Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.
Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.
Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?
Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Hansen
Bab 13
Tatapan Alaska begitu dingin dan datar, menatap Hansen yang sedang memeluk Riana yang masih terus menangis tersedu-sedu, mereka bersimpuh di depan gundukan tanah merah yang masih basah dengan taburan bunga di atasnya, dengan batu nisan bertuliskan nama Bramantyo.
Kepuasan terukir di bibir Alaska, namun sayang, dendam itu masih menggerogoti hatinya. terlihat di matanya masih tersirat dendam yang membara. Dia menarik napasnya, berpikir jika kematian yang di ciptakannya terlalu mudah untuk Martin dan Bramantyo, tanpa ada penyiksaan terlebih dahulu.
Alaska mengingat kembali saat Martin dan Bramantyo menarik paksa kedua saudara lelakinya. Masih ada empat orang lagi yang merupakan aktor utama yang berperan penting di malam pembantaian itu. Mereka akan segera merasakan dendam dari seorang Alaska Tania.
***************
"Apa rencanamu selanjutnya?," tanya Alaska menatap Hansen yang terduduk lemas di kursi taman, dengan wajah menengadah menatap langit yang di selimuti awan hitam.
Hansen mengusap wajahnya kasar, dan menatap lekat Alaska yang berada di hadapannya.
"Di saat aku sudah berubah menjadi lebih baik, dan sesuai dengan keinginan Papah, justru beliau pergi meninggalkanku," tampak mata Hansen yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Ini semua takdir Hans, setidaknya kamu sudah membahagiakan dan membanggakannya sebelum akhir hidupnya," Alaska memegang pundak Hansen, mencoba menenangkannya. Padahal, jauh di lubuk hatinya dia tertawa puas melihat kesedihan Hansen.
"Tania, menikahlah denganku," ucap Hansen tiba-tiba, yang membuat Alaska terkejut.
Hansen meraih tangan Alaska yang berada di pundaknya, dan menggenggam jemari tangannya.
"Kamu adalah penyelamat dan penyemangatku Tania, aku tidak mau kehilanganmu," ucap Hansen lagi.
Alaska menelan salivanya, dia tidak menyangka jika Hansen bisa seserius ini. Akan tetapi ide balas dendam kembali datang di pikirannya.
"Sejujurnya aku belum memikirkan pernikahan, kamu pasti tahu jika ini adalah tahun pertama aku kuliah, dan usiaku masih terlalu muda Hans," tolak Alaska secara halus.
"Kamu tidak perlu khawatir, setelah kita menikah, kamu bisa meneruskan kuliahmu. Aku tidak akan melarangnya Tania" jawab Hansen.
"Tania, aku tidak mau kehilanganmu, karena di luar sana pasti banyak Pria yang menginginkanmu," ucap Hansen.
"Aku ingin memilikimu seutuhnya Tania" ucap Hansen lagi, membawa jemari Alaska ke bibirnya dan menciumnya lembut.
Alaska menghela napas.
"Kalau kamu belum siap menikah, kita bisa bertunangan dulu Tania" terlihat wajah Hansen yang serius dan penuh harapan.
"Aku harus memikirkannya dulu Hans, dan semua perlu aku bicarakan dengan keluargaku" Alaska memberikan alasan.
"Baiklah, aku menunggu jawaban darimu, seminggu sayang," ucap Hansen mengalah.
"Aku sangat mencintaimu Tania" ucap Hansen lagi, dengan binar cinta di matanya.
"Semenjak pertemuan kita, sudah beribu kali kamu mengucapkannya Hans" ucap Alaska dengan tawa yang lepas, membuat Hansen semakin terhipnotis.
Hansen tidak berkedip menatap wajah Alaska, walaupun awan menghitam dan gelap, akan tetapi sosok Alaska yang bersinar, yang mampu menerangi kehidupannya.
"Tania" panggil Hansen lembut, sambil mengelus lembut pipi Alaska, membuat Alaska menghentikan tawanya.
Hansen mengelus lembut bibir tipis Alaska, mendekatkan wajahnya, membuat bibir mereka bertemu. Setelah setahun bersama, ini pertama kali Alaska membalas cium*n Hansen dengan hangat. Alaska berpikir jika ini adalah cium*n terakhir mereka, maka dia ingin menikmatinya.
**************
Seminggu berlalu.
Jam pelajaran pertama baru saja usai, ada waktu satu jam lagi untuk pelajaran kedua, Alaska membuka tasnya dan mengambil ponsel.
Alaska mengerutkan keningnya, dua jam yang lalu Hansen mengirim pesan jika dia akan menemuinya di Kampus, karena hari ini dia akan menagih janji kepada Alaska.
"Seharusnya dia sudah sampai dari tadi, karena ini sudah dua jam berlalu, tidak biasanya dia seperti ini!" gumam Alaska.
