Angkasa yang bersahabat dengan Bintang.Hingga Angkasa di putus oleh sahabatnya Bintang hanya masalah kedekatan mereka yang seperti perangko.
Angkasa yang sudah dekat dengan Bintang. Yang tak ingin jauh hingga perasaan cinta muncul. Berbagai masalah yang datang, membuat Angkasa selalu menjaga Bintang. Teror, kehilangan sahabat, serta pilihan besar membuat Angkasa dilema.
Apakah Angkasa akan memperjuangkan cintanya kepada Bintang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Durratul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 13
Bau rokok, lampu temaram dan udara yang pemgap membuat Farhan masih betah sambil memakan satu loyang pizza yang ia beli. "Gue pingin tau nasib Angkasa gimana? Dan masalah lombanya sih batal, sekolah kita berusaha menutupi nama baiknya dengan menggantikan selain Angkasa, walaupun kalah yang terpenting sudah ikut serta."
Igo mengangguk. "Iya, menurut infotmasi sih, Angkasa masih belum sadar. Dan lo tau kan reaksinya Bintang gimana?"
Farhan tertarik, ah Bintang pasti kondisi cewek itu sedang tertekan."Gimana?"
"Bintang sering ngelamun, jalannya itu kayak orang linglung, tapi dia dikelilingi oleh geng Elang. Kemanapun dia pergi, pasti ada yang menjaganya." jawab Igo.
'Semoga raga lo balik lagi ya Bintang sayang.'
🌸🌸🌸
Angkasa membuka matanya perlahan, pusing dan rasa sakit dikepalanya menerjangnya. Pandangan samar, nuansa putih, bau obat, dan seorang cewek yang memegang tangannya, nafasnya teratur, Angkasa tak tau siapa.
Rangga masuk dan mendapati Angkasa sudah sadar. "Bintang, Angkasa udah sadar. Coba lo liat, gantengnya luntur tuh karena tidurnya kelamaan, belekkan toh." goda Rangga bercanda. Bintang terbangun, ia tersenyum.
"Kamu sudah sadar? Gimana kondisinya? Apa masih pusing?" tanya Bintang beruntun. Angkasa menatap cewek ini, siapa dia?
"Baik, masih terasa. Dan, anda siapa ya? Kenapa menunggu saya sadar?" tanya Angkasa seperti tak pernah mengenal Bintang.
Bintang tercengang mendengarnya. Angkasa, amnesia? Sedih dan kecewa, namun mengingat Angkasa yang mengalami benturan keras pada jendela kaca, Bintang faham.
"Aku Bintang, sahabat kamu yang sudah terjalin 6 tahun." jawab Bintang berusaha membangkitkan memori Angkasa.
Tapi tak mempan, Angkasa kembali terpejam, ia lelah dan masih butuh istirahat. Rangga mengajak Bintang ke taman yang tak jauh dari sini. Menghibur Bintang yang tampak tak terima jika Angkasa amnesia, entahlah dengan kedepannya akan seperti apa.
"Lo yang sabad yah, mungkin Angkasa bakal ingat lagi kalau lo nunjukin kebiasaan kalian saat bersama, atau benda berharga yang pernah Angkasa berikan." jelas Rangga seperti tau akan kedepannya di novel-novel.
"Iya, tapi kebiasaan kita itu..." jeda sejenak, Bintang mengingat cabda tawa, julukan panggilan. "Kalau hujan selalu beli teh hangat, gue manggil Angkasayang, boneka buaya milik Lala pasti ingat, terus...ngajak Angkasa ke pasar malam dan naik rollercoaster. Udah itu aja." jelas Bintang berusaha mengingat-ingat kebiasaanya dengan Angkasa.
"Oh, lakuin ajalah. "
🌸🌸🌸
Setelah seminggu keadaan Angkasa mulai membaik, tapi sikapnya tak berubah, sama seperti saat Bintang pertama kali mengenal cowok itu, merasa terusik aan adanya orang asing, dingin, dan cuek.
