Nadiva, biasa di panggil Diva adalah gadis manis berusia dua puluh satu tahun yang saat ini masih menjadi mahasiswi semester enam sebuah universitas kesehatan di kota nya.
Kehidupan aman tentram Diva berubah menjadi lebih berwarna setelah memiliki tetangga seorang duda yang di tinggal meninggal istri nya saat melahirkan anak nya. Duda berusia tiga puluh tiga tahun itu bernama Randika Immanuel, memiliki seorang anak perempuan berusia enam tahun yang bernama Cinta.
Sejak awal bertemu Diva, Cinta sudah menyematkan kata Bunda sebagai panggilan kesayangan Cinta buat Diva.
Bagaimana kah kisah Diva dalam menghadapi aneka ulah Cinta yang selalu menginginkan Diva menjadi Ibu nya, sementara Diva sendiri tidak menyukai Ayah Cinta yang terkesan bersikap arogan?.
"Ayah hitung sampai tiga. Kalau ndak mau bangun Ayah gendong kaya karung beras nih!" Ancam Dika yang tak jua di tanggapi oleh Cinta. Hingga ....
"Cinta Oh Cinta ..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choco 33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Mengabulkan Pemintaan
"Sudah siap?". Ayah Hasan menepuk punggung kanan Dika. Dika menarik nafas pelan dan segera menghembuskan nya dengan cepat.
"InsyaAllah siap, Yah". Ayah Hasan mengangguk pelan. Dan kini bergantian Ayah Hasan yang menarik nafas pelan dan segera menghembuskan nya dengan cepat.
"Bismillah, semoga ini menjadi jalan yang terbaik buat kita semua. Ayah harap Diva nanti tidak pingsan di awal acara" Kedua pri beda usia itu tertawa kecil guna menghilangkan rasa gugup mereka menjelang beberapa menit kedepan.
Sementara itu di dalam kamar di kediaman Keluarga Almarhumah Shanum, Cinta masih duduk terdiam di dalam kamar Almarhumah Bunda. Menatap foto sang Bunda yang tengah tersenyum seolah tengah menatap nya penuh cinta.
"Cinta ndak mau Tante Kira Kira yang jadi Bunda nya Cinta, Bunda. Hiks hiks hiks".
"Dasar cengeng. Buruan keluar, memang nya Kamu nggak mau ketemu sama Ayah Kamu?!". Tangisan Cinta pun akhir nya tertahan, saat mendengar suara dari orang yang sangat di benci nya selama ini memasuki kamar Almarhumah Bunda nya.
"Sebentar lagi Aku akan menjadi Bunda Kamu, anak nakal. Setelah ini Aku akan menaruh Kamu di Pondok Pesantren yang jauh dari Aku dan juga Ayah Kamu!". Bisik kecil wanita yang saat ini sedang mengenakan kebaya pengantin berwarna putih namun tak seputih hati sang pemakai, Cinta berdecak kecil menanggapi ucapan Shakirra dan mengabaikan keberadaan Shakirra yang berdiri di hadapan nya, sambil bertolak pinggang.
"Ayo Shakirra, Dika sudah sampai!" Cinta meremas kedua telapak tangan nya menahan amarah dan juga sedih di waktu yang bersamaan, saat pendengaran menangkap suara wanita paruh baya yang juga di benci nya itu.
"Ayo buruan. Ayah Kamu sudah menunggu!". Mama Jess menarik paksa tangan kanan Cinta, hingga membuat tubuh kecil Cinta nyaris saja tersungkur kalau saja Cinta tidak berpegangan pada ujung kebaya Shakirra, sehingga Shakirra lah yang tersungkur hingga membuat nya jatuh terduduk di lantai kamar yang selama beberapa hari ini di tempati Cinta.
Cinta tampak mengulum senyuman saat melihat Shakirra jatuh terduduk, dan langsung berdiri lalu berjalan cepat menghampiri Cinta yang masih berdiri di samping Mama Jess.
"Dasar anak kurang ajar!". Tangan Cinta reflek menutup ke wajah nya saat tangan kanan Shakirra terangkat, namun Mama Jess segera menepis tangan Shakirra.
"Cukup. Jangan sampai Dika membatalkan acara pernikahan ini, kalau Dia melihat wajah Cinta luka!" Sentak Mama Jess, yang kembali menarik tangan kanan Cinta keluar dari kamar, sementara Shakirra kini hanya bisa mengerang menahan kesal, sebelum akhir nya mengubah kembali wajah marah nya menjadi wajah ceria.
"Ayah". Cinta berteriak saat melihat keberadaan Dika yang tengah duduk di depan meja yang sudah duduk Pak Hasan, Papa Kael serta seorang pria yang tidak Cinta ketahui siapa duduk di antara Papa Kael dan Ayah Hasan.
Sementara di sisi kanan dan kiri Dika sudah ada Anwar dan Pak Yudi, supir keluarga Papa Kael.
Ya, Dika sengaja meminta acara akad di gelar tertutup dan hanya di hadiri oleh orang-orang yang sudah Dika setujui sebagai saksi pernikahan nya dengan Shakirra.
