Andaikan waktu bisa kuputar kembali, aku ingin bertemu denganmu di saat yang tepat dan di waktu yang tepat untuk bisa mencintaimu sebagai manusia seutuhnya dan bukan hanya sekedar menjadi bayanganmu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senajudifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Desi Kesurupan Lagi
"Aku memanggilmu dan lainnya berkali-kali...tapi kalian tak ada yang datang untuk menolongku!!" Sena merengek sambil meluk Anthony erat.
"Kami semua ditahan oleh mahluk itu!!" kata Anthony.
"Kamu pasti sangat ketakutan ya...maafkan aku ya??" kata Anthony memeluk Sena dengan wajah penuh penyesalan.
"Aku dan yang lainnya mendengar saat kamu berteriak ketakutan memanggilku, memanggil nama mereka, tetapi kami semua tidak bisa keluar dari dalam botol itu, ilmunya terlalu tinggi!!" kata Anthony.
"Siapa dia Anthony??" tanya Sena.
"Dia Baron saudara sepupu Ningsih yang telah menjelma menjadi pangeran kegelapan." Kata Anthony.
"Rupanya semasa hidup dia telah bersekutu dengan jin supaya dia bisa hidup abadi." Kata Anthony.
"Semasa hidup dia telah memusuhi ku, saat dia tau aku terjun kedalam jurang, dia lalu membuat perjanjian dengan jin untuk mencegahku bereinkarnasi lagi!! dia ingin selama umur dunia aku terus menderita dan terkurung di sini." Kata Anthony.
"Tapi mengapa dia terus mendendam kepadamu?? kan dia menikah dengan Ningsih setelah kematianmu, bukankah kamu mengatakan akibat badai fitnah yang mereka sebarkan maka Ningsih sangat membencimu??" tanya Sena lagi.
"Itu yang aku tidak tau!!" kata Anthony lagi.
"Sudahlah...ayo kita bergotong royong membantu pekerjaan Sena...!!" perintah Anthony pada teman-teman hantunya.
***********
"Anthony keparat!!" sumpah serapah Baron.
"Dari hidup sampai mati dia selalu menjadi rivalku!!" kata Baron.
"Dulu semasa hidup Ningsih bersikukuh untuk bersama dengan Anthony bahkan saat fitnah yang kusebarkan untuk Anthony, Ningsih tetap mencintainya, keparat betul.
"Sekarang aku sedang mengincar wanita itu masih juga dihalang-halangi oleh Anthony."
"Wanita itu, dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh wanita lain...darahnya bisa membuat kesaktian dan keabadianku tak tertandingi!!" Baron masih bermonolog sendiri.
"Kurang ajar, tadi aku hampir berhasil membawanya kealamku tetapi ayat-ayat Alquran yang dilantunkannya membuat tubuhku rasa terbakar mendengarnya."
"Ditambah lagi dari dalam botol Anthony masih berusaha melindungi wanitanya itu dengan kekuatannya."
"Cincin yang dipakai oleh wanita itu?? cincin yang menjadi rebutan ratusan tahun lalu...mengapa bisa ada di jari manisnya??"
"Cincin yang bisa meredam semua ilmu hitam dan kesaktian golongan hitam, dan membuat kami tidak berkutik." Kata Baron lagi.
"Aku harus mencari tau lebih banyak tentang wanita itu...siapa dia sebenarnya dan yang aku tau, Anthony jatuh cinta padanya."
"Aku juga harus berhati-hati tampaknya semua hantu yang bersemayam di rumah sakit ini semua berada di pihak Anthony." Gumam Baron.
***********
"Alhamdulillah...akhirnya kerjaanku kelar juga, terima kasih ya teman-teman semuanya!!" kata Sena kepada seluruh penghuni di ruangan hemodialisa itu.
"Anthony, aku mau pulang!! besok kita bertemu lagi." kata Sena sambil berpamitan pada Anthony dan yang lainnya!!
Setiap kali tugas Sena berakhir, Anthony tampak murung. Ingin sekali dia selalu berada di samping Sena untuk melindungi wanita itu dari kejahatan apapun apalagi dia tau sekarang dari dunia kegelapan telah muncul Baron kembali, laki-laki jahat yang dulu telah menyebabkan kematiannya.
"Sen, jangan ragu memanggilku jika terjadi apa-apa denganmu, usaplah cincin merah delima itu dan bayangkanlah aku di dalam ingatanmu, maka rohku akan tertarik keluar dari tempat yang telah mengurungku selama ratusan tahun di sini."
