NovelToon NovelToon
Melahirkan Bayi Untuk Kakakku

Melahirkan Bayi Untuk Kakakku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Angst / Pengganti / Poligami / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:252.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: ethaloona

Elin mengalami kecelakaan bersama kakak iparnya, Sinta yang sedang hamil besar. Tanpa ia duga, kecelakaan itu berakibat fatal bagi Sinta. Sinta harus kehilangan bayinya sekaligus rahimnya. Ariel, kakak angkat Elin pun menyalahkan hal ini pada Elin yang menyetir mobil.

Karena tak bisa lagi memiliki anak, Elin pun diminta untuk bertanggung jawab oleh sang kakak untuk mengganti bayinya yang telah tiada. Elin pun terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan Ariel.

.

Halo! Ini adalah novel pertamaku di Noveltoon, mohon support nya yaah
follow akun IG: etha.loona

deep bow!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ethaloona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Memberitahu Sinta

"Nggak. Aku nggak bakal benci lagi sama kamu. Aku janji."

Kedua mata Elin sontak basah karena ucapan Ariel. Setengah tahun berlalu dengan menyakitkan bagi Elin. Mendapatkan tatapan mengintimidasi dan sorot kebencian dari Ariel adalah hal yang terburuk. Ariel bahkan jarang mengajaknya bicara dan hanya menganggapnya angin lalu walaupun mereka tinggal serumah. Dan jika Ariel tidak membencinya lagi, itu cukup.

"Aku masih punya proyek film berjalan," ucap Elin sembari menatap ke arah pintu rumah. Mereka baru saja sampai. "Aku harus nyelesain film ini dulu dan ngerjain satu naskah lagi."

"Oke. Jadi berapa bulan lagi?" tanya Ariel dengan nada menuntut.

"Mungkin 2 sampai 3 bulan," jawabnya. Ia menatap Ariel lagi. "Aku bakal nikah sama kakak dan hamil anak kakak. Tapi, aku nggak bisa bilang sama Mbak Sinta. Apa yang Mbak Sinta bakal pikirin tentang aku? Aku nggak enak. Aku ... aku cuma ... aku mau menebus kesalahan aku."

"Kamu tenang aja, biar aku yang ngomong sama Sinta," kata Ariel meyakinkan. "Kita turun. Kamu perlu istirahat."

Hari sudah sore ketika mereka pulang. Seperti biasa, Sinta menyambut kedatangan Ariel dengan pelukan. Ia sudah mendengar dari Ariel bahwa Elin mengalami kecelakaan kerja dan ia harus menjemputnya pagi-pagi tadi. Ia yang juga cemas dengan keadaan Elin pun langsung menyuruh Ariel lekas berangkat.

"Gimana keadaan kamu, El? Kok bisa sih ada orang kesurupan nyampe nyerang kamu?" tanya Sinta. Ia duduk di sebelah Ariel setelah membawa tiga cangkir teh serta satu toples kue kering buatannya.

"Semalam aku pakai kaos merah padahal ternyata itu pantangan di hutan sana, Mbak. Makanya pas aku sama Mirna lagi jalan mau ke toilet yang ada di pinggir hutan tuh tiba-tiba aku diserang. Aku juga nggak inget gimana kejadiannya, tapi tahu-tahu aku udah dihajar," jawab Elin.

"Ya ampun," desis Sinta. Di sebelahnya, Ariel menggeleng pelan. "Lain kali kamu hati-hati. Diingat-ingat apa yang boleh dan apa yang nggak boleh."

"Iya, Mbak. Aku kapok nulis naskah genre horor. Tapi itu udah kelar kok. Tinggal syuting aja," kata Elin. "Abis ini aku mau balik ke romansa yang lebih santai."

"Ya bagus deh. Kasian kamu nyampe baret-baret gitu wajah sama tangannya," ujar Sinta. Ia menatap perban di kepala Elin. "Itu juga kepala kamu sakit?"

"Iya, kebentur batu makanya dijahit," jawab Elin.

"Elin udah dicek lengkap di rumah sakit nyampe CT scan juga," kata Ariel seraya menepuk paha Sinta. "Jadi kamu nggak usah cemas. Dia cuma butuh beberapa hari buat istirahat."

"Alhamdulillah." Sinta tersenyum pada Elin. "Ya udah, kamu istirahat aja, El, jangan pecicilan dulu. Kalau mau makan sesuatu bilang, biar aku masakin."

"Makasih, Mbak." Elin meneguk tehnya untuk menepis rasa gugup. Sinta sangat baik dan perhatian padanya. Entah apa yang akan Sinta katakan jika akhirnya tahu bahwa ia akan menikah dengan Ariel 2 atau 3 bulan lagi.

