NovelToon NovelToon
Menikahi Bos Mantan Suamiku

Menikahi Bos Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:22.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: misshel

Teruntuk Moms, Single Moms, dan seluruh wanita yang sedang berjuang bagi anak-anaknya. Jangan sedih ... kamu hebat, kamu kuat! Aku di sini bersamamu!



"Jangan menyerah di awal, karena tidak ada awalan yang sempurna"

Warning!! 21 Area!!

Akira Shofie harus bertahan ditengah kerasnya kehidupan saat ia harus membesarkan ketiga anaknya seorang diri setelah suaminya menceraikannya dan menelantarkan mereka.

Namun, kehidupannya berubah total ketika ia terpaksa menikah dengan anak dari atasan mantan suaminya.

Akira yang lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa saat suaminya berselingkuh, akhirnya menemukan keberanian membalas sakit hatinya dulu dengan dukungan suaminya yang sangat perhatian dan menyayanginya juga ketiga anaknya.

Akankah Akira sanggup membalas dendam yang telah lama bersarang di hatinya? Ataukah ia berhasil berdamai dengan dendam dan hidup dengan baik bersama suami dan ke enam anaknya? Temukan jawabannya di dalam kisah ini.



NOTE : Ceritanya ngga bagus-bagus sangat...B ajah...hehehehe....

ig: misshel_88

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon misshel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabur

Hari ini Harris sudah tidak bisa bersabar lagi. Dia benar benar melarikan diri dari Rumah sakit. Johan sudah bersiap menjemputnya pagi pagi buta sesuai dengan perintah Harris semalam.

Rupanya pesaing bisnisnya tidak bisa membiarkan Harris istirahat sejenak. Mereka berusaha memanfaatkan kondisi Harris untuk menggaet mitra bisnis yang hendak bekerja sama dengan Harris.

"Tuan, Saya memeriksa rumah dan cctv, tetapi saya tidak menemukan apapun, Nona Viona juga tidak melakukan kegiatan apapun hari itu" Johan melaporkan semua yang di temukan beberapa hari ini saat mobil melaju menuju kantor.

"Apa mungkin mereka mengintai rumah?" Gumam Harris. Tangannya mengetuk lutut, matanya menerawang jauh. Sejauh pikirannya yang berkelana menuju beberapa hari yang lalu.

"Lalu bagaimana dengan apartemen itu?"

"Saya rasa, Tuan Martin yang sengaja membeli apartemen itu untuk mendekati Nona Viona, dan sepertinya Tuan Martin punya tujuan lain”

“Aku tahu tujuan lelaki itu, Johan. Kau urus lelaki itu begitu mereka kembali"

“Baik Tuan, dan Nona Viona saat ini sedang melakukan pemotretan untuk sebuah majalah dan mematikan ponselnya untuk beberapa hari sampai berita itu hilang” Lanjut Johan.

“Aku sudah menduganya Johan, baiklah, kau sudah bekerja keras untuk ini" Harris menepuk bahu Johan yang sedang mengemudi.

Harris tersenyum senang, wanitanya tidak seperti yang Rio dan orang lain pikirkan. Setelah Viona kembali, dia akan segera membahas rencana pernikahan mereka. Kali ini dia tidak akan mendengar rengekan atau pun penolakan dari Viona. Harris tidak ingin menunda lagi, toh tanpa Viona bekerja, kekayaanya akan mampu menghidupi Viona bahkan selusin anak anak mereka.

Harris turun dari mobil di ikuti oleh Johan. Mereka di sambut oleh Marsha sekretaris Harris di Lobi kantor.

"Selamat datang kembali Tuan" Marsha membungkuk memberi hormat kepada Bosnya.

Wanita berusia 27 tahun yang selalu memakai setelan formal, jarang tersenyum dan sorot matanya yang tegas di balik kaca mata berbingkai hitam.

"Bagaimana keadaan kantor selama aku tinggal?" Tanya Harris alih alih membalas sapaan Marsha.

"Kantor tidak mengalami masalah yang berarti Tuan, hanya saja beberapa pembaharuan kontrak kerja sama yang menunggu persetujuan Anda"Jawab Marsha cepat. Langkahnya mencoba menyamai sang Bos yang berjalan begitu cepat.

"Segera atur pertemuan dengan mereka” perintah Harris pada Marsha.

“Baik Tuan”

Rombongan kecil itu tiba di depan lift khusus yang akan membawa mereka menuju lantai paling atas gedung ini.

“Selama Reno belum pulih, kamu handle pekerjaanya.” Perintah Harris saat lift sudah berjalan menuju lantai atas.

