NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Pria Asing Kejam

Menikah Dengan Pria Asing Kejam

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pembantu / Psikopat itu cintaku / Tamat
Popularitas:73.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kim Yuna

Jia harus menerima takdir yang digariskan Tuhan untuk menikah dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal. Semua itu atas permintaan majikannya Tuan Jaya.

Untuk membalas kebaikan Tuan Jaya, Jia menerima permintaan itu. Namun siapa sangka pria yang akan ia nikahi bukan pria sembarangan. Ia adalah seorang pengusaha muda dan pewaris terkaya di negeri ini.

Berharap mendapatkan kebahagiaan dengan Pria bernama Reno Bara, ternyata Jia hanya di jadikan pelampiasan hasrat dan pembantu gratis di rumah nya. Itu karena Reno merasa dirinya di tipu oleh Tuan Jaya dan akhirnya melampiaskan dendam nya pada Jia. Reno terus menyiksa Jia baik fisik maupun batin.

Mampu kah Jia bertahan bersama Reno? Atau justru memilih untuk pergi dan mencari kebahagiaan nya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Yuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Pingsan

Matahari sudah berada di atas kepala, tapi Jia masih belum menyelesaikan pekerjaan nya, karena taman seluas itu harus di kerjakan seorang diri. Sedangkan tukang kebun tidak diperbolehkan membantu Jia.

Dua tukang kebun menatap kasihan kepada Jia. Mereka hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apa-apa. Tidak ada yang berani melanggar perintah Ambar.

Beberapa kali Jia menyeka keringat yang membasahi pelipis dengan menggunakan lengan. Rasa lelah dan lapar juga kian menyiksa sejak tadi ia rasakan. Namun sebisa mungkin perempuan itu tahan, agar bisa segera menyelesaikan pekerjaan nya itu. Bahkan Jia tidak peduli dengan tangan nya yang sudah berduri karena terkena duri kaktus.

"Aduh."

Jia memekik kesakitan, untuk kesekian kalinya jarinya berdarah karena terkena duri kaktus. Jia tersiksa dan merasa tidak nyaman namun dia tidak punya pilihan lain selain menyelesaikan pekerjaan yang sudah di bebankan kepadanya.

Selain tukang kebun ada sepasang mata yang memperhatikan Jia dari dalam rumah dengan perasaan sedih. Seorang wanita tua yang tidak tega melihat nona majikannya. Bi Lasmi nekat mengambil makanan di dapur dan segera menemui Jia.

"Nona pasti sudah sangat lapar. Aku akan mengambilkannya makanan. Sebelum nona Jia sakit karena telat makan dan bekerja keras. Walaupun Nyonya Ambar pasti akan marah, tapi aku tidak peduli. Bahkan sampai memecatku, aku pun tak peduli." monolog wanita itu.

Demi Jia, Bi Lasmi rela mengambil resiko seburuk itu yang akan dia dapatkan nanti.

Sementara di luar halaman, tubuh Jia sudah terasa lemas. Sepertinya perempuan itu sudah mulai dehidrasi karena Jia sama sekali tidak minum. Panas matahari terasa menyengat, hantaman sakit kepala kian menyerang. Rasanya sungguh sakit sekali. Tapi Jia berusaha bertahan.

"Sedikit lagi, aku pasti bisa." gumamnya pelan demi menyemangati dirinya sendiri.

Namun, tubuh perempuan itu benar-benar tidak bisa bertahan meski dia sudah berusaha sekuat tenaga. Sehingga tubuh Jia langsung limbung. Perempuan itu jatuh pingsan di atas taman, tepat saat Bi Lasmi datang membawa makanan.

"Nona Jia."

Prang.

Wanita tua itu langsung menjatuhkan nampan di tangannya. Merasa terkejut dan panik melihat Jia sudah tidak sadar diri di atas rerumputan.

Tanpa peduli apapun lagi wanita itu kemudian berlari mendekati Jia sembari berteriak minta tolong.

"Tolong... tolong Nona Jia pingsan."

Bi Lasmi segera mengangkat kepala Jia dan meletakkan di atas pangkuan.

"Ya ampun, apa yang terjadi Nona. Tolong sadar lah! bibi mohon jangan buat bibi takut, bangun Nona, hiks..."

Wanita tua itu terlihat sangat panik, air matanya sudah bercucuran tanpa di minta. Membuat orang yang mendengar teriakannya langsung berlari mendekat ke arahnya.