Sekali lagi Anthony mengusap kepala Sena sebelum mereka berpisah.
Nurlina sudah menunggu di depan pintu.
"Lama amat sih keluarnya, berpamitan dulu dengan para penghuninya kah??" seloroh Nurlina.
Kami lalu jalan beriringan menuju ketempat kami biasa berkumpul untuk melakukan brifing pulang.
Kami tiba di sana dan teman-teman sudah ramai berkumpul.
"Ada apa itu??" tanya Nurlina.
"Kesurupan...Desi kesurupan!!" kata Novi.
"Hah?? kenapa Desi diturunkan kesiang lagi?? bukannya dia untuk sementara harus di pagi kan dulu??" kata Sena.
"Anak siang kekurangan tenaga jadi Desi terpaksa harus di masukan siang hari ini!!" jawab Novi.
Tampak Herman dan beberapa teman yang laki-laki berusaha memegangi tangannya.
"Hi...hi...hi..." suara Desi yang menyerupai suara seorang nenek tua.
"Dia....!!" tunjuk Desi lurus padaku.
"Aku???" tunjuk Sena pada dadanya sendiri.
Semua mata menatap pada Sena heran.
"Aku menginginkan dia!!" kata Desi dengan suara neneknya.
"Mau apa kamu menginginkan aku nenek tua?? sebaiknya kamu keluar dari tubuh temanku itu!!" teriak Sena lantang dan membuat kaget semua orang yang ada di situ tak terkecuali nenek yang sedang merasuki Desi tersebut.
"Man coba tolong jauhkan Desi dari bawah pohon mangga itu, dia kena ketempelannya justru di situ!!" teriak Sena.
"Wah Nur, itu Sena semenjak tugas di ruangan hemodialisa jadi tambah berani ya?? hantu aja langsung terdiam kena mental saat dibentak oleh Sena!!" kata Novi cengengesan.
"Nggak usah cengengesan cengar cengir jual gigi di situ, kamu mau ketempelan juga seperti Desi??" tanya Nurlina melotot pada Novi membuat Novi langsung kicep dan cepat-cepat menjauh dari tempat desi kesurupan.
"Sini kamu...!!" kata Sena pada setan yang merasuki Desi.
"Hi...hi..hi...sombongnya buyu ki Badra Mandawata ini...baru punya sedikit ilmu sudah sombong!! kami memang mengincar kamu wanita sombong, darahmu bisa membuat kesaktian pimpinan kami semakin tak tertandingi." Ucap setan berwujud nenek tua itu.
Semua yang ada di situ merinding mendengar perkataan nenek setan yang merasuki tubuh Desi.
"Nek, semasa hidup apa sih profesimu?? apakah kamu dukun santet ataukah dukun beranak?? sampai-sampai kamu matinya pun tetap jahat seperti ini, tobat nek...insyaf memangnya seumur dunia nenek ingin berkeliaran terus di alam kegelapan dan terus dikuasai oleh pangeran kegelapan Baron itukan maksud nenek yang menjadi junjungan kalian itu??" tanya Sena masih berusaha untuk tenang.
"Banyak bacot kamu bocah kemarin sore tau apa kamu menasehatiku yang sudah berkali-kali lipat dari usiamu....di alam kami usia sepertimu masih pakai popok dan berak di celana, hi...hi...hi!!" tawa melengking Desi terdengar memekakan telinga membelah malam membuat malam jadi semakin mencekam.
"Justru jika di dunia kami, usia sepertimu sudah banyak yang pikun, sakit-sakitan dan sudah bau tanah, dan jika kutebak kamu adalah termasuk kriteria yang pertama yaitu pikun...makanya kalau bicara asal aja nggak di saring lagi karena penyaringan otakmu sudah blong!!" hi..hi..hi...hi.
"Aduh....hantu diajak debat sama Sena...makannya apa sih itu ibu-ibu kayak nggak ada takut-takutnya!!" kata Samsul yang ikut membantu Herman memegangi tangan Desi yang terus berontak.
"Jaha*nam...sini kamu manusia sialan biar kurobek mulut besarmu itu!!" teriak Desi melengking dengan marahnya.
"Kamu yang kesini lah...masa saya yang tak berkepentingan yang harus mendatangi kamu dan sembah sungkem padamu??" kata Sena tertawa mengekeh.
*
*
***Bersambung...
Hayo siapa yang berani seperti Sena?? kalau othor sih cuma numpang nama doang tapi aslinya penakut😁😁.
Jangan lupa untuk selalu mendukung karya author receh ini ya reader🙏🙏