NovelToon NovelToon
Perfect Show Window

Perfect Show Window

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:39.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Mahayani

"Arhhh!!!!!" teriaknya.

"Kenapa aku?!" pekiknya, "Apa yang sudah mas lakukan padaku?!"

Dengan emosi yang meledak-ledak, Winda meraih selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Di saat itulah, netra Bryan menangkap bercak-bercak lengket yang di atas kasur.

Hati Bryan langsung mencelos, melihat bercak merah yang tercampur dengan noda lainnya disana.

"Jangan bilang... " Bryan menatap nanar pada Winda. "Apa ini adalah kali pertamamu?!"

**

Luna dan Bryan terpaksa menggantikan perjodohan kedua kakak mereka, yang berakhir dengan kegagalan. Demi menyudahi janji antar leluhur mereka, mereka dipaksa untuk menikah.

Karena tidak memiliki perasaan satu sama lain, mereka sepakat untuk melakukan 'show window'. Tapi ternyata, pada akhirnya cinta bersemi diantara mereka.

Namun tepat disaat mereka memutuskan untuk menikah, seorang wanita yang sangat dikenal oleh Luna mengaku tengah hamil anak Bryan!

Hubungan rumit diantara mereka pun akhirnya terjalin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Mahayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Setelah rencananya tempo hari gagal, Tasya tidak mau kecolongan lagi. Sehingga langsung mengunjungi kediaman Bradley untuk melakukan pendekatan.

Dengan membawa sekotak dessert, ia menemui Nimas yang sedang minum teh santai di ruang tamu bersama ayah mertuanya.

"Sore kakek, sore Tante!" sapa Tasya dengan ceria.

"Eh Tasya!" seru Nimas, "Tumben nih kamu mampir! Apa pemotretan kamu sudah beres?!"

"Sudah donk tante!" sahut Tasya, "Ini aku lagi senggang makanya bisa main-main kesini!"

"Duh, hebat sekali kamu! Masih muda tapi semangat sekali meniti karier!" puji Nimas.

"Ah, biasa aja Tante!" balas Tasya, "Aku kesini, mau ngajakin mas Bryan makan malem. Kira-kira mas Bryan kapan pulang ya?!"

Uhukk!!!

Max terbatuk. Ia awalnya hanya diam, berpikir Tasya hanya ingin menjalin silaturahmi diantara mereka.

Max tahu dengan baik bahwa gadis itu tertarik pada Bryan.

Awalnya Max tidak keberatan. Toh keluarga Tasya adalah keluarga kaya dan berada. Tasya, meskipun bukan anak yang sopan tapi ia cukup baik. Sehingga Max tidak memiliki masalah sedikitpun, saat gadis itu melakukan pendekatan pada Bryan dan keluarganya.

Namun kini, semuanya telah berubah!!

Bryan telah dijodohkan dengan Luna. Dan mereka sekarang tengah menjalin hubungan yang hangat. Tak ada satu orang pun yang boleh mengganggunya.

"Maaf Tasya, sepertinya kamu lupa!" ujar Max, "Bryan itu sudah punya pacar! Jadi sepertinya sulit kalau harus makan malam denganmu!"

Mendengar perkataan dingin Max, Tasya merasa kaget. Selama ini tak pernah sekalipun Max dingin terhadapnya.

Namun Tasya tak bergeming, "Kakek, Mas Bryan dan gadis itu tidak benar-benar berpacaran! Mereka cuma pura-pura!"

"Mereka dijodohkan, kan?!" sambung Tasya, "Karena kakek menekannya, jadi mas Bryan dan gadis itu pura-pura berpacaran. Mereka tidak benar-benar saling suka!"

Mendengar penuturan Tasya, Max seketika murka. Ia langsung menghubungi Bryan guna meminta penjelasan. Namun Bryan ternyata tak bisa dihubungi.

Sementara itu, Bryan sedang bersiap-siap untuk pergi berkencan bersama dengan kekasihnya. Ia melupakan dan meninggalkan ponselnya di ruangannya.

Segera saat jam pulang tiba, Bryan langsung melaju menuju mobilnya. Hingga melupakan banyak hal saking bersemangatnya. Ia sudah tak sabar menemui kekasihnya.

