Novel ini merupakan sekuel dari Novel author yang sebelumnya, berjudul Cinta Dalam Diam,
Kelanjutan cerita dari kisah Nabila, putri dari Nuna dan Almarhum Dimas Adiwijaya yang kini menjadi putri kesayangan Dika Pratama, ayah sambung Nabila.
Meskipun Dika merupakan ayah sambung tapi perlakuannya melebihi seorang ayah kandung, wajar saja karena Dika yang membantu Nuna selama dia mengandung Nabila..
Bagaimana kisah selanjutnya? Nabila yang sudah beranjak dewasa? akan kah serumit kisah cinta sang Mama????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
"halo Nabila.. kau sudah datang nak?" sapa Om Banu dengan ramah.
"ehm... iya Om, Bila baru aja sampai!" sahut Nabila sambil mencium punggung tangan pria paruh baya tersebut.
sungguh anak yang sopan, orang tuamu benar benar mendidik mu dengan baik nak.
"ayo Bila.. kemari biar Om tunjukkan semua sisi rumah Om!" ajak Om Banu, Nabila dengan senang hati menerima ajakan Om Banu, dia memang penasaran apa saja isi istana orang kaya tersebut.
Nabila berulang kali bersikap norak membuat Om tersenyum geli,
"kau lucu sekali Bil!" ujar Om Banu sambil terkekeh.
"hehe.. Bila norak ya Om?" tanya Bila dengan tampang bodohnya,
"enggak kok Bil...Om malah senang jika kamu menyukai rumah Om!" kata Om Banu.
"semua orang yang pernah kemari, pasti langsung menyukai rumah eh salah istana milik Om Banu ini!" celetuk Nabila yang dikuasai rasa takjub.
"istana? sepertinya kau terlalu berlebihan Bila..!" ucap Om Banu merendah.
"ayo kita ke ruang tengah sambil menunggu anak anak Om pulang!" ujar Om Banu.
anak anak? jadi yang mau Om Banu kenalin ke aku bukan hanya seorang?? tapi dua orang? wah kalau semuanya cakep gimana dong??
"ayo Bila.. kok malah bengong di situ sih!" Om Banu kembali mengajak Nabila yang diam terpaku.
"eh.. iya Om!" sahut Nabila.
Mereka berbincang bincang di ruang tengah, yang dijadikan ruang keluarga oleh Om Banu, saat tengah asyik berbincang, tiba tiba terdengar suara derap langkah berat mendekati mereka berdua.
"sepertinya dia sudah datang..." ucap Om Banu tanpa menoleh, sedang Nabila sudah mencari cari sosok yang dikatakan oleh Om Banu.
Pandangan Nabila bertumpu pada satu titik, titik yang menampilkan sosok seorang pria berjas mahal dengan wajah dan tubuh yang sangat proporsional.
Nabila membelalakkan matanya, merasa takjub dengan ciptaan Tuhan yang paling indah tersebut.
"Bila...itu Arga.. anak sulung Om!" kata kata Om Banu sukses mengakhiri tatapan kedua manusia berbeda jenis tersebut.
"Arga.. kemari lah! perkenalkan ini Nabila, gadis yang sempat Papi ceritakan padamu tempo hari!" ujar Om Banu.
Arga melangkah untuk mendekati Nabila yang masih memelototi dirinya.
"Arga..." ucap Arga dengan suara berkharismatik dan menjulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
"Na..nabila..." sahut Nabila terbata dan membalas dengan menjabat tangan Arga.
"Arga, tersenyum lah! wajah kaku mu membuat Nabila takut!" ujar Om Banu memperingatkan.
"dia bukan takut Pi, tapi terpesona!" sahut Arga seenaknya.
Nabila merasa tersindir,
mentang mentang ganteng!!! aku memang terpesona sekilas, tapi belum sampai ke hati!
"cih terpesona!! hanya dalam mimpimu!!" celetuk Nabila dengan beraninya.
Arga terlihat geram namun berusaha menahan emosinya di depan sang Papi.
"haha... jika kau benar benar terpesona, maka akan lebih baik bagi Om, Bila!!!" sanggah Om Banu sambil tertawa.
"baik apanya Om?" tanya Nabila dengan polosnya.
"Om jadi tidak perlu susah susah untuk membuatmu jatuh hati pada anak Om!" jawab Om Banu transparan.
"ish Om ini.. jujur sekali!!" desis Nabila malu malu.
"Papi memang tidak perlu berusaha, dia saja sudah langsung jatuh hati setelah melihatku!" ucap Arga dengan bangga.
"yeee... GR banget dih!!!" sungut Nabila tidak suka dengan kenarsisan Arga.
"udah udah.. kok malah berdebat sih.. yuk kita makan!" ajak Om Banu yang masih tertawa.
"apa kalian akan makan tanpa aku?" ucap seseorang.
Om Banu, Nabila bahkan Arga menoleh ke sumber suara,
"Kevin???" seru Nabila tak percaya.
