NovelToon NovelToon
Prince Bodyguard

Prince Bodyguard

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: pera

Letizia Philip dari kecil hingga dewasa mendapat perlakuan buruk terhadap Ibu tirinya, karena tidak mau membuat cemas dan khwatir Ayahnya di tutupinya semua dan menerima semua perlakuan ibunya. Hari-harinya di jalani seperti biasa senyumnya yang indah menjadi obat baginya mengurangi tekanan hidupnya yang begitu pahit, mungkin sebagian orang-orang melihatnya dia wanita yang beruntung justru kebalikannya, Letizia sesekali mengunjungi tempat favoritnya yaitu Panti Asuhan di sana Letizia menghabiskan masa kecilnya bersama anak-anak Panti dan menemukan seorang sahabat yang baik Yana Rich, keluarga Letizia tidak ada yang tahu selama ini Letizia bermain di Panti Asuhan bahkan disana dia sesekali mengajari anak-anak Panti. Para pekerja panti sangat senang melihat Letizia yang begitu baik dan tidak mau mamandang status bahkan Letizia sesekali membawa makanan lebih dari restoran Ayahnya untuk dibawanya. Tidak terasa kebiasaan Letizia tercium oleh ibunya dan melarangnya untuk kembali Panti......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

 

Setelah selasai menyusun pakaian dan barang ke dalam lemari Letizia merebahkan tubuhnya dan sesekali memijit bahunya. Mark masuk dan menghampiri Letizia.

 

"Apa kakak sakit?", ucap Mark khawatir Letizia terbangun dan duduk.

"Tidak hanya saja sedikit Lelah, Mark bukankah kamu seharusnya sekarang menemui Paman Riko?"

"Nanti kak, ini ada hadiah kecil untuk kakak?", Mark menyerahkan sebuah Map kuning.

"Apa ini?"

"Buka saja, mudah-mudahan kakak suka", senyum Mark keluar terlihat indah. Letizia heran dan bingung melihat senyuman Mark.

"Kamu mencurigakan, tidak lagi mengerjain kakak kan?", ucap Letizia sambil Membuka Map tersebut, air matanya menetes dan mengenai ke kertas tersebut.

"Mark...!"

"Pihak sekolah kakak yang memberikan ini kepadaku tadi, mereka dari kemarin menghubungi katanya ponsel kakak tidak aktif", terang Mark, Letizia hanya menangis, di hatinya sekarang bercampur sedih dan senang di mana ini seharusnya Alm. Paul philip atau Ayahnya melihat ini duluan Karena ini adalah impian Letizia dari kecil bahwa dia bisa meraih Beasiswa ke Luar Negri, bukan karena tidak mampu, tapi Letizia lah yang meminta supaya tidak ada yang membantunya bisa di katakan hidup mandiri.

"Ayah...", Letizia memeluk secarik kertas tersebut. Mark memeluk dan berusaha menenangkan Letizia.

"Apa kakak bahagia, aku pikir Ayah akan bahagia melihat kita dari alam sana karena Putri cantiknya ini berhasil meraih Beasiswanya?", ucap Mark sedikit menggoda.

"Mak...", Letizia membenamkan wajahnya ke dada bidang Mark dan merasakan kehangatan dan ketenangan,

"Kak...", Mark melepaskan pelukan Letizia dan menghapus sisa air mata Letizia. "Aku berharap kakak Menerima hadiah ini Karena Ayah pasti senang mendengar kabar bahagia ini".

"Mark...kakak bahagia, tapi...?", Letizia berdiri dan menghadap ke jendela tatapan kosong.

"Tapi apa kak..., jangan katakan kalau kakak menolaknya?", Mark terlihat khawatir.

"Mark kamu tau kan....itu...biaya kuliah di Luar Negri itu mahal, apa lagi keadaan kita sekarang...?", ucap Letizia bergetar sebenarnya hatinya juga senang dia masih memikirkan pendidikan Mark.

"Tok... tok... tok... ", suara ketukan pintu mengalihakan pandangan kakak beradik tersebut.

"Bi...", ucap Letizia dan Mark bersamaan

"Maaf Tuan dan Nona muda, Bibi mengganggu"

"Tidak Bi...silahkan masuk", Letizia mengahampiri Bi. susi dan mendudukannya di atas ranjang, Letizia dan Mark sudah menganggap Bi.susi seperti keluarga.

"Ada apa Bi...", Letizia berpura-pura tegar sedangkan Mark pikirannya ke tempat lain.

"Nona muda, apa anda masih ingat ini", Bi.susi menunjukkan kotak berukuran sedang.

"Tentu ini kan pemberian Ayah, ketika rumah ini sudah sah atas nama Bibi dan aku ingat Ayah memberitahukan kepadaku pada waktu itu ketika usia ku sudah 18 tahun"

"Nona, tolong bukalah, sekarang ini sudah milik Nona?", ucap Bi.susi lirih, Letizia membuka kotak tersebut terbelalak melihat ada dua benda di dalam.

"Bi, ini kan?", Mark mengahampiri Letizia dan Bi.susi dan ikut terkejut.

"Ayah...", air mata kembali keluar.

"Nona, segeralah berangkat raihlah cita-cita Nona, ini semua hadiah pemberian Alm Tuan, Bibi sengaja tidak memberitahu karena Tuan besar ingin memberikan kejutan kepada Nona dan untuk Tuan Muda harap tuan juga menerima hadiah dari Tuan besar itulah amanat terakhir Tuan besar kepada Bibi.

"Kak aku ngak menyangka Ayah...", Letizia dan Mark berpelukan dan menangis bersamaan.

Hiks...hiks... hik...

"Ayah...!"

1
©heezyyy ®ich
/Chuckle/
Lynz Alarick
thor.. william kan tau kalo mark itu adiknya letizia.. knp william ga nanya ama mark yah 🙄
Lynz Alarick
bagus koq
ummah ahmarla
🤣🤣🤣🤣sama kayak suamiq anti pizza
🇲🇾WatiAsahi
author...aku tak paham dengan Zia..Zia bila dengan William sangat kasar...sangat garang...tapi bila dengan ibu tiri dan Maya sangat lemah sampai pingsan..adakah Zia seorang pengecut..???
Murni Ulina Boru Aritonang
salah paham dah ini
Igusti Nyoman Nadi
tambah seru lo ceritanya
Igusti Nyoman Nadi
awal baru baca ceritanya bagus lo. semangat ya bikin nulis novel saya sangat suka membaca terimakasih
SuNenti TeRsana
$
Dona
baru lihat profil langsung link semoga sukses Thor 👌👌👌
pera: Sukses juga buat mu kak 😘
total 1 replies
Kenzi Kenzi
calon bini
Kenzi Kenzi
ikatan bathin sama papi nya
Sri Utami
kartunya.... kartunya Thor kok blm kasih ya William ke letizia
💥Meg🔥
ceitanya membingungkan. alurnya gak jelas...
Amrih Ledjaringtyas
gitu dong sedikit gebrakan💪💪
Amrih Ledjaringtyas
oon bangeeetttt🤣🤣🤣
Amrih Ledjaringtyas
letizia ama william bar" bnget,to giliran ama maya& mak tiri kaga berani lawan. payahh
Amrih Ledjaringtyas
bar"nyaaa
Amrih Ledjaringtyas
hahaha
Amrih Ledjaringtyas
muter" y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!