***

Sebulan berlalu dengan cepat. Dan selama sebulan terakhir, Elin bisa merasakan perubahan sikap Ariel padanya. Ariel mulai banyak bicara padanya, bahkan sesekali bercanda dengannya. Elin tahu, Ariel melakukan itu karena kesepakatan yang telah mereka buat. Ariel masih terlihat marah atau kesal setiap kali ibu mereka menelepon, atau jika ada yang menyinggung kehamilan di depan Sinta. Jadi, Elin sadar bahwa sikap Ariel hanya berpura-pura. Ariel bersikap baik padanya karena ingin mengambil hatinya agar ia tidak membatalkan kesepakatan itu.

Dan malam itu, karena waktu terus berlalu Ariel pun memutuskan untuk memberitahu Sinta. Ia sudah menyiapkan surat kontrak yang akan ia berikan pada Elin jika Sinta juga menyetujui ide gilanya itu.

"Sayang, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Ini penting," ujar Ariel ketika ia memperhatikan Sinta mengoleskan krim malam di wajahnya.

"Apa? Tumben kamu ngomong serius gitu, Mas," ujar Sinta sambil terkekeh. Ia melihat wajah tegang Ariel dan ia penasaran apa yang membuat suaminya seperti itu.

"Aku udah nemu wanita itu," jawab Ariel.

Sinta menghentikan aksinya sejenak lalu ia kembali mengusap wajahnya. "Wanita yang bakal melahirkan bayi kamu?" tanyanya dengan suara bergetar.

"Bayi kita. Bayinya bakal jadi milik kita, bayi kita berdua," kata Ariel meyakinkan. Ia berdiri di belakang tubuh Sinta lalu menyentuh kedua bahunya.

"Jadi, wanita itu sepakat memberikan bayinya? Kita hanya ... pinjam rahimnya?" tanya Sinta sembari menengadah.

"Iya, Sayang. Aku bakal bikin surat kontrak. Hanya setahun atau lebih cepat jika dia langsung hamil," kata Ariel menjelaskan. "Perjanjian itu selesai setelah ia melahirkan bayi kita."

Sinta mengangguk pelan. "Tapi, dia bisa dipercaya? Dia nggak akan kabur atau ... dia nggak akan ngerebut kamu dari aku kan?"

Ariel merundukkan tubuhnya lalu memeluk Sinta erat. "Nggak akan, Sayang. Aku hanya akan tidur dengannya hingga dia hamil. Jika dia udah hamil, aku nggak akan pernah tidur lagi sama dia. Kami cuma ... kami ngelakuin itu cuma buat bikin bayi. Nggak pakai perasaan. Aku janji."

Bibir Sinta bergetar. Ia ingin bicara, tetapi bibirnya seolah tak mau bergerak. Ia sudah menyetujui ide itu. Jadi, akan aneh jika ia tiba-tiba meminta Ariel untuk membatalkannya.

"Lalu, gimana dengan orang tua kamu?" tanya Sinta. "Gimana jika Mama atau Papa tiba-tiba datang?"

"Nggak, nggak akan. Mama sama Papa udah sepakat mau tinggal di Prancis selama Gladis kuliah di sana. Mereka hanya akan pulang kalau kamu melahirkan, dan kita bisa beritahu mereka bahwa kita punya bayi setelah bayinya lahir atau beberapa bulan mendekati persalinan," kata Ariel meyakinkan.

"Kamu yakin itu nggak bakal jadi masalah?"

Ariel mengangguk pelan meskipun ia juga melihat ada banyak cacat di rencana ini. Namun, ia sudah terlanjur meminta Elin. Yang perlu ia lakukan hanyalah meminta orang tuanya untuk tetap di Prancis.

"Lalu, siapa wanita itu? Apakah ... aku kenal dia? Dia wanita seperti apa?" tanya Sinta. Ia takut jika Ariel akan tidur dengan wanita murahan.

"Dia cukup baik," jawab Ariel. Ia melepaskan tubuh Sinta lalu kembali duduk di tepi ranjang. "Yang paling penting dia bisa dipercaya dan tak akan membocorkan masalah ini. Dia juga tahu kenapa dia harus hamil anak kita."

"Kenapa? Siapa dia?" tanya Sinta penasaran.

Ariel terdiam beberapa saat. Ia membasahi bibir lalu berkata, "Elin yang akan melakukannya."

Sinta menutup bibirnya dengan telapak tangan. Jadi, karena itukah Ariel bersikap baik dan ramah pada Elin selama sebulan terakhir ini? Tak hanya Elin yang merasakan perubahan dalam diri Ariel, tetapi ia juga.

"Kenapa? Kenapa harus adik kamu?" tanya Sinta membelalak. Ia berdiri kaget. "Kamu mau bikin hancur masa depan adik kamu sendiri?"

"Dengerin aku dulu, Sayang," kata Ariel. Ia ikut-ikutan berdiri lalu meraih kedua tangan Sinta. Ia menggenggamnya erat. "Elin masih muda, hanya setahun tidak akan mempengaruhi masa depannya. Dia masih bisa bekerja, menulis di rumah atau apapun yang ia mau. Lagipula, dia yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Kamu lupa? Dia yang bikin kamu harus mengalami ini semua."