"Tadi Lala udah aku titipin sama tetangga kamu, jangan lupa sarapan yah. Aku buatin ini, kesukaan kamu banget loh." Bintang menyodorkan bekal doraemonnya. Tapi Angkasa tetap fokus pada buku fisikanya.
"Aku taruh disini, kalau sudah habis, balikin lagi yah. Jangan sampai lupa lah, belum tua sudah pikun." goda Bintang dan pergi dari kelas Angkasa sebelum bel masuk.
Berita tentang Angkasa yang amnesia pun membuat siswi berkesempatan mendaftar sebagai calon pacar atau istri idaman, karena Bintang sangat jarang dengan Angkasa. Sifat agresif Bintang tak ada lagi, possesif sudah hilang, dan keganasannya. Bagaimanapun juga Angkasa hanya menganggapnya bukan siapa-siapa.
Virgo melihat bekal dari Bintang masih tak tersentuh merasa iba. "Buat abang Virgo saja yah. Daripada dianggurin." Virgo meraih bekal tersebut tapi Angkasa menahan tangannya. "Jangan, ini buat saya. Tak baik menolak pemberian dari seseorang." Angkasa langsung melahapnya, Virgo tergiur tapi mengenai sikap Angkasa yang mulai lahir, gengsi.
"Maap, caya janji ndak ngelebut bekal itu lagi." ucap Virgo manja seperti balita.
Angkasa tersenyum tipis. "Oke, belajarlah karena sebentar lagi ulangan fisika. Jangan menatap isi bekal Bintang yang enak ini." peringat Angkasa, Virgo santai. Fisika? Yah semenjak Angkasa menjadi tukang pikun Virgo mulai belajar mata pelajaran jari ini, memahami dan mengerjakan soal-soal pengayaan. Beda dengan Angkasa yang dulu, murah hati, ceria, pendiam, ramah. Sekarang cuek, ada temannya yang meminta contekan tak diberikan secuil jawaban, belajar dan faham materi sendiri tanpa mengajari yang lainnya. Andai Virgo bisa mengambil otak Angkasa, mencucinya, membersihkan, dan kemungkinan memorinya kembali.
🌸🌸🌸
Mendengar berita Angkasa yang amnesia pun Bela kembali ingin meraih kesempatan untuk menarik perhatiannya lagi. Seperti sekarang, saat Angkasa akan menyalakan motornya, Bela sengaja tak mengikat tali sepatunya dan tersandung membuat Angkasa menoleh ke arahnya.
Angkasa memakirkan kembali motornya, cewek yang terjatuh ini harus ditolong, sikap peduli yang tak pernah Angkasa miliki sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Benerin dulu talinya, kalau tersandung lagi gimana?" Angkasa mengikatkan tali sepatu cewek ini, Bela menatap intens Angkasa. Ia rindu dengannya, kalau keadaan seperti awal lagi Bela tak masalah, ia bisa meluluhkan hati Angkasa kembali, dan merebutnya dari Bintang.
"Hehehe, maaf lupa."Bela berdiri dan melangkah pergi, ia harap Angkasa menghentikan langkahnya. "Tunggu, biar saya antar kamu." ucapnya peduli, Bela senang.
Tak jauh dari mereka Bintang melihat kedekatan Bela kembali, tapi ia tak cemburu. Satu hal yang ia tau bahwa Angkasa mulai peduli pada siapapun.
Bela melingkarkan tangannya di pinggang Angkasa. "Gak risih kan aku peluk?" tanya Bela sok polos. Angkasa menurunkan tangan Bela. "Maaf, saya tidak bisa. Saya hanya mengantarkan kamu pulang karena kasihan." jawabnya dingin. Bintang tersenyum melihat perubahan Angkasa. 'Ayo sa! Jangan mau dimodusin lagi, bangkitkan sikap cuekmu'
🌸🌸🌸
mampir yuk, ke karya aku. judulnya rangkaian tinta takdir, jangan lupa like, komen, and votenya ya kak😁
trimakasih