Tiba-tiba ponselnya berdering, sebuah panggilan dengan nama Hansen. Dia segera mengangkatnya.
"Hallo Hans"
"Iya benar"
"Apa?"
"Kapan kejadiannya?"
"Di rumah sakit mana?"
"Baik, saya akan segera kesana"
Alaska tertegun, saat panggilan terputus, dia segera bangkit dari duduknya dan bergegas pergi. Saat dia berjalan dengan terburu-buru, tiba-tiba..
Bug..
"Oh maaf," ucap Alaska saat merasakan tubuhnya menabrak seseorang.
"Tidak apa, aku yang salah," sebuah suara yang sepertinya Alaska pernah dengar.
"Kamu?" tunjuk Alaska.
"Setahun yang lalu kita pernah bertemu dengan cara seperti ini, namun sayang, kita belum berkanalan. Namaku Andrew Wilson, namamu pasti Tania?" Pria berkacamata tebal yang pernah bertabrakan dengannya setahun yang lalu, dan saat itulah pertama kali dia bertemu dan berkenalan dengan Hansen.
"Kamu..?"
Alaska mengerutkan keningnya menatap Andrew.
"Kamu pasti heran, kenapa aku mengenalmu? siapa yang tidak kenal dengan Mahasiswi tercantik dan populer di Kampus ini, apa lagi kamu adalah kekasih Hansen, salah satu Mahasiswa yang juga terpopuler, terutama di kalangan wanita," jawab Andrew.
Mendengar Andrew menyebutkan nama Hansen, Alaska pun tersadar, jika tujuannya adalah ke rumah sakit.
"Maaf Andrew, aku harus pergi! senang berkenalan denganmu," ucap Alaska yang hendak melangkah pergi, akan tetapi tertahan dengan tangan Andrew yang menahan lengannya.
Alaska tertegun menatap Andrew, begitu juga Andrew yang menatap Alaska. Netra mereka bertemu dan terkunci sesaat.
Alaska menyadari, di balik kacamata tebalnya Andrew mempunyai mata yang bisa menghipnotis kaum hawa, mata elang dan tajam, dengan warna hitam pekat yang begitu mempesona yang tidak pernah dia lihat dari Denim atau Hansen. Bahkan mata Andrew lebih mengagumkan dari mata Mike.
"Saat ini lalu lintas sangatlah padat, kamu pasti akan sangat terlambat" ucap Andrew yang tidak melepaskan tatapannya dari wajah Alaska.
Alaska keheranan melihat sikap Andrew yang tidak sesuai dengan penampilannya yang cupu, apa lagi setahun yang lalu, dia melihat Andrew yang hanya diam menghadapi sikap Hansen dan teman-temannya yang semena-mena kepadanya.
"Mungkin motorku bisa lebih cepat mengantarmu" bisik Andrew di telinga Alaska.
Alaska menelan kasar salivanya, tiba-tiba tenggorokannya terasa kering. Baru kali ini dia merasakan sesuatu yang berbeda. Namun, dia segera menepis perasaan itu.
"Bisa kita berangkat sekarang Andrew?" tanya Alaska, menetralkan jantungnya yang tiba-tiba berdegup kencang.
Andrew mengangguk dan tersenyum.
*********************
Tak lama mereka sampai di rumah sakit.
"Terimakasih, berhati-hatilah Andrew" ucap Alaska, saat sudah turun dari motor Andrew.
"Aku akan selalu berhati-hati, jangan khawatir," jawab Andrew tersenyum, menatap penuh arti kepada Alaska.
Alaska tertegun sesaat, sampai dia di kagetkan dengan sikap Andrew yang tiba-tiba menci*m pipinya. Untuk pertama kali sebuah cium*n di pipi mampu membuat wajah Alaska merona.
"Cepat temui dia, sebelum semua terlambat,"
Perkataan Andrew kembali membuat Alaska tercekat. Belum sempat mengeluarkan kata-kata, motor Andrew bergerak cepat meninggalkan Alaska yang masih di penuhi tanda tanya.
Alaska segera berlari masuk ke rumah sakit, menuju ruangan yang di infokan oleh petugas kepolisian. Sesampainya di ruang itu, tampak Riana yang sedang menangis tersedu-sedu memeluk tubuh Hansen yang terlihat kaku, dengan wajah pucat dan seluruh tubuh penuh luka
****************
Siapakah Andrew Wilson sebenarnya?
Apa tujuannya mendekati Alasks?
Bagaimana hubungan Andrew dan Alaska selanjutnya?
Apakah kecelakaan yang menimpa Hansen, murni karena kecelakaan tunggal atau sebaliknya?
Temukan jawabannya di bab selanjutnya.
Maaf up nya lama, mau tamatin novel yang sudah lama banget on going nya. Yang baru pertama mampir ke karya Author, yuk kepoin novel Author yang seru banget "Penyesalan Zaidan" 👇
semangat karya barunya kak