Dijodohkan dengan seorang laki laki dari usia bayi tanpa diketahui, yang ternyata laki laki itu adalah musuh bebuyutannya di sekolah. Namun perjodohan sudah tidak bisa lagi untuk dihindari.
Bagaimana kisah kehidupan Arin dan Rafa selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Dengan pakaian seragam melekat juga tas ransel pink, Arin menuruni anak tangga dimana Rafa tengah mengenakan sepatu di sofa ruang tamu.
"Lo engga masaka Fa? Gue lapar, dari semalam Gue belum makan" memelas Arin melihat ke arah meja makan yang kosong.
"Engga! Lo minta aja tuh cowok Lo masak, Gue mau sekolah!" tegas Rafa beranjak.
"Lo apaan sih?! Lo pikir omongan Lo kemarin engga nyakitin Gue apa?! emang cuma Lo doang yang bisa marah?!" tegas Arin setengah berteriak menghentikan langkah Rafa.
"Gue nyakitin Lo? bagian mananya? yang ada Lo nyakitin Gue! Lo belain cowok Lo di depan semua anak dan bilang engga ada yang bakal mau sama Gue! Gue buktiin Rin ke Lo kalau Gue juga bisa dapat cewek lebih segalanya dari Lo!" emosi Rafa sambil menunjuk ke arah Arin.
"Oh Lo mau cari cewek lagi? ya udah Kita bilang aja sama orangtua Kita buat akhiri pernikahan palsu ini!" tegas Arin emosi merasakan sakit dalam hatinya karena ucapan Rafa.
"Palsu? Lo bilang ini pernikahan palsu?" tak percaya Rafa mengulang ucapan Arin.
"Kenapa? emang ini cuma pernikahan palsu, pernikahan perjodohan yang engga ada artinya buat Gue!" tegas Arin semakin emosi, dengan hati begitu terluka akan perkataan Rafa ingin mencari lebih dari dirinya.
"Thanks Rin" singkat Rafa berlalu pergi.
Cepat Arin berlari dan memeluk suaminya dari belakang, walau terhalang oleh tas ransel hitam penuh dengan buku pelajaran.
"Maafin Gue, Gue engga ada maksud ngomong kaya gitu Fa" lirih Arin menyesal.
"Lo udah nyakitin Gue berulang kali Rin. Lo bilang mau putus sama Niko tapi ternyata Lo masih aja dekat sama Dia. Gue suami Lo Rin, Gue engga suka Lo dekat sama cowok lain dan Gue cemburu karena Gue mulai suka sama Lo. Bahkan ini cinta Rin" panjang lebar Rafa menjelaskan, membuat Arin tertegun dalam penyesalan.
"Gue bakal putusin Niko hari ini, Gue engga mau pernikahan ini hancur cuma gara gara pertengkaran Kita. Ada orang tua Kita disini Fa yang harus Kita jaga perasaannya, dan Gue juga minta waktu buat bisa cinta sama Lo dan nerima Lo sebagai suami Gue. Gue juga butuh waktu untuk semua kewajiban Gue" pinta Arin dalam sesal dan air mata.
Rafa membalikkan tubuh menghadap Arin dan memeluk tubuh gadis dengan air mata itu erat.
"Gue ngerti" singkat Rafa membelai rambut hitam tergerai milik istrinya.
Sebuah pernyataan dengan ketulusan, mampu menembus perasaan terdalam keduanya. Mungkin tak pernah di sadari Arin, jika dirinya juga sudah mulai mencintai laki laki tinggi tampan tersebut.
Rasa sakit pada hatinya ketika Rafa menyebut dirinya cewek Niko saat di kantin, sudah jelas membuktikan jika perasaan cinta itu mulai tumbuh dalam diri Arin. Namun tak di sadari olehnya. Bahkan ketika Rafa mengatakan akan pergi mencari cewek lain pun, dirasa Arin begitu melukai hati dan perasaannya.
Masih saling memeluk erat, keduanya seakan sama sama tak ingin melepaskan. Tapi karena waktu tak pernah berhenti berputar untuk memberi sedikit waktu keduanya, terpaksa mereka melepas pelukan dan beranjak pergi ke sekolah. Dan seperti hari hari sebelumnya, Arin berangkat menggunakan motor, sementara Rafa menggunakan mobil pribadinya.
Ingin sekali Rafa bisa berangkat berdua bersama Arin. Tapi hal itu harus Ia pendam dalam karena sebuah rahasia akan pernikahan harus terus mereka tutupi bersama.
Soal’y wktu bru rilis saya ikutin smpe selesai
Eh pas pngen baca lgi ko di potong gini cerita’y
Jdi aneh deh
nganter ditimpuk ma rafa hahah