Perhatikan batas usia ketika membaca...
Banyak ****** ****** ( *** )
Tumbuh besar di lingkungan yang tak menyenangkan membuat Ayara menjadi gadis keras kepala dan arogan, perceraian kedua orang tuanya membuat dirinya harus tinggal di negara asing seorang diri dan terpaksa menyamar untuk menjadi bodyguard sampai akhirnya benih cinta tumbuh dalam dirinya pada pria yang menjadi atasannya.
"Kau akan menjadi milikku malam ini Yara ," bisik Henry pelan pada Ayara saat baru melangkahkan kakinya menuju kamar pengantin mereka.
"AKu takut Henry..." jawab Ayara dengan wajah memerah.
"Tenanglah, aku akan membuatmu menjadi wanita seutuhnya...
Henry menghentikan pergerakan tangannya saat akan membuka gaun pengantin sang istri karena tangannya menyentuh suatu cairan yang sedikit pekat dan kental.
"Yara kau..."
Wajah Ayara semakin memerah saat melihat warna tangan Henry berubah.
"S-sepertinya aku datang bulan Henry!!!" ucap Ayara dengan keras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na fadila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan pertama
Ayara sebenarnya tak perlu sekolah formal lagi karena ketika dia di Inggris dia sudah mengambil homeschooling setingkat SMA yang bisa untuk melanjutkan kuliah , akan tetapi karena usia Ayara masih muda sang ibu belum mengizinkannya untuk melanjutkan pendidikannya ke bangku perkuliahan .
Sebenarnya salah satu alasan Raisa mengizinkan putrinya pergi ke Indonesia adalah karena Ayara masih belum bisa masuk universitas . Raisa tak ingin putrinya terlalu dini masuk di bangku perkuliahan ia ingin Ayara merasakan masa mudanya dengan bahagia .
" Yara yakin masih mau tinggal di sini ? " tanya Raisa berulang-ulang ketika ada di bandara , Raisa harus segera kembali ke Inggris padahal ia baru satu malam tidur bersama dengan sang putri kesayangannya .
" Iya mom seribu kali mommy bertanya seribu kali juga Yara akan memberikan jawaban yang sama " jawab Ayara sambil menikmati makanannya .
" Kalau bukan karena masalah perusahaan yang mendesak mommy akan lebih lama tinggal di sini tapi....
" No mom no ....lebih baik mommy segera kembali ke Inggris !! itu adalah perusahaan peninggalan grandfather jadi mommy harus mengurusnya dengan baik . Yara janji akan baik-baik saja di sini " ucap Ayara cepat memotong perkataan sang ibu .
Raisa langsung mencubit hidung mancung putrinya dengan gemas .
" Mommy tahu kau pasti bahagia bukan berjauhan dengan mommy lagi " ucap Raisa sambil tersenyum manis .
" Yara ingin hidup mandiri mom , Yara ingin membuktikan pada orang-orang bahwa Yara bisa menjadi seorang gadis yang kuat supaya tidak ada orang yang bisa menindas mommy di masa yang akan datang " jawab Ayara serius .
" Mommy tidak membutuhkan Yara sekuat itu dengan adanya Yara di samping mommy saja itu sudah membuat mommy merasa bahagia sayang " sahut Raisa cepat .
Yara kemudian memeluk ibunya dengan erat , giat sebenarnya tak tega berjauhan dengan sang ibu karena selama ini ibunya sudah cukup menderita , akan tetapi Yara memilih untuk meneruskan niatnya demi bisa menjaga sang ibu di masa depan dan membalaskan rasa sakit hatinya pada sang ayah dan istri mudanya .
" Yara akan membanggakan mommy sekarang mami hanya cukup untuk mendoakan Yara saja , Yara janji akan baik-baik saja di sini sendirian " ucap Ayara pelan di depan gate keberangkatan .
" Yara harus janji untuk menjaga kesehatan , jangan lupa apa selalu berdoa di manapun Yara melangkahkan kaki dan jangan telat makan " sahut Raisa dengan mata berkaca-kaca .
" Iya mom " jawab Ayara singkat .
Raisa kemudian melepaskan pelukan dari sang putri semata wayangnya itu , karena namanya kembali dipanggil untuk segera menuju ke pesawat karena pesawat 10 menit lagi akan lepas landas . Ayara melambaikan tangannya ketika sang ibu berjalan menuju pesawat ia , masih berdiri di depan gate keberangkatan walau sang ibu sudah tak terlihat lagi .
" Yara akan membuktikan pada mereka semua mom , mereka akan menyesal telah membuang kita " ucap Ayara lirih .
Sebenarnya Ayara punya rahasia kecil yang belum pernah ia katakan pada sang ibu , malam dimana kedua orang tuanya bertengkar hebat ia mendengar percakapan sang bibi yang bernama Naomi yang meminta ayahnya untuk menikah lagi supaya bisa mendapatkan anak lelaki .
Karena menurut kepercayaan orang Jepang yang meneruskan nama keluarga adalah anak laki-laki , dan oleh karena itu Ryuichi didesak oleh sang adik untuk menikah kembali supaya nama keluarga mereka tidak berakhir .