"Ya Allah Nona Jia." ucap Tukang kebun terkejut juga khawatir dan panik.

"Non Jia kenapa Bi?" tanya tukang kebun satu nya.

"Aku juga tidak tahu, tapi tubuh Nona Jia sangat panas. Kalian tolong bantu bibi angkat Nona Jia masuk ke dalam." titah wanita tua itu.

"Baik Bi."

Mereka bekerja sama mengangkat tubuh Jia. Dan membawanya ke ruang tamu. Pemandangan itu ternyata di saksikan oleh Reno, karena pria itu sedang berdiri di depan jendela kamar.

Ketika bangun tidur tadi, Reno sudah tidak melihat Jia di sampingnya. Entah mengapa pria itu tidak suka dan merasa gusar karena nya. Meski Reno berusaha menepis perasaan itu tapi tidak di pungkiri Reno merasa tidak nyaman jika tidak melihat Jia sedikitpun. Dan sekarang di perparah dengan pemandangan yang membuat nya muak, ia tidak suka tubuh Jia di sentuh oleh pria lain selain dirinya. Meski dengan alasan ingin membantu.

"Sial! Apa perempuan itu sengaja pingsan agar pria-pria itu bebas menyentuh tubuhnya, dasar murahan." gumam Reno dengan begitu geram.

Dia tidak suka jika miliknya di sentuh oleh orang lain. Apapun alasannya.

Sementara di ruang tamu, ketiga orang itu tampak sibuk mencari tempat yang nyaman untuk menidurkan Jia. Sehingga Bi Lasmi meminta untuk menidurkan Jia di atas sofa ruang tamu saja.

"Tidurkan saja disini!"

Kedua tukang kebun itu mengangguk.

"Nona sadar Nona!" Bi Lasmi mencoba menyadarkan Jia hingga terdengar suara Ambar menginterupsi dari belakang punggungnya.

"Apa yang terjadi? kenapa kalian menidurkan perempuan itu di sini? Sofaku itu mahal, bagaimana kalau kotor apa kalian sanggup menggantinya?" hardik Ambar emosi.

Mendengar itu Bi Lasmi yang sedang jengkol berdiri sementara kedua tukang kebun itu menunduk takut.

"Maafkan kami Nyonya. Tapi Nona Jia pingsan jadi saya meminta mereka menidurkan Nona Jia di sini." ucap Bi Lasmi mewakili kedua tukang kebun itu.

"Lancang! berani nya kau membuat keputusan tanpa meminta izin dariku. Apa kau tahu seberapa mahal sofa ku ini?"

Bukannya mereda emosi Ambar malah semakin meradang mendengar pembelaan dari Bi Lasmi.

"Cepat kau bangunkan perempuan itu, aku tahu dia hanya pura-pura pingsan agar lolos dari pekerjaannya!" teriak Ambar tanpa perasaan.

"Saya mohon Nyonya untuk kali ini saja, tolong kasihanilah Nona Jia." pinta Bi Lasmi memelas.

"Kau ingin membantahku yah!" teriak Ambar semakin meninggi, hingga menggema memenuhi ruangan.

"Saya mohon Nyonya!"

"Diam!" hardik Ambar semakin emosi.

Hingga suara Reno tiba-tiba menginterupsi, membuat semua orang terkejut. Seolah mereka baru sadar jika Reno masih berada di rumah.

"Ada apa ma? kenapa mama berteriak?" tanya pria itu sembari menuruni tangga.

Melihat putra tirinya, wajah bengis Ambar berubah seketika menjadi ramah. Bahkan wanita itu langsung menunjukkan wajah manis nya di hadapan sang putra.

"Sayang kau sudah bangun! lihat lah pemalas itu dia sengaja berpura-pura pingsan agar bisa menghindari pekerjaan. Licik bukan?" ujar Ambar yang menunjuk Jia yang masih pingsan di atas sofa.

Tidak terima perkataan majikannya, Bi Lasmi bersuara karena bukan begitu kenyataannya.

"Tidak Tuan, bukan seperti itu. Sejak pagi memang Nona Jia sudah bekerja dan belum sarapan. Mungkin itu yang membuatnya pingsan, saya juga melihat sendiri saat Nona Jia pingsan tadi." ucap Bi Lasmi yang membuat Ambar kian meradang namun berusaha menahan diri di hadapan Reno.

