NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Romansa / Tamat
Popularitas:479.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: AYi

Shaila gadis cantik berusia 18 tahun, baru saja menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jogjakarta. Hari-harinya selama di bangku kuliah selalu dibuat kesal oleh salah satu dosen di kelasnya.

Arshaka, 23 tahun, dosen muda yang tampan dengan status duda beranak satu, merasa tertarik pada mahasiswanya. Dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian si mahasiswa. Mulai dari memberikan tugas yang berlebih hingga perhatian yang tidak wajar.

Akankah Arshaka bisa mendapatkan Shaila dengan mudah? Ikuti ceritanya hanya di Jerat Cinta Pak Dosen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Arshaka diam tak bergeming mendengar suara yang sangat mirip dengan suara sang mantan. Walaupun sudah beberapa tahun berpisah, laki-laki itu masih ingat dengan suara itu. Suara yang memiliki ciri khas tersendiri dan tidak ada yang bisa menirunya.

"Sasha!"

Ya, hanya pemilik nama itu yang memiliki suara khas berbeda dengan yang lain. Suara itulah yang selama ini membuat jantungnya berdebar dan darahnya berdesir. Anehnya, pagi ini tidak ada lagi debaran jantung juga darah yang berdesir karena suara itu.

Arshaka rasanya ingin menoleh ke arah sumber suara karena dia penasaran suara itu tidak membuat jantungnya kembali berdebar. Mungkin ada orang lain juga memiliki fitur suara yang sama.

Belum sempat Shaka menoleh ke arah suara yang mirip dengan suara sang mantan, istri kecilnya keluar bersama Azka. Mereka akan berangkat ke kampus bersama hari ini. Bocah kecil itu berjanji tidak akan meninggalkan orang tuanya, dia akan duduk manis selama sang ayah bekerja dan bundanya mengikuti perkuliahan.

"Kak Shania? Sudah lama datangnya?" Shaila terkejut mendapati sang kakak sudah berdiri di dekat mobil sang suami seraya menghampirinya kemudian mereka berpelukan.

Walaupun Dewi membedakan perlakuannya terhadap Shania dan Shaila, kedua anak itu tampak akur karena didikan sang ayah. Mereka sejak kecil sudah dibiasakan untuk saling menyayangi. Tidak heran jika kakak beradik itu begitu dekat.

"Selamat ya! Nggak nyangka banget masih kecil sudah jadi istri," ucap Shania masih dalam pelukan adiknya.

Shaila pun mengurai pelukannya. Dia ingin mengenalkan suami dan anak sambungnya. Oleh karena itu, setelah pelukan terlepas gadis itu segera memanggil mereka.

"Azka sini, Sayang. Ajak ayah juga, mau Bunda kenalin sama kakak Bubun," kata Shaila saat anak sambungnya itu memperhatikan dia dan sang kakak.

Azka pun menarik tangan sang ayah untuk mendekat. Namun, Shaka menolak turun dari mobil dengan alasan buru-buru ke kampus. Laki-laki itu bahkan meninggalkan anak dan istrinya begitu saja.

Akhirnya, Shaila mengajak sang kakak masuk. Mereka kini duduk manis di ruang keluarga yang masih menyatu dengan ruang tamu. Shaila menghidangkan teh manis bersama roti bakar isi selai kacang coklat.

Shania yang baru saja tiba dari luar kota merasakan lapar, sehingga langsung roti tersebut sampai habis. Azka yang sejak tadi memperhatikan Shania, matanya membulat seketika. Selama ini dia selalu diajari makan pelan-pelan walau dalam keadaan lapar sekali pun.

"Tante lapar banget ya?" tanya bocah kecil itu dengan polosnya.

Shania merasa malu karena ditegur oleh anak kecil. Wajah gadis itu memerah menahan malu. Sungguh dia tidak menyangka jika anak sekecil itu ternyata sangat cerdas.

"Azka tidak boleh begitu ya, Nak. Itu namanya tidak sopan," nasehat Shaila pada sang anak sambung.

Azka pun menunduk karena merasa bersalah, tetapi tak berselang lama anak itu langsung meminta maaf. Dengan senang hati Shania pun memaafkan keponakan barunya.

"Aku emang laper banget. Terakhir kali makan jam tiga sore kemarin sebelum kuliah, itu pun hanya roti sepotong. Pulang dari kampus langsung naik bus ke sini," cerita Shania pada adiknya.

"Kenapa nggak beli makan di jalan? Pelit banget sama diri sendiri."

"Bukan pelit, tapi sampai di atas bus aku langsung kerjakan tugas sampai ketiduran. Untung laptop aman."

"Bukannya sekarang sudah koas? Tugas apalagi?" tanya Shaila yang tidak tahu menahu tentang kedokteran, padahal kedua orang tuanya berprofesi sebagai dokter spesialis.

Shaila memang sejak kecil tidak suka hal-hal yang berbau kedokteran. Anak itu lebih suka memasak dan belajar ekonomi. Sepertinya dia mewarisi bakat sang kakek yang seorang pengusaha.

"Ada! Kamu pikir gampang apa menjadi dokter?"

"Makanya aku mau jadi pengusaha saja, biar nggak kebanyakan mikir kek kamu. Memanjakan diri saja tidak bisa," cibir Shaila.

Sementara Shaila dan kakaknya melepas rindu, Arshaka sudah sampai di kampus dan mengurus izin untuk sang istri. Laki-laki itu sengaja memberikan waktu untuk istrinya untuk bercengkerama bersama sang kakak.