“Baik Tuan, akan saya lakukan sebaik mungkin"

Keheningan menyelimuti lift yang mulai bergerak. Marsha sibuk dengan tab nya sedang menyusun jadwal meeting untuk bosnya.

Marsha adalah sekretaris Harris sejak 3 tahun terakhir. Dia wanita yang kompeten, berfikiran luas, cekatan, tegas dan disiplin dalam berkerja. Harris tak perlu berkata dua kali, Marsha sudah mengerti apa yang Harris mau.

Liftpun berhenti saat sudah sampai di lantai atas. Johan dan Marsha mengekori Harris menuju ruangan paling luas di lantai ini.

"Semua berkas yang harus Anda periksa terlebih dahulu ada di sebelah sini Tuan" Marsha menunjuk tumpukan map tepat di depan kursi kebesaran Harris.

"Baiklah, kembalilah bekerja Sha, jangan lupa pesankan kopi untukku"

"Baik Tuan"

Marsha segera kembali keruanganya melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai. Tak lupa dia memanggil OB untuk membuatkan kopi untuk Harris.

"Kau boleh pergi, Jo. Aku rasa aku sudah aman di sini" Ucap Harris pada Johan yang masih setia berdiri di samping Harris.

"Baik, Tuan. Saya akan kembali saat makan siang, jika anda membutuhkan sesuatu segera hubungi saya"

OB yang membawa kopi masuk bersamaan dengan keluarnya Johan dari ruangan Harris. Setelah meletakkan kopi, OB itupun segera keluar dari ruangan Harris.

Harris mengecek beberapa laporan dari bawahannya. Meskipun perusahaan Harris dalam kondisi stabil tetapi jika rekan bisnisnya diserobot perusahaan lain maka akan mempengaruhi performa perusahanya.

Dia telah bersusah payah menyelamatkan usaha milik ayahnya yang terancam bangkut beberapa tahun silam. Kini, perusahaan ini telah kembali ke jalurnya, bahkan mampu bersaing di kancah internasional.

Mengabaikan pesan dan panggilan dari Rio, Haris mulai mengerjakan pekerjaannya. Tumpukan berkas menggunung memenuhi meja kerjanya. Beberapa dokumen kerja sama dengan perusahaan besar dan menguntungkan dia periksa terlebih dahulu. Memanggil Marsha untuk segera menjadwalkan meeting dengan mereka.

Harris masih berkutat dengan berkas berkas ditanganya ketika pintu ruangnya terbuka. Harris tidak perlu repot repot mengalihkan perhatianya dari berkas di tangannya. Dia sudah bisa menebak siapa yang datang.

“Kapan Papa sampai?” Tanya Harris kepada Pria tua yang dipanggilnya Papa.

“Wah, kamu semakin hebat saja, Ris. Bahkan tanpa menoleh kamu sudah tau siapa yang datang” Pria tua itu terkekeh sambil berjalan ke sofa.

“Jika orang lain pasti akan mengetuk pintu atau setidaknya Marsha yang akan mengantar” Harris tak menghentikan pekerjaannya ataupun menoleh ke arah Papanya.

Lelaki itu terkekeh lagi.” Itu benar sekali”

“Kapan Papa sampai?” Harris mengulangi pertanyaanya.

“Kemarin pagi, bagaimana keadaanmu?” Pria tua itu menatap lekat wajah putra semata wayangnya yang masih di penuhi memar di beberapa bagian.

“Seperti yang papa Lihat, aku sangat baik” Harris melirik sekilas ke arah Papanya.

“Benarkah? Bukan kabur dari Rumah sakit kan?" Lagi lagi tatapan penuh selidik yang sangat tidak di sukai Harris menghujam ke arahnya.

“Bukan urusan Papa, sebaiknya Papa kembali, aku sangat sibuk hari ini” Sahut Harris dingin.

“Bagaimana bisa? Papa segera pulang begitu mendengar kamu terluka. Tidak disangka reaksimu tidak mengenakkan sama sekali” Ada sedikit rasa kecewa tersirat dalam ucapan pria yang membesarkan Harris tersebut.

“Bukankah Papa harusnya sudah tau dari dia kan?” Harris memutar kepalanya ke arah pria lain di ruangan itu. Dia adalah Toni, asisten Wisnu Dirgantara.

“Papa hanya memastikan keadaan kamu Ris, Papa tidak akan tenang jika belum melihat keadaan kamu secara langsung” Ucapan Dirga melembut seolah ingin menunjukkan ketulusan dan perhatian.

"Papa tidak perlu repot repot, lakukan seperti biasa saja, cukup telpon atau suruh seseorang melihatku dari jauh” Ucap Harris ketus.