Dengan hati riang, ia melajukan mobilnya menuju ke rumah Luna. Di sepanjang perjalanan, ia bersenandung gembira memikirkan hal-hal yang akan ia lakukan bersama dengan Luna.

Sampai di depan rumah besar yang megah, ia memperlambat laju mobilnya.

Saat pagar bernuansa emas di buka, ia melihat gadis cantik dengan penampilan modis menunggunya.

"Hay!" sapanya dengan jantung yang menderu.

Luna mengulum senyum melihat tingkah konyol Bryan itu.

"Mau kemana kita?!" tanya Bryan lagi. "Ke bioskop, ke taman bermain, ke museum, ke kebun binatang atau ke bulan sekalian?! Kamu mau kemana?!"

Luna terkekeh. "Kita kan janjinya mau ke bioskop?!"

Dengan senyum cerah yang tak pernah sirna dari bibirnya, Bryan menuntun Luna menuju ke dalam mobilnya. Ia kemudian melaju dengan pelan. Takut membuat Luna tak nyaman.

"Oh ya, mas!" celetuk Luna mengawali obrolan, "Temen SMA aku mau coba kirim lamaran buat jadi sekretaris kamu!"

"Temen SMA?!" Bryan mengernyit, "Pendidikan terakhirnya apa?!"

"Dia cuma tamatan SMA sih mas, tapi dia ada pengalaman bertahun-tahun jadi sekretaris kok!" jelas Luna.

Bryan mengangguk mengerti, "Ya sudah, nanti suruh aja dia bawa lamarannya ke kantor!"

Luna tersenyum senang, "Terimakasih ya mas!"

****

Hingga larut malam, Bryan belum pulang juga. Tapi Max tak menyerah. Ia masih menunggu cucunya kembali meski kantuk kian menyerang.

Barulah setelah ia sempat mencuci mukanya di jam dua belas tengah malam, Bryan baru kembali setelah mengantar Luna pulang.

"Eh?! Kakek kok masih begadang?!" tanya Bryan kaget, saat melihat kakeknya tengah duduk di ruang tamu.

Tanpa basa-basi, Max langsung berteriak "DUDUK!!!"

Seketika, Bryan tergidik. Ia menyadari ada murka di dalam ucapan kakeknya.

'Ada apa ini?!' batinnya.

"Apa benar kau dan Luna hanya bersandiwara?!" tanya Max. Berusaha menahan gejolak amarah yang meronta-ronta di dalam dirinya.

"A-apa yang kakek bilang?!" Bryan tersentak, "B-bagaimana kakek bisa berpikiran begitu?!"

"Tasya yang bilang!!" aku kakeknya jujur, "Jawab saja terus terang!! Apa kau membohongi kakek?!"

Mata Bryan membola, 'Tasya S*al*n!'

"Kek, aku tidak mungkin melakukan itu!! Tasya tidak tahu apa-apa tentang hubungan ku dan Luna!!" elak Bryan.

Meski sebelumnya mereka memang hanya bersandiwara, namun perasaan yang kini tumbuh di hati Bryan adalah nyata. Bagaimana bisa dibilang hanya pura-pura?!

"Tasya itu suka ngaco kakek!" Bryan membela diri, "Sebelumnya saja, dia memfitnahku dan bilang di depan Luna kalau kami pernah tidur bareng!"

"Kalian tidur bareng?!!" Max terbelalak.

"Bukan begitu!!" Bryan frustasi. Bukannya semakin mengerti, kakeknya malah semakin salah paham.

"Kakek ingat pas kita ke Bali beberapa bulan lalu?! Pas ada kesalahan waktu reservasi hotel itu, ingat?!" tanya Bryan.

Kakeknya mengangguk ingat.

"Saat itu aku, Tasya sama yang lainnya kan tidur bareng di satu kamar!" jelas Bryan, "Nah itu lah yang dimaksud sama Tasya sebagai tidur bareng!"

"Tapi dia bicara dengan ambigu seperti itu. Seolah-olah kami melakukan hal yang tidak-tidak di depan Luna. Dan membuat Luna salah paham!" sambung Bryan. "Tasya sekarang juga, pasti melakukan hal yang sama. Dia mengatakan hal ini untuk membuat kakek salah paham!"