Sementara Pak Hasan, sengaja Dika minta hadir sebagai saksi dari pihak keluarga, karena Dika adalah pria yang hidup sebatang kara semenjak SMU, dan beralasan cukup dekat dengan Ayag Hasan dan sudah menganggap pria itu sebagai orang tua nya sendiri.
"Neng". Dika merentangkan kedua tangan nya menanti kedatangan Cinta untuk masuk kedalam pelukan nya.
"Cinta kangen sama Ayah". Rengek Cinta saat dalam pelukan Dika.
"Ayah juga kangen banget sama Cinta". Dika memeluk tubuh Cinta dengan sangat erat. Lalu memangku tubuh mungil Cinta di dalam pangkuan nya.
Sementara itu Shakirra sudah mulai mendudukan tubuh nya di samping Dika lalu duduk merapat kepada Dika dan secepat kilat Dika pun menggeser duduk nya menjauhi Shakirra, membuat Ayah Hasan dan pria paruh baya yang berada di samping nya itu mengulum tawa kecil.
Dika menganggukka kepala nya kepada sosok yang sejak tadi bersembunyi tanpa di ketahui oleh Pak Kael dan keluarga.
"Jangan bergerak!". Sebuah suara lantang membuat atensi keluarga Papa Kael bergerak kearah suara, membuat ketiga orang itu pun terkejut saat melihat tiga orang petugas kepolisian memasuki ruang keluarga rumah Papa Kael.
"Apa-apaan ini!" Bentak Papa Kael beranjak dari duduk nya di ikuti oleh Ayah Hasan dan yang lain nya, sementara dua orang petugas polisi wanita sudah mengamankan Mama Jess yang berdiri tak jauh dari meja dan seorang lagi mengamankan Shakirra yang masih duduk di samping Dika.
"Anda yang apa-apaan!". Sentak Dika yang berdiri dari duduk nya sambil memeluk erat tubuh Dika, sebelum akhirnya menyerahkan Cinta kepada Ayah Hasan untuk di bawa keluar rumah bersama dengan Anwar.
"Bapak Michael, Ibu Jessica juga Nona Shakirra. Kalian semua Kami tangkap atas tuduhan penculikan atas Ananda Cinta Shanum juga pemaksaan kepada Saudara Randika Immanuel!".
Papa Kael, Mama Jess juga Shakirra yang tidak terima itu langsung memberontak dari sergapan para petugas kepolisian yang hendak memaksa mereka keluar dari rumah kediaman mereka.
"Tunggu dulu!". Dika menahan langkah beberapa orang petugas kepolisian yang hendak membawa ketiga tersangka keluar rumah.
Dika tersenyum kecil kepada Papa Kael dan keluarga, yang justru di balas decakan kesal Papa Kael juga Mama Jess, sementara Shakirra yang mengira Dika akan membatalkan tuntutan nya kepada mereka tengah memamerkan senyuman menggoda kepada Dika, hingga membuat Dika muak dan berdecak kesal.
"Mohon maaf sebelumnya Bapak juga Ibu petugas, berhubung ada yang memohon agar hari ini dilaksanakan pernikahan, maka sebagai seorang pria yang memegang teguh apa yang sudah di ucapkan, sekitar Saya meminta waktu sejenak, agar mereka bisa menyaksikan Saya mengabulkan permintaan mereka". Pinta Dika yang membuat Papa Kael sekeluarga pun menyunggingkan senyuman penuh kemenangan kepada Dika, dan kemudian menampakkan wajah sombong kepada Ayah Hasan yang tengah tersenyum kecil kepada mereka bertiga.
"Baiklah. Rasa nya sayang juga kalau semua persiapan yang sudah matang di rencanakan di sia-sia. Silahkan dilanjutkan acara nya Bapak-Bapak sekalian". Tutur salah seorang petugas berpangkar Brika dengan nama tag Restu di dada nya.
Dika pun kembali duduk dihadapan Ayah Hasan dan langsung menyambut uluran tangan kanan Pak Hasan, membuat Papa Kael sekeluarga terutama Shakirra termenung karena terkejut, hingga kata "Sah" terucap dari para saksi membuat ketiga nya kembali tersadar dari lamunan mereka, membuat Shakirra berteriak histeris seraya memberontak dari pegangan petugas kepolisian, setelah menyadari kata Sah itu terucap dari para saksi saat Dika mengakadkan nama Diva bukan nama nya.
kelakuanmu sungguh memalukan niken...
walaupun wanitanya ada rasa pada pria nya,tapi terkesan di sembunyikan oleh pihak pria waktu menikahinya...
untuk ku pribadi,ya ga mau lah,apalagi nti di cap pelakor....huuh...
benalu teriak benalu...haaaah...malu maluin banget sikap kluarga opa kael yg notabene nya juga orang miskin yg jadi benalu juga pada oma jess...
haaaiisshhh...si dika ini pun ga sadar,darah dlm separuh dirinya juga orang biasa..
waspada ya para ibu",di dlm 1 kawasan perumahan kalian ada pelakor yg siap mencari mangsa.../Grin/