NovelToon NovelToon
3 Days, 2 Nights, 1 Love

3 Days, 2 Nights, 1 Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:124.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Jayden harus menerima takdirnya sebagai seorang bintang, merasa tak memiliki orang yang mencintainya dengan tulus, bahkan Kayla, kekasihnya yang bertahun-tahun dicintainya, hanya memanfaatkannya untuk ketenarannya.

Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita, wanita yang memandangnya dengan cara berbeda, namun bukan hanya itu yang dia temukan, 2 dunia yang berbeda memisahkan mereka bahkan sebelum kuncup cinta bisa mengembang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 -

Jayden menatap ke arah Launa yang sedang tampak bermain dengan dua orang anak kecil di halaman rumah mereka, memandang tawa sumringahnya yang begitu indah, terlalu menarik bahkan untuk sekedar diabaikan.

"Bolehkah aku bergabung?" tanya Jayden yang segera duduk di samping Launa di atas alas yang mereka gelar untuk bermain, kedua anak yang melihat Jayden dengan dandanan yang tertutup itu sedikit ragu.

 

 

"Ini Kakak Jay, dia teman kakak juga, " kata Launa yang segera mengenalkan Jayden pada kedua anak perempuan itu, Launa yang tahu bentul sekarang Jayden ada di sampingnya tampak sedikit terkaku, pria ini sebenarnya sudah dia hindari dari tadi pagi, bukan,  bukan karena Launa tak menyukai Jayden, namun karena Launa tak bisa menahan dirinya untuk merasa gugup, bahkan sekarang saja jantung dan napasnya begitu sesak.

 

"Halo Kak Jay, Namaku Reina dan ini adikku Sasa," kata Reina yang dengan sopan memperkenalkan dirinya pada Jayden, menunjukkan seorang anak perempuan yang lebih kecil darinya, Jayden lalu melihat anak itu, dia menyengir kuda, menampakkan sebuah gigi ompongnya, begitu menggemaskan dengan gaya rambut ikat duanya.

"Kalian tinggal di dekat sini?" tanya Jayden lagi.

 

"Ya, Itu rumah kami di sana," Ujar Reina segera berdiri, menunujuk ke suatu arah, Jayden sedikit mendongak, melirik ke arah sebuah rumah tak jauh dari rumah Launa namun terdapat di seberang jalan.

"Oh, kalian sering bermain di sini? " tanya Jayden lagi.

 

"Mereka sering datang ke sini, menemaniku jika Mery pergi bekerja siang hari," kata Launa yang menjawab pertanyaan Jayden, membuat pandangan Jayden beralih melihat wajah cantik di sampingnya itu.

"Ya, Kak Launa sangat baik pada kami, dia sering memasakkan kami makanan yang enak, jadi kami sering datang kemari," kata Reina yang tampak senang.

"Benarkah? ya memang masakan kak Launa begitu enak, kakak juga sangat menyukainya," kata Jayden menatap Launa yang tampak salah tingkah mendengar pujian dari Jayden, dia memalingkan wajahnya, memainkan tangannya, wajahnya kembali tersipu malu, meninggalkan jejak merah di pipinya, terlihat begitu menggemaskan untuk Jayden, apakah dia tahu jika dia sedang malu-malu seperti itu, dia tampak begitu menggoda, pikir Jayden yang tak bisa lepas matanya memandang launa, dan senyumnya selalu saja tersungging dibalik masker yang dia gunakan.

 

 

"Ya, selain itu kak Launa juga mengajari kami banyak hal, Kak Launa mengajari kami bernyanyi dan berhitung," kata Sasa dengan suara sedikit manja dan cadelnya itu.

 

 

"Bernyanyi? " tanya Jayden lagi, dia mengerutkan sedikit dahinya, dia tak pernah mendengar suara Launa jika dia bernyanyi.

"Benar kak, suara kak Launa sangat merdu, kami sangat suka mendengarkan kak Launa bernyanyi," kata Reina membenarkan.

" Tidak, aku hanya mengajarkan mereka sebuah lagu, aku tidak pintar bernyanyi," kata Launa sedikit gugup, dia tak mungkin bisa bernyanyi di depan Jayden, bahkan sekarang bernapas pun dia sudah tak sanggup.

 

 

"Wah, benarkah? baiklah, Kak Launa, aku ingin mendengar kakak bernyanyi," kata Jayden yang malah menirukan gaya anak-anak memelas ingin mendengar Launa bernyanyi.

 

 

"Benar kak, nyanyikan Lagu I am Your Angel, seperti yang kakak ajarkan pada kami," kata Reina senang, dia sangat suka mendengar Launa bernyanyi. Mereka bertiga sudah siap-siap untuk mendengar suara Launa.

 

 

"Tidak, aku hanya bisa bernyanyi di depan mereka, lagi pula suaraku juga tidak sebagus itu," kata Launa lagi, sungkan menolak, namun dia yakin dia tidak bisa menyanyi di depan Jayden.

