NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: GrendysS_08

Geofanny Guwencia Gabriel, seorang sosialita sekaligus putri sulung seorang taipan bisnis, merasa dunianya dijungkirbalikkan. Kebebasannya yang ia agung-agungkan direnggut paksa setelah serangkaian ancaman serius ditujukan kepadanya. Sang ayah pun menyewa seorang pengawal pribadi untuk melindunginya setiap saat.
​Masuklah Eric Abram. Seorang pria yang lebih mirip patung Yunani daripada manusia: tinggi, tegap, dengan wajah dingin dan tatapan setajam elang. Bagi Geofanny, Eric adalah pengganggu nomor satu, seorang "babysitter berotot" yang mengikuti setiap geraknya dan merusak semua rencananya. Geofanny bertekad untuk membuat pria itu tidak betah dan berhenti dari pekerjaannya.
​Namun, semua usahanya sia-sia. Eric adalah seorang profesional sejati yang tak tergoyahkan. Di balik sikapnya yang kaku, Geofanny tanpa sengaja melihat kilasan kerapuhan dan masa lalu kelam yang membentuk pria itu menjadi pelindung yang tangguh.
​Ketika ancaman itu bukan lagi sekadar gertakan dan sebuah serangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GrendysS_08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 | Dia gagah sekali

Di ruangan pusat keamanan perusahaan, Eric melihat seluruh hasil rekaman CCTV, pandangan Eric tertuju pada siluet seseorang yang berjalan di belakang nya saat Fany dan dirinya berjalan, Eric meminta untuk memperbesar gambar rekaman tersebut, berusaha untuk melihat dengan jelas siluet seseorang tersebut, namun nihil, ukuran gambar yang sudah di perbesar ke ukuran yang paling besar, namun hasilnya masih saja kurang jelas seolah ada sesuatu yang menutupi siluet orang tersebut, Eric meminta hasil rekaman CCTV tersebut dan di simpan ke dalam ponsel.

“Mencurigakan! ”

Eric pergi keluar perusahaan, Eric celingukan kesana kemari mencari pria kekar yang tadi pagi bersamanya, namun tak ada orang yang dicari, Eric melihat beberapa orang security di dalam pos, Eric mendekati pos security membuat para security yang asik berbincang, menjadi terdiam dan segera berdiri, terlebih melihat pistol yang terpasang di pinggang Eric, membuat mereka sedikit takut.

“Ada yang bisa kami bantu Pak? ”

Seorang security memberanikan diri untuk bertanya pada Eric, namun Eric diam tak menggubris, Eric melihat semua security yang berdiri di hadapannya, mengingat semua wajah security yang tadi pagi di temuinya, namun Eric melihat wajah-wajah baru di pos security tersebut, Eric menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan.

“Maaf, apa ada yang melihat seorang pria kekar berpakaian dan berpenampilan seperti saya? ”

Tanya Eric pada sejumlah security tersebut, pertanyaan Eric membuat para security saling memandang dengan kening berkerut, dan menggerakkan bahu seolah berkomunikasi dengan isarat.

“Maaf Pak kami tidak melihatnya”

Eric pergi meninggalkan perusahaan, pulang menuju markas bodyguard, kebetulan sekali begitu Eric tiba, Eric berpapasan dengan Benjamin, Eric memperlihatkan vidio rekaman CCTV yang sebelumnya di dapat dari ruang keamanan perusahaan yang berada di ponselnya.

“Kerja bagus Ric, makin tajamkan penglihatan mu Ric”Benjamin menepuk bahu Eric, kemudian meminta Eric untuk mengirimkan vidio rekaman CCTV tersebut kepadanya, “Aku sendiri yang akan menangani ini Ric”ucap Benjamin, kemudian mempersilahkan Eric untuk beristirahat, “Beristirahatlah Ric”

Eric tidak pergi untuk beristirahat, namun Eric pergi mengambil motor miliknya yang terparkir nyaman di garasi samping markas tersebut, berjajar rapih dengan belasan hingga puluhan motor besar dan sejumlah mobil-mobil lapis baja.

Eric mengendarai motor menuju kostnya, untuk menemui ibu pemilik kost untuk mengosongkan kost miliknya, sebab Eric sudah berniat untuk pindah ke markas bodyguard bersama dengan para bodyguard lainnya.

“Kamu yakin Ric mau pindah? ” tanya Ibu pemilik kost kepada Eric, yang di jawab anggukan, “Besok saya akan mulai mengosongkan kost ini Bu”ucap Eric, yang di balas senyuman dan anggukan oleh Ibu pemilik kost, “Kamu mau pindah, memang sudah tau mau tinggal di mana setelah ini Ric” tanya Ibu pemilik kost heran, “Sudah Bu, mulai besok saya akan tinggal di sana” jawab Eric, Ibu pemilik kost mengangguk, “Untuk kost bulan ini, akan saya bayarkan besok Bu” ucap Eric, “Ya Ric” jawab Ibu pemilik kost yakin.

Setelah berbincang sejenak dengan Ibu pemilik kost, Eric masuk kedalam kamar kostnya, lalu membereskan semua barang-barang miliknya yang tak terlalu banyak, hingga hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam, semua barang miliknya sudah terbungkus rapih di dalam tas berukuran besar dan beberapa kardus berisi alat-alat perlengkapan lainnya, mata Eric mengedar memandangi ruangan yang sudah satu tahun belakangan ini menjadi tempatnya meneduhkan dari dinginnya hujan dan berlindung dari teriknya paparan sinar matahari.

