "Satu saja."
"Baiklah," sahut Nathan sambil menghembuskan nafasnya dengan panjang, "Bude, saya pesan gado-gadonya dua porsi, rasanya jangan pedas dan jangan manis, karena saya sudah terlalu manis."
"Manis?" tanya Rivaldo terkekeh, pria itu menertawakan Nathan yang sedang memuji dirinya sendiri.
"Iya, Pak. Bapak juga sudah terlalu kelewatan manis, jadi gak usah buat manis, yah, gado-gadonya," sahut Bude itu memuji Nathan.
"Bude, jangan dengarin dia, apanya yang manis. Coba Bude lihat saya aja, manisnya kelewatan. Tapi hati-hati, entar kalau Bude ada Anak gadis malah dijodohkan sama saya." ujar Rivaldo percaya diri kepada Bude itu.
Penjual gado-gado itu hanya tertawa kecil saat melihat perdebatan antara Rivaldo dan Nathan. Ia juga merasa tersanjung ada sosok seperti mereka datang ke lesehannya. Biasanya, tiada ada kalangan atas yang mau singgah di sini. Hanya orang-orang biasa, yang biasanya mampir ke sini.
"Ini makanannya, Pak. Silakan dinikmati, semoga suka dengan masakan buatan saya, Pak," kata Bude itu sambil meletakkan dua buah mangkok di hadapan Rivaldo dan Nathan.
"Terima kasih, Bude." jawab kedua pria itu berbarengan.
Dengan sangat lahap, kedua pria itu menikmati gado-gado itu. Tidak butuh waktu lama, dua mangkok yang berisi gado-gado itu telah habis di lahap.
"Ini benar-benar sangat enak, Bude. Terima kasih banyak, Bude," puji Rivaldo dengan tersenyum manis.
"Benar, Bude. Ini sangat enak sekali, beda dari biasanya. Dan rasanya memang benar-benar luar biasa, memang khas asli daerah," sahut Nathan ikut memuji masakan Bude penjual gado-gado itu.
"Terima kasih banyak telah menyukai dagangan saya, Pak." sahut Bude terharu, baru kali ini ia mendapatkan pujian dari kalangan atas yang tidak sombong.
Rivaldo tersenyum lalu ia meraih dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah. Ia memberikan uang itu kepada Bude tersebut.
Wanita paruh baya itu menerimanya dan menghitung uang yang diberikan. Ternyata jumlahnya sangat banyak, buat apa ini? Pikirnya.
"Pak, ini sangat banyak, harga dagangan saya, tidak semahal ini," ucapnya bingung sambil menyerahkan kembali uang itu.
"Terima aja ya, Bude. Ini bonus untuk Bude karena gado-gadonya sangat enak." kata Rivaldo menolak kembali uang itu.
Kala bener Rivaldo seorang Mafia, dia akan menugaskan anak buah nya utk membuntuti dan melaporkan setiap gerak gerik nya Viona, melaporkan segala rencana buruknya...
Tapi Rivaldo bukan Mafia, cuma pedagang senjata aja...