 

 

"Yah, Kak Launa, padahal aku sangat ingin mendengar suara kakak, " kata Jayden dengan nada yang menurun, mencoba membuat Launa tahu bahwa dia kecewa mendengar penolakan dari Launa, Launa yang mendengar nada Suara Jayden pun sedikit merasa tak enak.

 

 

"Yah, Kak Launa, Kak Jay terlihat sangat kecewa, " kata Reina yang memanasi Launa, Launa semakin tak enak karenanya.

 

 

"Tapi Jangan mengejekku ya," kata Launa yang  tampak masih sedikit ragu, Jayden, Reina dan Sasa yang mendengar itu pun langsung mengangguk dengan semangat, padahal Launa tidak bisa melihat anggukan mereka.

 

 

Ketika Launa mulai bernyanyi, semua terdiam, bahkan Jayden pun hanya bisa membesarkan matanya dengan wajah yang serius, suara yang dikeluarkan oleh Launa begitu indah, lembuat dan menenangkan, bahkan dirinya yang seorang penyanyi pun kagum dengan suara milik Launa, membuatnya tak bisa berkedip.

 

 

No Mountains too high, for you to climb

Tak ada gunung yang terlalu tinggi hingga tak dapat kau daki

All you have to do, is have some climbing faith, oh yeah

Yang harus kau lakukan hanyalah miliki keyakinan mendakinya

No rivers too wide, for you to make it across

Tak ada sungai yang terlalu lebar hingga tak dapat kau seberangi

All you have to do, is believe it when you pray

Yang harus kau lakukan adalah meyakininya saat kau berdoa

 

 

And then you will see, the morning will come

Dan lalu kan kau lihat, pagi kan menjelang

And everyday will be bright as the sun

Dan setiap hari kan secerah mentari

All of your fears, cast them on me

Segala rasa takutmu, curahkanlah padaku

I just want you to see...

Aku hanya ingin kau tahu

 

 

I'll be your cloud up in the sky

Aku kan jadi awanmu di langit

I'll be your shoulder when you cry

Aku kan jadi bahumu saat kau menangis

I'll hear your voices when you call

Kan kudengar suaramu saat kau memanggil

I am your angel

Aku malaikatmu

 

 

And when all hope is gone, I'm here

Dan saat semua asa sirna, aku di sini

No matter how far you are, I'm near

Tak peduli betapa pun jauhnya dirimu, aku di dekatmu

It makes no difference who you are

Tak peduli siapa dirimu

I am your angel

Aku malaikatmu

 

 

"Es Krim!" teriak pendagang es krim yang seketika memecah suasana hening yang tercipta saat Launa menyanyikan lagu itu, perhatian kedua anak itu segera teralihkan, menatap pedangan es krim, merasa ingin namun tak mampu untuk membelinya. Jayden pun akhirnya bisa berkedip, terlalu terpesona dengan suara lembut dari Launa, ternyata selain kecantikan dan kebaikannya, Launa punya bakat yang begitu besar.

 

"Ingin es krim? " tanya Jayden menatap ke dua anak itu, mereka segera mengangguk dengan cepat, "baiklah, belilah, " Jayden segera mengeluarkan uang 100.000 yang langsung membuat Reina dan Sasa terpukau, uang itu sudah banyak menurut mereka, mereka dengan riang segera meninggalkan Jayden dan Launa berdua, Jayden kembali mendekatkan diri pada Launa yang tahu benar pria itu ada di sampingnya sekarang, dia menggigit bibirnya mencoba menenangkan dirinya karena malu tadi.

 

"Suaramu bagus sekali," lembut Jayden memuji Launa, membuat detak jantung Launa kembali berdetak lebih kencang.

1
Wangintowe Tundugi
kok gitu
Wangintowe Tundugi
siapa bibi juliet😁
Wangintowe Tundugi
anak tiri
Susanti
bagus
Susi Yanti
br efisi 29 kok udah berhenti yaaa....
Qie_batubara
ngulang baca...
Teh lia
Aku baca semua novel mu ka,tpi syang knpa di novel ini bikin kecewa ngegantung pdahal kisah nya seru jadi sedihhhhh kk author tolong lanjutin ya ka....
Anonim
penasaran lanjut kak quin...
Rinisa
Cerita nya bagus, sayang sekali tdk di lanjut Kak Quin....
Rinisa
Semua karya novelmu bagus....👍🏻
Mutiara Sani
kak quin ini ngk diterusin lagi ya kk
Kristiana
sampe lupa ceritanya gimana...saking lamanya 😇😇😇
🌻 sinar 🌻
g diterusin kak? ngebut bacanya tyt lom end 😁
kafa ainshod
mbak quin... sayang...

kapan update abang jayden lagi...
udah setahun nungguin nya...
Arika
yg ini gak diterusin?
kafa ainshod
mudah2an Authornya sehat terus, biar bisa update...
Ariez Aprieo
menunggu bab selanjutnya...
Ariez Aprieo
kapan up lagi kak
Ariez Aprieo
ceritanya bagus, sayang sekali gak diteruskan. Aku menunggu update-nya kak.
Sugiati Hisam
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!