“Toni, sebaiknya kita pergi saja, kita tidak di harapkan disini” Pria bernama Dirga itu beranjak dari sofa. Raut wajahnya yang tegas itu tidak bisa menyembunyikan kekecewaan akan penolakan putra semata wayangnya.

"Tunggu Pa" Dirga berhenti sejenak mengira Harris akan memintanya kembali duduk atau bahkan memeluknya untuk melepas kerinduan ayah dan anak.

"Aku akan menikahi Viona dengan ataupun tanpa restu Papa. Harris harap Papa mau menghargai keputusan yang Harris buat"

Ucapan Harris bagai ribuan pisau menusuk jantungnya. Tanpa berkata sepatah katapun, Dirga segera meninggalkan ruangan Harris.

"Kami undur diri dulu Tuan Harris, maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu anda” Toni membungkuk sebelum menutup pintu.

Harris tak menyahuti ucapan Toni. Dia masih terpaku di tempat duduknya. Sejak Mamanya meninggal Harris dan Papanya jarang sekali berkomunikasi. Interaksi keduanya akanterjadi jika Harris membuat masalah di kampus.

Tak dipungkiri Harris merindukan sosok Papa sebagai pelindungnya namun terkadang dia merasa Papanya terlalu berlebihan dan suka sekali mengatur kehidupannya. Berbeda sekali dengan Mamanya yang selalu menanyakan apa yang di inginkan Harris.

Harris tahu jika selama ini dia dalam pantauan Papanya. Selama ada Tonis disisinya bahkan seekor nyamuk pun tak bisa lolos darinya.

Harris semakin hari semakin jauh dari Papanya. Sejak dia dan Viona mulai menjalin hubungan, Wisnu Dirgantara tidak merestui hubungan mereka. Sejak awal Harris selalu menekankan jika Viona adalah satu satunya wanita yang dia inginkan. Jika harus menikah maka hanya dengan Viona seorang.

******

“Toni, sudah kau dapatkan apa yang kuminta?” Tanya Tuan Dirga saat mereka masuk ke mobil.

“Semua yang Anda minta sudah saya dapatkan Tuan. Dalang penyerangan Tuan Muda adalah Martin, bos agensi di mana Nona Viona bekerja"

"Nona Viona lah yang memberitahu kalau Tuan Muda menggunakan mobilnya dan mengganti rute perjalanannya"

“Anak bodoh itu, tidak tahu betapa liciknya wanita itu” gumam Dirga.

"Urus Martin secepatnya, kita masih ada urusan dengan pencuri kecil di kantor"

"Maaf Tuan, mengenai rencana Tuan Muda untuk menikahi Nona Viona-"

"Kau tahu betul kenapa aku tidak merestui hubungan mereka bukan? Jadi jangan bertanya lagi, aku akan menggagalkan pernikahan mereka, aku tidak ingin anakku terluka karena kebodohannya" Ucap Dirga tegas.

“Baik Tuan, saya mengerti"

1
Awin Azmi
padan muka 🤣🤣
Dwi Setyaningrum
berkali kali baca ulang crita ini tetap aja ikut mewek..
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kangen baca ulang thor...
Tiktok: misshel_author: Makasih udah baca ulang kak, aku temenin dr jauh😍
total 1 replies
Nur Wakidah
lhah siapa ini main peluk aja 😆😆😆 jangan Rio tolong 🙈🙈🙈
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Rasenniyya Mom
James dan Lily Potter nih? 😆
Rasenniyya Mom
Mau kasih kira lollipop ya, Ris??/Grin/
Kamiem sag
benar complicated
Kamiem sag
ya... Kiraterus terlena dgn pesona dan perhatian Haris sampai lupa tumbuh kembang anak anaknya
Haris juga sepertinya cuma butuh apem Kira gak butuh kehadiran anak anaknya maka dia bisa merajuk dan mengabaikan sapaan Jeje ( sakit tau anak sekecil itu merasa diabaikan dan gak dibutuhkan)
Kamiem sag
Jeje cerdas cumabelum tau aja dunia orang dewasa😄😄
Kamiem sag
memang gila si Haris mencintai Kira juga gila
Kamiem sag
sesal Rian makin bertambah
Kamiem sag
love you bang Haris
Kamiem sag
hancur
Kamiem sag
😲😮
Kamiem sag
kasih sayang ibu yg buat Viona jadi lebih baik
Kamiem sag
kupikir cuma Rio dan Jo yg patah hati ternyata Hendra juga
Kamiem sag
Kira itu hiena singa juga rubah betina😄😄😄😄😄
Kamiem sag
Evan ayah biologisnya Kristal??
Kamiem sag
aku gak coment
Kamiem sag
Viona berubah??
tersentuh oleh ibu??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!