Selama mengajar, pikiran Shaka tidak bisa fokus. Konsentrasinya buyar karena pikirannya berkelana pada masa lima tahun yang lalu. Masa SMA yang tidak akan bisa terlupakan begitu saja.

Wajah sang mantan yang selalu tersenyum bagaikan kaset rusak, selalu berputar dalam pikirannya. Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Dia selalu fokus dalam melakukan suatu pekerjaan, baik itu belajar atau pun mengajar.

Tidak untuk kali ini, bahkan para mahasiswanya yang asik bercerita sendiri dibiarkan dan dia memilih meninggalkan kelas begitu saja. Begitu masuk ke ruangannya baru dia teringat memberikan tugas pada para anak didiknya melalui pesan grup melalui aplikasi warna hijau.

"Apa betul itu tadi Sasha? Kalau bukan kenapa suaranya sangat mirip? Apa semua itu hanya khayalanku semata karena menikahi wanita yang wajahnya mirip? Semoga ini khayalanku semata."

Arshaka duduk termenung di ruangannya. Sungguh hati kecilnya terusik kala mendengar kembali suara yang sudah lama tak menghiasi hari-harinya. Rasa rindu pada sang mantan tiba-tiba hadir tanpa bisa dicegah.

Arshaka sungguh menyesal, perasaan yang telah dikuburnya bangkit begitu saja hanya karena mendengar suara itu. Saat ini dia sudah memiliki istri, tetapi rasa cintanya untuk sang mantan belum sepenuhnya hilang.

Hanya bisa berharap, rasa cinta untuk sang mantan secepatnya hilang dan tergantikan oleh istri kecilnya. Mungkin ini ujian awal dalam berumah tangga, karena menikah adalah awal ujian hidup dimulai.

Ibarat kapal yang baru saja mengembangkan layar. Terserah kemana nahkoda dan angin membawa kapal tersebut. Akhir perjalanan kapal itu tergantung sang nahkoda yang mengarahkan ke mana kapal hendak menuju dan akhirnya mencapai titik akhir.

Laki-laki muda itu memutuskan pulang setelah sekian lama termenung di ruangannya. Menyendiri membuat dia semakin tenggelam dalam kenangan masa lalu. Akhirnya dia memutuskan berkumpul bersama anak dan istri kecilnya.

Begitu sampai di rumah, anak dan istrinya tidak tampak di ruang tengah maupun di kamar. Hanya ada Rina, pengasuh Azka yang beberapa bulan terakhir merangkap menjadi pengurus rumah karena art yang lama pulang kampung. Arshaka pun menanyakan keberadaan anak dan istri barunya pada pengasuh tersebut.

Berdasarkan penjelasan dari Rina, anak dan ibu tanpa ikatan darah itu sedang keluar mengantarkan tamu tadi pagi, yaitu kakak iparnya. Ayah Azka itu akhirnya memilih membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah beraktivitas. Setelah badannya terasa segar usai mandi, dia menghubungi sang istri.

"Aku jemput ya?" tanya Shaka.

"Tidak usah, kami sudah mau jalan kok."

"Baiklah, hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa, segera kabari," pesan Shaka pada sang istri.

"Ok, Boss!"

Arshaka menekan tombol merah di layar ponselnya setelah panggilan suara itu berakhir.

"Setiap perempuan pasti suka dijemput suami, istri kecilku malah tidak mau dijemput. Dia terlalu mandiri atau tidak mau memberi kesempatan padaku untuk lebih dekat?"

1
lia rahma
extra part dong kak
Tamirah Spd
Shania wanita yang kurang dewasa, selaku seorang kakak seharusnya intropeksi diri. Mantan pacar sdh nikah dgn adiknya,dia jg sdh menikah,kok masih berharap pada adik iparnya untuk menjalin kasih....wes angellllll.
Tamirah Spd
Walau tidak ada rasa cinta dan pernikahan karena situasi darurat izab Kabul Sudah terucap,ya siapa yg gak sakit hati, apa lagi kalau tahu cinta pertamanya adalah kakak nya sendiri..... sakitnya tuh disini.
Tamirah Spd
Mama Nenti tidak sadar membuka aib anaknya sendiri.Tentu saja membuat Shaila berfikir kalau dosen status duda itu nikah nya karena kekasih nya hamil dulu.,!!!
Tamirah Spd
Mama Nenti sama saja membuka aib anaknya sendiri, tentu saja
Tamirah Spd
Nama duda kalau sdh jatuh cinta sudah gak jaga image,apa jatuh cinta nya sama mahasiswa sendiri,ada aja alasan untuk ngerjain biar dekat.
Istifada
Luar biasa
Jҽʅιƚα
👍👍👍
Nurina Ningrum
Luar biasa
Nurina Ningrum
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR,Udah liat sendiri.kan gimana Arshaka memperlakukan Shaila,Masih aja berharap.Kok.mau jadi Pelakor adek sendiri,Gila nih Cewek..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ke dua puteri dokter Nathan di sukai oleh Dosen2 mereka..gak Shaila gan Shania..🤣
Qaisaa Nazarudin
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Buruk
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Ternyata Dosen pintar tapi Kudet ya..
Qaisaa Nazarudin
Lha masa ya gitu doang langsung di Nikahkan?
Qaisaa Nazarudin
Gen Bapaknya menurun ke anaknya..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kasian si anak,Bapaknya malah sibuk ngintilin cewek..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Shaila ini terlalu ceroboh..
Qaisaa Nazarudin
Gila aja,Kalo aku mah jangan harap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!