" Aku akan membuktikan pada kalian bahwa kalian salah selama ini tuan Yamashita Ryuichi " ucap Ayara dalam hati .
Setelah memastikan pesawat sang ibu lepas landas dengan lancar Ayara kemudian kembali pulang dengan mengendarai mobil yang baru ia beli . Pak agustian sudah membelikan mobil baru untuk Ayara pakai, sehingga ia tak perlu lagi memakai jasa seorang supir . Ditambah Ayara juga sudah mendapatkan surat izin mengemudi .
Ketika akan pulang ke apartemen tiba-tiba Ayara teringat dengan pengumuman yang yang ia lihat sebelumnya di tempat latihan Muay Thai , ia kemudian memutar kemudinya menuju ke sebuah gedung yang yang dimaksud . Setelah mengemudi selama hampir tiga puluh menit Ayara akhirnya sampai di gedung yang tertulis Luke Building Corporation di dindingnya .
Saat sedang memarkirkan mobilnya Ayara melihat sekumpulan pria berbadan besar keluar dari gedung Luke Corporation dengan penuh emosi , karena penasaran Ayara menguping pembicaraan mereka yang kebetulan sedang berdiri di dekat mobilnya .
" Aku rasa bos perusahaan ini seorang gay " ucap seroang pria berbaju putih .
" Ya aku sejutu , bagaimana mungkin ia mencari bodyguard yang berwajah tampan artis Korea !!! " sahut pria bertato naga menjawab perkataan temannya .
" Alasan ia menolak kita karena kita punya tato dan tindik , bukankah hal ini sangat tidak masuk akal !!! " sengit pria lainnya .
" Sungguh orang yang aneh " imbuh pria berambut pirang menimpali pertanyaan teman sebelumnya .
Pria-pria berbadan besar itu akhirnya pergi menggunakan mobil dengan penuh emosi , mereka bahkan dengan sengaja memainkan mobilnya ditempat parkir dengan membuat suara bising .
Ketika mendengar percakapan dari pria-pria itu niat Ayara untuk mendaftar pun hilang seketika ,ia lalu menyalakan kembali mobilnya dan meninggalkan area gedung Luke Corporation . Ayara memacu mobilnya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota kota .
" Oke shopping time " ucap Ayara dalam hati ketika sudah berada didepan lobby mall .
Ayara melangkahkan kakinya menuju ke beberapa butik yang cukup terkenal yang ada di mall grand Indonesia , ia memilih beberapa pakaian casual . Karena memang pada dasarnya ia bukanlah seorang gadis yang feminim , Ayara lebih menyukai pakaian yang membuatnya terlihat tomboy .
Setelah mendapatkan pakaian yang ia mau , Ayara lalu berjalan menuju kasir untuk membayar apa yang sudah ia ambil sebelumnya .
Penampilan Ayara makin terlihat mempesona ketika ia memakai jaket kulit yang baru ia beli , karena lapar ayara kemudian mencari sebuah restoran junk food untuk mengisi perutnya yang sudah berteriak .
Setelah mengantri dan membayar akhirnya makanannya pun siap , Ayara kemudian membawa makanannya menuju ke sebuah meja yang ada di dekat pintu masuk .
" Anda mau pesan apa tuan ? " tanya seorang pria yang baru datang bersama seorang pria yang berjalan menggunakan tongkat .
" Apa saja yang penting bisa mengisi perutku yang keroncongan ini !! " jawab seorang pria dengan bahasa Inggris sambil duduk disebuah kursi .
" Baik tuan , tunggu sebentar " jawab pria pertama dengan sopan .
" Kenapa sulit sekali mencari pengawal di sini " ucap si pria bertongkat menggerutu .
Glek
Ayara langsung meminum soda yang ada di depannya ketika mendengar perkataan si pria bertongkat yang baru datang , ia kemudian membasuh wajahnya dengan tissue lalu berjalan pelan ke arah meja si pria bertongkat itu.
" Sepertinya dia bukan orang sini ,jadi lebih baik aku berbicara dengan bahasa Inggris saja " ucap Ayara dalam hati .
" sorry sir are you looking for a bodyguard? " tanya Ayara sopan ketika sudah berdiri didekat meja dimana duduk seorang pria yang ternyata adalah Henry Luke .
"yes you're right, are you interested? " tanya Henry Luke balik tanpa melihat ke arah Ayara .
" Yes, I'm interested, how can I register " jawab Ayara bersemangat .
Henry kemudian mengeluarkan sebuah kertas di atas meja yang kemudian ia berikan pada Ayara .
" come here tomorrow, we will immediately test you !!! I want to know the abilities of men in Jakarta " ucap Henry pelan .
" well, tomorrow I will come " jawab Ayara pelan sambil meraih alamat yang diberikan oleh Henry .
Ayara kemudian berjalan ke arah mejanya dan meraih kantung belanjaannya lalu berjalan keluar dari restoran .
" sepertinya orang itu hanya mencari pengawal laki-laki , baiklah kalau begitu " ucap Ayara dalam hati , ia kemudian berjalan menuju ke toko pakaian pria .
🌼 Bersambung 🌼
. hebat kak authornya