Reno masih belum mengatakan apapun saat suara Bell pintu berbunyi. Salah seorang pelayan dengan sigap membuka pintu tersebut.

Suasana di dalam ruang tengah itu mendadak berubah saat kedatangan Dea yang tiba-tiba muncul.

"Halo semua!" sapa perempuan cantik itu.

"Dea?"

Kedua mata Ambar kemudian berbinar melihat siapa yang datang. Keponakannya sudah lama tidak ia tunggu. Wanita itu segera mendekat kemudian langsung memeluknya.

"Dea selamat datang sayang? Tante sangat merindukanmu." ucap Ambar.

"Terima kasih Tante, Dea juga merindukan tante dan kalian semua." balas perempuan cantik itu.

Dea segera melepaskan diri dari pelukan Ambar karena ingin mendekat ke arah Reno.

"Reno, aku sangat merindukanmu."

Tanpa canggung Dea langsung memeluk Reno yang masih berdiri mematung di tempatnya. Bahkan pandangan pria itu tidak lepas dari istrinya yang masih pingsan.

"Reno, ada apa? kenapa kau diam saja? Apa kau tidak senang bertemu dengan kedatanganku?" tanya Dea karena Reno bersikap dingin padanya.

"Tidak, jangan salah paham." jawab Reno yang membuatnya tersenyum lega.

Perempuan itu sudah akan mengatakan sesuatu pada Reno. Jika saja pria itu tidak segera mendahuluinya.

"Maaf aku harus segera membawa istriku kembali ke dalam kamar." ucap Reno yang membuat Dea terkejut. Dan baru menyadari jika ada seorang perempuan yang tidur di atas sofa.

"Dia?" tanya Dea sembari menunjuk ke arah Jia.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Nurjana Bakir
lanjut
falea sezi
ujungnya uda ketebak di maafin dan tamat helehh
falea sezi
g rela dpet kenan yg baik
Adinda
kasih kesempatan reno jia demi anakmu, persatukan reno dan jia thor
Adinda
persatukan jia dan reno thor
Adinda
kasih kesempatan reno jia
Adinda
kalau menurut aku lebih baik jia balik lagi ke reno kasihan ruhi butuh ayah kandungnya, beri kesempatan reno jia
Adinda
jia adiknya keenan
Rani R.i
lanjut thourrr
Rani R.i
lanjut thourrr sering2 up thourrr
putrie_07
lanjuuuttttt😘😘😘
putrie_07
lanjut jem
putrie_07
kurang ajar
partini
lanjut
jangan lama lama up-nya pls
Sii JunJun
Q pilih yg pertama ketemu pria lain.karena Reno sangat keterlaluan. tidak ada kebahagiaan SM sekali buat jia.yg ada penyiksaan terus
Pichaacha
Aku pilih anin ketemu pria lain yg membuatnya nyaman & bahagia serta abangnya anin menemukan gadis lain yang lebih baik, biar mereka menerima hukumannya masing² memang jahat tapi mungkin itu bisa jadi pelajaran *berani berbuat berani bertanggung jawab, dia yg menanam dia pula yg memetik hasilnya*
Rani R.i
jgn yea thourrr,,jgn sampai reno sama jia pisah...
Rani R.i
jia mengenal orang baru langsung merasa nyaman,,lalu apa tidak bisa memberi kesempatan untuk reno,,bahkan ingin menyembunyikan anak dari ayah nya...jgn donk thorrr
biar reno berjuang tapi jgn pisah kan mereka..biar kan mereka bersatu

Masak iya fania dan ibunya yg bnr2 dalang kejahatan nya di maafkan begitu sajaa..lalu bagaimana dgn reno yg menjadi korban mereka
Sii JunJun
Apa jia akan berbaik hati SM Reno dan Ambar,🥱
Dibalik Senja
pasti reno ngmong Q mnyesal selama ini Q mencari km krn q ingin meminta maaf krn kesalahan Q dimasa lalu trs jia menjwab iya kak q sdh memaafknmu trs reno megang tangn jia smbil berkata maukah km menjadi istri q lagi Q ingin memperbaiki hubungan kita trs tamat mnkin begitu endingya
Dianra Malakut: /Grin//Grin//Grin/ biasanya yg udah2 seperti itu kak, tp ga tau d cerita ini akan sama kah...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!