Sinta menggeleng keras. "Itu kecelakaan, Mas."

"Aku tahu, aku tahu! Tapi ... Elin adalah pilihan yang terbaik. Dia udah tahu semuanya dan kita tak perlu menambah daftar orang yang harus tutup mulut perihal kondisi kamu saat ini. Elin bisa dipercaya."

"Dan dia setuju?" tanya Sinta dengan berderai air mata.

Ariel mengangguk pelan. "Ya. Elin juga ngerasa bersalah atas kecelakaan itu. Aku bakal maafin dia kalau dia mau ngelahirin bayi buat kita. Aku juga bisa bayar Elin. Kamu tenang aja, Sayang."

"Lalu, bagaimana dengan orang tua kalian? Membuat satu kebohongan saja sudah mengerikan, bagaimana bisa kamu menikahi adik angkat kamu dan membuatnya hamil, Mas?" tanya Sinta pilu. Ia menggeleng berkali-kali hingga Ariel memeluknya. Ia merasakan belaian lembut di punggungnya, tetapi ia tak bisa lekas merasa tenang.

"Udah aku bilang, itu bukan masalah. Jika bukan Elin maka kita harus mencari wanita lain. Sama saja. Kamu jangan mikir yang aneh-aneh, Sin. Kamu fokus aja sama kesehatan kamu, setahun ke depan, kita bakal punya bayi."

Sinta menatap wajah Ariel ketika mereka mengurai pelukan. "Itu bayi kita kan? Kamu yakin Elin akan memberikan bayinya pada kita?"

"Ya. Sejak awal itu bakal jadi bayi kita. Kita cuma menitipkan bayi itu di perut Elin. Kamu tahu Elin seperti apa, dia tak akan mau menjadi ibu muda." Ariel mengusap wajah Sinta dengan lembut. "Aku minta maaf karena kita harus melakukan ini. Semuanya demi bayi kita."

Sinta terdiam selama beberapa detik lalu ia mengangguk. Elin dan Ariel hanya terikat sebagai adik dan kakak angkat. Mereka tidak saling menyukai, ikatan mereka tidak akan pernah berubah menjadi kasih sayang antara pria dan wanita. Itu mungkin lebih baik daripada ia harus melihat Ariel bersama wanita lain.

"Oke, aku setuju. Demi bayi kita, aku mau kamu menikahi Elin dan membuatnya hamil anak kita."

1
Shakayla Habibi
galaaannng ...😭😭😭😭
Srirejeki Gabus
😀
Enung Samsiah
aahh,,, aril perhatian prrreeeetttt,,, bikin jengkel bacanya,mnding elin sama galang aja,, aril brengsekkk
ethaloona: 😁😁😁 egoisss kak
total 1 replies
Stanley Maweikere
bagus
Stanley Maweikere
makin seru
Enung Samsiah
aaahhh,,, siaril egois kauu
neuron ACtiv
exstra partt please kk
yunist
Keren banget...
Sivia
😡😡😡😡
ethaloona: kenapa kak??
total 1 replies
Reny Yunita
😭😭😭😭😭😭😭😭😭 aish nyesek bgt babang galang meninggal elin jahat bgt di lamar tapi slalu aja blm bsa ksih jawaban bner" menjengkelkan ga inget apa pengorbanan galang 😤 mna udh tamat aja lagi pdhal blm kelar ngomelin si elin bikin kesel aja si elin 😤
Reny Yunita
astaghfirullah knpa babnya bikin berlinang air darah eeh slah air mata 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 aah ga adil bgt si klw elin balik lagi masa blik kan sama Ariel dan galang gmna dong 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Reny Yunita
aish elin bodoh ngapain pake ngangguk bikin sebel aja Luna udh di ksih ke Ariel udh tanggung jawab mereka lah klw smpe Luna skit mereka bodoh ngurusnya 😤🤦🏻‍♀️
Reny Yunita
uuh akhirnya yg menemukan galang aah bahagianya aq smoga saja sedikit demi sedikit elin akan ada rasa ke galang dan menikah dan bahagia bersama galang 😍😍😍😍
Paulina Nurhadiati
kalo gak buat sesi ke dua please 🙈😭😭 masih mau tau pas kemo berhasil gak ini?? elin dan Ariel kudu bersatu menikah
Paulina Nurhadiati
ah belum rela kalo tamat masih ada yg kurang kasih Ektra part beberapa bab please kak 🤧🤧🤧
..
tragis amat ya nasib galang ini mau lamar elin eh malah kecelakaan dan meninggal 😭😭
Kisti
👍👍👍👍👍
Kisti
sebesar itu kesakitan kalian elin.luna.ariel.
Kisti
😭😭😭eliin jka kmu tau btp ariel juga cinta kmu 😭
Kisti
elin 😭😭😭
Deliz Diaz Dla FM B
Extra part dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!