Kevin pun tak kalah terkejutnya dengan Nabila.
"Nabila.....???" seru Kevin.
"kalian sudah saling kenal??" tanya Om Banu penasaran.
"dia temen kampus Bila Om!" jawab Nabila setelah meredam keterkejutannya.
"Nabila? kamu kok bisa ada di sini?" tanya Kevin setelah mendekat.
"kamu juga, ngapain kamu disini?? kamu ngikutin aku ya?" sahut Nabila.
"aku? mengikuti mu? hadeh Nabila... ini rumah Papi ku!!!" sahut Kevin.
Nabila kembali menganga dengan kejutan yang baru saja di dengarnya.
"ja.. jadi kau anaknya Om Banu?" tanya Nabila terbata.
"Pi.. apa Papi hanya mengenalkan pria tua ini saja sebagai anak Papi?" tanya Kevin sambil melirik tajam ke arah Arga.
"eh jaga ucapan mu! pria yang kau sebut tua ini adalah kakakmu, sopan lah sedikit jika tidak ingin kartu kredit mu ku blokir!!!!!" sungut Arga tak suka.
"haduh, kalian mulai lagi! apa tidak bisa akur walau hanya semenit??" sanggah Om Banu jengah.
"huh.. dasar pria tua!!! sukanya mengancam saja!" celetuk Kevin.
"ayo Nabila kita ke ruang makan! jangan hiraukan kelakuan dua beradik yang sudah mirip anjing dan kucing itu!!" ajak Om Banu pada Nabila.
"Papi!!!" seru mereka bersamaan, terlihat sangat kompak sekali di mata Nabila.
"Bil... kamu kok bisa kenal sama Papi Ku??" tanya Kevin penasaran.
"siapa yang ga kenal sama pengusaha sukses seperti Papi mu?" sahut Nabila.
"wah.. Papi udah mirip artis aja dong ceritanya! terkenal sampai di kalangan mahasiswi!" ujar Kevin merasa iri.
"maka dari itu belajar yang benar supaya kau bisa sukses seperti Papi!" sahut Papi dengan bangga.
"aku sudah belajar dengan benar kok Pi.. cuma akhir akhir ini fokus ku agak terganggu karena seorang mahasiswi cantik di kampus!" kata Kevin sambil melirik Nabila.
"siapa mahasiswi cantik itu?" tanya Papi penasaran.
"ada deh Pi..!" jawab Kevin sambil senyum senyum.
"asal bukan dia saja yang kau anggap sebagai mahasiswa cantik!" ujar Arga sambil menunjuk ke arah Nabila dengan dagunya.
"ye.. jelas bukan aku lah! baginya aku hanya seorang cewe bodoh!" sungut Nabila.
"haha.. julukan itu sangat pantas untukmu!" sahut Arga sambil terbahak.
Nabila menatap sinis ke arah Arga maupun Kevin.
Om Banu terkekeh, senang melihat tawa di wajah putranya dan ini semua berkat kehadiran Nabila, sudah lama kehangatan dalam keluarga tersebut menghilang dan kini Nabila membawa kehangatan itu kembali.
aku memang tidak salah pilih, kau memang gadis yang luar biasa Nabila, aku pastikan kau akan menjadi menantu kesayanganku.
"Om.. kalau begitu Bila pamit dulu ya!" ucap Ara memecah keheningan di antara mereka.
"oya nak.. biar Arga yang mengantar mu pulang!" jawab Om Banu.
"ga usah Om.. biar Nabila minta jemput Mang Ujang aja!" sahut Nabila menolak dengan sopan.
"ya udah sama aku aja kalau begitu Bil!" seloroh Kevin menawarkan diri dan lagi lagi Nabila menolaknya.
"aku ga mau pulang sama kami, wleee!" jawab Nabila sambil memeletkan lidahnya ke arah Kevin.
Kevin membalas dengan senyum kecut, mendapat penolakan dari Nabila.
"ayo cepetan! aku juga mau balik kantor! sekalian saja kau ikut denganku!" akhirnya Arga bersuara dengan enggan.
"eh..." Nabila terperangah karena manusia es itu memberinya tumpangan.
"sudah tidak usah banyak mikir.. cepat ikut Arga saja sebelum dia berubah pikiran!" ujar Om Banu sambil mendorong pelan tubuh Nabila agar mendekat pada Arga.
Tidak di sangka, Arga langsung menarik lengan Nabila, dan Nabila pun mengikutinya dengan sejuta perasaan aneh di dalam hatinya.
🐽🐽🐽🐽🐽🐽🐽
tinggal lanjut di cerita yang lain
makasih Thor untuk karya nya, sangat menghibur.
ditunggu karya selanjutnya, semangat selalu othor ku💪💪❤️❤️
tp kalau aq pikir2 dlu 😁😁😁😁😁😁😁
seharusnya foto Han sedang marah..kok itu senyum..bikin pangling aja😄😄😄