Tasya baru saja selesai menempuh pendidikan sekolah menengah atas. Namun, saat ia hendak mengumumkan hasil nilai terbaiknya ia justru dihadapkan dengan kematian kedua orang tuanya yang meninggal dalam kecelakaan tragis. Sehingga pupuslah sudah cita-cita Tasya untuk menjadi designer interior.
Di saat Tasya ingin mencari pekerjaan, ia justru sering bertemu dengan Dave. Seorang lelaki yang cukup matang, tetapi justru tertarik dan ingin memiliki Tasya.
Dengan berbagai cara Dave selalu menolong Tasya secara sembunyi. Akankah Tasya mampu lolos dari cengkeraman ataukah justru terjerat cinta tulus dari Dave?
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah bisa bersatu di atas semua perbedaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13. CERAI
"Bagaimana, apakah surat dari pengacara sudah siap?"
"Sudah tentu, Tuan. Ini suratnya," ucap asisten Dave sambil menyerahkan sebuah surat perceraian.
"Apakah prosesnya akan lama?"
"Sesuai dengan permintaan Tuan, maka akan dipercepat!"
Dave menyunggingkan senyum sempurna, ia sudah mendapatkan apa yang selama ini diharapkan.
"Bagus, sebentar lagi aku akan lepas darimu, Laura."
Dave segera menandatangani surat tersebut dan langsung meminta asistennya untuk memberikan surat tersebut pada Laura. Asisten Dave tidak mau menunggu waktu lama dan langsung menemui Laura di kamarnya.
Laura yang sudah sangat kecewa pada Dave tampa berpikir panjang segera merobek surat tersebut. Dave yang berada di depan kamar segera membuka pintu dan menatap tajam ke arah Laura.
"Apa yang kau lakukan!"
"Cukup Dave, kau sudah gila! Apakah kau tidak sadar dengan hal yang kau lakukan?"
"Sangat sadar, bahkan kakek pun sudah tahu akan hal ini."
"Bohong! Kau kira akan dapat dengan mudah bercerai dariku, hah!"
Dave menyunggingkan senyum ke arah Laura. "Jika kau tidak percaya padaku, terserah! Yang perlu kau tahu jika kakek tidak akan mendukungmu lagi!"
Kepanikan Laura sangat beralasan, karena tiba-tiba saja ia mendapatkan panggilan telepon agar segera datang ke mansion utama.
"Nyonya Muda, Anda ditunggu Kakek di mansion utama saat ini. Mobil yang menjemput Anda sudah menunggu di depan."
Dave tidak menghalangi jalan Laura yang terlihat sangat buru-buru saat keluar kamar. Ia justru semakin puas dengan keputusan hari ini. Sayangnya, hal itu sama sekali tidak berlaku pada Laura.
Sesampainya ia di mansion utama membuat sebagian pelayan melihat ke arahnya dengan pandangan hormat dan sebagian lagi mengacuhkan dirinya. Beruntung Laura memakai kacamata hitam untuk menutup lebam di wajah cantiknya.
"Silakan masuk, Nyonya Muda. Tuan besar sudah menunggu Anda."
Ketika Laura baru saja masuk, tatapan tajam diberikan sang kakek kepadanya. Kemarahannya benar-benar terlihat di sana. Rupanya Dave bukan hanya mengirimkan beberapa bukti tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh Laura pada sang kakek.
Laura yang mendapatkan tatapan tajam sama sekali belum menyadari keadaannya, sehingga ia tetap berjalan santai ke arah kakek. Memasang wajah lugunya seolah tidak ada cela pada dirinya.
"Berhenti, tetaplah kau berdiri di sana dan jangan sekali pun berani mendekatiku!"
Ucapan yang dilontarkan sang kakek membuat Laura sama sekali belum menyadari keadaan di sana, hingga akhirnya kakek melemparkan sebuah amplop coklat ke arahnya. Dengan tangan gemetar Laura mencoba melihat isi di dalamnya.
Betapa terkejutnya Laura melihat semua pose yang dilakukan dirinya dibidik dengan sempurna dari segala sisi. Bodoh, karena ia sama sekali tidak menyadari jika aksinya selama ini bisa terendus oleh keluarga besarnya.
"Tidak adil jika sampai membiarkan Dave terus bersama dengan wanita kotor sepertimu!"
Panggilan sebagai wanita kotor yang tersemat pada nama Laura sungguh membuatnya tidak berani muncul di dalam keluarga besar Dave. Pada saat yang sama Dave tiba-tiba muncul dan langsung menyerahkan sebuah map cokelat ke arah Laura.
"Cepat tanda tangani dan pergi sesuai kataku! Nikmatilah hidup yang sudah diatur oleh keluarga besar dan jangan sekali pun protes," ucap Dave begitu lirih tepat di salah satu telinga Laura.
Tangan yang masih terlihat gemetar itu sungguh membuat Dave tegang. Ia terus berdoa agar rencananya segera terwujud dan segera bebas bertemu dengan Tasya.
Dave bahkan tidak berani bertemu dengan Tasya sebelum surat cerai di antara Dave dan Laura selesai ditandatangani oleh istrinya. Sementara itu Laura menyesal karena ia justru mengotori dirinya sendiri dengan sebuah kata perselingkuhan.
......................
Jika Laura saja bisa dilepas dengan begitu mudahnya oleh Dave dan keluarganya, apakah hal itu juga akan berlaku sama ketika Tasya masuk nanti? Semoga saja Laura tidak merusak semua hal yang sudah dipersiapkan Dave.
Nah, sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini ya. Makasih