“Terimakasih”monolog Eric, lalu tertidur.

...----------------...

Rabu, 24 Mei 2023 | 05.47 pagi

Eric bangun tidur, kemudian bergegas membersihkan diri untuk terakhir kalinya di kamar kost yang sudah menjadi tempat tinggalnya satu tahun belakangan ini, Eric memasang kardus-kardus barang ke atas motor, mengikatkan kardus tersebut dengan kuat, tak lupa Eric membawa setengah biaya kost satu bulan terakhir, dan syukurnya Ibu pemilik kost dapat mengerti keadaan Eric dan tak mempersulit Eric, setelah urusannya usai dengan Ibu pemilik kost, Eric mengendarai motornya menuju markas bodyguard keluarga Gabriel.

Eric meletakan dan merapihkan semua barang-barangnya di kamarnya yang berada di markas tersebut, Eric sejenak mendudukkan tubuh di tepi tempat tidur, mengistirahatkan tubuh untuk sejenak, hingga waktu menunjukan pukul enam lewat delapan belas menit di jam yang melingkar di tangannya, segera Eric bergegas menggunakan pakaian kerja serba hitamnya, tak lupa sebuah pistol terselip di pinggang, Eric melajukan motor menuju perusahaan Gabriel Piala Media, sesampainya di sana Eric segera masuk ke dalam perusahaan setelah memarkirkan motor di tempat parkir, tujuan pertama Eric memasuki perusahaan tersebut adalah ruangan keamanan perusahaan.

“Selamat pagi”

Eric memasuki ruang keamanan perusahaan, terlihat tiga orang security duduk di depan sebuah monitor cukup besar, dengan menampilkan belasan vidio-vidio rekaman CCTV dalam kotak-kotak kecil.

“Pagi” sahut ketiga security, dengan seorang security yang menoleh ke arah Eric, sedangkan dua orang lainnya tetap menatap lekat monitor besar.

“Ada yang bisa kami bantu Pak? ”

Tanya seorang security, dan mempersilahkan Eric untuk masuk, Eric melihat ketiga security tersebut yang sudah berbeda orang dengan yang kemarin Eric temui.

“Aku ingin kalian melihat ini”

Eric menyerahkan ponsel pada seorang security, kemudian menyerahkan ponselnya lagi kepada dua orang security lainnya.

“Berwaspadalah dengan orang itu”

Eric memberi perintah, kemudian tiga security itu mengangguk.

Eric berlalu keluar kemudian melangkah menuju ruangan Fany yang berada di lantai delapan, kemudian berdiri tegap di depan ruangan Fany, koridor masih tampak sepi, hanya sesekali orang melintas di depan koridor tersebut.

Di tempat lain... >>>

“Sayang, baru saja Bunda di hubungi aunty Alya, Aunty mengatakan hari ini Uncle Alex akan berkunjung ke perusahaan”

Ucap Guen, saat ini Guen, Gerald, beserta ketiga putri mereka, Fany, Gabriella dan Geraldine tengah makan di meja makan, betul tadi ketika Guen usai memasak dan meletakan makanan di atas meja, Alya adik iparnya menghubunginya dan mengatakan bahwa adik iparnya akan berkunjung ke perusahaan milik Alex adik iparnya, yang saat ini di kelola oleh Fany putri sulungnya.

Fany mengangguk, mulutnya terus mengunyah makanan yang berada di dalam mulut. Semua orang membubarkan diri dari meja makan setelah kegiatan makan mereka usai, Fany sebelum pergi ke perusahaan, Fany lebih dulu mengantar si bungsu Geraldine ke sekolah, sementara Gerald mengantar Guen dan Gabriella ke toko roti milik Guen, baru Gerald pergi ke Grand Edelweis Hotel.

“Selamat pagi Nona”

“Pagi”

Semua pegawai yang di lewati Fany, berhenti sejenak dari tugas mereka hanya untuk menyapa sejenak atasan mereka, dan Fany terus menerbitkan senyum manis membalas sapaan para bawahannya, hingga akhirnya Fany tiba di depan ruangannya, dari jauh Fany melihat pria gagah berdiri tegap di depan ruangannya.

“Dia gagah sekali”monolog Fany, dengan kakinya yang terus melangkah menuju ruang kerjanya.

“Selamat pagi Nona”Eric membungkuk hormat, tangannya bergerak cepat membukakan pintu untuk Fany.

“Pagi Ric”jawab Fany singkat lalu masuk ke dalam ruang kerjanya, Eric kembali menutup pintu setelah Fany masuk, dan kembali ke posisi berdiri tegap di depan ruang kerja Fany.

...****************...

1
🍒WINA🍒
Bagus eric memberitahukan kpd pemilik kost menolong seorang gadis dijln....
Yati Suryati
ceritanya tersusun menarik
🍒WINA🍒
eric menolong gadis dibawa kekostnya...
🍒WINA🍒
mampir thor kayaknya bagus cerita ini.......tetep semangaf kak
arfan
up bos
Benediktus Grendys Sukresna
Semangat membaca!
vall
mampir ya kakak ... :)
Penelop3
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!