Max tercenung memikirkan perkataan cucunya. Ia merasa bersalah juga, karena menginterogasi cucunya hanya karena laporan sepihak seseorang.

"Kakek kan tahu kalau Tasya itu naksir aku!" tukas Bryan, "Dia pasti melakukan ini untuk membuat aku, kakek dan Luna salah paham!"

"Kakek tenang saja, Aku tidak bersandiwara! Aku benar-benar mencintai Luna!"

****

Setelah interogasi mendadak kakeknya semalam, Bryan tidak bisa tidur. Alhasil ia merasa sakit kepala saat sampai di hotel pagi harinya.

Dan kebetulan saja, teman SMA Luna datang untuk melakukan interview.

Malas meminta bantuan pada HRD, Bryan mewawancarainya sendiri.

"Kenapa anda berhenti dari pekerjaan lama anda?!" tanya Bryan formal.

"Ah.. itu.. ada sedikit masalah, pak!" sahut Winda gagap.

"Masalah apa?! Tolong jelaskan dengan sejujurnya!"

Winda terdiam. Awalnya ia mengira akan berhadapan dengan HRD. Dia berpikir kenalan Luna adalah HRD di hotel bintang lima itu.

Tak tahunya ia malah menemui general managernya.

'Apa orang ini adalah kenalannya Luna?!' Winda merasa sedikit gugup.

"Itu... saya hampir dilecehkan oleh atasan saya, pak!" aku Winda. Dengan asumsi bahwa pria di depannya itu adalah kenalan Luna, ia menyamakan ceritanya dengan apa yang ia ungkapkan di depan Luna. Padahal kenyataannya tak seperti itu.

Mendengar kisah yang disebutkan oleh gadis itu, Bryan merasa simpati juga.

'Bagaimana bisa seorang atasan melakukan pelecehan di tempat kerja?!' batin Bryan, 'Gadis ini pasti kesulitan!'

"Anu... apa anda adalah kenalannya Luna?!" tanya Winda kemudian.

"Saya pacarnya, saya pacar Luna!" ungkap Bryan bangga.

Winda terbelalak kaget.

'Pacar Luna, general manager hotel ini?!' batinnya.

Sekelebat, perasaan dengki menghampiri hati Winda. Sejak dulu, Luna selalu dikelilingi keberuntungan.

Selain terlahir sebagai anak orang kaya, dia juga terlahir cantik dan disukai banyak orang. Namun sekarang, bahkan ia berpacaran dengan pria tampan yang mapan. Benar-benar berbeda dengan Winda, yang hidupnya selalu dipenuhi oleh kemalangan.

1
Rika Rahayu
lakukan aja.. toh sma sama suku n sma suami istri sndri
LaVoitureNoire
.......
dewi
mkasih, ceritany sy suka banget. ditunggu karya baruny
junemoment
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
blouses and houses
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
Badai Putih
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
virshere ads
next kak semangat, di tunggu update nya☺️🙏
SquigglyMunchkin
Thor, aku bacanya sampe qerja lembur bagai quda. Pasti author ngetiknya juga ya sampe belum emam! Aku semangatin deh!! Semangat!
Mrextinct Hashtag
Aku suka sama cara penulisannya kak author! Gampang dipahami buat para pembaca
Mrextinct Hashtag
thor up lgi dan kurangin typo yaaa
Eli Usada
Hari ini aku mantengin HP ku karena nunggu update-an dari author :( Suka banget :( lanjutannya jangan lama-lama
༺Leͥgeͣnͫd༻ᴳᵒᵈ
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
Bulbul
Tuh kan, baru juga baca udah bikin kangen aja nih cerita~
junemoment
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
TexasTiger
lanjut thor dan semangat thor bikin novelnya
༺Leͥgeͣnͫd༻ᴳᵒᵈ
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
infintesoul
Yoyo lengket diatas motor, yok diupdate thor!
Eli Usada
Kakak author tau candu, kan? Ya ituuu kayak ceritanya author hua! Semangat menulis thor!!
TexasTiger
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
ruby sunn
Ya Tuhan, do'aku cuma satu. Semoga authorku sehat terus biar bisa lanjut update dan jalani kegiatan sehari-harinya *piw piw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!